
setelah sampai di bawah, Ahmad dibuat takjub dengan pemandangan yang ada di depannya hingga dia tidak berkedip memandang Fitri.
"heh, belum muhrim, liatin nya jangan kaya gitu. dosa tahu." kata Bu Halimah mengagetkan Ahmad.
"hehe, maaf ma.gak sia-sia juga aku nunggu, ternyata yang di tunggu secantik ini."
Fitri yang mendengar pujian Ahmad langsung membuat pipinya merona bagai udang rebus.
"yuk berangkat, papa mana?? kita pamit dulu sama papa."
Ahmad lalu memanggil sang papa untuk mengajaknya ke ruang tamu.
"pah, kita pamit dulu ya, papah jangan kemana-mana." pesan Bu Halimah
"iya mah, ya udah berangkat. tapi jangan malem-malem ya pulangnya. kan biasanya kalo perempuan belanja suka lupa waktu. Ahmad jaga mama kamu dengan baik." pesan Pak Hakim
"siap pah."
"om, Fitri pamit dulu ya." kata Fitri sambil menyalami Pak Hakim
"iya nak."
Mereka bertiga lalu pergi ke halaman untuk menunggu Ahmad mengambil mobil di garasi. setelahnya mereka masuk mobil dan mobil pun melaju di jalan raya. mereka pergi ke Mall CX tempat dijualnya berbagai barang-barang branded dari semua brand.
Karena Ahmad memang selalu mengantar mamanya belanja di situ, Bu Halimah bahkan menjadi member dari semua brand di Mall tersebut.
"waduh, itu kan mall kelasnya sosialita. aku mana ada uang buat belanja di situ. buat beli dress satu aja gak mampu aku." batin Fitri.
Ahmad sudah memarkirkan mobilnya di basemant mall. setelahnya mereka bertiga masuk ke dalam Mall.
Fitri dibuat takjub dengan pemandangan yang ada di dalam mall tersebut. karena dia baru sekali ini masuk ke dalam mall kelas elite. sungguh, melihat harganya saja membuat dia merasa sesak nafas. apalagi dia harus membelinya.
"Apa bagusnya barang-barang kaya gini sih. kayaknya juga sama aja seperti baju pada umumnya. apa yang buat mereka mahal?." batin Fitri
"yuk ah, kita masuk ke outlet yang itu," Bu Halimah menunjuk salah satu outlet yang ada di depannya.
Fitri dan Ahmad ikut masuk ke dalam. saat Bu Halimah sedang melihat-lihat baju. Fitri lebih memilih untuk duduk saja sambil memperhatikan orang-orang yang berbelanja di sana.
"Fitri, kamu mau beli baju yang mana??" tanya Ahmad
"enggak ah, aku cuma nungguin kalian belanja aja. kamu kan tahu aku gak mampu beli baju semahal ini."
"udah tenang aja, kamu pilih baju yang kamu suka. biar aku yang bayarin."
"gak mau, nanti aku dikira matre lagi sama mama kamu."
"gak akan,"
"udah ah jangan maksa, aku gak mau foya-foya pake orang lain. kamu yang kerja susah payah malah aku yang ngabisin duitnya."
"ini yang aku suka dari kami. ya udah deh nurut sama tuan putri."
mereka pun akhirnya duduk bersama sambil ngobrol untuk menunggu Bu Halimah selesai berbelanja.
__ADS_1
satu jam kemudian, Bu Halimah datang dengan dua tas belanjaan.
"kamu kok gak belanja nak.??"
"hehe, enggak tante, gak ada yang cocok sama Fitri."
"ya udah lah kalo gitu kita pergi ke outlet lain lagi yuk. mama mau beli tas. sama sepatu."
"kenapa mama gak beli di Bandung aja sih mah. kan sama aja."
"ah mama gak suka kalo di Bandung itu gak ada yang nemenin belanja, kamu tahu sendiri kan kalo papa kamu selalu sibuk. masa mama suruh belanja sendiri. kalo disini kan ada kamu yang nemenin mama belanja."
"terserah mama aja deh."
mereka bertiga lalu keluar dari outlet brand Channel menuju ke outlet selanjutnya. di dalam outlet tersebut Bu Halimah memilih beberapa sepatu hak tinggi untuk dirinya sendiri. karena dia juga suka mengenakan highhells.
"kamu mau beli sepatu gak Fitri??."
"enggak ah Tante, di rumah Fitri juga banyak sepatunya." tolak Fitri dengan halus.
"mau bayar pake apa aku kalo harganya aja hampir tiga kali lipat dari gaji aku sebulan di kantor. bisa-bisa aku puasa." batin Fitri.
Ahmad sebenarnya tahu kalau Fitri itu tidak suka belanja di Mall tersebut karena barang-barang yang ada di dalamnya merupakan barang-barang branded. Fitri lebih suka berbelanja barang seperlunya saja tanpa menghamburkan uang. dia sadar, dia bukan keluarga orang berada.
Diam-diam Ahmad membelikan sepasang sepatu untuk pujaan hatinya tersebut. dia melihat sekilas ke sepatu yang dikenakan Fitri. untuk mengetahui berapa size sepatunya.
dia mengatakan kepada pelayan untuk mencarikan sepatu dengan size 38 , ada 4 pilihan dengan size 38 . setelah melihat dan berfikir, dia membelikan sepatu dengan hak 7 cm. karena Ahmad tahu Fitri tidak begitu suka sepatu hak tinggi.
sang mama juga sudah selesai berbelanja, dia membeli sepasang sepatu dan juga sebuah tas.
"nak kamu gak beli apa-apa lagi ??"
"gak ah Tante. gak ada yang cocok sama aku."
"Ahmad?? kamu gak beliin Fitri sesuatu gitu??"
"orang dianya gak mau ma."
"kenapa gak mau sih Fitri??"
"yah tante, aku gak mau aja. hehe sayang kalo buat beli barang-barang branded. mendingan buat yang lainnya aja."
"oh, aku tau nih anak gak kaya gadis lain. yang suka belanja barang-barang mahal. bagus deh. kayaknya dia juga pinter nabung." batin Bu Halimah.
"biar Tante yang beliin ya. dan Tante juga yang pilihin. kamu cuma terima beres."
"tapi Tante..,"
" gak ada tapi-tapian. kamu duduk dulu di situ, sama Ahmad. nih sayang, pegangin belanjaan mama ya nak. biar mama pilihin sesuatu buat calon istri kamu."
"hah, calon istri???" tanya mereka berdua bersamaan sambil berpandangan.
"iya bener, dah jangan banyak ngomong."
__ADS_1
"wah roman-romannya mama ngerestuin nih. Yes akhirnya." batin Ahmad.
"waduh calon istri?? aku aja belum tau mau jawab apa soal lamaran Ahmad kemarin." batin Fitri.
Saat Bu Halimah sedang memilih long dress untuk Fitri, ternyata ada sepasang mata yang mengawasi mereka. siapa lagi kalau bukan mantan pacar Ahmad yang dulu.
Saat itu Salsa sedang jalan bersama kekasih barunya. dia memang suka sekali barang-barang yang bermerek, sehingga tidak heran jika dia ada di mall tersebut. dia juga selalu mencari kekasih yang tajir melintir untuk dimanfaatkan.
"hah, kayanya itu Ahmad kan ya??" batin Salsa.
", tapi dia sama siapa?? apa pacar barunya?? ah dilihat dari segala sisi lebih baik aku dari pada gadis itu. oh ternyata dia sedang menemani mamanya belanja." batinnya lagi.
"hei honey, kenapa kamu melamun?? kamu lihatin apa sih??" tanya Rendy kepada sang kekasih.
Rendy adalah seorang CEO di perusahaan elektronik di kota tersebut. dia bertemu dengan Salsa saat mereka sedang menghadiri meetting.
"ah enggak papa kok sayang, yuk kita ke restoran itu. aku dah laper nih." kata Salsa dengan manjanya.
Salsa dan sang kekasih akhirnya pergi ke sebuah restoran Japanese Food yang ada di dalam Mall tersebut.
Bu Halimah memilih sebuah long dress lengan pendek untuk Fitri yang berwarna soft pink. dengan adanya sebuah pita di bagian pinggang.
dia berjalan mendekati Fitri.
"nak, coba deh bajunya kayaknya cantik kalo buat kamu.,"
",tapi Tante, ini terlalu mahal." kata Fitri yang melihat bandrol harga di bagian leher.
"udah, coba aja dulu. gak usah ngomong soal harga deh."
Akhirnya Fitri masuk ke ruang ganti. dia mengganti dress yang dia kenakan dengan dress yang Bu Halimah pilihkan untuk dia.
sesaat kemudian Fitri sudah keluar dari ruang ganti.
"gimana Tante??"
"wah cocok banget buat kamu, panjangnya juga pas. ya kan Ahmad sayang."
"iya mah, cocok."
akhirnya mereka memutuskan untuk membeli baju tersebut dan setelah selesai membayar di kasir. mereka langsung pulang. karena jam sudah menunjukkan pukul 5 sore.
mereka mengendarai mobil, dan setelahnya mampir dulu ke rumah Fitri untuk mengantarkan Fitri pulang ke rumah.
Tak lupa, Bu Halimah memberikan dress yang tadi dia beli untuk Fitri.
bersambung....
jangan lupa untuk selalu vote...like ...dan coment ya...
jangan lupa follow juga say...
semoga bisa update terus tiap hari ya...☺️☺️🤗🤗🤗
__ADS_1