Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
Bella makan bersama orang tua Bastian


__ADS_3

Keesokan paginya, Bastian menjemput Bella.


“Sudah siap? Kita berangkat sekarang yuk.”


Kata Bastian.


“Kamu yakin itu permintaan dari ibu kamu


sendiri? Kamu yakin orang tuamu akan menerimaku? Aku takut dan deg-degan sekali


rasanya.” Kata Bella.


“Ada aku disampingmu, kita hadapi


bersama.” Kata Bastian menenangkan Bella.


“Baiklah kalau begitu, semoga memang orang


tuamu sudah bisa menerimaku.” Kata Bella.


“Kita berangkat sekarang ya.” Kata


Bastian.


“Beli kue dulu yuk untuk orang tua kamu,


aku tidak enak jika tangan kosong seperti ini, oh ya ibu kamu suka buket bunga


tidak? Aku belikan juga ya.” Kata Bella.


“Tidak perlu bawa apa-apa. Kita hanya


datang lalu makan setelah itu selesai, orang tuaku suka menyibukkan diri untuk


bekerja dan keluarga bukanlah prioritas utama, berbeda dengan keluargamu.” Kata


Bastian.


“Tidak apa-apa, kita pergi ke toko bunga


dulu saja.” Kata Bella.


“Hmmm baiklah.” Kata Bastian.


Setibanya di toko bunga, Bella segera


memilih bunga kesukaannya.



“Bagus tidak bunga nya? Kira-kira ibu kamu


suka tidak ya?” Tanya Bella.


“Pasti suka kok, ayo cepat.” Kata Bastian.


“Sebentar aku bayar dulu, tunggu di mobil


saja.” Kata Bella.


“Jangan lama-lama.” Kata Bastian.


Selesai membayar, mereka segera

__ADS_1


melanjutkan perjalanan ke toko kue.


“Tunggu disini saja, aku akan membeli kue


sebentar.” Kata Bella.


“Iya.” Kata Bastian.


Tidak lama kemudian Bella membawa satu


kota berisi macaron.



“Banyak sekali beli macaronnya?” Tanya


Bastian.


“Kamu bilang sendiir kalau ibumu sangat


suka macaron, makanya aku sengaja membeli agak banyak. Ayo kita berangkat


sekarang.” Kata Bella.


Setibanya dirumah Bastian.


“Selamat pagi pak, bu.” Kata Bella.


“Silahkan masuk, ayo masuk saja jangan


sungkan-sungkan.” Kata ayah Bastian.


“Wah kamu membawa apa ini? Macaron


“Semoga ibu menyukainya, ini saya juga


membawa buket bunga untuk ibu.” Kata Bella.


“Wah harus sekali, ayo kita langsung makan


saja, katanya kamu ada acara setelah ini ya.” Kata ibu Bastian.


“Ah iya bu.” Jawab Bella dengan malu.


“Memangnya itu acara apa?” Tanya ibu


Bastian.


“Ada grand opening salah satu merk


kosmetik bu.” Kata Bella.


“Dulu Bella pernah jadi modelnya mi


makanya mereka mengundang Bella.” Kata Bastian.


“Wah hebat sekali kamu, luar biasa.” Kata


ibu Bastian.


“Ma sesi tanya jawabnya nanti saja, mari


kita makan sekarang.” Kata Bastian.

__ADS_1


“Oh iya sampai lupa, makan yang banyak


ya.” Kata ibu Bastian.


Bastian pergi ke toilet sebentar,


sedangkan Bella masih berada di meja makan.


“Aku bersikap baik padamu bukannya aku


sudah merestui hubungan kalian berdua, Bastian berjanji akan mengelola


perusahaan agar bisa lebih maju lagi, jika dia berhasil maka aku akan merestui


hubungan kalian namun jika Bastian gagal maka jangan harap kamu bisa menikah


dengan anakku.” Kata ayah Bastian. Bella pun kaget dengan apa yang di ucapkan


oleh ayah Bastian, dia hanya diam dan menunduk.


“Makanya kamu harus bantu Bastian, kalau


perlu gunakan semua relasimu agar perusahaan kami semakin berkembang seperti


dulu. Semua keputusan ada di tanganmu, jika gagal jauhi Bastian.” Kata ibu


Bastian.


“Kenapa kamu diam saja? Jawab dong.” Kata


ayah Bastian.


“Baik, saya akan membantu Bastian.” Kata


Bella.


Bastian kembali ke meja makan.


“Kita berangkat sekarang?” Tanya Bastian.


“Ah iya.” Kata Bella.


“Kenapa kalian harus buru-buru sih?” Tanya


ibu Bastian.


“Karena Bella ada acara mi, dan aku harus


menemaninya.” Kata Bastian.


Lalu Bella dan Bastian pamit untuk pergi.


“Saya pamit dulu bu, terima kasih banyak


atas makanannya.” Kata Bella.


“Jangan pernah berpikir kamu bisa


menguasai anakku.” Bisik ibu Bastian.


“Saya pamit dulu.” Kata Bella lalu dia


segera masuk kedalam mobil Bastian.

__ADS_1


__ADS_2