
Bella dan Bastian makan bersama.
“Bagaimana enak tidak makanan buatanku?” Tanya Bastian dengan bersemangat.
“Karena aku lapar jadi aku memakannya.” Kata Bella.
“Tidakkah kamu mengingat sesuatu tentang makanan ini?” Tanya Bastian.
“Tidak, apakah sebelumnya kamu pernah membuatkan makanan ini untukku?” Tanya Bella.
“Dulu aku pernah membuatkan makanan ini untukmu namun rasanya keasinan dan kamu memuntahkan makananmu mengenai wajahku.” Kata Bastian sambil tersipu malu.
“Benarkah? Lalu apa yang aku lakukan saat itu?” Tanya Bella.
“Tentu saja aku sangat kesal denganmu saat itu. Kamu ingin tau apa yang kamu lakukan saat itu?” Tanya Bastian.
“Memangnya apa yang aku lakukan?” Tanya Bella.
“Kamu menciumku berulangkali sampai aku memaafkanmu.” Kata Bastian, Bella langsung tersedak.
“Apa? Mana mungkin aku melakukan hal seperti itu, pasti kamu mengarang cerita. Aku tidak ***** makan.” Kata Bella lalu segera mengambil tas dan bersiap-siap pergi.
“Tunggu sebentar, aku mau mengambil kunci mobil dulu.” Kata Bastian terburu-buru.
**
__ADS_1
Bastian mengantar Bella pergi ke rumah sakit. Setibanya dirumah sakit.
“Tidak perlu keluar mobil, tunggu saja didalam mobil, aku bisa periksa sendiri.” Kata Bella.
“Aku tunggu didepan ruang dokter saja.” Kata Bastian.
Ketika Bella menemui dokter, Bastian menunggunya di ruang tunggu didepan ruang dokter. Tiba-tiba dia bertemu dengan teman SMP nya dulu, wanita tersebut dulunya sangat menyukai Bastian dan memang terkenal suka menggoda laki-laki.
“Bastian.” Panggil wanita itu yang bernama Vio.
“Vio, kamu Vio kan?” Tanya Bastian.
“Tentu saja, akhirnya kamu masih ingat denganku, aku kira kamu sudah lupa denganku. Ya ampun kamu masih terlihat tetap tampan seperti dulu ya.” Kata Vio sambil mengelus pipi Bastian.
“Maaf lepaskan, tidak enak jika dilihat orang.” Kata Bastian.
“Mengantar istriku periksa ke dokter.” Kata Bastian.
“Astaga istrimu sedang sakit ya, aku turut prihatin ya Bas, semoga istrimu cepat sembuh.” Kata Vio sambil memeluk Bastian, Bastian berusaha melepasnya namun Bella justru melihatnya.
“Sayang, kenalkan ini teman SMP ku namanya Vio.” Kata Bastian sambil melepaskan Vio dan menghampiri Bella.
“Jadi kamu istrinya Bastian, aku teman SMP nya Bastian dan namaku Vio. Semoga cepat sembuh ya. Kalau begitu aku pamit terlebih dahulu.” Kata Vio sambil memeluk Bastian, padahal Bastian sudah berusaha menolak dan melepasnya namun tetap saja Vio memeluknya bahkan cium pipi kanan dan cium pipi kiri layaknya sesama jenis.
Bella tidak peduli dan langsung pergi menuju tempat parkir.
__ADS_1
“Sayang sayang sayang tunggu aku.” Teriak Bastian mengejar istrinya. Bella berpura-pura tidak mendengarnya dan langsung masuk kedalam mobil. Tanpa basa-basi Bella segera masuk kedalam mobil.
“Bagaimana hasilnya? Kapan kamu akan check up lagi sayang?” Tanya Bastian, namun Bella hanya diam saja.
“Sayang kamu marah ya denganku?” Tanya Bastian.
“Cepat jalan.” Kata Bella.
“Baiklah, kamu ingin pergi kemana lagi?” Tanya Bastian.
“Jalan saja.” Kata Bella.
“Baiklah, oh iya bagaimana jika kita makan siang diluar saja? Kamu ingin makan dimana?” Tanya Bastian.
“Aku ingin makan es krim di dalkom cafe.” Kata Bella.
“Bukankah itu di Korea ya sayang tempatnya?” Tanya Bastian.
“Kalau begitu kita kembali pulang.” Kata Bella.
“Baiklah baiklah kita pergi kesana.” Kata Bastian.
“Tapi kita kan belum memesan tiket pesawat dan kita juga tidak membawa paspor kan sayang. Apa tidak ke tempat lain yang dekat saja?” Tanya Bastian.
“Tadi kamu bertanya ingin pergi kemana kan? Aku ingin pergi kesana, jika kamu tidak menuruti keinginanku aku bisa pergi kesana sendiri atau kita pulang saja.” Kata Bella.
__ADS_1
“Baiklah iya iya kita kesana.” Kata Bastian.
“Benar-benar cemburu dia membuatku tersiksa, padahal dia masih hilang ingatan tapi cemburu dia masih sama seperti dulu saat awal-awal menikah.” Kata Bastian dalam hati.