
"hah, baju?! buat apa ma??"
"ya buat mama, udah yuk cepetan. kasian Fitri nunggu lama di taman."
"oh iya juga ya, yuk langsung berangkat aja deh ma. aku pake baju kaya gini gak papa kan."
"gak papa lah. dari pada kamu ganti baju nanti kelamaan lagi."
"siap bos."
Ahmad mengambil ponsel dan juga kunci mobil yang ada di meja kerjanya. lalu mengikuti Bu Halimah yang sudah keluar terlebih dahulu.
tak lupa dia menyemprotkan parfum yang ada di laci meja kerjanya.
"masak mau jalan sama cewek gak bau wangi." batin Ahmad sambil tersenyum.
Dia langsung menuruni tangga dan menuju garasi untuk mengeluarkan mobilnya.
tak butuh waktu lama, akhirnya Bu Halimah dan Fitri sudah ada di teras depan untuk menunggu mobil di keluarkan.
"yuk mah, Fit masuk." seru Ahmad dari dalam mobil.
mereka berdua langsung masuk mobil dan duduk di kursi belakang. lalu mobil berjalan keluar dari gerbang dan meninggalkan rumah. menyusuri jalan raya dan dua puluh menit kemudian, mereka sudah sampai di depan butik ternama di kota itu.
Beti yang merupakan pemilik butik tersebut langsung keluar menyambut tamunya. Bu Halimah sebelumnya memang sudah menghubungi Beti bahwa dia akan datang untuk fitting baju lamaran. tapi Bu Halimah menyuruh Beti merahasiakan itu kepada sepasang anak manusia itu.
"Hay say, lama gak ketemu ya. kemana aja sih say??" tanya Beti
"biasalah ngurus bisnis, kaya kamu gak tau aku aja."
"iyalah aku percaya sama kamu say. yuk silahkan masuk."
Mereka berempat pun masuk ke dalam butik, mengikuti Bu Halimah yang ada di depan sambil tangganya di gandeng oleh pemilik butik.
Fitri tak menyangka bahwa dia akan diajak menuju butik nomor satu di kota ini.
"mimpi apa aku semalem sampe bisa kesini??." batin Fitri.
"eh iya say, siapa dua orang itu??" tanya Beti bisik-bisik di telinga Bu Halimah. tapi masih bisa di dengar oleh mereka berdua.
"oh ya kenalin, ini Ahmad anakku dan yang itu Fitri. temen
deket anakku." kata Bu Halimah memperkenalkan keduanya.
"oh. kenalin nama saya Beti pemilik butik ini." kata Beti memperkenalkan diri.
Fitri dan Ahmad lalu bergantian menyalami beti sambil tersenyum.
__ADS_1
"eh iya say kamu mau baju yang kaya gimana??"
"aku mau kebaya aja, kamu ada kan."
"bentar, aku ambil dulu sampel bahannya."
"oke deh."
Beti lalu mengambil sampel bahan kebaya yang akan Bu Halimah lihat. butik nomor satu di ibu kota itu pasti menyediakan bahan-bahan dengan kwalitas premium dan dengan harga yang melambung.
Bu Halimah memang selalu membeli baju ataupun barang-barang yang mahal. karena menurut dia, barang yang mahal akan sebanding dengan kwalitas bahan baku dari barang tersebut. mutu terjamin dan juga pastinya akan awet jika digunakan.
Beti lalu datang dengan berbagai potongan kain dengan corak warna-warni. agar clientnya bisa memilih dan juga supaya sesuai keinginan client.
"eh say, kamu ada desainnya juga gak buat kebaya couple??"
"ada dong, bentar aku ambil ya."
tak lama kemudian beti datang membawa setumpuk kertas desain. lalu menunjukkannya kepada Bu Halimah.
"ni say contoh desainnya. mau buat acara apa sih??"
"enggak, cuma mau bikin baju couple buat keluarga aja. biar kompakan."
"eh Fitri, coba lihat deh desainnya. menurut kamu cocoknya yang mana kalo seumpama kamu suruh milih."
Bu Halimah lalu melihat desain baju tersebut dan ternyata memang bagus desainnya. dia lalu mencocokkan desain baju dengan warna bahan yang akan dijadikan baju.
"Menurut aku ya say, mendingan baju buat lakinya batik yang ini." menunjuk potongan kain batik.
"terus kalo buat ceweknya mendingan warna coklat susu aja, biar kelihatan kalem gitu. gak begitu glamor. terserah kamu deh mau pake bahan apa cocoknya, yang penting warna coklat susu dan gak panas di pake."
"oke siap nyonya." kata Beti.
"jangan buat aku kecewa sama hasilnya ya. kalo buat 6 Minggu lagi bisa jadi gak bajunya??"
"bisa dong. apa sih yang gak buat kamu say,. eh iya mau berapa pasang bajunya??"
"dua pasang aja ya. buat keluarga aku aja kok."
"siap. ya udah yuk di ukur dulu, biar gampang buat bajunya."
"boleh, eh iya Fitri kamu juga di ukur ya. soalnya anak Tante yang cewek juga ukuran bajunya sama kaya kamu."
"baiklah Tante."
"oh jadi aku diajak kesini cuma mau diukur badannya buat bikin kebaya keluarga toh. kirain mau ngapain.," batin Fitri
__ADS_1
Tapi memang baju tersebut akan Bu Halimah siapkan untuk acara lamaran resmi anaknya dan juga Fitri beberapa Minggu lagi. karena dia sudah tidak sabar ingin anaknya segera menikah.
Bu Halimah beralasan bahwa baju Fitri sama dengan anak perempuannya yang sedang kuliah di luar kota. agar Fitri dan Ahmad tidak curiga.
Ahmad yang sejak tadi diam dan hanya bermain ponsel langsung bertanya pada sang mama.
"mau buat acara apa sih ma?? pake acara bikin baju segala."
"buat acara keluarga kita lah, biar kelihatan kompak. kan bagus kalo seumpama ilang di kerumunan gampang ketemunya."
"terserah mama aja deh."
Bu Halimah selesai di ukur, kini giliran Fitri dan Ahmad. setelah mereka selesai diukur, mereka kembali duduk di tempat semula.
"gimana sama ukuran badan suami kamu say?? kan dia gak ikut kesini. ??"
"gampang, besok dia kesini buat jemput aku kok. kalo udah sampe nanti aku ajak kesini. biar cepet kelar bajunya."
"oke deh, nurut."
"masalah harga nanti aku wa aja ya biar gampang dan nanti pembayarannya aku transfer ke rekening mu. nomor wa kamu masih sama kan kaya yang dulu."
"masih dong, aku gak pernah ganti nomor kok say."
"ya udah kalo gitu aku mau pamit dulu ya say, besok kapan-kapan main lagi kesini. mana tahu bentar lagi anakku mau nikah." Bu Halimah menyindir Ahmad dan yang disindir pura-pura tidak mendengar.
"oke deh. kabar-kabar ya kalo mau nikah si ganteng." sambil menoel pipi Ahmad.
Ahmad merasa risih dengan towelan si pemilik butik,.
"iya Tante, secepatnya aku kabarin kalo jadi nikah. nih tinggal calonnya maunya kapan." kata Ahmad memandang Fitri.
"eh kok jadi aku sih." kata Fitri.
"udah ah yuk pulang, udah sore nih." kata Bu Halimah.
mereka bertiga lalu keluar dari butik dan segera masuk ke dalam mobil...
di dalam mobil Fitri hanya diam tanpa bicara. dia memikirkan candaan Ahmad tadi di dalam butik.
"apa mungkin dia serius mau nikah sama aku ya?? tapi aku takut.".
bersambung....
jangan lupa untuk selalu vote...like...dan juga coment y...
terima kasih buat para readers yang masih setia menunggu update terbaru dari MENUA BERSAMAMU...
__ADS_1
sebisa mungkin author update setiap hari. karena kesibukan author jadi update nya gak tentu... mohon maklum... ceritanya akan terus berlanjut ...