
Bastian kembali pulang ke rumah
dengan perasaan sedih karena tidak bisa bertemu dengan Bella. Setibanya
dirumah, Vania menyambutnya dengan penuh perasaan bahagia.
“Sudah pulang ya, aku sudah
membuatkanmu makan malam untuk kita berdua. Kita makan bersama yuk.” Ajak
Vania.
“Aku tidak nafsu makan, aku mau
tidur langsung.” Kata Bastian.
“Kamu sudah makan malam? Makan
dimana dan dengan siapa?” Tanya Vania.
“Dengan rekan kerja.” Jawab
Bastian singkat.
“Tapi aku membuatkanmu loh,
dicoba sedikit ya. Aku akan mengambilkanmu dan membawakanmu ke kamar.” Kata
Vania.
Kemudian Vania membawa makanan
kedalam kamar.
“Mas silahkan dicoba, pasti
rasanya sangat enak.” Kata Vania. Kemudian Bastian mencobanya sedikit.
“Bagaimana rasanya? Enak kan?”
Tanya Vania.
“Ini masakanmu?” Tanya Bastian.
“Tentu saja ini masakanku, enak
kan rasanya?” Tanya Vania.
“Kamu tidak bisa membohongiku,
ini masakan mbak art. Dia sudah lama bekerja denganku jadi aku bisa mengenali
masakan dia.” Kata Bastian.
“Tapi ini masakan buatanku mas.”
Kata Vania.
“Masakan mbak art itu selalu
gurih dan cenderung manis sedangkan masakan mantan istriku selalu pas dan
masakan buatanmu selalu asin atau hambar.” Kata Bastian.
“Kamu selalu membandingkanku
dengan Bella, sampai kapan kamu akan seperti ini? Kamu tidak pernah menghargai
masakan buatanku.” Kata Vania.
“Bagaimana aku bisa menghargai
masakanmu jika kamu selalu berbohong?” Tanya Bastian.
“Lalu aku harus melakukan apa
agar kamu bisa menghargaiku?” Tanya Vania.
“Lebih baik mbak art saja yang
memasak dan tolong jangan melarangku untuk bertemu dengan Bella, aku mungkin
__ADS_1
akan kembali lagi dengannya karena aku tidak bisa membohongi perasaanku.” Kata
Bastian.
“Kamu benar-benar jahat mas, aku
kecewa denganmu padahal kemarin kamu benar-benar melakukannya padaku. Aku kira
kamu telah menerimaku tapi sepertinya aku hanyalah pelampiasanmu saja.” Kata
Vania.
“Kenapa kamu memberiku obat tidur
di minumanku? Aku benar-benar kecewa dan muak denganmu.” Kata Bastian.
“Jadi kamu menuduhku melakukan
itu?” Tanya Vania.
“Aku benar-benar tidak menyangka
dengan apa yang kamu lakukan, aku sangat kecewa denganmu.” Kata Bastian,
kemudian Bastian pergi meninggalkan Vania.
“Mas mas jangan pergi, maafkan
aku mas.” Kata Vania memohon maaf kepada Bastian.
“Lepaskan aku.” Kata Bastian.
“Sampai kapanpun aku tidak akan
pernah melepaskanmu apalagi merelakanmu pergi menemui Bella.” Kata Vania.
“Lepaskan aku.” Kata Bastian,
lalu Bastian melepaskan Vania dengan paksa.
Bastian mengemasi pakaiannya dan
“Sebenarnya aku tidak ingin
melakukan ini apalagi pergi dari rumah karena ini adalah rumahku tapi aku ingin
menenangkan diriku jadi jangan mencariku apalagi menelfonku.” Kata Bastian.
**
Bastian pergi ke apartemen Bella,
setibanya disana Bastian menelfon Bella.
“Ada apa?” Tanya Bella.
“Aku didepan pintu, tolong
bukakan pintunya.” Kata Bastian.
Tidak lama kemudian Bella segera
membukakan pintu untuk Bastian.
“Kamu, sedang apa malam-malam
begini ke rumahku?” Tanya Bella.
“Bolehkah aku masuk?” Tanya
Bastian.
“Kamu bertengkar dengan Vania?
Kenapa kamu membawa koper segala, untuk apa kamu keluar dari rumah kamu
sendiri?” Tanya Bella.
“Panjang ceritanya, aku hanya
ingin menenangkan diriku.” Kata Bastian.
__ADS_1
“Masuklah dan duduklah, aku akan
membuatkanmu minum.” Kata Bella.
“Ambilkan aku air putih saja.”
Kata Bastian.
“Iya tunggu sebentar, aduh
barang-barangku berantakan. Tunggu sebentar aku mau merapikan kamar tamu dulu.”
Kata Bella.
“Aku bisa tidur di ruang tamu
kok, jangan khawatir.” Kata Bastian.
“Seharusnya kamu tidak kesini
mas, apa kata Vania jika dia melihatmu disini? Dia pasti akan menyalahkanku.”
Kata Bella.
“Aku bahkan ingin secepatnya
berpisah dengan Vania, dia benar-benar membuatku kesal. Tega sekali dia
memberikan obat tidur didalam minumanku, lalu saat aku tertidur dia beraksi.”
Kata Bastian.
“Ya itu semua pilihanmu, kamu
sendiri yang memilih dia dan tanggunglah sendiri akibatnya.” Kata Bella.
“Aku menikahinya karena ya kamu
tau sendiri lah.” Kata Bastian.
“Lalu apa rencanamu? Jika memang
kamu tidak bisa hidup tanpaku, aku pun juga begitu tapi aku tidak ingin berbagi
dengan wanita lain aplalagi dia dulu sahabat dekatku.” Kata Bella.
“Bersabarlah sayang, aku akan
segera berpisah dengannya.” Kata Bastian.
**
Keesokan paginya, Vania
mendatangi apartemen Bella. Vania memakai wig dan memakai kacamata yang membuat
Bella tidak bisa mengenali Vania.
Vania menampar pipi Bella dan
mendorongnya hingga kepala Bella terbentur dinding yang cukup keras. Belum
sampai disitu, Vania bahkan memukul kepala Bella dengan vas bunga berkali-kali,
setelah itu Vania kabur setelah Bella benar-benar pingsan.
Saat itu Bastian sedang tidur jadi
dia tidak tau apa yang terjadi, beberapa saat kemudian Bastian terbangun dan
dia kaget melihat Bella pingsan dan kepalanya berlumuran darah.
“Aaaaaaa astaga Bella Bella
bangunlah aku mohon.” Kata Bastian.
Bastian segera membawa Bella ke
rumah sakit. Setibanya dirumah sakit, Bella segera ditangani oleh dokter bahkan
Bella harus segera di operasi akibat benturan yang terjadi di kepalanya.
__ADS_1