Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
Cuti


__ADS_3

Fitri kini meminta izin untuk bercuti selama 5 hari ke depan. Di mulai dari hari Selasa dan berangkat ke kantor kembali hari Senin Minggu depan.


Dia ingin bercuti untuk mempersiapkan lamaran dengan Ahmad di kampung halaman tempat kelahiran Fitri.


sebelumnya Fitri sudah memberitahukan tentang tanggal lamaran mereka kepada kedua orang tuanya. Pak Sumarno dan Bu Sundari sangat senang mendengar kabar tersebut. mereka sangat antusias mempersiapkan acara lamaran tersebut.


hari ini hari terakhir Fitri masuk kerja dalam Minggu ini, atasannya juga sudah memberikan izin perihal cuti tersebut. asal Fitri menyelesaikan semua pekerjaan yang dia tangani sebelum bercuti.


Vina juga sudah mengetahui rencana lamaran sahabatnya itu tapi dia tidak bisa mendampingi karena pekerjaan yang banyak dan menumpuk sehingga dia tidak diizinkan untuk bercuti.


--


di kantor Ahmad .


Ahmad juga sudah meminta izin kepada atasannya untuk bercuti karena alasan ingin melamar sang kekasih. Atasannya juga menyetujui alasan yang diberikan karena memang itu nyata adanya bukan hanya omong kosong.


Para sahabatnya yang mendengar alasan Ahmad bercuti sangat senang.


"yes akhirnya Sahabat gue yang satu ini mau sold out juga akhirnya." ujar Andri.


"selamat ya bro. semoga lancar sampe ke pelaminan." kata Nisa sambil menyalami Ahmad.


"iya. makasih ya. terus Lo kapan lamarannya?? jangan pacaran mulu dong. apa gak malu sama gue?? bentar lagi gue salip kalian." ucap Ahmad kepada Andri dan Nisa.


"ya sabar dong bro, kan mau ngumpulin modal dulu."


"ya elah. dari kemarin alasannya itu mulu. Nis, hati-hati sama cowok Lo tu, jangan-jangan dia cuma main-main sam Lo. gak serius." kata Ahmad menakut-nakuti Nisa.


"eh, enak aja kalo ngomong. gue serius kali sama Nisa. gak main-main kok. beneran deh sayang."


"terus kapan Lo mau ngelamar dia?? nanti keburu ubanan loh pacaran mulu."


"iya...iya.. besok kalo Lo dah nikah. baru gue lamar Nisa."


"beneran?? sumpah?? janji??" tanya Ahmad serius.


"iya lah masak gue bohong sih."


"oke gue tunggu janji Lo. Nisa jadi saksi pembicaraan kita kali ini. gue mah kalo bisa secepatnya nikah. palingan bulan depan gue nikah deh."


"eh, apa gak kecepetan??" tanya Andri mulai gelagapan.


"ya gak dong. suka-suka gue mau nikah kapan. dasarnya emang Lo gak niat buat lamaran sama Nisa kan. ngaku deh Lo."


"bukan gitu maksudnya, tapi kan itu terlalu cepat."

__ADS_1


"bukannya semakin cepat malah semakin baik. kan enak tuh sama yang udah halal. mau ngapa-ngapain gak takut dosa. gak takut zina. ya kan nis." kata Ahmad.


"iya tuh bener banget. pokoknya gue pegang janji Lo. kalo habis Ahmad nikah Lo gak ngelamar gue. kita putus." ancam Nisa.


"eh sayang, jangan kaya gitu dong. secepatnya deh aku lamar kamu sayang."


"oke."


Rio hanya mendengarkan perbincangan para sahabatnya. tidak berminat untuk menimpali. sesekali dia hanya bermain ponsel. berharap ada seseorang yang menelponnya atau mengirimkan pesan padanya.


"gini amat ya jadi jomblo. nasib-nasib." batinnya sambil mengelus dada.


"eh Lo kenapa bro?? kok tumben diem aja??" tanya Ahmad.


"gak papa kok. cuma ngelus dada aja." jawab Rio.


"ah dasar jomblo Lo. makanya sana cari pacar kalo gak calon istri."


"mana ada yang mau sama gue."


"ada yang mau. Lo nya aja yang gak peka. jangan main sama cewek yang gak bener terus makanya."


"apa sih Lo. gue gak kaya gitu ya sekarang."


"ah bohong, kemarin gue liat lo baru mau masuk ke hotel sama cewe malem-malem." kata Andri.


"mana mungkin salah lihat. orang gue juga lihat jelas plat nomor mobil elo kok. "


Rio tidak bisa mengelak lagi. karena memang kemarin malam dia check in dengan seorang wanita bernama Clara di salah satu hotel yang dekat dengan club malam tempat biasa Rio nongkrong.


jam makan siang sudah tiba. kini mereka semua pergi ke restoran dekat dengan kantor tempat biasa mereka makan. hari ini Ahmad kembali mentraktir para sahabatnya sebagai bentuk rasa syukur karena sebentar lagi dia akan melepaskan masa lajangnya.


dan hari ini karena kebetulan Fitri juga bangun kesiangan jadi dia tidak menyiapkan bekal makanan untuk Ahmad. mereka berdua tadi pagi hanya Sarapan roti tawar dengan selai dan segelas susu untuk mengganjal perut.


--


Jam sudah menunjukkan pukul 3 sore. kini tiba waktunya untuk pulang ke kantor. seperti rutinitas biasanya, Ahmad selalu menjemput Fitri di depan pintu gerbang.


sesampainya di dalam mobil, Ahmad mengajak Fitri untuk membeli beberapa camilan dan perlengkapan di supermarket terdekat sebagai persiapan pulang ke kampung halaman.


Mereka membeli camilan seperlunya. karena besok Ahmad akan mengajak Fitri pergi ke Bandung dulu mengunjungi rumah tempat dimana orang tua Ahmad tinggal.


setelah itu mereka bersama-sama pergi ke Cimahi tempat kelahiran Fitri.


mereka akan berangkat besok pagi sekitar jam sepuluh.

__ADS_1


jadi ada kesempatan sampai besok untuk mempersiapkan apa saja barang yang perlu di bawa. Fitri juga tidak mempersiapkan apapun untuk pulang ke kampung halaman. hanya beberapa oleh-oleh yang tidak ada di Cimahi yang dia bawa ke sana. dia juga hanya membawa beberapa helai pakaian untuk dipakai di rumah Ahmad besok.


saat mereka sudah kembali dari supermarket dan memasuki mobilnya. Ahmad memulai percakapan.


"gak nyangka ya bentar lagi mau lamaran." kata Ahmad sambil menyetir.


"heem ya, kayaknya baru kemarin aja kita kenalan. eh udah mau lamaran aja."


"tapi kamu seneng kan."


"enggak ah biasa aja." kilah Fitri.


"alah jangan bohong, aku tau kalo kamu bohong. tuh buktinya hidung kamu kembang kempis gitu."


"enggak ah." kata Fitri sembari memegang hidungnya.


"Haha. gak kok cuma bercanda aja."


",ih kamu nakal." kata Fitri memalingkan wajahnya.


"yes berarti bulan depan kita bisa nikah dong ya."


"apa gak kecepetan??"


"bukannya lebih cepat lebih baik ya."


"ya tapi kan aku belum siap."


"apa yang kamu belum siapkan??"


"aku takut."


"kenapa takut?? kan aku gak Jahatin kamu."


"aku takut kamu kecewa sama aku. aku masih belum siap."


"udahlah gak usah terlalu di pikirin. sekarang kita fokus ke acara lamaran aja dulu. untuk yang itu nanti kita selesaikan nanti."


mereka kembali terdiam dalam angan masing-masing. Fitri masih terlalu takut untuk melangkah lebih jauh. mengingat dia pernah hampir di perkosa. ingatan itu selalu terngiang-ngiang di dalam otaknya.


tanpa terasa kini mereka sudah ada di depan rumah kontrakan Fitri. Fitri kemudian turun dan kembali ke rumah tersebut.


Ahmad memandang dari dalam mobil. tidak menyangka bahwa gadis yang sedang dilihatnya tidak lama lagi akan menjadi istrinya...


bersambung....

__ADS_1


nih aku ganti yang kemarin ya... langsung update lagi...


maafkan author mu ini ya.. lagi sibuk banget juga.. mana anak gak bisa ditinggal.. ibu-ibu pasti juga ngalamin hal yang sama...😊😊😊 masih banyak kejutan yang menanti cerita ini...tetep stay tune with MENUA BERSAMAMU ya..😊😊😊


__ADS_2