Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
bab 17. makan malam romantis


__ADS_3

Sepulang dari kampus, Gus Habib meminta Mayra untuk pulang ke rumah mereka, sementara Gus Habib sendiri langsung ke BS resto. tanpa bantahan, Mayra pun menurut saja diminta untuk pulang ke rumah. sebelumnya, Gus Habib menghentikan mobilnya di halte bis samping kampus seperti saat berangkat tadi. dia menunggu waktu pulang kuliah Mayra dengan sabar.


"Kang Mas..." sapa Mayra saat berada di samping mobil sang suami, dia mengetuk kaca pintu mobilnya.


"Dinda sudah selesai kuliahnya?" Tanya Gus Habib lembut.


"Alhamdulillah sudah selesai, Kang Mas."


"ya sudah, kalau begitu... kita langsung pulang saja!"


"ya... kang Mas."


dalam perjalanan pulang, mereka berdua tidak ada yang berbicara. hanya keheningan yang terdengar.


"Dinda kenal dengan Nurul Inayah tidak?"


"sebentar deh, Kang Mas. kayaknya sahabatku juga ada yang namanya Nurul Inayah deh. memangnya ada apa, Kang Mas?" Tanya Mayra heran, kenapa tiba-tiba saja menanyakan nama sahabatnya itu.


"Tadi... Kang Mas ngurus anak baru dulu... tapi katanya sih dia memiliki teman yang kuliah di sini juga lo, Dinda... terus, kenapa Dinda telat?" jawab Gus Habib memberikan penjelasan kepada Mayra.


", OH... Itu tadi, Zahra belum selesai kalau mencatat. jadi... kami nungguin Zahra sama anak-anak."


"satu kelas?"


"Bukan... Disana cuma ada 5 perempuan, Kang Mas. termasuk Dinda dan Zahra."


"Oh... begitu ya? Ya sudah... Dinda masuk ke dalam saja. Kang Mas langsung ke restoran."


"Iya Kang Mas... Hati-hati di jalan ya...!"


"Ya Dinda... Kalau ada apa-apa dirumah, langsung hubungi, Kang Mas."


"Ya Kang Mas... Insyaallah..."


"Assalamualaikum..."


"Waalaikum salam,... warahmatullahi... wabarakatuh."


Setelah berpamitan dengan istrinya, Gus Habib pun mencium bibir dan kening istrinya agak sedikit lama. Setelah puas, barulah Gus Habib melanjutkan perjalanan menuju BS resto. Sementara Mayra sudah masuk ke dalam rumah.


Gus Habib punya cara sendiri untuk menyelesaikan masalahnya dengan Mayra. Dia sedang memberikan kejutan pada istrinya di restoran yang sudah dia booking, walaupun itu restorannya sendiri. Dia pun ikut membayar tapi hanya separuhnya saja. Walaupun hatinya sedang panas karena ucapan Zahra sepupunya itu, tapi dia berhasil meredam amarahnya.

__ADS_1


Sebelum Gus Habib menyiapkan kejutan makan malam, dia melakukan sholat Dzuhur terlebih dahulu dan mengaji sebentar. Begitu selesai sholat Dzuhur, dia menyiapkan kejutan kecil untuk acara makan malam bersama Mayra nanti.


Sementara Mayra sendiri tidak tahu, kalau sang suami ingin memberikan kejutan kecil padanya. Karena kata suaminya, dia akan pergi ke restoran untuk bekerja sampai malam.


'Dinda.... Pukul 7 malam kang mas tunggu di ruangan kang Mas, Dinda akan dijemput oleh paman Sholeh.' Pesan singkat yang dikirim oleh Gus Habib untuk membangun kepercayaannya pada sang istri kembali. Setelah mendapat pesan singkat tersebut, Mayra pun membalas pesan tersebut dengan singkat.


'Iya Kang Mas... Dinda akan bersiap-siap, dari sekarang.'


...setelah mengirimkan pesan balasan pada suaminya, Mayra pun bergegas ke kamar berdandan untuk suaminya. dia tidak memakai dandanan yang menor, tapi dia hanya memakai lipgloss dan bedak bayi. hanya seperti itu yang dipakainya, tapi membuatnya cantik natural. tidak terlihat menonjol, tapi cantiknya pun alami....


sementara itu, Disisi lain.


...Zahra menelepon sang Bibi untuk mengundangnya ke BS resto. Zahra sudah memesan ruang VIP room dengan VIP member. kebetulan di awal bertemu dengan Gus Habib, Zahra diberikan member card VIP room olehnya. jadi dia bisa menggunakannya untuk bertemu dengan sang Bibi. setelah selesai menghubunginya, Zahra sangat yakin, kalau Mayra pasti ada disana....


...Zahra ingin memfitnah Mayra dan mengatakan bahwa Mayra berselingkuh dengan pria lain setelah menikah dengan Gus Habib. dengan begitu, Bibi nya pasti akan percaya dan langsung menghinanya. sebenarnya Zahra tahu kalau foto itu diambil 1 tahun yang lalu. Demi melancarkan aksinya, dia harus menggunakan foto itu untuk bisa mendapatkan Gus Habib kembali....


...***...


pukul setengah 7 malam, Mayra pun telah sampai di BS resto dengan dijemput paman Sholeh. dia memakai pakaian gamis batik modern yang dibeli oleh Gus Habib dengan hijab pashmina yang berwarna merah muda. dengan gaya elegan, Mayra pun memasuki BS resto.


"May... kita ke ruangan nak Habib...!"


Ting... (anggap saja suara lift)


setelah pintu lift terbuka, Mayra dan Paman Sholeh pun masuk ke dalam. setelah itu, paman Sholeh pun memencet tombol angka 3, dan pintu lift pun tertutup. tak lama kemudian, mereka berdua pun telah sampai di depan ruangan Gus Habib.


tok... tok ... tok...


"masuk...!"


"Pak... saya sudah menjemput Mayra, dan kini... dia sudah berada di sini."


"baiklah... " ceklek... Gus Habib pun membuka pintunya untuk mengetahui dimana sang kekasih hati. Gus Habib pun terpesona melihat sang istri yang sangat cantik dan terlihat elegan.


"Hem..."


Gus Habib pun berdehem untuk menetralkan detak jantungnya yang berdegup keras.


"sayang... masuklah! terima kasih ya paman..."


"ya... nak.. sama-sama. paman permisi dulu."

__ADS_1


"ya..." setelah menutup pintu ruangannya, Gus Habib pun terpesona dengan kecantikan natural sang istri.


"Dinda ..."


"iya kang mas... ada apa?"


"Dinda cantik sekali...!" ucapan sang suami membuat istrinya tersipu malu. pipinya pun, merah merona seketika.


"Kang Mas bisa saja...!" jawab Mayra sambil memalingkan wajahnya. Gus Habib pun kembali duduk di kursi kerjanya, sementara Mayra masih berdiri dengan betahnya sambil menunduk ke bawah.


"Dinda..." panggil Gus Habib lembut. membuat Mayra pun mendongak dan bertanya. "ada apa Kang Mas?"


"duduk sini..." jawab Gus Habib sambil menunjuk pahanya.


"maksudnya...?"


"duduklah di pangkuan Kang Mas...!"


"nggak ah... kang Mas. Dinda malu...!"


"ini adalah keinginan Kang Mas... ayo dong, Dinda... kita ngobrol dulu. setelah itu kita makan malam dan melakukan ibadah pelengkap..."


"ehm... i... iya deh, Dinda mau...!" akhirnya Mayra pun dengan terpaksa duduk di pangkuan sang suami dengan malu-malu. mereka berdua pun bercerita-ria sambil bergurau. hingga akhirnya saat yang mereka tunggu-tunggu. makan malam di VVIP room. yang telah dibooking oleh Gus Habib. Gus Habib pun mengajak Mayra menuju ke ruang VVIP room. mereka berdua berjalan beriringan sambil bergandengan tangan. lagi pula, tidak akan ada yang tahu kalau mereka berdua adalah sepasang suami istri pemilik restoran. ruangan Gus Habib, sengaja didesain dari luar seperti ruang kerja manager.


apalagi, pakaian yang dipakai oleh Gus Habib adalah pakaian yang sederhana, orang tidak akan menyangka kalau dia pemilik restoran itu.


VVIP room nomor 9.


ruangan itu Telah di hias sedemikian rupa, hingga membentuk kejutan makan malam romantis untuk sang istri tercinta. Gus Habib sendiri lah yang menghiasnya. begitu mereka berdua sampai di depan pintu VVIP room nomor 9, Gus Habib pun mempersilahkan sang istri untuk membukanya.


ceklek...


"surprise...!" teriak Gus Habib sambil mempersilahkan sang istri masuk ke VVIP room.



"Kang mas... ini kan...!" ucap Mayra terkejut, karena dia tidak menyangka kalau suaminya bisa romantis karena menyiapkan acara ini...


"iya Dinda.... ini Kang Mas sendiri yang menyiapkan... karena ada yang ingin Kang Mas tanyakan dan memastikan sendiri tentang apa yang mengganjal dalam hati Kang Mas."


bersambung ke bab selanjutnya guys...

__ADS_1


__ADS_2