Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
POV


__ADS_3

POV Ahmad


Aku mencintaimu Fitri. Ananda Nurfitriyah nama gadis itu. Gadis yang aku temui di perpustakaan kota beberapa waktu lalu.


Entah mengapa setelah pertemuan tak sengaja kita, aku jadi ingin selalu bertemu denganmu.


Kamu terlihat beda dengan wanita lain. Apalagi Salsa, mantan kekasihku dulu. Dia yang hanya mengincar hartaku. bukan sepenuhnya ingin menjadi kekasihku.


Dan sejak pertemuan kedua kita yang juga secara tak sengaja, aku mengenal dirimu sosok yang periang, sederhana, ramah dan juga senyum manismu yang selalu membuatku ingin mencuri-curi pandang.


Mungkin menurut orang lain kamu bukan gadis idaman yang ideal. Dengan postur tubuh tinggi bak model papan atas, body yang sexy, muka yang penuh make up dan pakaian yang glamour mengikuti tren.


ya kamu hanyalah gadis kecil dengan tinggi 160 cm, rambut lurus se pinggang, riasan natural dan juga selalu berpakaian santai. membuat dirimu terlihat awet muda.


Memang selisih usia kita hanya 3 tahun, tapi menurutku kamu itu seperti gadis ABG yang masih belasan tahun. bukan 24 tahun.


Saat aku ingin mengenal lebih dekat tentang dirimu. Ingin mengantarkanmu pulang ke rumah Kontrakanmu , tiba-tiba kejadian yang tak terduga datang.


Ada seorang yang menabrak dirimu dan saat itu kamu pingsan dengan luka di kepalanya. Banyak darah yang keluar dikepalmu. Aku yang panik langsung mengangkat tubuhmu kedalam mobilku. Aku menyuruh Rio mengendarai mobilku menuju rumah sakit.


Sepuluh menit kemudian kami semua sudah ada di depan rumah sakit, aku mengangkat tubuhmu lagi dan membawanya ke atas brangkar rumah sakit.


Aku berkata pada suster yang menanganimu untuk segera memberikan tindakan medis padamu.


Kamu di larikan ke dalam ruang UGD, suster menyuruhku menunggu di luar dan menangani administrasi. Dan aku melakukannya, aku menempatkanmu di ruang VIP mawar nomor 1 saat kamu sadar nanti. Aku sudah membayar semua biaya perawatanmu.


Aku hanya ingin melakukan yang terbaik untukmu. Karena menurutku kamu pantas untuk diperjuangkan.


Sekian jam menunggu, akhirnya dokter keluar dari ruang UGD tempatmu di rawat. Dokter mengatakan bahwa kamu tidak mengalami luka yang serius. hanya benturan di kepala yang mengakibatkan kepalamu diperban.


Keesokan harinya kata suster kamu sudah sadar. betapa leganya hatiku mendengar kabar itu.


Dan siangnya kamu sudah bisa dipindahkan ke ruang perawatan.


Selama beberapa hari ini aku menemanimu berada di rumah sakit. Aku rela mengambil cuti selama satu Minggu.

__ADS_1


Hari-hari ku terasa menyenangkan saat bersamamu. aku menyuapi mu makan, menuntunmu, membawamu berkeliling taman rumah sakit dengan kursi roda.


Tertawa bersama, bercanda bersama. membuatku semakin bahagia. aku bahkan tidak pernah merasakan bahagia sebahagia ini saat bersama Salsa.


kamu lain dari kebanyakan gadis diluar sana. kamu yang lebih memilih membaca buku dari pada bergosip.


Saat itu ada yang mengetuk pintu ruang perawatan mu, saat aku membuka pintu ternyata sepasang suami istri paruh baya. Aku tidak tahu siapa mereka. aku bahkan belum berkenalan dengan mereka.


Mereka kemudian berbicaralah didekat ranjang tempat tidurmu. Dan ternyata mereka berdua adalah kedua orang tuamu.


Untuk sementara biarkan mereka merawatmu sampai kamu sembuh. Aku tau aku bukan siapa-siapa dan aku akan berjuang mendapatkan cintamu. Dan biarlah untuk saat ini aku mencintaimu dengan caraku sendiri.


\=\=\=\=


POV Fitri


Lelaki itu, lelaki yang pernah aku tabrak secara tidak sengaja di perpustakaan kota. Ahmad,ya itu namanya. berkenalan dengannya secara singkat.


Ya, dari penampilannya aku lihat dia yang memakai jas dan sepatu formal terlihat sangat berkelas, matang, dewasa, berwibawa dan tampan. Kesan pertemuan pertama saat aku berjumpa dengannya.


Pria sepertinya pastilah memiliki kekasih yang cantik bak model papan atas.


Saat aku sedang makan di sebuah restoran Chinese food di mall XY, entah dari mana datangnya kamu menghampiri meja tempat makanku.


Kita mulai berkenalan lagi untuk yang kedua kalinya. Yang aku tahu saat pembicaraan kita ternyata kamu bekerja di perusahaan dekat dengan tempatku bekerja. Kamu seorang arsitek. setahuku seorang arsitek di perusahaan tersebut memiliki gaji yang fantastis. Apalagi memang perusahaan tersebut memiliki omset triliunan perbulan.


Aku tidak tahu apa maksudmu, saat kita makan. bahkan kamu selalu mencuri-curi pandang ke arahku.


Dan saat aku sudah selesai makan, ingin pulang, kamu dan temanmu melarangku. mengajakku mengitari mall untuk yang kedua kalinya.


Aku akhirnya masuk di sebuah toko baju yang menjual aneka dress cantik se lutut. Ya saat berpergian aku lebih memilih memakai dress selutut dengan riasan natural di wajahku. serta sepasang sepatu sneakers. Membuatku nyaman saat berjalan kemanapun. Aku memang tidak terbiasa menggunakan sepatu hak tinggi. kecuali saat di bekerja kantor.


Saat aku ingin membayar dress yang ingin aku beli, ternyata kamu yang lebih dulu membayarnya. aku sungguh berhutang kepadamu.


Selesai berbelanja, kami ke lantai tiga menaiki wahana permainan ekstrim. dan lagi-lagi kamu yang membayar tiket masuk dengan uangmu sendiri.

__ADS_1


Sungguh tajir pria ini. batinku. puas bermain wahana, kita akhirnya memutuskan untuk pulang setelah sebelumnya mampir di food court untuk membeli beberapa camilan.


Kamu membujukku untuk mengantarkanku pulang ke rumah kontrakanku. Dengan berat hati akhirnya aku setuju.


Saat kita berempat keluar dari mall dan berjalan menuju mobilmu di parkiran mall, tiba-tiba ada sebuah sepeda motor yang melaju dengan kencang dan aku tidak menyadari itu.


Brukkk...


Aku terjatuh, dan merasakan kepalaku pusing entah apa yang terjadi saat itu...aku tidak sadarkan diri...


Saat aku terbangun ternyata sudah di dalam ruang UGD rumah sakit, dengan perban yang membalut kepalaku dan banyak luka memar serta ringan di tubuhku.


Badanku terasa sakit semua.Beberapa jam berlalu akhirnya aku dipindahkan ke ruang perawatan.


Ruang perawatan itu terasa sangat mewah bagiku, ya ini sepertinya ruang VIP nomor 1 batinku.


Apakah Askes ku bisa di pakai untuk ruangan ini?? setahuku ruang VIP ini sangat mahal, lamunanku tersadar saat Vina datang bersama Rio, Ahmad dan juga Andri. Teman-teman baruku.


Aku tidak mengerti kenapa Ahmad rela berkorban demi diriku. mengorbankan pekerjaannya dan uangnya hanya untuk aku. Aku sungguh berhutang budi kepada dia.


Tapi dalam hati kecilku saat aku dekat kembali dengan seorang pria, aku merasa sakit... trauma itu kembali menjalar. Kejadian itu kembali teringat...


Aku berusaha untuk terus melupakan kisah kelamku. Aku tidak mau begini terus. Saat bersama Ahmad, dia terasa lain. dia sangat perhatian dan penyayang. Dia rela menyuapiku makan,menuntunku ,bahkan mengajakku berkeliling di taman rumah sakit menggunakan kursi roda.


Ada aura lain yang aku lihat di kedua bola matanya. Tatapannya begitu teduh dan menenangkan ..


Hatiku selalu berdetak lebih cepat ketika dekat dengan dia...Dia memberikan warna baru dalam hidupku...


Semoga rasaku berbalas...


Aku rasa aku mulai menyukaimu Ahmad...


Bersambung....


jangan lupa untuk selalu like, coment dan vote ya...😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2