
"oh ya jam berapa rencananya kalian mau balik ke Jakarta??" tanya Pak Hakim.
"sekitar jam empat pah." kata Ahmad.
"kenapa kok buru-buru??" apa gak habis magrib aja??" tanya Bu Halimah.
"gak bisa mah. mama kan tahu, besok Senin kita juga harus kerja lagi. jadi kalo berangkat jam 4 sampai Jakarta kan magrib. jadi kita punya banyak waktu buat istirahat." kata Ahmad menjelaskan.
"iya betul kata Ahmad ma. biar mereka gak kecapekan pas kerja besok." kata Pak Hakim.
"ya udah deh kalo kaya gitu keputusan kalian. mama nurut aja." kata Bu Halimah.
"sekarang mendingan kalian istirahat dulu di kamar masing-masing ya." kata Pak Hakim.
"oke pah." kata Ahmad.
setelah selesai makan siang mereka berdua kemudian masuk ke dalam kamar masing-masing. Ahmad masuk ke kamar yang ada di lantai dua sedangkan Fitri masuk di kamar tamu disamping tangga.
pukul 3 sore
Fitri sudah bangun dari tidurnya karena alarm yang dia setting di ponselnya telah berbunyi.
dia lalu mengambil handuk dan pergi ke kamar mandi di dalam ruangan itu untuk mandi agar badannya terasa segar. Fitri menghidupkan kran air panas dan dicampur dengan air dingin. dia ingin berendam untuk merilekskan tubuhnya. tak lupa Fitri memberikan beberapa tetes aromaterapi rasa lavender.
lima belas menit berlalu, Fitri keluar dari kamar mandi. seluruh badannya yang tadinya kaku dan pegal terasa sangat fresh..
setelah selesai berpakaian dan make up, Fitri lalu membereskan semua barang-barangnya yang ada di dalam kamar tersebut. Fitri lalu keluar dari kamar tamu dan meletakkan tasnya di kursi ruang keluarga.
Fitri mencari keberadaan semua penghuni rumah keluarga Pak Hakim. tak lupa dia juga menelpon Ahmad. supaya dia lebih cepat bersiap-siap.
"halo sayang?? ada apa???" tanya Ahmad.
"gak papa mas. ini udah jam setengah empat. mas udah siap-siap belum??"
"udah beres kok. ini tinggal turun aja dari kamar."
__ADS_1
"ya udah. aku tunggu di bawah ya."
"oke sayang."
setelah selesai berkemas, Ahmad lalu keluar dari kamar dan turun menuju lantai satu.
dia melihat pujaan hatinya ada di ruang keluarga. tapi dia tak melihat seluruh anggota keluarganya ada dimana.
"mama sama papa dimana sayang??" tanya Ahmad pada Fitri.
"gak tahu juga mas. aku juga gak lihat mereka ada dimana." kata Fitri yang masih duduk di kursi.
"di halaman ada gak??"
"gak tau mas. aku dari tadi kan disini. nungguin kamu."
"ya udah kita cari mereka sama-sama yuk." ajak Ahmad pada Fitri.
"ayok mas." Fitri lalu bangun dari duduknya dan mengikuti langkah kaki Ahmad menuju gazebo di samping rumah.
"pah..mah.."kata Ahmad memanggil orang tuanya. tapi ternyata kedua orang tuanya tidak ada di samping rumah. mereka lalu menuju ke kolam ikan yang ada di belakang rumah.
mereka berdua kemudian menuju ke halaman depan rumah. ternyata mereka semua juga tidak ada disana. terdengar suara gaduh dari garasi mobil.
mereka berdua lalu menuju ke garasi mobil tempat kegaduhan itu berada.
ternyata dari dalam garasi mobil ada Pak Hakim dan Bu Halimah ada juga Aurel.
"kalian ngapain disini??" tanya Ahmad bingung karena mereka bertiga sedang mengerubungi mobil Ahmad.
"gak papa kok sayang. kita cuma mau masukin oleh-oleh aja buat kalian." kata Bu Halimah.
''oleh-oleh apa sih ma?? kalian gak usah repot-repot bawain kita oleh-oleh segala deh." kata Ahmad.
"ya gak papa kan sayang. kan bisa buat temen-temen kalian di kantor. mama udah bawain dodol Garut, dan aneka macam makanan lainnya." kata Bu Halimah.
"iya mas. gak papa juga kali." tambah Aurel.
__ADS_1
"udah cepetan bukain pintu mobilnya biar papa masukin oleh-olehnya ke dalam mobil.". kata Pak Hakim.
"eh iya pah. bentar..bentar" kata Ahmad sambil merogoh saku celana untuk mengambil kunci mobil.
setelah mobil terbuka, Pak Hakim memasukkan kardus berisi oleh-oleh ke dalam mobil Ahmad.
"eh iya, tas aku masih di dalam mas. Bentar ya, aku ambil dulu tasnya di ruang keluarga." kata Fitri.
"iya udah sana di ambil dulu tasnya." kata Ahmad.
Fitri masuk ke dalam rumah untuk mengambil tasnya. lalu tak lama, dia keluar lagi dari rumah tersebut menuju garasi rumah.
_
jam sudah menunjukkan pukul 4 sore, sekarang tiba waktunya Ahmad dan Fitri untuk berpamitan kepada seluruh penghuni rumah. tak lupa Ahmad dan Fitri juga berpamitan kepada bi Inah asisten rumah tangga di rumah Bu Halimah.
mereka juga berpamitan kepada pak sopir dan pak satpam yang bekerja di rumah itu.
"pah, mah, dek. kita pamit dulu ya mau balik ke Jakarta lagi." kata Fitri.
"iya sayang. kalian hati-hati di jalan ya. Ahmad, kamu bawa mobilnya gak usah ngebut-ngebut ya." kata Bu Halimah.
"siap mah. pokoknya gak akan ngebut-ngebut deh." kata Ahmad.
"kamu jaga calon istri kamu baik-baik jangan sampai kenapa-napa. dan kalo bisa, sering-sering pulang ke Bandung." kata Pak Hakim.
"insyaallah pak." kata Ahmad.
"hati-hati di jalan ya mbak. lain waktu kita ketemu lagi." kata Aurel.
"iya sayang. kamu juga jaga diri baik-baik ya disana. sekolah yang pinter." pesan Fitri pada calon adik iparnya.
"siap mbak."
setelah lama mereka berdua berpamitan, akhirnya Fitri dan Ahmad langsung masuk ke dalam mobil. mobil lalu melaju meninggalkan rumah Pak Hakim menuju Jakarta. ibu kota tempat mereka berdua akan kembali bekerja.
perjalanan menuju ibu kota memang tidak memakan waktu yang lama karena mereka melalui jalan tol.
__ADS_1
dua jam berselang. mereka sudah sampai di ibu kota Jakarta. sekarang tinggal menuju rumah kontrakan Fitri untuk mengantarkan Fitri kembali ke kontrakannya. setelah itu, Ahmad kembali melajukan mobilnya menuju kediamannya sendiri..