
Ayah dan ibu Bella kembali ke
rumah.
“Kalian sudah makan?”Tanya ibu
Bella.
“Sudah bu, masakan ibu luar
biasa.” Kata Bastian.
“Syukurlah kalau Bastian suka
dengan masakan ibu.”Kata ibu Bella.
“Oh ya kata Bella kamu sudah
melamarnya dan berencana untuk menikahi putrid saya?Apakah itu benar?”Tanya
ayah Bella.
“Benar, saya minta ijin kepada
ibu dan ayah untuk merestui hubungan kami, kami saling mencintai dan jujur saya
tidak bisa hidup tanpa anak ibu dan ayah.”Kata Bastian sambil menunduk meninta
restu kepada orang tua Bella.
“Ayah dan ibu sebetulnya sudah
lama menyetujui hubungan kalian berdua, tapi sebelum kalian menikah kami punya
satu permintaan buat kamu.” Kata ayah Bella.
“Apa permintaan ayah?” Tanya
Bastian.
“Ayah dan ibu ingin agar orang
tuamu merestui hubungan kalian dan tidak membenci putri kami. Apakah kamu bisa
melakukannya?”Tanya ayah Bella.
“Saya akan berusaha demi putrid
ayah dan ibu.”Kata Bastian dengan sangat yakin dan percaya diri.
“Ibu tidak mau jika putri ibu
tidak disukai di keluargamu bahkan membencinya apalagi jika mereka menyusahkan
anak ibu.”Kata ibu Bella.
“Saya janji akan melakukan apapun
demi Bella.” Kata Bastian.
“Terima kasih, ayah dan ibu akan
selalu mendukung kalian dan merestui hubungan kalian.”Kata ayah Bella.
__ADS_1
**
Bastian dan Bella pergi ke kebun
teh milik orang tua Bella.Disana mereka berjalan-jalan sambil menikmati udara
yang sejuk dan dingin.
“Udara disini sangat sejuk, aku
suka sekali.” Kata Bastian, namun Bella hanya diam saja sambil terus berjalan.
“Hei, kenapa kamu diam saja?”
Tanya Bastian.
“Kamu yakin akan melakukan
permintaan ayah dan ibuku? Bagaimana jika orang tuamu masih membenciku dan
tidak mau member restu sama hubungan kita? Apakah kamu akan meninggalkanku?”
Tanya Bella.
“Lihat aku, aku serius bicara
kepada orang tuamu, aku akan melakukan apapun agar kedua orang tuaku bisa
menerimamu dan merestui hubungan kita.” Kata Bastian.
“Benarkah?” Tanya Bella.
“Tentu saja, percayalah padaku.”
Kata Bastian.
mempercayaimu.Mulai mendung, sebaiknya kita segera kembali pulang, sepertinya
akan turun hujan.” Kata Bella.
“Tunggu sebentar, ambilkan fotoku
disini.” Kata Bastian.
“Apa?Kamu masih sempat untuk
berfoto disini?Mulai gerimis kita harus segera kembali pulang.” Kata Bella.
“Sudah jangan banyak bicara,
cepat ambil fotoku disini.Ambil fotoku sebagus mungkin dan yang banyak.” Kata
Bastian, lalu Bella mengambil foto Bastian sebanyak mungkin. Hujan pun semakin
lebat.
“Aduh bagaimana ini?Hujannya
sangat lebat.Ayo kita berteduh di gubuk itu saja, ayo cepat lari.”Ajak Bella
sambil berlari.
Setibanya di gubuk tersebut.
__ADS_1
“Aduh bagaimana ini hari sudah
semakin gelap dan kita terjebak hujan disini.Coba tadi kita langsung pulang
pasti tidak akan terjebak seperti ini, ini semua gara-gara kamu yang minta
berfoto padahal sudah gerimis.” Gerutu Bella. Kemudian Bastian memakaikan jaket
miliknya kepada Bella.
“Pakailah jaketku agar tidak
kedinginan, aku akan memelukmu dari belakang agar kamu tetap hangat.” Kata
Bastian, Bella pun hanya diam saja dan jantungnya berdetak kencang.
“Aduh bagaimana bisa aku terjebak
disini, biasanya kalau di film-film pasti akan terjadi sesuatu hal yang tidak
seharusnya dilakukan, hujan bersahabatlah denganku kali ini, aku mohon
segeralah reda.”Kata Bella dalam hati.
“Kamu kenapa diam saja?Pasti kamu
berpikiran yang aneh-aneh kan haha.” Goda Bastian.
“Bukannya kamu yang selalu
berpikir aneh-aneh, dasar semua lelaki pasti pikirannya negative terus.” Gerutu
Bella.
“Biasanya kalau sudah seperti ini
pasti akan terjadi suatu hal yang bisa dibilang kenikmatan dunia haha.” Goda
Bastian.
“Jangan macam-macam kamu,
lepaskan aku.” Kata Bella.
“Kalau begitu lepaskan jaket
milikku.” Kata Bastian, kemudian Bella melepas jaket milik Bastian.
Hari semakin gelap, Bella
menyalakan lampu yang ada di gubuk tersebut.
“Coba telfon orang tuamu.” Kata
Bastian.
“Tidak ada sinyal saat hujan
lebat seperti ini.Ini semua gara-gara kamu.” Gerutu Bella.
Hujan pun semakin lebat dan hawa
dingin semakin mencekam.Bella merasakan kedinginan yang luar biasa hingga sulit
__ADS_1
untuk bernafas dan berbicara, dia hanya merintih karena kedinginan.Bastian pun
semakin khawatir.