Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
Yes I Will


__ADS_3

"sekarang aku beri waktu kamu lima menit untuk menjawab pertanyaanku tadi. jika kamu mau menikah denganku, pakailah cincin itu di jari manis sebelah kanan. tapi jika tidak, kamu hanya perlu menunjukkan cincin itu di telapak tanganmu. dan selama kamu berfikir. aku akan berdiri membelakangimu."


"iya aku paham."


"lima menit mulai dari sekarang." Ahmad lalu memutar tubuhnya membelakangi Fitri. melihat deburan ombak laut yang perlahan-lahan menghapus tulisan di pantai tersebut.


sambil melihat arloji yang menempel ditangannya.


Dengan segera Fitri mengambil kotak cincin yang berada di dalam tasnya. dan mengambil cincin yang ada di dalam kotak tersebut. dia lalu memasukkan kembali kotak cincin itu kedalam tasnya.


dengan sangat pelan Fitri memasukkan cincin tersebut kedalam jari manisnya. memandangnya sekilas. lalu meletakkan kedua tangannya di belakang badannya.


Rey yang melihat Fitri memandang cincin tersebut langsung saja memotretnya. dia bersembunyi diantara pohon kelapa yang ada di tepi pantai tersebut.


Ahmad berkata kepada Fitri.


"udah siap belum??."


"udah."


"aku balik badan sekarang boleh ya."


"boleh kok."


Ahmad lalu berbalik badan dan langsung menatap Fitri.


"mana tangannya??"


"ini ada di belakang badanku."


"terus apa jawaban dari pertanyaanku tadi??."


"em...kasih tahu gak ya??." kata Fitri menggoda Ahmad.


"iya dong."


"mau tau aja apa mau tau banget??."


"dua-duanya."


"tapi kamu jangan kecewa dengan jawaban yang aku berikan ya,."


"iya, aku terima apa pun jawaban yang kamu berikan."


"yakin.??"


"yakin 100%." jawab Ahmad mantap.


Fitri mengeluarkan tangannya dari belakang tubuhnya. dan seketika dia melihat cincin itu sudah melingkar indah di jari manis Fitri.


dan Fitri pun menjawab pertanyaan Ahmad tersebut.


"YES I WILL Ahmad Nur Hakim.."


"serius??."


"iya mas Ahmad ku." jawab Fitri manja.


Ahmad hampir saja menitihkan air mata tanda bahagia. baru pertama kalinya dia bahagia sebahagia ini.


"boleh peluk??."


"gak boleh, belum halal." kata Fitri.


"iya deh, makasih banyak ya.. kamu udah ngerubah banyak hal dalam hidup aku."


"buat apa makasih segala. orang aku juga gak ngapa-ngapain kok."

__ADS_1


"udah ah, jangan berdebat. ini hati aku lagi bahagia.. lamaranku diterima Sama kamu. dan secepatnya aku akan ngelamar kamu secara resmi dengan keluarga besar ku nanti."


"udah ah, jangan keburu-buru. nikmati waktu yang ada."


"tapi aku kebelet pengen nikah sayang."


"ih kamu mah gitu." kata Fitri sambil berlari menjauhi Ahmad.


Ahmad yang merasa dirinya ditinggalkan langsung saja mengejar pujaan hatinya itu. tak lupa dia juga melepas sepatunya dan meninggalkannya begitu saja di atas pasir.


"eh tunggu dong Fitri. awas nanti jatuh loh."


"enggak kok wekkkk...."


karena langkahnya terasa berat akhirnya Fitri melepaskan sepatunya juga dan menentengnya sambil berlari.


"ayok kejar kalo bisa." goda Fitri.


"awas ya kalo sampe aku bisa ngejar kamu bakal aku cium kamu." kata Ahmad yang masih terus mengejar Fitri. Hingga mereka berlari sangat jauh dari tempat tadi.


Fitri pun berhenti karena kelelahan..


"udah ah stop,, aku capek." dengan nafas ngos-ngosan.


"eh, siapa tadi yang minta di kejar?."


"kan tadi, Sekarang udah gak. capek nih." sambil memegang perutnya.


"main air aja yuk."


"gak ah, nanti basah. gak bawa baju ganti."


"gak usah ganti juga gak papa. atau mau pake baju aku. tuh di mobil juga ada." sambil menaik turunkan kedua alisnya.


"ih kamu mesum. tau gitu gak mau aku Nerima cowok mesum kaya kamu."


"ayok, aku juga udah kelaparan nih. haus juga lagi."


"ya udah yuk makanya sekarang jalan." menggandeng tangan Fitri.


Fitri yang melihat tangannya di pegang oleh Ahmad langsung menatapnya.


"kenapa?? gak boleh??." tanya Ahmad melepaskan pegangannya.


"boleh kok." jawab Fitri sambil tersenyum.


mereka berdua lalu berjalan menuju meja tersebut sambil bergandengan tangan.


Rey yang tak mau ketinggalan moment langka langsung mengabadikannya.


"huh so sweet." batin Rey.


"kapan ya gue kaya gitu. duh dasar jomblo ngenes." ucap Rey pada dirinya sendiri.


"kapan kamu nyiapin ini semua mas??." tanya Fitri kepada Ahmad.


"beberapa hari yang lalu. kamu suka??."


"suka banget. gak nyangka kamu seromantis ini."


"iya dong, siapa dulu.??" sombong Ahmad.


"tuh kan mulai sombongnya."


"hehe, gak kok sayang."


mereka sudah sampai di meja tersebut. diatas meja hanya di terangi lilin- lilin kecil. Ahmad menarik kursi untuk diduduki Fitri. setelah itu menarik kursi untuk diduduki dirinya sendiri.

__ADS_1


"ini yang namanya candle light dinner ya mas??."


"iya, makan malam yang diterangi dengan cahaya lilin. tapi kalo ini spesial."


"apa spesialnya??"


"ditemani kamu."


"yah mulai ngegombal."


Pelayan yang sudah disiapkan oleh Dika pun datang dengan membawa beraneka macam olahan seafood. serta orange jus sebagai minumannya.


ada udang saos asam manis, kepiting saus tiram. ada lobster panggang. tomyam seafood.dll


"ini kita cuma makan berdua kok menunya banyak banget sih. mana seafood semua sih mas makanannya. nanti lama-lama kolesterol ku tinggi."


"ya kan namanya dinner di pantai ya makannya makanan laut dong. gak akan tinggi sayang. kan jarang makannya."


mereka berdua pun akhirnya makan dengan lahap tanpa ada rasa malu-malu lagi. karena keduanya memang sudah lapar dari tadi.


sesekali mereka makan sambil ngobrol dan bercanda.


"makasih ya Fitri kamu mau Nerima lamaran aku. padahal tadi aku insecure sama diri aku sendiri. takut kalo ditolak sama kamu."


"tadi katanya kamu nerima apapun keputusan yang akan aku kasih. kok insecure??."


"ya takut aja kamu menjauh dari aku. padahal kita kan udah deket. apalagi kedua orang tua kita sama-sama tahu."


"ya gak papa. kata mama kamu, kalo aku gak nerima lamaran kamu, dia bakal anggap aku seperti anak sendiri terus boleh dong aku jadi adek angkat kamu."


"itukan kata mama. kata aku mah beda. kamu bolehnya jadi temen hidupku."


"emang kamu udah beneran mantep mau cepet-cepet nikah??."


"iya dong, pengen cepet bawa kamu ke penghulu. biar bisa berduaan terus sama kamu."


"ih, terus aja tuh ngegombalnya. emang apa yang kamu suka dari aku??."


"semuanya."


"ih aku serius."


"aku juga lebih serius."


"terus sejak kapan kamu suka sama aku??"


"sejak pertama kali kita ketemu."


"pas di perpustakaan kota itu ya," kata Fitri sambil mengingat-ingat pertemuan pertama mereka.


"iya, sejak saat itu aku jadi ke perpustakaan kota. mana tau ketemu kamu lagi. eh malah ketemunya di mall."


"terus kecelakaan deh."


"udah ah jangan di inget-inget yang itu. sedih tau."


bersambung....


jangan lupa untuk selalu vote...


like...dan coment ya..


jangan lupa follow author juga...


salam sayang dari Author


MENUA BERSAMAMU..😊😊🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2