
Bastian sangat kesal dengan istrinya sehingga
dia tidak peduli dengannya.
“Mas kamu kenapa sih dari tadi diam terus? Aku jadi
penasaran apa benar kamu masih mencintai Bella?” Tanya Vania.
“Bukankah aku sudah sering mengatakannya padamu
bahwa aku memang masih mencintai Bella begitu juga sebaliknya. Aku tidak ingin
melukai perasaanmu tapi aku juga tidak tau harus berbuat apa.” Kata Bastian.
“Jujur aku sebenarnya sangat kasihan padanya
tapi aku juga ingin memilikinya.” Kata Vania dalam hati.
“Lalu apa mau kamu?” Tanya Vania.
“Aku ingin kembali dengannya.” Kata Bastian.
“Apa kamu bilang? Enak sekali kalau bicara.” Kata
Vania.
“Aku tidak akan melarangmu untuk berkencan
dengan laki-laki lain kok, tapi sebaliknya tolong jangan larang aku untuk
bertemu dengan Bella.” Kata Bastian.
“Kamu tega sekali padaku mas, aku sangat kecewa
padamu.” Kata Vania.
“Aku lelah, hanya dia yang membuatku semangat.”
Kata Bastian.
**
Bastian sedang membaca buku, kemudian Vania membuatkan
kopi untuk suaminya namun dia telah memberikan obat tidur di kopi tersebut.
“Mas, aku membuatkanmu kopi untukmu.” Kata Vania.
“Terima kasih, taruh saja di meja nanti aku
minum.” Kata Bastian.
__ADS_1
“Minumlah mas biar tidak ngantuk.” Kata Vania.
“Baiklah.” Kata Bastian. Akhirnya Bastian
meminum kopi tersebut dan tidak lama kemudian Bastian mulai mengantuk dan tertidur
sangat pulas. Vania mulai beraksi, dia memindahkan suaminya ke tempat tidur
bahkan dia melepas semua baju milik Bastian begitu juga dengannya.
“Malam ini kamu adalah milikki seutuhnya. Lupakan
mantan istrimu dan fokuslah denganku.” Kata Vania.
Keesokan harinya, Bastian dan Vania tidak
memakai pakaian sehelaipun dan hanya tertutupi oleh selimut, Vania bahkan
memeluk mesra Bastian. Bastian terbangun terlebih dahulu, dia sangat kaget
karena tidak memakai baju dan Vania sedang memeluk dirinya.
“Apa yang terjadi semalam? Aku tidak mungkin
melakukan hal itu pada Vania, aku bahkan semalam tidur sangat nyenyak dan aku
tidak ingat apapun semalam. Apa yang terjadi denganku?” Tanya Bastian dalam
“Mas kamu sudah bangun?” Tanya Vania.
“Apa yang terjadi semalam?” Tanya Bastian.
“Kenapa kamu bertanya balik padaku? Memangnya kamu
tidak ingat semalam kita melakukan apa? Kita berdua sama-sama melakukannya mas,
aku sangat puas dengan semua permainanmu.” Kata Vania.
“Aku tidak ingat apapun semalam, bagaimana bisa
aku melakukan itu denganmu? Apakah semalam aku mabuk?” Tanya Bastian.
“Kamu tidak mabuk, kita melakukannya dengan
sadar sayang. Aku sangat menikmatinya.” Kata Vania sambal memeluk mesra
suaminya.
“Lepaskan aku, ada yang aneh. Jelas-jelas aku
tidak sadar dan tidak ingat apa yang terjadi semalam.” Kata Bastian.
__ADS_1
“Mana mungkin kamu tidak sadar dan tidak ingat,
kamu bahkan yang melepaskan semua bajuku mas. Pagi ini aku benar-benar
bersemangat, terima kasih sayang.” Kata Vania.
Bastian masih tidak sadar dan bertanya-tanya
apa yang terjadi padanya.
**
Bastian menelfon Bella di jam kerja.
“Hallo, kamu dimana? Apakah kamu sedang sibuk?”
Tanya Bastian.
“Aku sedang ada pemotretan, kenapa?” Tanya Bella.
“Bisakah kita bertemu? Atau bisakah kita makan
siang Bersama?” Tanya Bastian.
“Ada apa memangnya? Apa ada yang ingin kamu
bicarakan denganku? Tolong jangan terlalu sering bertemu, aku tidak ingin Vania
salah paham dan menyalahkanku Kembali.” Kata Bella.
“Aku merindukanmu, dan aku sangat ingin bertemu
denganmu.” Kata Bastian.
“Maaf aku sedang sibuk.” Kata Bella, lalu dia
menutup telfonnya.
Author mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1442 H / 2021 M
Semoga selalu diberikan kesehatan selalu oleh Yang Maha Kuasa.
Tetap jaga iman dan imun ya teman-teman.
__ADS_1