Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
Makan malam keluarga Carly & Bastian


__ADS_3

Malam harinya, kedua orang tua


Bastian dan Carly makan malam bersama.


“Tante bagaimana dengan acara


besok? Apakah Bastian menerima atau menolaknya? Aku sudah menghubunginya untuk


datang kesini namun tidak ada jawaban, aku sudah mengirim pesan teks juga tidak


ada balasan. Aku pasti akan malu dan kecewa jika besok Bastian tidak datang ke


acara pertunangan. Bahkan aku juga mengundang beberapa teman-temanku untuk


datang, bagaimana ini tante?” Tanya Carly.


“Kamu bisa tenang dan diam tidak?


Tante juga bingung dan tidak tau apa yang harus tante lakukan, Bastian


benar-benar mencintai wanita itu dan mereka akan memperjuangkannya bersama.”


Kata ibu Bastian.


“Lalu bagaimana denganku tante?


Papa aku bahkan sudah membantu perusahaan milik om dan tante.” Kata Carly


cemas.


“Bagaimana untuk persiapan acara


besok?” Tanya ibu Carly.


“Semua sudah beres, kita hanya


menunggu hari esok dan semoga acara berjalan dengan lancar.” Kata ibu Bastian.


“Syukurlah kalau begitu, saya


senang bisa membantu dan bekerjasama dengan keluarga anda.” Kata ayah Carly.


“Terima kasih banyak.” Kata ayah


Bastian.


“Saya dengar Bastian menolak


perjodohan ini? Apakah ini benar?” Tanya ibu Carly.


“Tentu saja anak kami menerima


perjodohan ini. Jangan khawatir.” Kata ayah Bastian.


“Kalau saja Bastian menolaknya,


kami akan menolak bekerjasama dengan keluarga anda. Karena saya merasa


dikecewakan bahkan sangat mengecewakan anak saya satu-satunya.” Kata ayah


Carly.


“Itu tidak akan pernah terjadi.” Kata

__ADS_1


ibu Bastian.


“Lalu sekarang Bastian dimana? Kenapa


tidak datang?” Tanya ibu Carly.


“Dia sedang pergi ke suatu tempat


untuk membelikan sesuatu yang spesial untuk Carly.” Kata ibu Bastian.


“Dia sangatlah romantis ternyata.”


Kata ibu Carly.


“Tentu saja.” Kata Carly.


“Tante cepat hubungi Bastian dan


pastikan besok dia bisa datang.” Bisik Carly.


“Berani sekali dia menyuruh dan


mengancamku.” Kata ibu Bastian dalam hati.


Kemudian ibu Bastian menelfon


Bastian, namun tidak ada jawaban. Lalu ibu Bastian mengirim pesan teks kepada


Bastian.


“Besok kamu harus datang ke acara


pertunanganmu dengan Carly, kalau kamu tidak datang kita semua akan hancur. Ayah


Carly telah menaruh saham yang besar ke perusahaan kita.”


Bastian dan Bella sedang makan


malam di restoran yang sama dengan restoran tempat makan malam keluarga Bastian


dan Carly.


“Siapa yang menelfon? Ibu kamu?”


Tanya Bella.


“Iya.” Jawab Bastian.


“Jawablah telfonnya, bagaimanapun


juga dia adalah ibu kamu.” Kata Bella.


“Tidak usah, dia mengirimkan


pesan kepadaku, dia masih memaksaku untuk datang ke acara besok.” Kata Bastian.


“Lalu bagaimana rencanamu besok?”


Tanya Bella.


“Aku akan datang bersamamu.” Kata


Bastian.

__ADS_1


“Kamu bercanda ya? Kamu ingin


menghancurkan mereka dengan datang bersamaku? Lebih baik tidak perlu datang.” Kata


Bella.


“Aku tidak peduli, jika memang


perusahaan ayahku nantinya akan mengalami bangkrut karena ayah Carly menarik


sahamnya aku juga tidak peduli. Karena mereka juga tidak pernah peduli


bagaimana perasaanku selama ini. Mungkin selama ini aku menuruti semua


keinginan mereka tapi untuk urusan dengan siapa aku menikah aku tidak bisa


hanya menuruti kemauan mereka. Ini hidupku dan kamulah kebahagiaanku jadi


bagaimanapun caranya aku akan mempertahankan apa yang membuatku bahagia.” Kata Bastian.


“Aku percaya padamu sayang dan


aku akan mendukung apapun keputusanmu, kita berjuang bersama ya.” Kata Bella


sambil menggenggam tangan Bastian.


“Terima kasih sayang, makanlah


makananmu. Setelah ini kita kembali ke apartemen ya.” Kata Bastian.


“Baiklah.” Kata Bella.


“Aku mau ke toilet dulu,


tunggulah sebentar.” Kata Bastian.


“Ok.” Kata Bella.


Bastian pergi ke toilet, setelah


selesai dia justru berpapasan dengan Carly. Carly pun menggandeng Bastian dan


menariknya dengan paksa.


“Sayang, wah ternyata kamu


datang. Ayo kita bertemu dengan para orang tua kita.” Ajak Carly dengan menarik


lengan Bastian.


“Lepaskan tanganku hei hei


lepaskan aku bilang.” Kata Bastian, namun Carly tetap memaksanya.


“Mami papi coba lihat siapa yang


datang.” Kata Carly.


“Bastian?” Kata orang tua mereka


bersamaan.


Bastian bingung dan tidak tau

__ADS_1


harus berbuat apa, dia kepikiran dengan Bella yang menunggunya disana. Dia mencoba


mengirim pesan teks kepada Bella namun ponselnya direbut oleh ibu Bastian.


__ADS_2