Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
Berjalan Berdua


__ADS_3

hari ini, dengan berat hati Ahmad akan pulang ke Bandung. sebenarnya Ahmad ingin menunda kepulangannya esok hari. tapi, karena Bu Halimah memintanya untuk segera pulang, jadi dengan terpaksa dia harus pulang untuk membantu Bu Halimah menyiapkan acara lamarannya dua hari lagi.


Flash back off


malam itu selepas Ahmad masuk kamar, Bu Halimah menelpon.


"hallo. mah. assalamualaikum." kata Ahmad menjawab telepon dari Bu Halimah.


"hallo sayang. waalaikumsalam."


"ada apa mah?? kok malam-malam gini telpon. ??"


"emang telpon anak sendiri gak boleh??."


"boleh kok mah. mamah belum tidur??"


"belum. kalo mamah dah tidur gak bisa telpon kamu dong.''


"eh iya ya." kata Ahmad sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


"eh gimana tadi kamu sampai Cimahi jam berapa sayang??"


"sekitar jam 3 sorean mah."


"oh syukurlah kalau begitu. gimana disana suasananya??"


"enak mah. deket sama perkebunan dan ada pegunungan juga. jadi udaranya sejuk banget disini."


"enak dong ya. kamu betah disana??


"betah mah. malah rencananya aku pengen nginep disini satu malam lagi boleh kan mah."


"udah satu malam aja disana. besok kamu harus pulang lagi ke Bandung. buat nemuin om Tante sama saudara-saudara kamu yang bakal mama ajak ke Cimahi besok dua hari lagi."


"tapi mah."


"udah gak pake tapi-tapian. pokoknya besok harus pulang ke Bandung. kamu kan juga jarang ketemu sama saudara-saudara yang ada di Bandung. itung-itung menghargai mereka yang lebih tua lah. mereka udah nyampe waktu buat dateng ke acara lamaran kamu besok."


"iya deh mah. iya. besok Ahmad pulang ke Bandung. tapi sore ya berangkat dari sini."


"iya deh. terserah kamu aja. yang penting malamnya kamu udah sampai Bandung. karena malemnya kita mau makan malam bersama keluarga besar."


"oke deh mah."


"eh iya. gimana kabar kedua orang tuanya Fitri?? mereka semua sehat kan??"


"Alhamdulillah semuanya sehat mah."

__ADS_1


"syukurlah kalau begitu. salam ya buat keluarga Pak Sumarno dari mamah sama papah."


"iya mah. nanti Ahmad sampein ke mereka."


"ya udah kamu istirahat dulu sana udah malem. mama juga mau istirahat."


"iya mah. selamat malam mah. mimpi indah. salam juga buat papa ya."


"iya nanti mama sampein ke papah kamu. ya udah ya assalamualaikum."


"waalaikumsalam mah."


telpon pun kemudian di tutup dari seberang sana. dan Ahmad dengan segera langsung merebahkan diri di tempat tidur dan mulai menarik selimut. tak sampai lima menit Ahmad langsung tertidur.


Flash back on


setelah acara makan pagi, Ahmad dan Fitri berjalan-jalan disekitar kampung tempat tinggal kedua orang tua Fitri. mereka berjalan-jalan untuk menikmati suasana pedesaan yang sangat jarang mereka rasakan.


mereka berjalan-jalan sambil sesekali bersenda gurau.


"mas, kamu jadi pulang ke Bandung nanti siang??" tanya Fitri.


"iya jadi sayang. kenapa emangnya??"


tanya Ahmad.


"kamu berat ya mau pisah sama aku?? ya kan sayang."


"ih pede banget. kamu kali yang gak mau jauh-jauh dari aku." balas Fitri.


"hehe iya. tau aja kamu sayang." kata Ahmad sambil mencubit pipi kekasihnya itu.


"ih sakit tau mas." kata Fitri sambil mengelus-elus pipinya yang di cubit oleh Ahmad.


"ya maaf dong sayang. sebenarnya mas juga pengen nginep disini semalam lagi. tapi kata mamah mas harus pulang ke Bandung buat nemuin sodara yang udah lama gak ketemu."


"ya udah mas. pulang aja gak papa. besok dua hari lagi kan ketemu."


"kalo kangen gimana??"


"ih mulai deh."


"enggak. mas beneran serius. nanti kalo mas kangen gimana??"


"ya kan bisa telpon."


"tapi beda sayang. telpon sama ketemu."

__ADS_1


"ya kan dua hari lagi juga ketemu mas. ya udah ah jalan lagi yuk."


mereka berdua kembali berjalan bergandengan tangan sambil menikmati pemandangan di sana. dan sesekali mereka berswafoto berdua untuk dijadikan kenang-kenangan di masa depan.


"oh ya mas nanti pulangnya jam berapa??"


"paling sekitar jam empat dari sini."


"apa gak terlalu sore mas?? nanti sampe sana kecapean terus ketiduran gimana??"


"gak lah sayang. orang cuma nyetir satu jam aja kecapean."


"ya siapa tahu kan."


"udah kamu tenang aja. pokoknya mas gak akan kecapean deh. dan nanti kalo mas udah sampe di Bandung bakal langsung ngabarin kamu."


"iya mas."


"ya udah yuk pulang. katanya mau lihat kolam lele sama ayam peliharaan bapak." ajak Ahmad.


"ayok mas."


mereka berdua kemudian pulang kembali ke rumah Pak Sumarno. mereka berjalan sambil ngobrol hingga tak terasa sudah sampai di rumah kembali.


mereka berdua kemudian ke belakang rumah untuk melihat kolam lele dan juga peternakan ayam kecil-kecilan milik ayah Fitri.


kebetulan disana ada Pak Sumarno yang sedang memberi makan ayam-ayam peliharaannya.


"eh bapak disini??" tanya Fitri.


"iya nak. nih bapak lagi ngasih makan ayam-ayam peliharaan." jawab Pak Sumarno.


"sini pak, biar saya bantuin." kata Ahmad.


"apa kamu bisa nak??"


"bisa pak."


Pak Sumarno kemudian menyerahkan tempat pakan ayam kepada Ahmad. Ahmad lalu memberikan pakan ayam itu kepada ayam-ayam milik pak Sumarno. ayam makan dengan sangat lahap.


sedangkan Fitri membantu Pak Sumarno untuk memberikan pelet pada ikan lele yang ada di kolam.


--------


setelah makan siang, Ahmad kembali ke kamar untuk beristirahat karena nanti sore dia akan kembali ke Bandung.


sebelum Ahmad tidur, dia terlebih dahulu membereskan semua barang-barangnya untuk dibawa kembali ke Bandung menuju ke rumah orang tuanya.

__ADS_1


__ADS_2