
Keesokan harinya.
Bella terbangun dan betapa
kagetnya dia melihat Bastian memakai setelan jas yang keren disampingnya sambil
membawa sebuah kotak berisi cincin.
“Apa maksudnya ini semua?” Tanya
Bella heran.
“Aku berniat melamarmu. Maukah kamu
menerima lamaranku? Inilah yang aku maksud kemarin. Aku sudah lama membeli
cincin ini untukmu. Sebenarnya aku akan memberikannya kemarin saat makan malam
namun gagal.” Kata Bastian.
“Lalu kamu melamarku disaat aku
bangun tidur seperti ini? Jangan bercanda.” Kata Bella.
“Aku serius, maukah kamu menerima
lamaranku? Setelah kamu menerimaku dan memakai cincin ini aku tidak akan pernah
menerima perjodohan yang dilakukan oleh ibuku. Aku mohon menikahlah denganku.” Kata
Bastian sambil berlutut didepan Bella. Bella pun terharu dan meneteskan air
matanya.
“Kamu tega, bisa-bisanya membuatku
menangis di pagi hari bahkan setelah aku bangun tidur tanpa make up dan hanya
memakai piyama seperti ini.” Kata Bella sambil merengek.
“Lalu bagaimana dengan jawabanmu?”
Tanya Bastian. Bella hanya diam saja dan mengangguk pertanda dia menerima
lamaran Bastian.
“Yes, akhirnya aku akan segera
menikahimu. Yeeees thanks God.” Kata Bastian sambil berteriak dan loncat-loncat
kegirangan. Kemudian Bastian memakaikan cincin tersebut di jari manis Bella
lalu menciumnya dan memeluknya dengan erat.
“Aku belum mandi, badanku bau.” Kata
Bella.
“Aku tidak peduli. Terima kasih
sayang kamu telah menerima lamaranku. Aku sangat mencintaimu.” Kata Bastian.
“Lalu bagaimana dengan acaramu
__ADS_1
hari ini? Bagaimana jika ibumu marah dan membenciku dan membencimu?” Tanya
Bella.
“Aku tidak peduli, setelah ini kita
akan datang berdua ke acara itu.” Kata Bastian.
“Kau jangan bercanda, aku tidak
mau.” Kata Bella.
“Aku akan menunjukkan kepada
mereka bahwa kamulah pilihanku dan mereka harus tau dan menerimanya. Bahkan jika
aku harus keluar dan di usir dari keluargaku aku tidak peduli yang penting aku
selalu bersamamu.” Kata Bastian.
“Aku pasti akan menemanimu sampai
maut yang memisahkan kita. Aku akan bersiap-siap terlebih dahulu.” Kata Bella.
“Baiklah.” Kata Bastian.
**
“Tante Bastian dimana?” Tanya
Carly.
“Kamu tenang saja, dia akan
datang kesini. Dia sedang bersiap-siap.” Kata ibu Bastian.
datang kesini?” Tanya Carly.
“Yakin, dia pasti datang kok. Akhirnya,
tante sangat lega karena semua rencana tante berhasil.” Kata ibu Bastian.
“Lalu bagaimana dengan wanita
itu?” Tanya Carly.
“Hari ini juga dia akan kembali
ke Jakarta.” Kata ibu Bastian.
“Dari mana tante tau?” Tanya
Carly.
“Bastian yang bilang, sudahlah
kamu jangan khawatir.” Kata ibu Bastian.
“Hmmmm baiklah. Sekarang telfon
Bastian lagi dan pastikan dia sekarang sedang menuju kesini, cepat.” Perintah Carly.
“Apa dia bilang? Berani sekali
__ADS_1
dia menyuruhku. Dia sungguh berani.” Kata ibu Bastian dalam hati.
Kemudian ibu Bastian menelfon
Bastian.
“Hallo kamu dimana sekarang?”
Tanya ibu Bastian.
“Aku sedang dijalan.” Kata Bastian.
“Baiklah, ingat jangan bikin malu
keluarga. Kakakmu juga datang barusan.” Kata ibu Bastian.
“Dia datang dengan suaminya?”
Tanya Bastian.
“Dia datang sendiri, mami tunggu
secepatnya.” Kata ibu Bastian.
“Akhirnya aku berhasil membujuk
Bastian, sebenarnya aku juga tidak suka dengan sifat Carly tapi ini semua demi
perusahaanku.” Kata ibu Bastian.
“Mami, apakah Bastian akan
datang?” Tanya kakak Bastian.
“Tentu saja datang.” Kata ibu
Bastian.
“Aku sangat merindukannya, sudah
lama tidak berjumpa dengannya.” Kata kakak Bastian.
“Ayo kita tunggu disana saja,
tamu nya Carly sangat banyak.” Kata ibu Bastian.
“Katanya itu teman-temannya di
Indonesia, dia membelikan tiket untuk datang kesini. Bagaimana perasaan Carly
jika pertunangan ini gagal ya.” Kata kakak Bastian.
“Jangan bicara sembarangan kamu
ya, tentu saja itu tidak akan pernah terjadi.” Kata ibu Bastian.
Tidak lama kemudian, Bastian
datang bersama Bella.
__ADS_1
Seluruh tamu yang hadir termasuk keluarga Bastian dan Carly sangat kaget melihat Bastian datang bersama Bella.
"Aku bangga padanya, dia benar-benar memilih jalan yang terbaik untuknya dengan memilih bersama kekasih yang sangat dicintainya. Semoga kamu bahagia bersamanya adikku." Kata kakak Bastian dalam hati.