Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
Pergi Honeymoon


__ADS_3

Keesokan paginya, Bella bangun


terlebuh dahulu. Dia segera memesan makanan untuk sarapan suaminya. Lalu dia


segera membersihkan diri, setelah itu dia berhias untuk suaminya dan


membangunkan suaminya.


“Sayang, bangun yuk.” Kata Bella.


“Aku masih mengantuk sayang, kamu


kok sudah rapi seperti ini.” Kata Bastian.


“Kamu lupa ya, kita kan akan


pergi honeymoon ke korea. Ayo cepat mandi dulu. Oh ya terima kasih untuk


semalam, kamu benar-benar luar biasa, aku sangat puas dengan permainanmu.” Kata


Bella sambil tersenyum bahagia.


“Hahaha kamu juga sangat pintar


dalam urusan ranjang.” Kata Bastian.


“Tentu saja, cepat mandi dulu


mas.” Kata Bella.


“Harusnya kita mandi bersama lah


sayang, kenapa kamu mandi terlebih dahulu sih.” Kata Bastian.


“Karena aku harus menyiapkan


sarapan untukmu sayang.” Kata Bella.


“Hmmm baiklah, lihat saja nanti


aku akan membuatmu jauh lebih puas haha.” Goda Bastian sambil mencium istrinya.


**


Di bandara.


Bella dan Bastian akan terbang


menuju ke korea selatan.


“Kenapa sih kamu sangat ingin


pergi kesana?” Tanya Bastian.


“Korea selatan itu merupakan


salah satu Negara favoritku sayang dan aku sangat ingin pergi kesana.” Kata Bella.

__ADS_1


“Coba lihat berita hari ini,


mereka mengungkapkan berita pernikahan kita.” Kata Bastian.


“Tapi kita kan sudah menerapkan


privasi jadi media masa tidak bisa meliput acara pernikahan kita. Sudah jangan


main ponsel terus, fokus saja dengan kita berdua, kita nikmati setiap momen


indah bersama.” Kata Bella.



“Iya sayang.” Kata Bastian sambil


mencium istrinya.


“Kamu apa-apaan sih? Jangan menciumku


sembarangan di tempat umum dong, nanti kalau ada yang melihat kita bagaimana. Aku


tidak suka jika aku masuk berita.” Gerutu Bella.


“Bukankah kamu juga sangat


menyukainya?” Goda Bastian.


“Tapi ini tempat umum sayang, ayo


kita naik pesawat sekarang,” Kata Bella. Bastian menggandeng istrinya dan tidak


Selama perjalanan, Bastian begitu


manja dengan Bella demikian juga dengan Bella.


“Sayang, kiss me.” Kata Bastian.


“Tahan dulu sayang, nanti kalau


sudah sampai hotel baru kita melakukannya dengan sepuasnya, ok.” Kata Bella.


“Kita lakukan berkali-kali


pokoknya, hajar terus haha.” Goda Bastian.


“Iya sayang pastinya, aku tau


selama ini kamu sangat menahannya dan akhirnya kita sudah resmi menjadi


sepasang suami istri.” Kata Bella.


“Aku merasa bahwa dunia ini hanya


milik kita berdua sayang.” Kata Bastian.


“Hahaha kamu bisa saja deh. Tidurlah,

__ADS_1


perjalanan kita akan memakan waktu yang cukup panjang.” Kata Bella.


“Tidurlah juga, bersandarlah di


pundakku.” Kata Bastian.


“Iya deh.” Kata Bella.


“Sayang, pokoknya kita harus


berusaha agar kita bisa segera memiliki seorang anak ya.” Kata Bella.


“Iya sayang, memangnya kamu ingin


memiliki berapa anak sih?” Tanya Bella.


“Aku ingin memiliki tiga orang


anak.” Kata Bastian.


“Banyak sekali mas, dua orang


anak cukup kan.” Kata Bella.


“Kamu harus menuruti apa kata


suamimu.” Kata Bastian.


“Tapi aku masih tetap boleh


berkarir kan?” Tanya Bella.


“Boleh asalkan kamu tetap


mengerjakan tugasmu sebagai istriku. Kamu harus atur jadwalmu sebaik mungkin,


tapi ingat urusan suami dan rumah tangga harus nomor satu. Aku tidak mau kamu


jauh lebih mementingkan pekerjaanmu daripada urusan rumah tangga, mengerti?”


Tanya Bastian.


“Iya sayang aku mengerti kok.” Kata


Bella.


“Bagus lah kalau kamu bisa


mengerti. Kita tidur dulu yuk, kita masih lama sampai di korea.” Kata Bastian.


“Iya, aku mau pergi ke toilet


dulu ya.” Kata Bella.


“Baiklah, jangan lama-lama. Aku tidak


mau berpisah denganmu.” Kata Bastian dengan manja.

__ADS_1


“Astaga, aku kan hanya ke toilet


sayang.” Kata Bella sambil tersenyum melihat tingkah manja suaminya.


__ADS_2