
"ah ngeles aja deh kamu. oh ya sayang, kamu dah prepare barang-barang kamu semua belum?? kalo belum biar nanti aku bantuin."
"udah kok mas. udah aku prepare semua. nanti siang tinggal kita berangkat ke sana."
"kamu udah kabarin ibu sama bapak belum??"
"ya jelas udah dong. eh mas, kenapa sih Aurel gak boleh ikut sama kita. padahal kan seru kalo ada dia."
"gak. biar dia di rumah aja bantuin mama. lagian dia juga jarang ketemu sama mama kan."
"alah, itu cuma alasan kamu aja kan. biar kita bisa berduaan terus gak ada yang ganggu. ya kan mas."
"pinter banget kamu." sambil menoel pucuk hidung Fitri.
"ih mas apa-apaan nih. main pegang-pegang aja."
"ya gak papa dong. orang sama calon istri juga. masak gak boleh sih??"
"belum waktunya."
"alah kamu ini. awas aja besok kalo dah nikah. semua yang ada di kamu jadi milik aku semua."
"mulai deh mesumnya." kata Fitri cemberut.
"alah, mesum gini kamu juga mau sama aku." goda Ahmad.
mereka kemudian bercanda sambil menikmati pemandangan kota Bandung dari atas. udara sedikit menghangat karena matahari mulai menampakkan sinarnya.
mereka bercanda sambil mencelupkan kaki ke dalam kolam ikan...
hari berganti siang, Fitri sudah mengemasi barang-barangnya dan mengeluarkannya dari kamar menuju garasi.
setelah makan siang, mereka akan berangkat ke Cimahi. tempat tinggal kedua orang tua Fitri. Pak Hakim tidak bisa menemani mereka berangkat karena harus meetting mendadak dengan client.
__ADS_1
makan siang sudah selesai, mereka bersantai sejenak untuk menurunkan nasi yang ada di perut. pukul dua siang baru mereka berangkat ke Cimahi.
jarak yang di tempuh tidaklah jauh. hanya satu jam perjalanan. setelah semua barang-barang di masukkan ke dalam mobil dan memastikan semuanya tidak ada yang tertinggal, Fitri dan Ahmad berpamitan kepada semua penghuni rumah termasuk bi Inah.
Aurel Sebenarnya masih merengek kepada Bu Halimah untuk meminta ikut bersama mereka. tapi tetap saja Bu Halimah bersikukuh tidak mengijinkan Aurel untuk ikut.
sekarang mobil mereka sudah meninggalkan rumah mewah milik orang tua Ahmad menuju jalan raya. mobil melaju dengan kecepatan sedang membelah keramaian jalanan. hanya mereka berdua yang ada di dalam mobil mewah Ahmad.
perlahan-lahan Ahmad mulai menggenggam tangan pujaan hatinya. dan menciumnya pelan.
"ih apaan sih mas." kata Fitri yang merasa risih dengan perlakuan Ahmad.
"gak papa. cuma pengen berduaan bareng kamu aja sayang." kata Ahmad sambil masih fokus menyetir.
"ih lepasin dong mas. orang lagi nyetir juga malah romantis-romantisan. nanti kalo kecelakaan gimana??''
"hush, kalo ngomong jangan kaya gitu. pamali nanti ada setan lewat terus nyelakain kita gimana??'' kata Ahmad menakut-nakuti.
"ya bukan gitu maksud aku. lepasin dulu dong tanganku mas."
Ahmad mulai melepaskan pegangan tangannya pada tangan Fitri. sekarang dia fokus menyetir tanpa memperdulikan orang yang ada di sampingnya. dia sedang pura-pura ngambek pada Fitri.
Ahmad hanya diam saja tanpa menggubrisnya.
"mas, maafin aku dong. aku gak bermaksud begitu ke mas Ahmad. pliss." kata Fitri memohon.
Ahmad masih tetap saja tak menggubrisnya. dia masih terus fokus menyetir mobil dan arah pandangnya masih fokus pada jalanan. sesekali dia melirik pujaan hatinya yang ada di sampingnya.
"kali-kali ngerjain nih bocah ah." kata Ahmad dalam hati.
"mas...pliss dong..ya udah deh boleh pegang tanganku sambil nyetir. asal gak sambil bercanda." kata Fitri meluruh.
perlahan-lahan senyum mulai merekah di bibirnya.
"nah gitu dong." kata Ahmad sambil tersenyum memandang Fitri.
__ADS_1
"ih mas mah gitu. cuma ngerjain aku aja. huh sebel." ujar Fitri mulai memanyunkan bibirnya.
"udah jangan manyun kaya gitu. nanti gak cantik lagi lho." goda Ahmad.
"biarin. yang penting kamu mau sama aku."
"eh siapa bilang??"
"jadi kamu cuma main-main sama aku mas???" Fitri mulai marah.
"hehehe. gak kok sayang. cuma bercanda aja gak serius. udah dong jangan marah." rayu Ahmad.
"gak semudah itu mas."
" ya udah sekarang mas minta maaf ya Fitri ku sayang."
"tapi janji jangan kaya gitu lagi."
"iya deh sayang. janji.."
"gak bohong ya."
"iya sayang kuh."
mereka berdua akhirnya sama-sama tersenyum. tak terasa perjalanan mereka sudah sampai di Cimahi. sekarang mobil mereka masuk menuju jalan perkampungan ke arah rumah orang tua Fitri.
jalan menuju tempat tinggal Fitri sudah berupa beton cor dan kiri-kanan jalan banyak perkebunan milik warga. saat sore hari seperti ini, biasanya orang-orang mulai berbondong-bondong ke kebun untuk memanen sayuran. agar bisa di jual keesokan harinya.
biasanya sayuran yang akan mereka panen berupa sayuran wortel, kentang, kubis, mentimun, terong, kucai, leunca dan banyak lainnya.
pemandangan alam sore hari juga tak kalah indah dari pemandangan di pagi hari. Fitri begitu merindukan tanah tempat kelahirannya. karena banyak kesibukan di ibu kota membuatnya jarang pulang ke kampung halaman untuk bertemu dengan kedua orang tuanya.
dia membuka jendela, membiarkan udara sejuk sore hari masuk ke dalam mobil. bau rerumputan dan tanah basah membuatnya merasa nyaman. sampai memejamkan mata. hingga membuat Ahmad keheranan.
"kamu kenapa sayang?? kok tutup mata segala??"
__ADS_1
"gak papa kok mas. nyaman aja menghirup udara segar di sini."
bersambung....