Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
Cimahi


__ADS_3

Di rumah Pak Sumarno sangat senang sekali mendengar kabar bahwa anak perempuan kesayangannya akan segera melakukan lamaran. dia sangat antusias sekali untuk mempersiapkan acara lamaran anak perempuan satu-satunya itu.


beliau lalu mempersiapkan segala sesuatunya dengan sangat baik. dia tak mau mengecewakan anak perempuannya dan juga calon besannya. Apa lagi mereka belum pernah bertemu sebelumnya.


ini pertemuan pertama untuk mereka dan juga pertemuan yang sakral untuk anaknya. bagaimana tidak, tak sampai satu Minggu lagi anaknya akan di lamar orang.


bahkan Pak Sumarno sampai menyuruh orang untuk mempercantik rumahnya. mulai dari mengecat tembok seluruh rumah. hingga menata semua interior dalam rumah sebagus mungkin. khusus untuk kamar Fitri, Pak Sumarno mengecat kamar dengan warna biru supaya lebih nyaman dan juga ada beberapa hiasan dinding unik untuk mempercantik kamar sang putri.


Pak Sumarno mempersiapkan ini semua untuk kejutan kedatangan sang putri tercinta dengan calon suaminya yang katanya akan datang dalam dua hari ini.


betapa bahagianya hati Pak Sumarno. akhirnya anaknya akan segera di lamar oleh orang lain. karena jika menurut kepercayaan orang kampung. jika ada gadis yang usianya lebih dari 25 dan belum juga di lamar oleh orang lain maka akan di anggap perawan tua dan tidak laku oleh penduduk desa. sedangkan untuk Fitri, sekarang usianya hampir menginjak 24 tahun. usia yang bisa di bilang sudah cukup matang untuk melakukan pernikahan.


"yang penting mah ada yang melamar dulu." batin Pak Sumarno. karena untuk melaksanakan pernikahan tergantung mereka masing-masing. yang penting anaknya sudah laku dulu.


Fitri mengatakan kepada orang tuanya jika tidak usah ada acara meriah untuk lamarannya. karena dia mau acara lamaran berjalan dengan sakral. hanya ada beberapa sanak saudara dan juga keluarga dari kedua mempelai.


Pak Sumarno memaklumi apa yang diinginkan anaknya. karena Fitri memang tidak begitu suka dengan kemewahan.


 


Jarak antara Bandung dengan Cimahi memang tidak begitu jauh sebenarnya. tapi karena rumah Fitri terletak di sekitar pegunungan tempat perkebunan sayur milik orang tuanya membuat jalan masuk ke kampung cukup jauh jika dari jalan nasional. pemandangan di sekitar rumah Fitri juga sangat asri.


Pagi - pagi sekali saat mentari pagi keluar dari peraduannya, burung-burung sudah mulai berkicau bersahut-sahutan. membuat suasana pegunungan menjadi damai dan nyaman.


suasana pagi di perkampungan penduduk dekat dengan rumah Fitri juga sudah ramai. karena mereka memanen sayuran untuk dijual ke pasar. ada juga orang yang bekerja sebagai buruh kebun yang bertugas memanen hasil kebun dan di kumpulkan ke dalam mobil pickup untuk dibawa ke pasar.


biasanya buruh pemetik sayur yang di pekerjakan Pak Sumarno memperoleh gaji mingguan. mereka bekerja dari pukul 3 pagi sampai pukul 5 pagi untuk memetik sayuran. terkadang ada juga sayuran yang di panen pada sore hari lalu bersihkan dan di jual keesokan harinya. seperti wortel, kentang, dan kubis.


 


2 hari kemudian.

__ADS_1


pagi ini Pak Sumarno sangat sibuk untuk mempersiapkan kedatangan Fitri dan juga Ahmad calon suami Fitri.


rencananya mereka akan datang nanti sore. Pak Sumarno dan Bu Sundari mempersiapkan makanan yang disukai Fitri dan juga Ahmad.


karena ini pertama kalinya Ahmad datang berkunjung ke rumah orang tua Fitri yang berada di Cimahi.


Pak Sumarno dan Bu Sundari pagi-pagi sekali sudah berangkat ke pasar untuk membeli daging dan juga aneka jenis makanan laut.


Bu Sundari akan memasak daging rendang kesukaan Fitri. dan juga akan memasak tomyam seafood. kalau untuk sayuran yang pasti mereka tidak usah membelinya karena memang mereka memiliki kebun sendiri.


sebenarnya jauh-jauh hari sebelum Fitri pulang, Pak Sumarno sudah menelpon anak laki-lakinya yang sedang berkuliah di Jogja. tapi katanya dia tidak bisa pulang karena ada banyak tugas kampus.


walaupun selepas ujian semester, tapi tetep aja tidak bisa pulang, karena Dimas adik Fitri ini adalah seorang mahasiswa senior. dan Dimas juga tergabung dalam Kelompok Mahasiswa yang menangani tentang kegiatan sosial masyarakat. maka dia akan melaksanakan berbagai kegiatan bakti sosial di sekitar kampusnya.


"Nak, besok beberapa hari lagi kakak kamu mau lamaran. kamu bisa pulang gak???" tanya Pak Sumarno kepada Dimas.


"aduh. maaf banget Pak, kayaknya gak bisa deh. soalnya Dimas lagi persiapan buat acara baksos di kampus ini." kata Dimas.


"bener nih gak bisa pulang??"


"ya udah deh kalo gak bisa pulang. semoga besok pas nikahan kakak kamu. kamu bisa pulang."


"iya Pak, asal gak dadakan aja ngabarinnya. eh iya kenapa mbak Fitri gak cerita sama aku ya kalo dia mau lamaran??"


"oke. ya mana bapak tahu. mungkin karena kakak kamu sibuk buat mempersiapkan semuanya."


"iya deh. oh ya Pak. gimana kabarnya ibu sama bapak disana??"


"Alhamdulillah sehat. kamu disana gimana kabarnya???"


"Alhamdulillah aku juga sehat pak. bapak lagi ngapain sekarang??"

__ADS_1


"kamu kapan pulang?? betah amat di perantauan gak pernah pulang. ibu udah kangen tuh."


"ya besok aku usahain kalo mbak Fitri nikah aku pasti pulang."


"yah masih lama lagi dong. ibu kamu udah nanyain terus tuh."


"ya udah deh. besok Minggu depan aku pulang ya Pak. tapi jangan bilang ke ibu . biar jadi kejutan."


"oke deh. siap. tapi beneran ya jangan janji-janji terus tapi gak ditepati."


"iya deh pak."


"Nanti kalo kamu bohong lagi. ibu sama bapak gak mau datang ke acara wisuda kamu lho."


"ah bapak sukanya kayak gitu."


"ya makanya jangan bohongi orang tua terus."


"iya deh pak. aku janji. Minggu depan pulang deh ke Cimahi. tapi surprise ya Pak."


"oke."


setelah percakapan itu kemudian Pak Sumarno kembali merapikan rumah untuk menyambut kedatangan Fitri yang sudah beberapa bulan ini gak pulang ke rumah.


Fitri memang jarang pula ke Cimahi. hanya tiga bulan sekali dia mengambil cuti untuk pulang ke kampung halamannya. itupun tidak lama. hanya tiga hari saja untuk pulang dan pergi.


sementara Bu Sundari sedang sibuk di dapur untuk memasak makanan kesukaan putrinya. memasak rendang memang membutuhkan waktu yang lama agar daging yang dimasak empuk dan bumbunya meresap dengan sempurna.


sedangkan untuk tomyam, Bu Sundari memilih memasaknya nanti saja. karena seafood tidak boleh di masak terlalu lama. bisa mengurangi kandungan gizi yang ada di dalamnya.


sambil mengaduk rendang, Bu Halimah sembari menyiapkan bumbu untuk memasak tomyam dan juga mempersiapkan sayuran yang akan di masak nanti...

__ADS_1


bersambung...


Jangan lupa untuk selalu vote... like'.... follow..dan coment...


__ADS_2