
sudah seminggu berlalu dan hari ini adalah hari dimana Fitri akan menjawab lamaran Ahmad. Apakah akan di terima atau tidak. semua keputusan ada di tangan Fitri.
Ahmad hanya bisa pasrah. apapun jawabannya dia sangat berlapang dada. Jika ternyata Fitri tidak menerima lamaran Ahmad, maka dengan besar hati Ahmad akan menganggap Fitri seperti adiknya sendiri.
Tapi jika Fitri menerima lamaran Ahmad, dengan senang hati Ahmad pasti akan sangat bahagia. setelah penantian lama. akhirnya dia akan segera menikah.
Beberapa tahun ini dengan susah payah Ahmad melupakan semua kenangan indah bersama Salsa mantan kekasihnya.
Butuh perjuangan ekstra untuk dia, bagaimana tidak, dulu Ahmad sangat mencintai Salsa. dia dibutakan oleh cinta.
Sampai dia tidak menyadari bahwa kekasihnya telah berkhianat dibelakangnya. Sungguh kisah yang tragis.
Salsa hanya memanfaatkan uang Ahmad untuk shopping dan jalan-jalan tanpa sedikitpun menaruh hati pada lelaki itu.
"haduh gimana ya, deg-degan banget nih. padahal cuma pengen tahu jawabannya aja sampe keringat dingin gini." kata Ahmad yang sekarang sedang bersiap-siap untuk menjemput Fitri.
Ahmad menyiapkan sebuah tempat yang romantis di salah satu pantai di Ancol.
Dia ingin malam ini berkesan untuknya dan juga Fitri terlepas dari apapun jawaban Fitri. Menikmati suasana pantai di malam hari dengan diiringi deburan ombak dan juga dinginnya angin malam.
Dia juga menyiapkan makan malam candle light dinner serta seorang fotografer yang akan mengabadikan lamaran tersebut tanpa sepengetahuan Fitri tentunya.
Ahmad pun memakai baju yang berbeda dari biasanya. dia memakai Hem panjang berwarna putih dan juga sepatu.
Sebelum mereka sepakat untuk bertemu nanti malam, memang Ahmad sudah mengatakan bahwa Fitri harus menggunakan dress berwarna putih. agar terkesan lebih alami dan terlihat oleh cahaya sinar rembulan. dan tak lupa juga harus membawa cincin yang dia berikan satu bulan yang lalu...
Fitri akan memakai cincin itu jika dia menerima lamaran Ahmad, dan sebaliknya, dia tidak akan memakainya jika tidak menerima lamaran Ahmad.
"semoga malam ini acaranya lancar. Aamiin." kata Ahmad lalu mengambil ponselnya untuk menelpon seseorang.
setelah mendial nomor seseorang, terdengar seseorang di ujung sana menjawab telepon dari Ahmad.
"Hallo." jawab suara dari ujung sana.
"Hallo Dik, bagaimana?? apakah sudah siap semuanya??".
"sedikit lagi selesai."
"oke, pastikan semuanya berjalan dengan lancar ya, agar bisa menjadi kenangan dalam hidupku. oh ya bagaimana?? apakah Rey sudah datang??."
"siap. serahkan semuanya padaku. pasti dijamin beres. Rey sedang dalam perjalanan. akan sampai dalam 5 menit lagi."
"yasudah kalo begitu. terima kasih banyak atas kerja samanya."
"sama-sama."
__ADS_1
kemudian Ahmad mengakhiri telponnya.
Dika adalah salah satu sahabat Ahmad yang bekerja sebagai EO (Event Organizer). Beberapa hari yang lalu Ahmad meminta bantuan Dika untuk membantunya menyiapkan sebuah acara lamaran yang romantis.
Dan dengan senang hati Dika mau membantu sahabatnya tersebut. sedangkan Rey adalah seorang fotografer profesional yang selalu bekerja sama dengan Dika.
Rey selalu menjadi fotografer jika Dika menghandel acara apapun. jadi otomatis Rey dan Dika adalah satu paket.
seperti biasa, Ahmad akan menjemput Fitri pukul 7 malam. dan sekarang Ahmad sudah bersiap akan berangkat menuju kediaman Fitri.
sore tadi, Ahmad juga sudah menelepon kedua orang tuanya.
Ahmad meminta restu kepada keduanya agar rencananya berjalan dengan sukses.
"ma, pa.. Ahmad minta doanya ya, supaya rencana Ahmad bisa berjalan dengan lancar."
"iya nak, kami pasti mendoakan yang terbaik untukmu, kami yakin kamu pasti akan mendapatkan kebahagiaan yang kamu impikan sebentar lagi." kata sang mama.
"iya mah, aamiin.. ya udah Ahmad tutup dulu telponnya ya." kata Ahmad mengakhiri percakapan dengan kedua orang tuanya.
Ahmad mengeluarkan mobil dari garasi dan langsung mengendarai mobilnya keluar dari rumah tersebut.
sekarang mobil sudah melaju di jalan raya, hari ini perjalanan menuju rumah Fitri terasa lebih lama karena jantungnya berdetak lebih kencang dan dia juga merasa sangat gugup untuk pertama kalinya.
dua puluh menit kemudian Ahmad sudah ada di depan kontrakan Fitri. dia diam sebentar di dalam mobil untuk mengusir kegugupan yang melanda hatinya.
tok...tok...tok..
Fitri langsung membukakan pintu.
Fitri sudah siap dengan dress warna putih selutut dengan sepatu sneakersnya. dia juga sudah menggulung rambutnya tinggi. pokoknya penampilannya beda dari biasanya.
Membuat Ahmad sangat takjub dengan kecantikan alami yang di miliki oleh Fitri.
"ayo silahkan tuan putri, mobilnya ada disana." kata Ahmad.
"ah kamu terlalu berlebihan." kata Fitri malu-malu.
"sudahlah ayo masuk ke mobil."
mereka berdua pun akhirnya masuk di dalam mobil. hanya keheningan yang menyelimuti kedua insan itu.
Ahmad fokus menyetir dan melihat jalanan. sambil menetralkan detak jantung yang seakan ingin loncat dari tempatnya. sedangkan Fitri menatap ke luar jendela sambil berfikir kemana Ahmad akan membawanya. karena tidak biasanya mereka melewati jalan itu.
tiga puluh menit kemudian mereka sudah sampai di tempat tujuan. Ahmad meminta Fitri untuk menutupi kedua matanya dengan menggunakan kain yang sudah disiapkan Ahmad sebelumnya.
__ADS_1
Rey yang sudah ada di sana diam-diam memotret kedua insan tersebut.
Ahmad menuntun Fitri menuju meja yang ada di tepi pantai. mereka akan makan malam di sana.
tapi sebelumnya Ahmad meminta ijin terlebih dahulu kepada Fitri.
"sekarang kamu tutup mata."
"ih kenapa harus tutup mata segala sih. ya pokoknya sekarang tutup mata dulu biar nanti kamu tahu. soalnya ini kejutan."
Fitri akhirnya menyetujuinya.
"boleh aku gandeng kamu,??."
"boleh deh, nanti kalo gak di gandeng aku jatuh."
"oke deh, sekarang ikuti aku ya."
Fitri berjalan mengikuti arahan Ahmad, saat sudah sampai tujuan, Ahmad membuka penutup mata Fitri.
"dah sampai, sekarang kamu merem dulu. jangan buka mata. biar aku lepas dulu penutupnya."
Fitri hanya mengangguk tanda setuju..
"kamu bawa cincin yang kemarin aku kasih kan."
"bawa kok, ini di tas."
sepersekian detik kemudian, penutup mata sudah berhasil di lepas.
di depan mata keduanya ada tulisan di atas pasir..
WILL YOU MARRY ME ANANDA NURFITRIYAH. dan dihiasi oleh banyak lilin tersusun rapi.
"hitungan ketiga kamu buka mata ya."
"oke,"
"satu...dua...tiga..."
Fitri langsung membuka mata dan takjub dengan pemandangan di depannya. dia sampai menutup mulutnya tanda tak percaya Ahmad akan seromantis ini. dia bahkan hampir menitihkan air mata.
"sekarang untuk kedua kalinya aku bertanya padamu.
Ananda Nurfitriyah, mau kah kamu menikah dengan ku?? menjadi pelengkap hidupku, menjadi tulang rusukku." tanya Ahmad sambil menggenggam tangan Fitri.
__ADS_1
"a...aku..."
bersambung....