
Sorenya seperti biasa, Ahmad kembali menjemput sang kekasih pulang dari kantornya. Dia dengan setia menunggu di samping pintu gerbang kantor. Sambil ngobrol dengan Pak Joko. Satpam yang bekerja di kantor tempat Fitri bekerja.
"maaf den. kalo boleh tau, aden ini siapanya neng Fitri ya?? kok tiap hari anter jemput.??"
"saya calon suaminya pak, nama saya Ahmad."
"oh den Ahmad, kenalin nama saya Joko. wah gak nyangka neng Fitri bentar lagi mau nikah. Pantesan di anter jemput terus. Takut ilang ya den." canda Pak Joko.
"senang bisa berkenalan dengan bapak. hehe, bapak bisa aja sih. Oh ya bapak udah lama kerja disini??."
"Alhamdulillah udah ada 20 tahunan lah den bapak kerja disini. tapi kemarin bapak tanya sama neng Fitri katanya aden ini supir taxi online."
"emang bapak percaya kalo supir taxi online pakai jas gini??.oh ya anak sama istri bapak ikut disini juga??."
"enggak den, anak bapak lagi kuliah di Bogor. kalo istri bapak tinggal di Solo."
"wah, pisah semua dong pak."
"iya nih den, gimana ya orang keadaan gak memungkinkan kalo Mereka disini semua. kan aden tau sendiri Jakarta kaya gimana."
"iya juga sih pak,. oh ya, bapak udah lama kenal deket sama Fitri??."
"belum sih den, orang cuma kenal biasa aja. kan neng Fitri biasanya kalo pulang suka mampir dulu ke perpustakaan situ depan. Jadi biasanya suka nitip motor ke saya buat dijagain sementara dia pergi ke perpustakaan. tapi sejak dianter jemput sama aden, neng Fitri gak pernah pergi ke perpustakaan lagi."
"iya juga ya Pak, saya baru ngeh kalo sekarang Fitri jarang ke perpustakaan."
saat mereka sedang asyik ngobrol tiba-tiba Fitri menghampiri mereka.
"eh, tumben kamu keluar mobil?? biasanya juga nunggu di dalem mobil."
"sesekali gak papa kan. ngobrol sama pak satpam."
"ya gak papa sih."
"eh neng Fitri, orang aden ini calon suaminya kok kemarin pas saya tanyain katanya sopir taxi online."
"ya emang sopir taksi online saya pak, hehe. kata siapa dia calon suami saya??."
"nih den Ahmad sendiri yang bilang."
"ah, dia cuma bercanda pak. emang bapak percaya sama orang yang baru bapak kenal??."
"ya percaya aja sih neng." kata Pak Joko.
"eh, ngomong apa kamu sayang??." tanya Ahmad.
"oh, jadi gitu gak ngakuin nih calon suaminya. nanti kalo direbut orang baru nyesel loh." goda Ahmad.
"bodo amat."
__ADS_1
"yakin??."
"iya."
"ya udah ah jangan ngambek gitu. yuk masuk mobil. malu di lihatin Pak Joko. Pak Joko kita pamit pulang dulu ya."
"iya den, neng. hati-hati di jalan ya."
"oke."
mereka berdua langsung masuk mobil dan mobil pun berjalan melaju membelah jalanan yang sedikit padat merayap.
Ahmad mencairnya suasana dengan mengajak Fitri berbicara.
"kamu kok gitu sih sayang?? ngomong sama pak satpam kalo aku ini cuma sopir taxi online ??"
"biar semua orang gak curiga aja. males aku dengerin mereka gosipin aku terus."
"emang mereka gosipin kamu apa sayang??"
"macem-macem."
"ya gimana?? coba cerita sama aku."
"ah, males lah bahas itu. mendingan sekarang pulang deh. aku capek mau istirahat."
"lah, males aku."
"ya udah kalo kamu gak mau ngomong biar aku cari tahu sendiri. kamu kan tau aku bisa ngelakuin apa aja kalo aku mau."
"jangan, nanti aku yang tambah ribet."
"ya udah makanya cerita dong sayang."
"oke aku cerita. tapi kamu diam aja ya jangan kasih komentar sebelum aku selesai cerita."
"oke sayang, janji deh."
"jadi gini ceritanya."
Flashback off
Ada dua orang karyawati yang memang sejak dari dulu benci dengan Fitri, apapun yang Fitri lakukan selalu salah dimata dua orang itu. yah bisa dibilang senior dari Fitri. namanya Rini dan Anis.
Dan kebetulan beberapa hari ini, Fitri selalu berpapasan dengan dua orang itu baik berangkat maupun pulang bekerja. Otomatis mereka tahu jika Fitri sering diantar jemput oleh pria. dan mereka juga melihat dengan jelas wajah pria itu. karena Ahmad sering membukakan pintu baik saat mau keluar ataupun masuk mobil.
Mereka membuat desas desus bahwa Fitri diantar jemput oleh seorang pria dewasa yang jauh dari umur Fitri. membuat gosip seakan-akan Fitri merupakan simpanan laki-laki kaya. Dan gosip itu dia tahu dari sahabatnya sendiri yaitu Vina.
Rini pernah melihat pria itu jalan dengan sahabatnya sendiri beberapa tahun lalu.
__ADS_1
"kayaknya aku gak asing deh sama tuh cowok."batinnya.
setelah lama Rini mengingat-ingat, akhirnya dia tahu siapa lelaki yang selalu mengantar jemput Fitri. yaitu Ahmad kekasih Salsa dulu. mereka waktu itu pernah double date dengan pasangan masing-masing. Salsa dengan Ahmad dan Rini dengan kekasihnya.
"oh, itukan Ahmad pacarnya Salsa dulu. dulu kan Salsa pernah pergi ke rumah gue sambil nangis-nangis karena diputusin cowoknya. mungkin perempuan itu penyebabnya." batin Rini lagi.
Lalu dia berinisiatif membuat gosip di kalangan kantornya. karena di kantor tersebut Rini disebut sebagai ratu gosip.
"eh akhir-akhir ini kalian sadar gak sih kalo ada junior kita yang sering diantar jemput oleh pria dewasa." kata Anis saat mereka tengah mengantri makanan.
Vina yang mendengarnya biasa saja, karena dia juga belum tau siapa orang yang di maksud oleh mereka."
"siapa??" tanya Nurul
"siapa lagi kalo bukan anak songong itu, yang sukanya cari muka di depan bos."
"hah siapa??."
"Fitri yang kerja di bagian pengembangan pemberdayaan sosial itu loh."
"oh Ananda ya, masa ah dia kaya gitu?? kayaknya gak mungkin deh. orang dia juga kalem banget gitu." ujar yang lainnya.
"makanya kalian tuh jangan lihat sesuatu dari luarnya aja. lihat dong sampe dalemnya juga."
"tapi mbak Rini sama mbak Anis gak bohong kan ."
" ya enggak dong, kalo gak percaya, coba kalian pas pulang kerja liatin dia dijemput sama siapa?? pasti sama laki-laki yang pake mobil mercy itu. terus besok paginya liat lagi. dia juga di anter pake mobil itu lagi. itu apa namanya coba?? masa taxi online tiap hari sama terus mobilnya. mana mobil bagus lagi." kata Rini.
"ya mungkin aja kan mba. itu temennya apa tunangannya mungkin."
"tapi sejauh ini aku lihat dia juga gak deket sama cowok-cowok kantor tuh."
Vina hanya menguping saja, lama-lama dia paham kalo yang dibicarakan itu adalah sahabatnya sendiri. yaitu Fitri.
Vina yang tidak terima sahabatnya di fitnah tanpa adanya bukti langsung melabrak seniornya.
"heh, kalian semua tahu apa tentang Fitri?? kalian itu gak tau apa-apa. jadi jangan ngomong seenaknya aja dong."
"oh jadi di sini ada temennya sih pelakor itu??."
"hah pelakor??."
bersambung....
maaf baru update, karena kesibukan ngurus anak yang lagi aktif-aktifnya jadi gak bisa ditinggal.
semoga kalian masih setia menunggu update terbaru dari novel Menua Bersamamu ya...
dan jangan lupa juga untuk selalu vote..like... coment...dan juga follow...😊😊😊🤗🤗🤗🤗
__ADS_1