Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
Season 2 Episode 13


__ADS_3

Tiga bulan kemudian, Bella dan


Bastian resmi berpisah. Di persidangan mereka bertemu untuk terakhir kalinya.


Bastian datang bersama seorang wanita yang tidak asing yaitu Vania.


“Apakah kamu bahagia setelah


perpisahan ini?” Tanya Bastian.


“Tentu saja, jadi inilah


alasannya kenapa tiba-tiba Vania mengundurkan diri sebagai manajer dan juga


asisten pribadiku. Waktu itu kamu bahkan sampai menangis-menangis untuk memohon


kepadaku tapi hubungan kalian berdua juga sepertinya sudah berjalan cukup lama


ya, aku benar-benar tidak menyangka denganmu.” Kata Bella.


“Secepat itukah kamu bisa


melupakanku mas.” Kata Bella dalam hati.


“Ini adalah permintaanmu, dan aku


sudah mengabulkan permintaanmu yaitu dengan berpisah.” Kata Bastian.


“Benar, memang ini keputusan yang


baik untuk kita.” Kata Bella, lalu dia pergi.


“Padahal dia yang meminta untuk


berpisah namun dia menyindirku seperti itu. Kenapa dia datang dengan penampilan


yang sangat berbeda bahkan dia terlihat lebih kurus namun masih tetap menawan.”


Kata Bastian dalam hati.


“Ayo kita pulang.” Ajak Vania


kepada Bastian.


**


Keesokan harinya.


Vania dan Bastian pergi ke


restoran untuk makan berdua.


Selama di perjalanan, Bastian masih


teringat dengan mantan istrinya. Dia masih berharap bisa kembali lagi dengan


Bella namun mereka sudah resmi untuk berpisah.


“Kamu sedang memikirkan apa?


Jangan bilang kamu masih memikirkan mantan istrimu?” Tanya Vania.


“Mau makan dimana?” Tanya


Bastian.


“Terserah kamu saja.” Kata Vania.


Akhirnya Bastian pergi ke


restoran langganan dia. Setibanya disana.


“Masuklah dulu, aku mau ke


toilet.” Kata Bastian.


“Baiklah, jangan terlalu lama.” Kata


Vania.

__ADS_1


Saat Bastian pergi ke toilet, dia


justru bertemu dengan mantan istrinya yaitu Bella.


“Jadi kamu disini, kenapa juga


aku harus bertemu denganmu sih sungguh membuatku hilang nafsu makan saja.” Kata


Bella.


“Jika aku tau kalau kamu disini,


aku tidak akan datang kesini.” Kata Bastian.


Kemudian Bella pergi begitu saja.


“Aku penasaran dia kesini dengan


siapa.” Tanya Bastian dalam hati. Lalu dia pun mengintip dan mengawasi mantan


istrinya karena penasaran Bella datang dengan siapa. Ternyata Bella datang


bersama seorang laki-laki yang juga seorang model dan artis, dia adalah Jordi


Samuel salah satu model yang sangat terkenal di masa itu.


“Gila, ternyata dia datang dengan


si Jordi sialan. Dia masih kalah ganteng denganku, dia memang seorang model


tapi biasa saja tampangnya.” Kata Bastian dalam hati. Kemudian Bastian


buru-buru ke meja Vania. Meja mereka memang bersebelahan sehingga mereka saling


bertatapan.


“Kita cari tempat lain saja yuk.”


Ajak Bastian kepada Vania.


“Kenapa? Bukankah ini kesempatan


saja dia juga datang kesini dengan seorang laki-laki.” Bisik Vania.


“Baiklah baiklah, cepat pesankan


makanan.” Kata Bastian.


Di sisi lain, Bella juga tampak


sangat canggung.


“Kamu kenapa? Kamu pasti canggung


ya makan disini karena ada mantan suamimu?” Tanya Jordi.


“Aku tidak apa-apa kok.” Kata Bella.


“Aku sudah memesankan steak untukmu.


Tunjukkan padanya bahwa kamu saat ini bahagia dengan keputusanmu untuk berpisah


dengannya.” Bisik Jordi sambil menggenggam tangan Bella.


“Lepaskan tanganku.” Bisik Bella.


“Tidak mau, aku akan menggenggam


tanganmu selalu.” Bisik Jordi.


“Aku tidak bisa makan jika kamu


seperti ini.” Bisik Bella.


“Baiklah, maafkan aku.” Kata


Jordi.


Bastian sangat cemburu melihat

__ADS_1


Jordi menggenggam tangan mantan istrinya.


“Dasar berlebihan, makan saja


pakai menggenggam tangan segala. Pasti mereka sengaja agar aku terbakar


cemburu.” Gerutu Bastian.


“Bastian Bastian.” Panggil Vania.


“Ah iya ada apa?” Tanya Bastian.


“Cepat makanlah nanti keburu


dingin makanannya. Aku suapin kamu ya kalau begitu.” Kata Vania.


“Aku bisa makan sendiri.” Kata Bastian.


Tiba-tiba ada seorang pelayan


yang tidak sengaja menumpahkan air minum dan mengenai baju Bella, Bastian pun


kaget dan spontan berdiri lalu membantu Bella dan memarahi pelayan tersebut.


“Hei hei apa yang kamu lakukan


padanya.” Bentak Bastian kepada pelayan tersebut.


“Kamu tidak apa-apa kan? Ayo kita


pergi dari sini saja.” Kata Jordi membantu membersihkan baju Bella.


“Terima kasih atas perhatianmu


tapi saya akan menjaga dia dan membawanya pergi, permisi.” Kata Jordi kepada


Bastian.


“Aku tidak peduli denganmu, aku


melakukan ini karena merusak pemandanganku dan ka ka karena aku tidak suka


keributan jadi jangan salah paham.” Kata Bastian.


“Minggir dan jangan halangi


jalanku.” Kata Bella.


“Baju dia basah dan **********


terlihat, aku harus menutupinya dengan jas milikku.” Kata Bastian dalam hati. Namun


Jordi justru yang meminjamkan jas miliknya kepada Bella.


“Pakailah jaketku sepertinya kamu


tidak nyaman.” Kata Jordi.


“Terima kasih.” Bisik Bella.


“Sial lagi-lagi si tengik Jordi


yang membantunya.” Kata Bastian dalam hati.


“Bastian ayo kita pulang, aku


benar-benar sangat kecewa dan marah denganmu. Kenapa kamu masih peduli


dengannya? Apa kamu tidak ingat bagaimana dia mencampakkanmu dan meninggalkanmu?”


Kata Vania.


“Jangan salah paham, aku


melakukan itu karena aku tidak suka keributan. Lagipula kalau ada pelanggan


lain yang terkena tumpahan air juga aku pasti akan marah.” Kata Bastian.


“Kamu tidak bisa berbohong

__ADS_1


padaku, kamu masih menyukai Bella.” Kata Vania dalam hati.


__ADS_2