
Keesokan paginya, Bastian menjemput Bella.
“Sudah siap? Kita berangkat sekarang yuk.”
Kata Bastian.
“Kamu yakin itu permintaan dari ibu kamu
sendiri? Kamu yakin orang tuamu akan menerimaku? Aku takut dan deg-degan sekali
rasanya.” Kata Bella.
“Ada aku disampingmu, kita hadapi
bersama.” Kata Bastian menenangkan Bella.
“Baiklah kalau begitu, semoga memang orang
tuamu sudah bisa menerimaku.” Kata Bella.
“Kita berangkat sekarang ya.” Kata
Bastian.
“Beli kue dulu yuk untuk orang tua kamu,
aku tidak enak jika tangan kosong seperti ini, oh ya ibu kamu suka buket bunga
tidak? Aku belikan juga ya.” Kata Bella.
“Tidak perlu bawa apa-apa. Kita hanya
datang lalu makan setelah itu selesai, orang tuaku suka menyibukkan diri untuk
bekerja dan keluarga bukanlah prioritas utama, berbeda dengan keluargamu.” Kata
Bastian.
“Tidak apa-apa, kita pergi ke toko bunga
dulu saja.” Kata Bella.
“Hmmm baiklah.” Kata Bastian.
Setibanya di toko bunga, Bella segera
memilih bunga kesukaannya.
“Bagus tidak bunga nya? Kira-kira ibu kamu
suka tidak ya?” Tanya Bella.
“Pasti suka kok, ayo cepat.” Kata Bastian.
“Sebentar aku bayar dulu, tunggu di mobil
saja.” Kata Bella.
“Jangan lama-lama.” Kata Bastian.
Selesai membayar, mereka segera
__ADS_1
melanjutkan perjalanan ke toko kue.
“Tunggu disini saja, aku akan membeli kue
sebentar.” Kata Bella.
“Iya.” Kata Bastian.
Tidak lama kemudian Bella membawa satu
kota berisi macaron.
“Banyak sekali beli macaronnya?” Tanya
Bastian.
“Kamu bilang sendiir kalau ibumu sangat
suka macaron, makanya aku sengaja membeli agak banyak. Ayo kita berangkat
sekarang.” Kata Bella.
Setibanya dirumah Bastian.
“Selamat pagi pak, bu.” Kata Bella.
“Silahkan masuk, ayo masuk saja jangan
sungkan-sungkan.” Kata ayah Bastian.
“Wah kamu membawa apa ini? Macaron
“Semoga ibu menyukainya, ini saya juga
membawa buket bunga untuk ibu.” Kata Bella.
“Wah harus sekali, ayo kita langsung makan
saja, katanya kamu ada acara setelah ini ya.” Kata ibu Bastian.
“Ah iya bu.” Jawab Bella dengan malu.
“Memangnya itu acara apa?” Tanya ibu
Bastian.
“Ada grand opening salah satu merk
kosmetik bu.” Kata Bella.
“Dulu Bella pernah jadi modelnya mi
makanya mereka mengundang Bella.” Kata Bastian.
“Wah hebat sekali kamu, luar biasa.” Kata
ibu Bastian.
“Ma sesi tanya jawabnya nanti saja, mari
kita makan sekarang.” Kata Bastian.
__ADS_1
“Oh iya sampai lupa, makan yang banyak
ya.” Kata ibu Bastian.
Bastian pergi ke toilet sebentar,
sedangkan Bella masih berada di meja makan.
“Aku bersikap baik padamu bukannya aku
sudah merestui hubungan kalian berdua, Bastian berjanji akan mengelola
perusahaan agar bisa lebih maju lagi, jika dia berhasil maka aku akan merestui
hubungan kalian namun jika Bastian gagal maka jangan harap kamu bisa menikah
dengan anakku.” Kata ayah Bastian. Bella pun kaget dengan apa yang di ucapkan
oleh ayah Bastian, dia hanya diam dan menunduk.
“Makanya kamu harus bantu Bastian, kalau
perlu gunakan semua relasimu agar perusahaan kami semakin berkembang seperti
dulu. Semua keputusan ada di tanganmu, jika gagal jauhi Bastian.” Kata ibu
Bastian.
“Kenapa kamu diam saja? Jawab dong.” Kata
ayah Bastian.
“Baik, saya akan membantu Bastian.” Kata
Bella.
Bastian kembali ke meja makan.
“Kita berangkat sekarang?” Tanya Bastian.
“Ah iya.” Kata Bella.
“Kenapa kalian harus buru-buru sih?” Tanya
ibu Bastian.
“Karena Bella ada acara mi, dan aku harus
menemaninya.” Kata Bastian.
Lalu Bella dan Bastian pamit untuk pergi.
“Saya pamit dulu bu, terima kasih banyak
atas makanannya.” Kata Bella.
“Jangan pernah berpikir kamu bisa
menguasai anakku.” Bisik ibu Bastian.
“Saya pamit dulu.” Kata Bella lalu dia
segera masuk kedalam mobil Bastian.
__ADS_1