
Malam harinya, kedua orang tua
Bastian dan Carly makan malam bersama.
“Tante bagaimana dengan acara
besok? Apakah Bastian menerima atau menolaknya? Aku sudah menghubunginya untuk
datang kesini namun tidak ada jawaban, aku sudah mengirim pesan teks juga tidak
ada balasan. Aku pasti akan malu dan kecewa jika besok Bastian tidak datang ke
acara pertunangan. Bahkan aku juga mengundang beberapa teman-temanku untuk
datang, bagaimana ini tante?” Tanya Carly.
“Kamu bisa tenang dan diam tidak?
Tante juga bingung dan tidak tau apa yang harus tante lakukan, Bastian
benar-benar mencintai wanita itu dan mereka akan memperjuangkannya bersama.”
Kata ibu Bastian.
“Lalu bagaimana denganku tante?
Papa aku bahkan sudah membantu perusahaan milik om dan tante.” Kata Carly
cemas.
“Bagaimana untuk persiapan acara
besok?” Tanya ibu Carly.
“Semua sudah beres, kita hanya
menunggu hari esok dan semoga acara berjalan dengan lancar.” Kata ibu Bastian.
“Syukurlah kalau begitu, saya
senang bisa membantu dan bekerjasama dengan keluarga anda.” Kata ayah Carly.
“Terima kasih banyak.” Kata ayah
Bastian.
“Saya dengar Bastian menolak
perjodohan ini? Apakah ini benar?” Tanya ibu Carly.
“Tentu saja anak kami menerima
perjodohan ini. Jangan khawatir.” Kata ayah Bastian.
“Kalau saja Bastian menolaknya,
kami akan menolak bekerjasama dengan keluarga anda. Karena saya merasa
dikecewakan bahkan sangat mengecewakan anak saya satu-satunya.” Kata ayah
Carly.
“Itu tidak akan pernah terjadi.” Kata
__ADS_1
ibu Bastian.
“Lalu sekarang Bastian dimana? Kenapa
tidak datang?” Tanya ibu Carly.
“Dia sedang pergi ke suatu tempat
untuk membelikan sesuatu yang spesial untuk Carly.” Kata ibu Bastian.
“Dia sangatlah romantis ternyata.”
Kata ibu Carly.
“Tentu saja.” Kata Carly.
“Tante cepat hubungi Bastian dan
pastikan besok dia bisa datang.” Bisik Carly.
“Berani sekali dia menyuruh dan
mengancamku.” Kata ibu Bastian dalam hati.
Kemudian ibu Bastian menelfon
Bastian, namun tidak ada jawaban. Lalu ibu Bastian mengirim pesan teks kepada
Bastian.
“Besok kamu harus datang ke acara
pertunanganmu dengan Carly, kalau kamu tidak datang kita semua akan hancur. Ayah
Carly telah menaruh saham yang besar ke perusahaan kita.”
Bastian dan Bella sedang makan
malam di restoran yang sama dengan restoran tempat makan malam keluarga Bastian
dan Carly.
“Siapa yang menelfon? Ibu kamu?”
Tanya Bella.
“Iya.” Jawab Bastian.
“Jawablah telfonnya, bagaimanapun
juga dia adalah ibu kamu.” Kata Bella.
“Tidak usah, dia mengirimkan
pesan kepadaku, dia masih memaksaku untuk datang ke acara besok.” Kata Bastian.
“Lalu bagaimana rencanamu besok?”
Tanya Bella.
“Aku akan datang bersamamu.” Kata
Bastian.
__ADS_1
“Kamu bercanda ya? Kamu ingin
menghancurkan mereka dengan datang bersamaku? Lebih baik tidak perlu datang.” Kata
Bella.
“Aku tidak peduli, jika memang
perusahaan ayahku nantinya akan mengalami bangkrut karena ayah Carly menarik
sahamnya aku juga tidak peduli. Karena mereka juga tidak pernah peduli
bagaimana perasaanku selama ini. Mungkin selama ini aku menuruti semua
keinginan mereka tapi untuk urusan dengan siapa aku menikah aku tidak bisa
hanya menuruti kemauan mereka. Ini hidupku dan kamulah kebahagiaanku jadi
bagaimanapun caranya aku akan mempertahankan apa yang membuatku bahagia.” Kata Bastian.
“Aku percaya padamu sayang dan
aku akan mendukung apapun keputusanmu, kita berjuang bersama ya.” Kata Bella
sambil menggenggam tangan Bastian.
“Terima kasih sayang, makanlah
makananmu. Setelah ini kita kembali ke apartemen ya.” Kata Bastian.
“Baiklah.” Kata Bella.
“Aku mau ke toilet dulu,
tunggulah sebentar.” Kata Bastian.
“Ok.” Kata Bella.
Bastian pergi ke toilet, setelah
selesai dia justru berpapasan dengan Carly. Carly pun menggandeng Bastian dan
menariknya dengan paksa.
“Sayang, wah ternyata kamu
datang. Ayo kita bertemu dengan para orang tua kita.” Ajak Carly dengan menarik
lengan Bastian.
“Lepaskan tanganku hei hei
lepaskan aku bilang.” Kata Bastian, namun Carly tetap memaksanya.
“Mami papi coba lihat siapa yang
datang.” Kata Carly.
“Bastian?” Kata orang tua mereka
bersamaan.
Bastian bingung dan tidak tau
__ADS_1
harus berbuat apa, dia kepikiran dengan Bella yang menunggunya disana. Dia mencoba
mengirim pesan teks kepada Bella namun ponselnya direbut oleh ibu Bastian.