Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
Bagian 54


__ADS_3

Satu tahun kemudian, Bella hamil. Tentu saja Bastian sangat bahagia dengan kehamilan istrinya. Dia bahkan rela seharian dirumah tidak pergi ke kantor demi menjaga istrinya tercinta. Bastian benar-benar memperlakukan istrinya layaknya ratu.


Kini Bella memasuki usia kehamilan 8 bulan, jadi dia merasa cepat lelah dan sering mengeluh.


“Aduh badanku lelah sekali.” Kata Bella sambil perlahan-lahan duduk di atas sofa.


“Pelan-pelan sayang.” Kata Bastian sambil membantu istrinya.


“Mas aku nanti mau keluar sebentar, aku mau menemui sahabatku yang akan menikah. Dia mengundangku ke acara bridal shower.” Kata Bella.


“Lebih baik jangan datang sayang, usia kehamilanmu juga sudah 8 bulan kan. Kamu sekarang hamil tua loh sayang.” Kata Bastian.


“Aku masih kuat kok, aku tidak enak jika tidak datang karena dulu dia banyak membantuku saat aku akan menikah. Lagipula dia sangat baik, acaranya sebentar saja kok jadi jangan khawatir ya.” Kata Bella.


“Aku antar saja ya kalau begitu.” Kata Bastian.


“Aku masih bisa kok mengemudi sendiri, aku masih kuat. Lagipula lokasinya dekat dengan tempat kita kok.” Kata Bella.


“Kamu yakin akan mengemudi sendiri?” Tanya Bastian.


“Iya sayang, sudahlah jangan khawatir.” Kata Bella.


Kemudian dia segera mengganti pakaiannya untuk bersiap-siap pergi. Setelah itu barulah dia pergi ke acara sahabatnya. Sebelumnya dia juga pamit kepada suaminya.


“Aku berangkat dulu ya sayang.” Kata Bella.


“Hati-hati ya, jaga mama dengan baik ya anakku sayang.” Kata Bastian sambil mencium perut istrinya.


“Iya papa, adek nanti yang akur ya sama papa dan yang nurut juga sama papa.” Kata Bella.


“Bukan hanya kepadaku saja tapi juga kepada kamu sayang.” Kata Bastian.


“Iya, aku berangkat dulu.” Kata Bella.


Saat akan membuka pintu rumah, dia menoleh ke suaminya dan berkata “Aku mencintaimu suamiku.”


**


Bella segera mengendarai mobilnya. Selama diperjalanan Bella sambil mendengarkan musik dan sedang dalam suasana hati yang bahagia.

__ADS_1


“Terima kasih Tuhan, hari ini aku sangat bahagia.” Kata Bella.


Tiba-tiba dia ada sebuah truk dari belakang dan tanpa sengaja menabrak mobil Bella dari belakang sehingga Bella membanting setir dan menabrak pohon. Dia meminta tolong dalam hatinya sekuat tenaga kepada orang-orang di sekitar.


“Mama mencintaimu nak, maafkan mama tidak bisa menemanimu. Mama menunggumu di surga.” Kata Bella lalu dia menghembuskan nafasnya yang terakhir.


Tidak lama kemudian, datanglah ambulan untuk menolong Bella dan mengeluarkan Bella dari dalam mobilnya dan membawanya ke rumah sakit.


Setibanya dirumah sakit, ternyata Bastian sudah disana. Dia menangisi istrinya tanpa henti.


“Sayang kamu harus tetap hidup demi aku, tolong selamatkan istri saya dokter. Saya tak bisa hidup tanpa dia, dia segalanya bagi saya.” Kata Bastian sambil menangis.


“Istri bapak sudah tidak ada bahkan saat di lokasi kejadian, maafkan kami pak.” Kata dokter.


“Apa? Tidak tidak tidak mungkin, arghhhhhhh.” Teriak Bastian.


“Ikhlaskan istrimu nak.” Kata ibunya Bastian.


“Dokter pasti berbohong padaku kan ma, Bella tidak mungkin pergi meninggalkanku seperti ini.” Kata Bastian.


Bastian benar-benar seperti tak berdaya setelah kepergian istrinya tersebut, kini dokter pun segera mengoperasi istrinya untuk mengeluarkan bayinya dari dalam kandungannya, namun bayinya tidak selamat. Bahkan setelah beberapa jam setelah operasi, bayinya tidak bernapas lagi.


**


“Kenapa kamu dan anak kita harus pergi meninggalkanku? Padahal semalam kamu mengatakan kalau kita akan menua bersama-sama, suka duka akan kita jalani berdua tapi kenapa kamu memilih jalan ini. Maafkan aku karena lalai menjaga kalian, maafkan aku sayang. Kini tidak ada lagi alasanku untuk hidup, alasanku hidup hanyalah kamu dan anak kita tapi kenapa, kenapa kamu harus pergi meninggalkanku.” Kata Bastian.


“Kita harus kembali pulang nak, istri dan anakmu sudah tenang di surga-Nya.” Kata ibunya Bella.


“Aku masih belum bisa menerima semua ini bu.” Kata Bastian.


“Ayah dan ibu juga sulit menerima ini tapi Tuhan lebih sayang terhadap istri dan anakmu. Ayo kita kembali pulang nak.” Kata ibunya Bella.


“Biarkan aku disini sendiri dulu bu, aku masih ingin bersama mereka.” Kata Bastian.


Akhirnya Bastian pun sendiri di pusara makam istri dan anaknya sambil menangis tanpa henti.


“Terima kasih telah hadir dalam hidupku, aku bahagia walau hanya sekejap. Selamat jalan sayang, pergilah ke surga dengan tenang dan tunggulah aku.” Kata Bastian.


**

__ADS_1


7 tahun kemudian, Bastian mengalami sakit yang cukup parah. Dia berkali-kali dirawat dirumah sakit dan menjalani operasi namun kondisinya semakin kritis dan tak kunjung sembuh. Selama tujuh tahun ini, Bastian hidup sendiri tanpa penyemangat karena masih belum bisa menerima kenyataan kepergian istri dan anaknya, orang tuanya seringkali menjodohkan Bastian dengan wanita pilihan mereka namun Bastian memilih untuk sendiri karena dia yakin istri dan anaknya akan segera menghampirinya, dia bahkan seringkali tidak makan dan tidak tidur karena memikirkan istri dan anaknya. Dia selalu berharap bahwa istri dan anaknya akan kembali kepadanya.


Hari itu Bastian masih dalam keadaan kritis, ibunya sangat khawatir dengan keadaan Bastian. Bahkan Bastian kini tak sadarkan diri.


“Bastian mama mohon segeralah sadar nak, jangan pergi meninggalkan mama.” Kata ibunya Bastian.


Bastian masih belum juga sadar.


Tiba-tiba datanglah Bella mendekati Bastian.


“Bastian sayang.” Kata Bella.


“Sayang, kenapa kamu baru datang? Kenapa kamu pergi sangat jauh meninggalkanku? Aku tidak bisa hidup tanpamu.” Kata Bastian.


“Aku tidak pergi jauh, selama ini aku menunggumu.” Kata Bella.


“Dimana anak kita? Apakah dia baik-baik saja?” Tanya Bastian.


“Dia baik-baik saja, dia tumbuh dengan baik dan dia sangat mirip denganmu.” Kata Bella.


“Kamu tidak akan pergi lagi kan? Aku akan ikut denganmu kemanapun kamu pergi sayang.” Kata Bastian.


“Jangan sayang, jangan ikut denganku. Aku akan bersabar untuk menunggumu.” Kata Bella sambil melambaikan tangannya.


“Sayang aku akan ikut denganmu.” Kata Bastian.


“Kamu yakin akan meninggalkan semuanya demi ikut bersamaku?” Tanya Bella.


“Tentu saja, seharusnya kamu menjemputku secepatnya. Selama ini aku tersiksa hidup tanpamu.” Kata Bastian.


“Ikutlah denganku, marilah kita menua bersama disana bersama anak kita.” Kata Bella.


“Aku akan menua bersamamu dimanapun kita berada, aku mencintaimu.” Kata Bastian.


“Aku juga mencintaimu.” Kata Bella.


Dan akhirnya Bastian pun menghembuskan nafas terakhirnya. Kini Bastian dan Bella beserta anaknya hidup di surga-Nya dan menua bersama disana untuk selamanya.


The End

__ADS_1


__ADS_2