
Tiga bulan kemudian, Bella dan
Bastian resmi berpisah. Di persidangan mereka bertemu untuk terakhir kalinya.
Bastian datang bersama seorang wanita yang tidak asing yaitu Vania.
“Apakah kamu bahagia setelah
perpisahan ini?” Tanya Bastian.
“Tentu saja, jadi inilah
alasannya kenapa tiba-tiba Vania mengundurkan diri sebagai manajer dan juga
asisten pribadiku. Waktu itu kamu bahkan sampai menangis-menangis untuk memohon
kepadaku tapi hubungan kalian berdua juga sepertinya sudah berjalan cukup lama
ya, aku benar-benar tidak menyangka denganmu.” Kata Bella.
“Secepat itukah kamu bisa
melupakanku mas.” Kata Bella dalam hati.
“Ini adalah permintaanmu, dan aku
sudah mengabulkan permintaanmu yaitu dengan berpisah.” Kata Bastian.
“Benar, memang ini keputusan yang
baik untuk kita.” Kata Bella, lalu dia pergi.
“Padahal dia yang meminta untuk
berpisah namun dia menyindirku seperti itu. Kenapa dia datang dengan penampilan
yang sangat berbeda bahkan dia terlihat lebih kurus namun masih tetap menawan.”
Kata Bastian dalam hati.
“Ayo kita pulang.” Ajak Vania
kepada Bastian.
**
Keesokan harinya.
Vania dan Bastian pergi ke
restoran untuk makan berdua.
Selama di perjalanan, Bastian masih
teringat dengan mantan istrinya. Dia masih berharap bisa kembali lagi dengan
Bella namun mereka sudah resmi untuk berpisah.
“Kamu sedang memikirkan apa?
Jangan bilang kamu masih memikirkan mantan istrimu?” Tanya Vania.
“Mau makan dimana?” Tanya
Bastian.
“Terserah kamu saja.” Kata Vania.
Akhirnya Bastian pergi ke
restoran langganan dia. Setibanya disana.
“Masuklah dulu, aku mau ke
toilet.” Kata Bastian.
“Baiklah, jangan terlalu lama.” Kata
Vania.
__ADS_1
Saat Bastian pergi ke toilet, dia
justru bertemu dengan mantan istrinya yaitu Bella.
“Jadi kamu disini, kenapa juga
aku harus bertemu denganmu sih sungguh membuatku hilang nafsu makan saja.” Kata
Bella.
“Jika aku tau kalau kamu disini,
aku tidak akan datang kesini.” Kata Bastian.
Kemudian Bella pergi begitu saja.
“Aku penasaran dia kesini dengan
siapa.” Tanya Bastian dalam hati. Lalu dia pun mengintip dan mengawasi mantan
istrinya karena penasaran Bella datang dengan siapa. Ternyata Bella datang
bersama seorang laki-laki yang juga seorang model dan artis, dia adalah Jordi
Samuel salah satu model yang sangat terkenal di masa itu.
“Gila, ternyata dia datang dengan
si Jordi sialan. Dia masih kalah ganteng denganku, dia memang seorang model
tapi biasa saja tampangnya.” Kata Bastian dalam hati. Kemudian Bastian
buru-buru ke meja Vania. Meja mereka memang bersebelahan sehingga mereka saling
bertatapan.
“Kita cari tempat lain saja yuk.”
Ajak Bastian kepada Vania.
“Kenapa? Bukankah ini kesempatan
saja dia juga datang kesini dengan seorang laki-laki.” Bisik Vania.
“Baiklah baiklah, cepat pesankan
makanan.” Kata Bastian.
Di sisi lain, Bella juga tampak
sangat canggung.
“Kamu kenapa? Kamu pasti canggung
ya makan disini karena ada mantan suamimu?” Tanya Jordi.
“Aku tidak apa-apa kok.” Kata Bella.
“Aku sudah memesankan steak untukmu.
Tunjukkan padanya bahwa kamu saat ini bahagia dengan keputusanmu untuk berpisah
dengannya.” Bisik Jordi sambil menggenggam tangan Bella.
“Lepaskan tanganku.” Bisik Bella.
“Tidak mau, aku akan menggenggam
tanganmu selalu.” Bisik Jordi.
“Aku tidak bisa makan jika kamu
seperti ini.” Bisik Bella.
“Baiklah, maafkan aku.” Kata
Jordi.
Bastian sangat cemburu melihat
__ADS_1
Jordi menggenggam tangan mantan istrinya.
“Dasar berlebihan, makan saja
pakai menggenggam tangan segala. Pasti mereka sengaja agar aku terbakar
cemburu.” Gerutu Bastian.
“Bastian Bastian.” Panggil Vania.
“Ah iya ada apa?” Tanya Bastian.
“Cepat makanlah nanti keburu
dingin makanannya. Aku suapin kamu ya kalau begitu.” Kata Vania.
“Aku bisa makan sendiri.” Kata Bastian.
Tiba-tiba ada seorang pelayan
yang tidak sengaja menumpahkan air minum dan mengenai baju Bella, Bastian pun
kaget dan spontan berdiri lalu membantu Bella dan memarahi pelayan tersebut.
“Hei hei apa yang kamu lakukan
padanya.” Bentak Bastian kepada pelayan tersebut.
“Kamu tidak apa-apa kan? Ayo kita
pergi dari sini saja.” Kata Jordi membantu membersihkan baju Bella.
“Terima kasih atas perhatianmu
tapi saya akan menjaga dia dan membawanya pergi, permisi.” Kata Jordi kepada
Bastian.
“Aku tidak peduli denganmu, aku
melakukan ini karena merusak pemandanganku dan ka ka karena aku tidak suka
keributan jadi jangan salah paham.” Kata Bastian.
“Minggir dan jangan halangi
jalanku.” Kata Bella.
“Baju dia basah dan **********
terlihat, aku harus menutupinya dengan jas milikku.” Kata Bastian dalam hati. Namun
Jordi justru yang meminjamkan jas miliknya kepada Bella.
“Pakailah jaketku sepertinya kamu
tidak nyaman.” Kata Jordi.
“Terima kasih.” Bisik Bella.
“Sial lagi-lagi si tengik Jordi
yang membantunya.” Kata Bastian dalam hati.
“Bastian ayo kita pulang, aku
benar-benar sangat kecewa dan marah denganmu. Kenapa kamu masih peduli
dengannya? Apa kamu tidak ingat bagaimana dia mencampakkanmu dan meninggalkanmu?”
Kata Vania.
“Jangan salah paham, aku
melakukan itu karena aku tidak suka keributan. Lagipula kalau ada pelanggan
lain yang terkena tumpahan air juga aku pasti akan marah.” Kata Bastian.
“Kamu tidak bisa berbohong
__ADS_1
padaku, kamu masih menyukai Bella.” Kata Vania dalam hati.