Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
Mimpi Indah


__ADS_3

mereka berdua akhirnya menyelesaikan acara makan malam yang sangat romantis itu. ditemani dengan alunan deburan ombak pantai dan diiringi sinar rembulan.


"terima kasih ya mas, kamu selalu mengistimewakan aku." ujar Fitri.


"sama-sama. karena kamu memang yang paling istimewa di hatiku sampai kapanpun."


"ah mulai lagi deh gombalnya."


setelah selesai makan mereka lalu pulang, karena jam sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh malam. tidak baik untuk perempuan yang masih gadis pulang malam-malam apalagi bersama dengan seorang laki-laki.


setengah jam berlalu. Fitri akhirnya sampai di rumahnya. dia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti pakaian. Setelah itu, dia kembali masuk ke dalam kamarnya untuk merebahkan tubuhnya sejenak.


dia kembali membayangkan adegan romantis mereka berdua di tepi pantai tadi sambil senyum-senyum sendiri.


"aku gak nyangka Ahmad bisa seromantis itu?? bahkan dia menyiapkan semuanya dengan sangat baik. seumur-umur baru kali ini aku makan malam seromantis tadi." batinnya sambil terus tersenyum.


"ah iya, cincin ini." kata Fitri kembali memandang cincin lamaran yang diberikan Ahmad padanya.


"aduh, berarti sebentar lagi aku udah mau nikah dong ya. apa aku udah siap?? mental dan fisikku bagaimana??? aku takut Ahmad nanti kecewa jika menikah denganku, tapi aku juga tidak bisa membohongi perasaanku sendiri. yang ternyata aku juga mencintainya. huh sungguh rumit. Ya Tuhan berikan petunjuk-Mu." kata Fitri


"eh, aku juga belum ngabarin ibu sama bapak. apalagi sama Vina. duh nanti aku diserbu banyak pertanyaan nih sama dia. ya udahlah untuk itu urusan nanti. besok aku akan ngabarin ibu sama bapak. semoga mereka juga senang dengan keputusan yang aku buat."


Fitri pun lalu mengambil selimut dan mematikan lampu kamarnya. dia memejamkan mata untuk tidur. dia akan mimpi indah malam ini..


__


Ahmad masih ada di dalam perjalanan malam ini. dia belum juga sampai ke rumah. beberapa menit kemudian, dia sudah ada di depan rumah dan memasukkan mobilnya di garasi. dengan riang gembira Ahmad memasuki rumahnya. Pak Maman sampai dibuat heran dengan tingkah majikannya malam ini. terlihat ada raut bahagia di sana.


"kok tumben tuan Ahmad bahagia banget kayaknya ya. habis dari mana sih??." batinnya


"ah ya sudahlah yang penting malam ini tuan udah pulang dan juga pulang dalam keadaan selamat dan juga bahagia. itu yang terpenting."


Ahmad menaiki tangga rumahnya sambil bersiul-siul tanda bahagia.


"huh, akhirnya. aku bahagia banget hari ini.," katanya saat sudah merebahkan diri di atas kasur.


"wah, berarti bentar lagi aku mau nikah nih. gak nyangka akan secepat ini."


"oh ya mama sama papa pasti seneng nih dengar berita ini. terlebih lagi mama juga udah akrab banget sama Fitri. dan semoga seperti itu terus untuk kedepannya. ah besok aja deh aku yang ngasih tau mereka, sekarang mereka pasti udah pada istirahat." batinnya.


Ahmad lalu bangun dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. tak sampai setengah jam, Ahmad sudah keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju lemari pakaian. dia memakai kaos oblong warna putih dan juga boxer.


acara yang sukses tadi malam membuatnya sangat bahagia. dan sekarang dia menelpon Dika untuk mengucapkan terima kasih.

__ADS_1


dia mencari keberadaan ponselnya dan setelah itu dia mendial nomor Dika untuk melakukan panggilan telepon.


terdengar nada dering dari seberang sana, setelah beberapa lama. akhirnya telpon di angkat oleh sang pemilik ponsel.


"hallo. ada apa bro??."


"aku mau ngucapin terima kasih banyak buat kamu sama Rey. berkat kalian acaraku berjalan dengan sukses. untuk masalah pembayaran nanti aku transfer ya."


"sama-sama. kita kan sahabat. aku juga ikut merasa bahagia jika kamu bahagia bro. asiiap nanti aku kirim nomor rekeningnya ke kamu."


"baik.."


"untuk masalah foto, besok setelah selesai akan Rey kirimkan ke alamat rumahmu. tenang saja."


"oke. ya sudah aku mau tidur dulu ya udah malem." kata Ahmad mengakhiri telponnya.


"yes, malam ini aku tidur dengan nyenyak. dan tidak lama lagi aku akan memiliki guling hidup.," kata Ahmad sambil membayangkan bagaimana seandainya mereka sudah menikah dan tidur bersama.


"pasti seru nih, bergulat sampe pagi sama istri sendiri. sabar ya tong. bentar lagi kamu gak kesepian." batin Ahmad sambil mengelus sesuatu di celananya yang sudah berdiri tegak.


lama berkhayal akhirnya dia terlelap juga. tidur dengan mimpi yang sangat indah malam ini. untuk dua insan yang sedang di mabuk asmara.


__


mereka berdua makan dengan lahap sebelum berangkat ke kantor masing-masing.


saat mereka sudah ada di dalam mobil, Ahmad bertanya kepada Fitri.


"kamu udah kabari bapak sama ibu kamu tentang hubungan kita??."


"belum mas, mungkin nanti pulang kerja. kalo sekarang gak sempet. mereka juga palingan lagi di kebun ngecek sayuran."


"oh ya sudah."


"kalo mas sendiri udah ngomong belum sama om dan Tante??."


"belum juga, soalnya kan tadi malam mereka pasti juga udah istirahat. terus tadi pagi aku bangunnya agak kesiangan. gara-gara mimpiin kamu."


"ih kok aku yang disalahin. orang aku juga gak ngapa-ngapain kok."


"salah kamu lah, ngapain coba mampir ke dalam mimpi aku segala. aku kan jadi males bangun."


"alah emang dasarnya aja males."

__ADS_1


"jangan ngambek gitu dong, orang gitu aja ngambek.. aku tuh tadi malem mimpi nikah sama kamu."


"kan emang bentar lagi juga mau nikah kan."


"kamu maunya kapan?? biar aku percepat lamaran ke orang tua kamu apa gimana??."


"ah, jangan-jangan kamu kan yang kebelet pengen nikah cepet."


"hehe..iya...udah gak tahan soalnya."


"gak tahan apa?? godaan?? kayaknya temen-temen kamu juga masih belum ada yang nikah tuh."


"gak tahan kalo deket-deket kamu terus, bawaannya pengen nerkam kamu."


"ih serem...kaya harimau aja."


"kamu tuh sekarang cerewet banget ya, jadi pengen nyium bibir kamu itu. boleh ya."


"gak mau." kata Fitri sambil menutupi bibirnya dengan telapak tangan.


"ih lama-lama kamu gila ya mas. mesumnya gak ketulungan. aku jadi takut deket-deket sama kamu."


"hahaha...bercanda sayang. jangan marah ah. janji deh gak kaya gitu sebelum halal."


"beneran??."


"iya sayang,"


"sumpah??"


"iya sumpah."


"demi apa??."


"demi bisa nikah sama kamu. hahaha...."


dan tak terasa keduanya sudah sampai di depan kantor Fitri. Fitri langsung keluar dari mobilnya dengan terburu-buru. takut Ahmad akan berbuat macam-macam kepadanya...


"yah dia udah kabur duluan... padahal kan aku cuma godain." kata Ahmad sambil geleng-geleng kepala...


bersambung.....


Jangan lupa untuk selalu vote,..like....dan coment....

__ADS_1


jangan lupa juga follow me...🤗🤗😊😊😊


__ADS_2