Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
Bakso


__ADS_3

mereka berdua langsung pulang ke rumah sebelum adzan Maghrib berkumandang.


tadi di jalan, sebelumnya Fitri sudah mengabari ibunya untuk tidak usah memasak makanan untuk makan malam. karena dia sudah membeli bakso untuk menu makan malam mereka bertiga.


saat adzan magrib berkumandang, mereka baru saja masuk ke dalam rumah. selepas adzan selesai, Fitri dan ayahnya pergi mandi secara bergantian.


mereka melaksanakan shalat magrib berjamaah di dalam rumah. selesai shalat magrib, Bu Sundari memanaskan kembali kuah bakso yang tadi di beli Fitri. kemudian menghidangkan masing-masing bakso ke dalam mangkok dan di susun di atas meja.


Bu Sundari merasa heran, kenapa anaknya membeli banyak macam bakso. " siapa yang mau makan sebanyak ini???" batinnya.


pukul setengah tujuh malam, mereka kemudian berkumpul di meja makan. dan bersiap untuk makan malam. tiba-tiba dari luar terdengar ketukan pintu.


"siapa itu Bu??" tanya Pak Sumarno.


"ya mana ibu tahu." kata Bu Sundari.


"ya udah ibu pergi ke depan dan lihat siapa yang mengetuk pintu."


"iya pak."


Bu Sundari kemudian berjalan ke depan untuk membukakan pintu, sebenarnya dia juga heran siapa yang bertamu malam-malam begini. karena tidak biasanya mereka menerima tamu malam-malam.


dan setelah membuka pintu, ternyata tamu yang datang adalah Ahmad, calon menantunya sendiri. Bu Sundari pun terkejut karena Fitri juga tidak memberitahu bahwa Ahmad akan datang malam ini.


"assalamualaikum buk. ibu kaget ya saya datang kesini malam-malam." tanya Ahmad sambil menyalami Bu Sundari.


"waalaikumsalam, iya nak. kan biasanya Fitri ngabarin ibu kalo kalian mau dateng. tapi ini kok gak ngabarin sih." ujar Bu Sundari sambil menyalami tangan Ahmad.


"hehehe.. jangan marah ke Fitri ya buk. sebenarnya saya datang kesini juga gak ngabarin Fitri. saya cuma ngasih tahu kalo mau dateng besok pagi."


"oh alah. kamu ini. ya udah yuk, masuk dulu sini. kita juga mau makan malam."


"iya buk. jadi ngrepotin nih."


"gak dong. udah ayo masuk."


mereka berdua lalu masuk ke dalam rumah.


"siapa Bu yang datang malam-malam begini??" tanya Pak Sumarno.


"coba tebak siapa hayo??" ujar Bu Sundari.


"ih ibuk malah main tebak-tebakan sih." kata Fitri.


"dan yang datang adalah,... sini nak masuk kita makan bersama.." ujar Bu Sundari kepada Ahmad.


dan Ahmad pun langsung masuk ke ruang makan yang bersatu dengan dapur tersebut. dia menampakkan senyum yang mengembang. apalagi setelah melihat pujaan hatinya itu.


Fitri terkejut bukan main melihat siapa yang datang ke rumah orang tuanya malam-malam begini.

__ADS_1


"hah mas Ahmad???" ujar Fitri.


"iya sayang." kata Ahmad.


''kok dateng malem-malem gini sih?? katanya besok pagi mau dateng."


”gak sabar nunggu besok pagi." kata Ahmad cengengesan.


"idih. mulai deh gombalnya. tapi kenapa gak ngabarin aku dulu sih??"


"kan surprise. masa ngabarin sih."


"ah kamu gak asik."


"idih. ngambek deh."


Pak Sumarno yang melihat kedua pasang muda-mudi itu langsung menengahi pembicaraan mereka.


"udah-udah ngambeknya nanti lagi. sekarang kita makan malam dulu yuk." ujar Pak Sumarno.


"iya nih Fitri, bukannya calon suaminya di ajak duduk terus makan malah diajak berantem." kata Bu Sundari.


"iya deh buk."


Ahmad lalu mendekat dan menyalami Pak Sumarno dan juga tak lupa menyalami Fitri.


mereka berempat akhirnya duduk di meja makan untuk makan malam bersama-sama.


"bukan nak, ini semua yang beli Fitri sama bapak pas tadi habis dari pasar." kata Bu Sundari.


"ngapain buk dari pasar??"


"beli oleh-oleh." jawab Fitri.


"udah ayok dong makan. nanti keburu dingin nih baksonya." kata pak, Sumarno.


mereka semua makan dengan lahap. Fitri makan bakso lava yang sudah lama dia inginkan, dia juga mencoba makan bakso beranak yang di makan oleh Ahmad. sedangkan Pak Sumarno dan Bu Sundari memakan bakso urat dan bakso halus.


sementara bakso iga dan juga bakso rusuk mereka berempat makan bersama-sama.


"Alhamdulillah akhirnya habis semua baksonya." kata Fitri.


"Untung ada nak Ahmad Dateng ke sini. coba kalo nggak gimana coba kita ngabisin bakso segitu banyaknya." kata Bu Sundari.


"ya kan bisa buat besok lagi buk." kata Fitri.


"iya sih. tapi ya eneg juga nak kalo kita makan bakso kebanyakan." kata Bu Sundari.


"iya bener nak." tambah Pak Sumarno.

__ADS_1


"ya udah yang penting sekarang udah habis kan baksonya." kata Ahmad.


"iya sih." Fitri.


"eh sayang, kamu beli baksonya dimana sih?? kok enak banget gini. gak seenak bakso yang biasa aku makan di Jakarta." kata Ahmad.


"itu di dekat pasar."


"aku mau lagi dong. besok kita kesana ya." kata Ahmad.


"ya tapi kan besok kita mau berangkat ke Bandung dan terus pulang ke Jakarta."


"ya gak papa lagi. sekalian mampir. emang biasanya buka jam berapa warung baksonya??"


"paling sekitar jam sepuluh pagi."


"ya udah kalo gitu kita besok berangkat jam sepuluh pagi aja ya. sekalian mampir ke warung bakso langganan kamu itu. besok kita makan disana."


"tapi...."


"udah gak usah tapi-tapian. yang penting besok sebelum ke Bandung kita mampir makan di warung bakso itu."


"oke deh. eh, tapi kita lama gak di Bandung??"


"gak usah lama-lama. nanti sekitar jam setengah satu siang kita kan sampai di Bandung. terus nanti jam empat kita pulang ke Jakarta deh."


"emang kamu gak kecapean??" tanya Fitri.


"enggak dong kalo ada kamu di samping aku. hehehe.."


"duh. mulai lagi deh gombalnya."


"hehehe. jadi nanti habis magrib kita udah sampai di Jakarta. terus besok paginya kita kerja lagi deh. kan tidurnya juga cukup tuh."


"oke deh kalo gitu. aku nurut kamu aja."


"ya pokoknya harus nurut dong sama calon suami. hehehe.."


Pak Sumarno dan Bu Sundari yang mendengar obrolan mereka hanya bisa tersenyum dan geleng-geleng kepala.


"aduh. kelakuan anak muda jaman sekarang." batin mereka.


"eh. mas mendingan kamu ikut bapak kedepan deh. biar aku bantuin ibu buat beresin ini semua." kata Fitri.


"udah gak papa. biar ibu sendiri aja yang beresin. kalian ke depan aja." kata Bu Sundari.


", enggak buk, biar Fitri bantuin. kan besok Fitri juga udah balik lagi ke Jakarta."


"ya udah deh. terserah kamu aja."

__ADS_1


Fitri kemudian membantu Bu Sundari untuk mencuci piring dan mangkuk yang kotor setelah di pakai untuk makan malam barusan. sementara pak Sumarno dan juga Ahmad duduk di ruang tamu sembari menonton TV dan mengobrol bersama....


bersambung...


__ADS_2