
Setelah menunjukkan kartu nama sang pemilik, tentu saja Gus Habib pun diberikan kunci hotel VVIP. Sedangkan Mayra, dia duduk di kursi tunggu lobby hotel. Gus Habib yang baru selesai mengambil kunci kamar hotel pun menghampiri Mayra.
👳"Dinda... Kang Mas sudah mendapatkan kuncinya, ayo kita pergi!"
🧕"Iya, Kang Mas..." Jawab Mayra dengan lemah lembut.
Setelah berhasil mendapatkan kunci kamar hotel, Gus Habib pun menggandeng tangan Mayra menuju kamar hotel VVIP room sambil menggeret sebuah koper dengan tangan sebelahnya. Sesampainya di depan pintu kamar hotel, Gus Habib pun bergegas membuka pintu tersebut, setelah pintu terbuka dibawanya koper menuju kamar mereka, serta menguncinya setelah keduanya pun sama-sama didalam kamar.
Gus Habib pun merebahkan tubuhnya di atas ranjang kamar hotel, penat yang dirasakannya seketika hilang begitu saja saat menatap wajah cantik istrinya yang masih muda.
🧕"Kenapa, Kang Mas menatap Dinda begitu?" Tanya Mayra heran dengan ucapan yang lembut.
Gus Habib pun tersenyum manis sekali pada Mayra, dia menghampiri Mayra dan duduk di sebelahnya dengan membisikkan kata-kata yang bisa membuatnya merona..
👳"Aku mencintaimu, khumairaku... Bidadariku... Dan selamanya... Hanya dirimu yang aku mau, untuk ku jadikan pendamping hidupku... Mutiara dan permataku." Bisik Gus Habib yang memeluk istrinya dari belakang dan seketika membuat tubuh Mayra mereemang...
🧕"Kang Mas..." Belum Mayra berbicara, bibir Gus Habib pun membungkam bibir ranum Mayra dengan lembut. Bahkan seketika tubuh mereka berdua saling berhadapan. Entah bagaimana, Gus Habib bisa memutar tubuh Mayra tanpa kesadarannya.
🧕"Emmh..." Gus Habib pun hampir saja kelepasan, karena teringat Belum sholat sunah dua rakaat sebelum melakukan hubungan malam pertama.
👳"Dinda... " Sapa Gus Habib lirih.
🧕"Iya Kang Mas... Ada apa?" Entah kenapa, mendengar suara Mayra malah membuat Gus Habib sangat menginginkannya.
👳"Nanti malam Kang Mas ingin menghabiskan malam yang indah bersama dengan Dinda... Apakah Dinda bersedia menjadi istri Kang Mas seutuhnya?"
🧕"A... Apa, Kang Mas? Jadi, kita hapus surat perjanjian pranikah itu? Bukankah, Kang Mas ingin menjadi seorang lelaki yang bertanggung jawab dengan ucapan, saat waktu pertama kali kita menikah?" Ucapnya sambil menunda waktu untuk bercinta.
👳"Awalnya memang begitu, tapi setelah kang Mas tanyakan kepada Abah Kiai tempat Kang Mas mondok dulu, sih. Kalau dilanjutkan surat perjanjian pranikahnya itu, maka Kang Mas yang akan mendapatkan dosa, karena pernikahan adalah ibadah terpanjang sepanjang hidup."
🧕"Jadi... Harus begitu ya, Kalau sudah menikah?." Tanya Mayra polos.
👳"Hubungan suami istri itu wajib hukumnya, tapi tidak usah sampai sehari Lima kali juga saat melakukannya, yang paling penting bagi Kang Mas adalah, kebahagiaan Dinda. Kalau Dinda sudah nyaman dengan kang Mas, Kang Mas yakin, Dinda sendiri yang akan memintanya lebih dulu."
🧕"Enak saja... Padahal itu maunya kang Mas aja kan?" Jawab Mayra memanyunkan bibirnya. Gus Habib senang dengan perubahan sifat Mayra yang sekarang. Padahal sebelumnya, Mayra sangat menjaga jaraknya dengan laki-laki. Tapi kini, Gus Habib bangga bisa menaklukkan wanita yang berhati dingin pada setiap lelaki. Itu artinya dia seorang wanita yang bisa menjaga dirinya sendiri dan juga kesetiaannya tidak perlu diragukan lagi..
👳"Teruslah tersenyum, Dinda. Kang Mas bahagia bisa menjadi salah satu bagian terpenting dari hidup Dinda."
__ADS_1
🧕"Terima kasih atas perhatian Kang Mas, selama ini. Dinda juga bahagia telah menemukan cinta sejati Dinda."
👳"Hmmm..." Gus Habib pun membaringkan tubuhnya dan tubuh Mayra berhadapan. Gus Habib memberikan tangannya sebagai bantalan Mayra. Kemudian, Mereka berdua sama-sama memejamkan mata sambil berpelukan dan berdzikir kepada Allah. Setelah beberapa menit berlalu, ternyata Mayra masih belum tidur, tentu saja dari pergerakan yang dirasakan oleh Gus Habib.
👳"Tidur, Dinda...!"
🧕"Belum ngantuk...!"
👳"Mau dibacakan surah apa?"
🧕"Ehm... Ar-Rahman..."
👳"A'uudzubillah himinassyaitoonir rojiim... Bismillaahirrahmaanirrahiim... Ar-Rohmaan... Allamaal Qur'aan.... Kholaqol insaan... Allamahul bayaan ... Assyamsu walqomaro bikhusbaan..."
Suara Gus Habib sungguh sangat merdu saat melantunkan ayat-ayat Allah surah Ar-Rahman. Hingga Mayra pun akhirnya terlelap. Gus Habib yang merasakan Mayra tertidur pun menatapnya, dan ternyata memang benar, Mayra terlelap dalam tidurnya sambil tersenyum. Sangat manis sekali. Dalam hatinya, Gus Habib sangat bersyukur telah berhasil menikahi gadis impiannya itu . Walaupun harus melewati banyak drama terlebih dahulu. Mayra tertidur di dalam pelukan hangat suaminya.
Dalam hati Gus Habib melantunkan ayat-ayat Allah sambil berjanji untuk selalu setia dan mencintai Mayra karena Allah SWT.
Jika mengingat sifatnya yang dingin pada setiap wanita, dia jadi tertawa sendiri. Dirinya ternyata mudah untuk ditaklukkan oleh pesona Mayra, tapi sangat sulit untuk ditaklukkan oleh wanita lain.
Ditempat lain
"Kenapa wanita itu??? Padahal, aku sangat berharap bisa menjadi istrimu, kak! Tapi kenapa kakak harus memilih Mayra??? Dibandingkan dia, aku jauh lebih sempurna, kak Habib! Aku sangat mencintaimu...!!! Haaaah..."
Hosh... Hosh... Hosh... Suara nafas Fatimah terdengar begitu menyeramkan.
🤵"Sudahlah Fat... Kamu menyerah saja, kakak melihat cinta yang besar dan tulus dari Gus Habib untuk Mayra. Kakak pun sudah menyerah dengan melihat Mayra yang bahagia dengan suaminya."
👸"Bibi Hafizah yang memintaku untuk merebut perhatian kak Habib kembali, kak. Jadi, aku akan terus berusaha mendapatkan kasih sayangnya kembali."
🤵"Kenapa Bibi belum bisa menerima Mayra menjadi menantunya? Padahal, kalau kakak perhatikan... Pas acara ijab qobul kak Habib itu terlihat bahagia lo! Kakak tidak menyangka, kalau ternyata sebenarnya tidak menyetujui. Makanya kakak menyuruhmu untuk menyerah saja."
👸"Aku memiliki banyak cara untuk membuat kak Habib jatuh cinta padaku, kak! Kakak tenang saja."
🤵"Caranya???"
👸"Tolong, kakak bantu aku urus kepindahan kampusku yang di Turki, ya!"
__ADS_1
🤵"Kenapa, tiba-tiba mau pindah ke Indonesia?"
👸"Untuk melancarkan rencanaku...!"
🤵"Jadi???"
👸"Ya... Untuk melancarkan rencanaku, Aku akan pindah ke universitas tempat kak Habib mengajar."
🤵"Ya sudah... Terserah kamu saja. Aku tinggal ikuti rencanamu saja kalau bisa berhasil."
👸"Sudahlah, kak. Kakak lihat saja nanti." Diikuti senyum smirk.
***
Selang beberapa jam berlalu, akhirnya Mayra pun terbangun dengan mata yang masih belum terbuka sepenuhnya, hingga menimbulkan pergerakan yang membuat Gus Habib pun ikut membuka matanya perlahan.
👳"Selamat siang, Dinda..." Sapa Gus Habib pada Mayra.
🧕"Siang juga, Kang Mas...!"
👳"Bagaimana tidur Dinda tadi?
🧕"Lumayan nyaman, Kang Mas.!"
👳"Alhamdulillah kalau begitu... Oh iya, Kita mandi dulu, ya Dinda... Setelah itu baru sholat Dzuhur berjamaah."
🧕"Iya, Kang Mas."
Selesai shalat Dzuhur berjamaah, mereka berdua pun bergegas ke pantai kejora.
pantainya sangat indah. Mayra dan Gus Habib pun tidak akan menyia-nyiakan waktu untuk tidak bermain air. sementara Rayhan dan teman-temannya pun sedang mendesign ranjang untuk malam pertama sang atasan. mereka, Rayhan dan teman-temannya saling bergotong royong untuk memberikan kejutan pada sang tuan.
Gus Habib, banyak membantu orang, sehingga tidak aneh bila banyak yang ingin membantu secara sukarela untuk menyiapkan acara malam pertamanya.
__ADS_1
inilah kejutan untuk malam pertama pengantin baru, Gus Habib dan Mayra. memang tidak seromantis di tempat lain, tapi paling tidak, mereka berdua bisa berbulan madu di tepi pantai.