Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
Bagian 30


__ADS_3

Bastian kembali pulang ke rumah


dengan perasaan sedih karena tidak bisa bertemu dengan Bella. Setibanya


dirumah, Vania menyambutnya dengan penuh perasaan bahagia.


“Sudah pulang ya, aku sudah


membuatkanmu makan malam untuk kita berdua. Kita makan bersama yuk.” Ajak


Vania.


“Aku tidak nafsu makan, aku mau


tidur langsung.” Kata Bastian.


“Kamu sudah makan malam? Makan


dimana dan dengan siapa?” Tanya Vania.


“Dengan rekan kerja.” Jawab


Bastian singkat.


“Tapi aku membuatkanmu loh,


dicoba sedikit ya. Aku akan mengambilkanmu dan membawakanmu ke kamar.” Kata


Vania.


Kemudian Vania membawa makanan


kedalam kamar.


“Mas silahkan dicoba, pasti


rasanya sangat enak.” Kata Vania. Kemudian Bastian mencobanya sedikit.


“Bagaimana rasanya? Enak kan?”


Tanya Vania.


“Ini masakanmu?” Tanya Bastian.


“Tentu saja ini masakanku, enak


kan rasanya?” Tanya Vania.


“Kamu tidak bisa membohongiku,


ini masakan mbak art. Dia sudah lama bekerja denganku jadi aku bisa mengenali


masakan dia.” Kata Bastian.


“Tapi ini masakan buatanku mas.”


Kata Vania.


“Masakan mbak art itu selalu


gurih dan cenderung manis sedangkan masakan mantan istriku selalu pas dan


masakan buatanmu selalu asin atau hambar.” Kata Bastian.


“Kamu selalu membandingkanku


dengan Bella, sampai kapan kamu akan seperti ini? Kamu tidak pernah menghargai


masakan buatanku.” Kata Vania.


“Bagaimana aku bisa menghargai


masakanmu jika kamu selalu berbohong?” Tanya Bastian.


“Lalu aku harus melakukan apa


agar kamu bisa menghargaiku?” Tanya Vania.


“Lebih baik mbak art saja yang


memasak dan tolong jangan melarangku untuk bertemu dengan Bella, aku mungkin

__ADS_1


akan kembali lagi dengannya karena aku tidak bisa membohongi perasaanku.” Kata


Bastian.


“Kamu benar-benar jahat mas, aku


kecewa denganmu padahal kemarin kamu benar-benar melakukannya padaku. Aku kira


kamu telah menerimaku tapi sepertinya aku hanyalah pelampiasanmu saja.” Kata


Vania.


“Kenapa kamu memberiku obat tidur


di minumanku? Aku benar-benar kecewa dan muak denganmu.” Kata Bastian.


“Jadi kamu menuduhku melakukan


itu?” Tanya Vania.


“Aku benar-benar tidak menyangka


dengan apa yang kamu lakukan, aku sangat kecewa denganmu.” Kata Bastian,


kemudian Bastian pergi meninggalkan Vania.


“Mas mas jangan pergi, maafkan


aku mas.” Kata Vania memohon maaf kepada Bastian.


“Lepaskan aku.” Kata Bastian.


“Sampai kapanpun aku tidak akan


pernah melepaskanmu apalagi merelakanmu pergi menemui Bella.” Kata Vania.


“Lepaskan aku.” Kata Bastian,


lalu Bastian melepaskan Vania dengan paksa.


Bastian mengemasi pakaiannya dan


“Sebenarnya aku tidak ingin


melakukan ini apalagi pergi dari rumah karena ini adalah rumahku tapi aku ingin


menenangkan diriku jadi jangan mencariku apalagi menelfonku.” Kata Bastian.


**


Bastian pergi ke apartemen Bella,


setibanya disana Bastian menelfon Bella.


“Ada apa?” Tanya Bella.


“Aku didepan pintu, tolong


bukakan pintunya.” Kata Bastian.


Tidak lama kemudian Bella segera


membukakan pintu untuk Bastian.


“Kamu, sedang apa malam-malam


begini ke rumahku?” Tanya Bella.


“Bolehkah aku masuk?” Tanya


Bastian.


“Kamu bertengkar dengan Vania?


Kenapa kamu membawa koper segala, untuk apa kamu keluar dari rumah kamu


sendiri?” Tanya Bella.


“Panjang ceritanya, aku hanya


ingin menenangkan diriku.” Kata Bastian.

__ADS_1


“Masuklah dan duduklah, aku akan


membuatkanmu minum.” Kata Bella.


“Ambilkan aku air putih saja.”


Kata Bastian.


“Iya tunggu sebentar, aduh


barang-barangku berantakan. Tunggu sebentar aku mau merapikan kamar tamu dulu.”


Kata Bella.


“Aku bisa tidur di ruang tamu


kok, jangan khawatir.” Kata Bastian.


“Seharusnya kamu tidak kesini


mas, apa kata Vania jika dia melihatmu disini? Dia pasti akan menyalahkanku.”


Kata Bella.


“Aku bahkan ingin secepatnya


berpisah dengan Vania, dia benar-benar membuatku kesal. Tega sekali dia


memberikan obat tidur didalam minumanku, lalu saat aku tertidur dia beraksi.”


Kata Bastian.


“Ya itu semua pilihanmu, kamu


sendiri yang memilih dia dan tanggunglah sendiri akibatnya.” Kata Bella.


“Aku menikahinya karena ya kamu


tau sendiri lah.” Kata Bastian.


“Lalu apa rencanamu? Jika memang


kamu tidak bisa hidup tanpaku, aku pun juga begitu tapi aku tidak ingin berbagi


dengan wanita lain aplalagi dia dulu sahabat dekatku.” Kata Bella.


“Bersabarlah sayang, aku akan


segera berpisah dengannya.” Kata Bastian.


**


Keesokan paginya, Vania


mendatangi apartemen Bella. Vania memakai wig dan memakai kacamata yang membuat


Bella tidak bisa mengenali Vania.


Vania menampar pipi Bella dan


mendorongnya hingga kepala Bella terbentur dinding yang cukup keras. Belum


sampai disitu, Vania bahkan memukul kepala Bella dengan vas bunga berkali-kali,


setelah itu Vania kabur setelah Bella benar-benar pingsan.


Saat itu Bastian sedang tidur jadi


dia tidak tau apa yang terjadi, beberapa saat kemudian Bastian terbangun dan


dia kaget melihat Bella pingsan dan kepalanya berlumuran darah.


“Aaaaaaa astaga Bella Bella


bangunlah aku mohon.” Kata Bastian.


Bastian segera membawa Bella ke


rumah sakit. Setibanya dirumah sakit, Bella segera ditangani oleh dokter bahkan


Bella harus segera di operasi akibat benturan yang terjadi di kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2