Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
Season 2 Bagian 19


__ADS_3

“Aku akan mengantarmu pulang,


naiklah mobilku. Nanti biar supirku yang mengantarkan mobilmu.” Kata Bastian.


“Aku tidak ingin ada rumor yang


menyebar tentang kita. Hubungan kita sudah berakhir.” Kata Bella.


“Masuklah, nanti satpam yang


mengantar mobilmu karena hanya dia yang mengetahui kondisi kita sekarang.” Kata


Bastian.


Akhirnya Bella pun masuk kedalam


mobil Bastian.


“Lupakan semua kejadian semalam.”


Kata Bella.


“Kejadian yang mana dulu? Semalam


banyak kejadian diantara kita berdua.” Kata Bastian.


“Semuanya.” Kata Bella.


“Pakailah jaketku.” Kata Bastian.


“Tidak perlu.” Kata Bella.


“Lalu kamu mau menunjukkannya


kepada banyak orang?” Tanya Bastian, akhirnya Bella memakai jaket milik


Bastian.


Setibanya di apartemen Bella,


Bastian ikut turun juga mengantarkan Bella.


“Untuk apa kamu turun? Tidak


perlu mengantarku sampai atas.” Kata Bella.


“Aku akan mengantarmu sampai atas.”


Kata Bastian.


“Tidak perlu, kamu bisa kembali


pulang sekarang.” Kata Bastian.


“Jangan berpikir aneh terhadapku,


aku hanya ingin memastikan kamu tiba dengan selamat.” Kata Bastian.


“Tapi tidak perlu mengantarku


juga sampai didepan pintu kan?” Tanya Bella.


Didalam lift, ada beberapa orang


juga didalam lift tersebut, Bella menunduk karena takut dirinya diketahui.


Kemudian Bastian menggandeng


Bella dan menyembunyikan wajah Bella di dekapannya.


“Pakai kacamatamu.” Bisik


Bastian.


“Ah I iya baiklah.” Kata Bella.


Setibanya di lantai kamar Bella.


Bella dan Bastian pun segera keluar.


“Terima kasih telah mengantarku,


cepat pulanglah.” Kata Bella.


“Aku haus, bisakah kamu memberiku


air minum.” Kata Bastian.


“Apa sih mau kamu sebenarnya?”


Gerutu Bella sambil membuka pintu kamar apartemennya. Bastian pun segera masuk


kedalam apartemen Bella.


“Bagus sekali apartemen milikmu.”


Kata Bastian.


“Cepat pergilah, bagaimana jika


ada orang yang melihat kita berdua.” Kata Bella.


“Tidak akan ada kok, jangan


khawatir.” Kata Bastian.


Kemudian Bella mengambilkan minum


untuk Bastian.


“Cepat minumlah lalu kembali


pulang sekarang juga. Jangan lupa mobilku.” Kata Bella.


“Nanti satpamku akan


mengantarkannya.” Kata Bastian.


Tiba-tiba ada suara bel pintu.

__ADS_1


“Siapa itu? Aduh bagaimana ini.”


Kata Bella bingung.


Kemudian Bella melihat di layar


dan ternyata yang adalah kakaknya Bella yaitu Dina.


“Aduh gawat kak Dina datang.


Cepat sembunyi didalam toilet, oh tidak jangan aduh bagaimana ini.” Kata Bella


sangat panik.


“Temui kakakmu dan jelaskan yang


sebenarnya terjadi, selesai kan.” Kata Bastian.


“Apa kata kakak ku jika dia


melihatmu? Pasti dia akan berpikir macam-macam terhadapku, cepat sembunyi.”


Kata Bella.


“Aku ambil sepatuku dulu, aku


harus sembunyi dimana?” Tanya Bastian.


“Didalam lemariku. Cepat masuk


dan sembunyi.” Kata Bella.


“Apa? Tapi lemari kan sangat


sempit, kakiku saja sangat panjang pasti lelah jika harus menekuknya.” Kata


Bastian.


“Cepat sembunyi sekarang juga.”


Kata Bella tegas, akhirnya Bastian pun bersembunyi didalam lemari Bella.


“Diam disini dan jangan keluar


sebelum aku menyuruhmu.” Kata Bella.


“Iya, cepat temui kakakmu dan


suruh pulang secepatnya karena aku tidak ingin berada didalam lemari terlalu


lama.” Kata Bastian.


Bella kemudian membuka pintu.


“Lama sekali sih.” Kata Dina.


“Ada apa kak Dina datang kesini?”


Tanya Bella.


“Aku merindukanmu adikku sayang.”


Kata Dina.


sendiri? Dimana anak dan suamimu?” Tanya Bella.


“Suamiku sedang pergi dengan


Felicia, mereka berdua pergi ke rumah neneknya dan menginap disana.” Kata Dina.


“Lalu kenapa kamu tidak ikut


bersama mereka? Aku sedang sibuk kak jadi cepatlah pulang ya, aku mohon.” Kata


Bella.


“Tega sekali kamu mengusirku,


pergilah jika kamu ada perlu. Aku akan menginap semalam disini.” Kata Dina.


“Apa? Kamu mau menginap? Tidak


bisa, kak Dina harus pulang.” Kata Bella.


“Kenapa sih kamu kok aneh sekali?


Biasanya kamu menyuruhku datang kesini. Oh pasti Jordi mau datang kesini ya?


Jangan khawatir, aku bisa memakai kamar tamu.” Kata Dina.


“Aduh sial, bagaimana ini.” Kata


Bella dalam hati.


“Bukan begitu, aku sedang


mengerjakan sesuatu dan aku tidak ingin diganggu.” Kata Bella.


“Aku tidak akan mengganggumu,


masuklah kedalam kamarmu. Aku akan masuk ke kamar tamu. Oh iya pinjamkan aku


baju tidur atau aku ambil sendiri saja ya di lemarimu.” Kata Dina.


“Jangan kak, biar aku yang


mengambilkan baju untukmu. Tunggulah didalam kamarmu.” Kata Bella.


Setelah itu Bella mengambilkan


baju untuk kakaknya. Dia membuka pintu lemarinya.


“Ah akhirnya aku bisa bernapas


lega.” Kata Bastian.


“Jangan berisik, kakakku akan


menginap disini. Aduh bisa gawat ini.” Kata Bella.

__ADS_1


“Apa? Cepat suruh dia pulang.”


Kata Bastian.


“Tidak bisa, dia memaksa untuk


menginap disini. Bagaimana kalau kamu lewat jendela saja, tapi tidak mungkin


karena apartemenku ada di lantai yang cukup atas. Ini semua gara-gara kamu.”


Kata Bella.


“Suruh kakakmu cepat tidur lalu


aku akan keluar dari sini.” Kata Bastian.


“Baiklah, tunggu sebentar.” Kata


Bella.


**


Ketika Dina sedang didalam kamar,


Bella kemudian mengajak Bastian untuk keluar secepatnya.


“Cepat keluar dari lemariku, kak


Dina sedang didalam kamar.” Kata Bella.


“Ah syukurlah, kakiku lelah


sekali.” Kata Bastian.


“Itu karena tinggimu yang sangat


berlebihan.” Kata Bella. Ketika Bastian dan Bella akan keluar dari pintu kamar,


tiba-tiba Dina mengetuk pintu kamar Bella.


“Bell, apakah kamu ada didalam? Aku


mau pakai produk perawatan wajah milikmu.” Kata Dina. Karena situasi terjepit,


Bella mendorong Bastian hingga kepalanya terbentur dinding, lalu Bastian pun


segera bersembunyi dibawah ranjang Bella. Setelah itu barulah Bella membuka


pintu kamarnya.


“Ada apa kak?” Tanya Bella.


“Minggir, aku mau mengambil


produk perawatan wajahmu. Aku ingin memakai masker wajah.” Kata Dina.


“Ada kotak make up ku.” Kata


Bella.


“Wah nyaman sekali kamarmu, aku


ingin tidur disini nanti malam.” Kata Dina.


“Apa? Tidak boleh, aku tidak


ingin diganggu, lagipula besok aku ada pemotretan jadi aku harus cukup tidur. Cepat


ambil maskernya dan pakailah dikamar kakak.” Kata Bella.


“Kenapa sih kamu seperti akan


mengusirku saja, cepat bantu kakak memakai masker ini.” Kata Dina.


“Astaga kenapa dia harus menginap


disini dan membuatku kesusahan sih.” Gerutu Bella. Setelah membantu kakaknya


memakai masker.


“Sudah selesai, cepat keluar dari


kamarku.” Kata Bella.


“Iya iya, kamu mau tidur? Masih sore


ini, kita keluar yuk kita makan malam diluar.” Kata Dina.


“Aku sedang malas untuk keluar,


ah tunggu baiklah. Aku akan beli makan diluar lalu kita makan bersama disini


saja.” Kata Bella.


“Makan saja ditempat.” Kata Dina.


“Tidak, aku sekarang tidak bisa


bebas kalau keluar kak. Kakak tunggu saja disini biar aku yang keluar untuk


membeli makan ya.” Kata Bella.


“Kakak ikut sekalian.” Kata Dina.


“Kak Dina.” Teriak Bella.


“Kamu berteriak pada kakakmu?”


Tanya Dina.


“Bukan begitu, tapi aku hanya


hanya ingin segera tidur dan tidak ingin makan malam. Cepat keluarlah dari


kamarku.” Kata Bella.


“Kenapa sih? Kamu aneh sekali


hari ini.” Kata Dina.

__ADS_1


“Aku lelah dan tidak ingin


diganggu.” Kata Bella lalu menutup kamar dan menguncinya.


__ADS_2