Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
Makan Bersama


__ADS_3

Setelah Ahmad pulang, Fitri berganti pakaian dan langsung memilih bahan makanan yang akan di masak nanti, dan memasukkan bahan makanan lainnya ke dalam lemari es.


Dia memasak tomyam dulu sembari membuat bumbu untuk gurame asam manis pesanan Ahmad.


Satu jam berlalu, akhirnya semua makanan sudah siap. Fitri langsung pergi mandi dan melaksanakan kewajibannya kepada Tuhan.


setelah itu menata makanan ke dalam piring dan meletakkannya ke di ruang depan.


**


Ahmad masih ada di jalan saat jam menunjukkan pukul 5.30 sore. karena jalanan macet jika jam pulang kerja seperti ini. dia mendial nomor Rio.


"hallo, ada apa bro?? tumben Lo telpon gue??"


"halo, malem ini Lo sibuk gak??"


"kenapa emang?!"


"Lo mau gak gue ajak makan gratis??"


"ayokk, dimana?? gue siap kalo makan gratis."


"ah Lo mah gitu, kalo masalah yang gratis-gratis cepet banget."


"hehehe, iya dong. mau ngajak makan di restoran mana??"


"gak di restoran kok di rumah temen. mau kan Lo temenin gue."


"mau dong, ya udah nanti share lock ya tempatnya dimana."


"oke beres pokoknya. jangan lupa nanti jam 7 malam ya. ntar gue share lock deh. ya udah ya bye."


"oke ,bye "


Ahmad mematikan telepon dan langsung melajukan mobilnya menuju rumahnya.


Sampe di rumah dia langsung mandi dan bersiap-siap untuk makan malam di rumah Fitri. dia memakai kaos polo lengan pendek dan juga celana jeans panjang. terkesan santai tapi sopan.


Ahmad kemudian keluar dari kamar dan langsung menuju garasi untuk mengeluarkan mobilnya. tapi sebelumnya dia menghampiri pak Maman untuk mengatakan sesuatu.


"Pak Maman, tolong buka pintu gerbangnya ya sekarang."


"baik Tuan."


"oh ya pak, saya mau berpesan sama bapak."


"berpesan apa tuan."


"besok papa sama Mama kan mau kesini, tolong ya bilangin sama tukang kebun dan tukang bersih-bersih buat bersihin rumah. pak Maman tau sendiri kan mama cerewet kalo masalah kebersihan."


"oke, baik Tuan. akan saya laksanakan perintah tuan. segera akan saya telpon mereka."


"oke kalo bisa sekarang ya bersih-bersihnya. takut mereka Dateng besok pagi."


"baik Tuan."


"ya sudah pak, saya mau pergi dulu. nanti pastikan mereka datang dan melakukan pekerjaan dengan baik ya pak."


"siap tuan."


"jangan lupa, jaga rumah yang bener."


"siap laksanakan."


Akhirnya Ahmad langsung menuju mobilnya dan keluar setelah pak Maman membukakan pintu gerbangnya.


setelah mobil Ahmad keluar pak Maman menutup kembali pintu gerbang. Dia langsung mengambil ponsel dan menghubungi tukang bersih-bersih dan juga tukang kebun yang biasa membersihkan rumah tersebut.

__ADS_1


**


Rio sudah sampai di rumah ketika Ahmad menelponnya tadi.dia mengangkat telepon dari Ahmad.


hallo, ada apa bro?? tumben Lo telpon gue??"


"halo, malem ini Lo sibuk gak??"


"kenapa emang?!"


"Lo mau gak gue ajak makan gratis??"


"ayokk, dimana?? gue siap kalo makan gratis."


"ah Lo mah gitu, kalo masalah yang gratis-gratis cepet banget."


"hehehe, iya dong. mau ngajak makan di restoran mana??"


"gak di restoran kok di rumah temen. mau kan Lo temenin gue."


"mau dong, ya udah nanti share lock ya tempatnya dimana."


"oke beres pokoknya. jangan lupa nanti jam 7 malam ya. ntar gue share lock deh. ya udah ya bye."


"oke ,bye "


Ahmad menutup panggilan telepon dan Rio pun meletakkan kembali ponselnya di ranjang.


"kalo bukan makan di restoran terus dimana ya dia ngajak makan gue." batin Rio


"Apa jangan-jangan ke rumah calon istrinya kali ya." kata Rio lagi


tak lama kemudian, Ahmad telah mengirim lokasi tempat yang akan mereka tuju untuk makan malam nanti.


Dia membuka ponselnya dan melihat arah lokasi tersebut.


"gak jauh dari kantor nih kayaknya. ya udah deh gue mau mandi dulu kali ya. biar seger." dan Rio pun mandi untuk menyegarkan badannya kembali setelah di pakai untuk beraktivitas seharian. menghilangkan kuman-kuman dan bakteri yang melekat di kulitnya.


Rio lalu membuka walk in closet yang ada di samping tempat tidurnya. memilih celana bahan dan juga Hem lengan pendek.


"kayaknya bukan acara formal cuma makan malam biasa, pake baju kayak gini juga gak papa kan ya."


Rio melihat pantulan dirinya di kaca sambil tersenyum.


"Hem, sempurna. udah ganteng kaya gini. tapi kurangnya satu. gak punya cewek." kata dia seorang diri.


pukul 6.30 sore dia keluar dari rumah dan melajukan mobilnya ke sebuah rumah yang telah Ahmad beritahu tadi.


**


Vina dengan kesal membereskan barang-barangnya di kantor. karena malam ini dia harus lembur sampai pukul 6.30 malam.


"duh akhirnya kelar juga nih kerjaan. capek banget gue kerja sampe malam gini." kata dia sambil merenggangkan otot-otot yang kaku.


Di kantornya malam ini banyak yang lembur karena ada beberapa proyek pemerintah yang minta di kebut laporannya. termasuk juga Vina.


setelah berkemas, dia melangkahkan kakinya menuju tempat parkir. mengambil motor kesayangannya lalu pergi ke rumah Fitri.


ya malam ini dia akan menginap ke rumah Fitri. karena Fitri ingin membicarakan sesuatu rahasia penting yang Vina tidak ketahui.


15 menit berselang akhirnya Vina sampai di rumah Fitri. dia membuka pintu rumah kontrakan Fitri pelan.


Vina terkejut dengan banyaknya makanan yang di siapkan Fitri di ruang depan.


apa mungkin makanan sebanyak ini akan mereka habiskan berdua?? atau mungkin ada tamu yang akan datang ke rumah ini?? batin Vina.


dia pun kemudian menanyakan langsung kepada sang empunya rumah.

__ADS_1


"Fitri, makanan sebanyak itu buat apa??"


" ya buat di makan dong. masak cuma dilihatin."


"tapi banyak banget Fitri. kalo kita berdua yang makan gak bakal habis kali."


"nanti Lo juga bakal tahu sendiri. dah sana sekarang mandi dulu, terus pake baju yang bagus."


"ih bikin penasaran aja sih. ya udah deh gue mandi dulu."


"mana handuknya??"


"tuh ada di dalam lemari."


Vina mengambil handuk di lemari dan langsung mandi. beberapa menit berselang Vina sudah keluar dari kamar mandi. dia masuk ke dalam kamar untuk berganti pakaian. sedangkan Fitri sudah ada diluar untuk menyiapkan makanan.


pintu diketuk dari luar.


tok ..tok..tok..


Fitri segera membukakan pintu dan mempersilahkan kedua tamu untuk masuk.


Rio di buat terkejut oleh Ahmad. karena ternyata mereka akan makan malam di rumah Fitri. dan betapa terkejutnya Vina saat keluar dari kamar mendapati siapa yang datang.


"kok elo??" tanya Vina


"emang gak boleh kita kesini??" tanya Rio


"ya bukannya kaya gitu, gue juga kaget kenapa elo bisa sampe disini."


"tanya tuh sama nih orang." kata Rio sambil menunjuk ke Ahmad.


"udah ah, gak usah berdebat. yuk sini masuk. maaf ya rumahnya sempit gak kaya rumah kalian." kata Fitri


"iya, gak papa." kata Rio sambil melihat ke arah makanan yang tersaji di sana. "wah kayaknya enak tuh," kata Rio lagi.


"heh, gak sopan." ujar Ahmad


"hehe..maaf cuma bercanda." Rio


"ya udah yuk, kalian pasti udah pada laper kan, ayok silahkan di makan." Fitri


"dengan senang hati."


mereka berempat pun akhirnya makan malam bersama. semuanya terlihat menikmati makanan yang tersaji.


"wah, ini enak banget. siapa yang masak??" Rio


"calon bini gue dong." kata Ahmad


"hah?? siapa??" ujar Rio dan Vina penasaran.


"nih." Ahmad sambil menunjuk ke arah Fitri


"eh apaan sih kalian salah paham. kita ini cuma makan malam bukan main jodoh-jodohan." Fitri


"ini semua kamu yang masak fit??" Rio


"iya dong."


"kamu gak bantuin Vin??" Rio


"aku kan lembur, ini aja baru pulang kerja." Vina membela diri..


"oh gitu. tapi ini seriusan loh Fit, enak banget masakan kamu."


"makasih.." Fitri

__ADS_1


bersambung....


jangan lupa untuk selalu like...vote..dan coment ya...


__ADS_2