Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
Meeting


__ADS_3

Sambil mengecek email yang masuk tak lupa dia order makanan via online. dia order ayam panggang dan capcay sayur serta orange jus. sebelum order dia menelepon pak Maman yang berjaga di gerbang depan.


"haloo. pak Maman."


"iya tuan, ada apa??"


"bapak sudah makan apa belum??."


"belum Tuan."


"oh ya sudah, kalo nanti ada tukang ojek online dateng nganter makanan di terima aja ya, satu buat pak Maman dan satu buat saya. nanti tolong anterin ke ruang kerja saya."


"baik Tuan, terima kasih banyak. nanti pasti akan segera saya anter ke ruang kerja tuan."


Ahmad langsung mematikan telpon dan kembali memesan makanan untuk dia dan pak Maman. karena setelah pulang dari rumah sakit dia tertidur hingga lupa makan siang.


Pak Maman mengetuk pintu dan memberikan makanan yang di pesan kepada pemiliknya. Setelah selesai makan dia langsung meneruskan pekerjaannya.


Saat mengecek email, tiba-tiba dia dikejutkan dengan adanya email masuk atas nama PT Jaya Perkasa.


lebih mengejutkan lagi jika besok dia harus pergi meeting di PT tersebut membahas tentang kerja sama antar perusahaan.


"wah, setahuku ini kan perusahaan tempat Salsa kerja. terus gue di suruh meeting disana gitu." kata Ahmad seorang diri.


"liat besok aja lah, semoga berjalan dengan lancar dan semoga besok gue gak ketemu sama dia lagi."


karena sejak mereka berdua putus, Ahmad memblokir semua akses dengan Salsa. terlebih lagi dia tidak membiarkan Salsa masuk kedalam rumahnya. Dia sangat kecewa dengan kelakuan Salsa.


Dulu memang saat berpacaran, Salsa sering datang ke rumah ketika weekend. membujuk Ahmad untuk jalan-jalan di Mall. Salsa memang hobby shopping.


Lelah berfikir dan merampungkan beberapa pekerjaan membuat Ahmad kembali dilanda rasa kantuk. Akhirnya dia keluar dari ruang kerja dan langsung kembali ke kamarnya untuk tidur.


Dia tertidur ketika jam sudah menunjukkan pukul 12 tengah malam.


Keesokan paginya dia bangun pukul 6.30 .setelah mandi dan berpakaian rapi, dia turun lalu membuat susu dan memakan roti untuk sarapan.


Dia berangkat lebih pagi karena akan menyiapkan berkas-berkas untuk meeting bersama atasannya di PT Jaya Perkasa.


Meeting memang akan diadakan pukul 9 pagi. membuat Ahmad lebih bisa leluasa menyiapkan materi untuk meeting. saat sedang menyusun berkas tiba-tiba sahabatnya datang.

__ADS_1


"woy, tumben Lo berangkat pagi banget.biar gak lembur ya nanti." kata Rio


"enggak, gue mau meeting sama bos di PT Jaya Perkasa."


"eh, tunggu..setahu gue itu kan tempat kerja mantan pacar Lo kan." kata Andri menimpali


"iya bener, emang Lo pada gak tau ya soal meeting itu."


"enggak tau lah kita, orang kita juga gak dapet pemberitahuan dari si bos." kata Rio


"iyalah kan Lo arsitek kesayangan bos, jadi ya kalo dia meeting Lo juga pasti ikut lah. Lo kan selalu punya ide cemerlang." tambah Nisa


Memang Ahmad terkenal arsitek yang teladan dengan berbagai desain dan ide yang cemerlang. sehingga mudah menarik investor untuk bekerja sama dengan perusahaan mereka.


Ahmad pernah mau diangkat jabatannya menjadi manager tapi dia menolak. karena menurut dia pekerjaan menjadi manager lebih besar tanggung jawabnya. jadi dia masih setia dengan pekerjaannya sekarang.


"semoga gue gak ketemu sama perempuan itu." kata Ahmad


"emang kenapa kalo ketemu?? kan kalian juga udah gak punya hubungan apa-apa." kata Rio


"kalian tau kan, kalo dia masih tetep ngejar-ngejar gue sampe sekarang. gue males kalo ketemu dia.nanti dia cari perhatian terus sama gue."


"liat aja nanti."


Pintu ruangan khusus arsitek di ketuk,


"permisi, apa Pak Ahmad sudah siap?? jika sudah, di mohon untuk pergi keruang pak Yanuar sekarang." kata Astri yang bekerja menjadi sekretaris Pak Yanuar.


Pak Yanuar adalah CEO dari PT Maju Sentosa tempat Ahmad bekerja.


"oke , baik saya akan segera kesana." kata Ahmad sambil merapikan berkas yang akan di bawa meeting nanti.


Dia keluar ruangan sambil berpamitan dengan para sahabatnya.


"doain gue ya biar acara meettingnya lancar dan langsung menang tender."


"oke bro, kita doain semoga meetingnya sukses dan gak ketemu sama mantan." kata Andri


"oke, gue pergi dulu ya. bye.."

__ADS_1


Ahmad pergi membawa semua berkas dan laptopnya. dia berjalan menuju ruangan Pak Yanuar dan setelah itu mereka bertiga berangkat bersama mengendarai mobil Pak Yanuar.


Tiga puluh menit berlalu mobil sudah sampai di area parkir PT. Jaya Perkasa. Mereka bertiga masuk dan sudah di sambut oleh orang kepercayaan sang pemilik perusahaan. Mereka diantarkan menuju ruang meeting.


Saat sudah berada di ruang meeting, tak lama setelah itu sang pemilik perusahaan yaitu Pak Jaya datang ke ruang meeting. semua menunduk hormat padanya.


Ahmad memandang ke arah Pak Jaya, dibelakangnya ada seorang wanita yang mukanya sangat familiar untuk dia. "Salsa" batin dia


"sial, kenapa juga harus bertemu dengan wanita itu." gerutu Ahmad pelan.


Rapat berlangsung, saat Ahmad sedang melakukan presentasi untuk menampilkan hasil desain dan juga pertimbangan lainnya serta keuntungan yang kedua perusahaan dapat jika mereka bekerja sama.


Semua manggut-manggut mendengar penjelasan Ahmad dan langsung bertepuk tangan setelah Ahmad melakukan presentasi. Dia tahu selama presentasi ada sepasang mata yang tak berkedip memandangi wajahnya. Siapa lagi kalo bukan Salsa.


Kerja sama antar dua perusahaan berhasil ketika mereka menandatangani kontrak kerja.


Dua jam berlalu akhirnya mereka semua keluar dari ruang meeting.


Ahmad keluar dan akan menunggu sang atasan di ruang tunggu.karena sang atasan masih ngobrol dengan rekan bisnisnya.


"selamat ya, kamu memang selalu yang terbaik." kata salsa menghampiri Ahmad


"ya, terima kasih." kata Ahmad cuek


"kamu sekarang tambah tampan sih." goda Salsa ingin menyentuh wajah Ahmad tapi langsung di tepis.


"maaf, saya sedang sibuk. jadi jangan ganggu saya. silahkan anda kembali ke ruang kerja anda." kata Ahmad dingin


"kamu memang tidak pernah berubah, selalu bersikap dingin denganku."


"ya, setelah apa yang kamu lakukan padaku dulu. kamu ingat itu." kata Ahmad sambil berlalu meninggalkan Salsa seorang diri.


"ih sebel, kenapa sih dia selalu mengungkit masa lalu. padahal hari ini aku sudah berdandan lebih cantik dari biasanya. untuk menarik perhatiannya. tapi tetep aja dia tidak tertarik. justru mata para pria mata keranjang yang memandangku dengan penuh nafsu. sial." kata Salsa


Setelah sekian lama menunggu, akhirnya sang bos dan sekretarisnya keluar menghampiri dia. Mereka bertiga berjalan menuju depan gedung karena sang supir sudah menunggu disana.


Bersambung...


Jangan lupa klik tombol love nya ya... buat novel Menua Bersamamu...

__ADS_1


Daan jangan lupa like, coment dan vote...


__ADS_2