Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
Mug dari Aurel


__ADS_3

Sore ini rencananya Fitri akan pulang ke kampung halamannya di Cimahi. sedari pagi, dia mempersiapkan semua perlengkapan yang akan dia bawa ke tanah kelahirannya.


Fitri akan pulang di antar oleh Ahmad. sedangkan Ahmad akan menginap di rumah calon mertuanya itu selama satu hari. siangnya dia akan kembali ke Bandung lagi. untuk mempersiapkan Lamaran.


dia akan datang lagi ke Cimahi dua hari kemudian untuk melamar sang pujaan hati bersama dengan keluarga besarnya.


beberapa hari lalu, Bu Halimah juga sudah menelepon sanak saudaranya yang ada di Bandung untuk ikut menghadiri acara lamaran anak laki-laki satu-satunya.


sebelum Fitri dan Ahmad berangkat ke Cimahi, Bu Halimah memberikan sepasang baju couple untuk Fitri dan Ahmad.


karena kebetulan baju sarimbit yang dulu di pesan oleh Bu Halimah di butik langganannya di Jakarta sudah jadi dan di kirimkan ke Bandung. saat mereka pergi ke Mall, paket itu datang dan di terima oleh pak satpam. dan diserahkan kepada Bu Halimah saat pulang dari Mall.


"Fitri, Ahmad, ini mama ada sesuatu untuk kalian."


"apa itu mah??" tanya keduanya bersamaan.


"ini mama ada baju couple untuk kalian pake di acara lamaran besok. tolong di terima ya."


"mama kok repot-repot segala sih." kata Fitri.


"iya mah. pake acara beliin baju couple buat kita berdua lagi."


"enggak repot kok. ini kan demi kalian. kalo kalian seneng mama sama papa juga seneng. ya kan pah." kata Bu Halimah kepada Pak Hakim.


"aku juga ikutan seneng kok mba." tambah Aurel.


"iya kan kalo kalian pake baju couple jadi serasi dan enak di pandang. biar kelihatan kompak gitu." tambah Pak Hakim.


"heem bener. di terima ya bajunya." kata Bu Halimah.


"iya mah. aku terima ya bajunya. makasih banyak loh mah." kata Fitri.


"iya sama-sama. eh kamu udah siap-siap buat berangkat besok siang belum??" tanya Bu Halimah.


"belum mah. besok pagi aja. lagian kan barang-barang yang aku bawa juga cuma sedikit." kata Fitri.

__ADS_1


"ya udah deh kalo gitu. pokoknya jangan sampai ada yang kelupaan ya." Bu Halimah.


"iya mah."


saat mendengarkan perbincangan keluarga itu, tiba-tiba Aurel teringat dengan mug couple yang akan dia berikan kepada kedua orang tuanya dan juga kakak dan calon kakak iparnya.


"eh, iya aku punya sesuatu untuk kalian semua. tunggu disini ya. biar aku ambilin dulu." kata Aurel.


"apa itu dek??" tanya Ahmad.


"rahasia dong. nanti juga tahu." kata Aurel sambil berjalan menuju tangga dan menaikinya menuju ke kamarnya.


"eh main rahasia rahasiaan ya." kata Bu Halimah.


"biarin... wekkkkk." kata Aurel.


"kira-kira apa ya yang mau Aurel kasih ke kita??" tanya Fitri.


"palingan oleh-oleh yang kemarin di Jogja itu kali." tebak Pak Hakim.


"lebih baik kita tunggu saja dia bawa apa untuk kita." kata Pak Hakim.


mereka bertiga hanya mengangguk tanda setuju. beberapa menit berselang Aurel terlihat menuruni tangga sambil membawa dua buah paper bag di tangannya.


Aurel lalu berjalan mendekat menuju ruang keluarga sambil tersenyum. saat sudah sampai di ruang keluarga, Aurel kemudian menyerahkan satu paper bag kepada ibunya dan satu lagi untuk kakaknya, Ahmad.


"ini untuk kalian." kata Aurel.


"aduh. apa ini isinya sayang??" tanya Bu Halimah.


"buka aja mah. nanti juga bakal tahu." Aurel.


"buat papa gak ada dek??" tanya Pak Hakim.


"ya itu yang di pegang mama isinya ada dua. satu buat papa dan satu buat mama. makanya di buka dong mah."

__ADS_1


"ya deh ini mama buka."


Bu Halimah membuka paper bag yang diberikan oleh Aurel, dan ternyata di dalamnya ada dua kardus kecil yang cukup berat. entah apa isinya. Bu Halimah lalu membuka isi kardus tersebut dan ternyata isinya adalah Mug. sepasang mug keramik lebih tepatnya.


di mug tersebut bertuliskan kata I Love Mama dan yang satu I Love Papa.


"wah bagus dek oleh-olehnya." kata Bu Halimah.


"iya dong, siapa dulu yang beliin. Aurel gitu loh." kata Aurel.


"makasih ya sayang." kata Bu Halimah sambil memeluk Aurel.


"iya mah. sama-sama."


sementara itu Fitri dan Ahmad masih belum membuka bungkusan tersebut. mereka hanya mengeluarkannya dari paper bag.


"udah jangan di lihatin aja dong mas, mbak. buka aja. isinya juga bukan bom." kata Aurel.


"iya-iya ini mba juga mau buka kardusnya." balas Fitri.


mereka berdua lalu membuka kardus tersebut dan ternyata isinya juga sama sepasang mug keramik yang bertuliskan Husband dan Wife..


Fitri agak sedikit terkejut dengan tulisan tersebut.


"dek kok tulisannya husband and wife si??" tanya Fitri.


"ya gak papa mbak. kan bentar lagi kalian juga mau nikah. ya kan mas." kata Aurel kepada Ahmad.


"heem itu dek. bener. bentar lagi kita juga mau nikah kan sayang." kata Ahmad.


"ih apaan sih mas. orang lamaran aja belum udah mau nikah aja." kata Fitri.


"ya gak papa dong sayang. lebih cepat lebih baik." kata Bu Halimah.


Fitri hanya tersenyum saja tanpa membalas omongan Bu Halimah. dia hanya tidak mau terlalu terburu-buru mengambil keputusan.

__ADS_1


Lama mereka berbincang-bincang, ternyata jam sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh. mereka semua kemudian kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat.


__ADS_2