Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
Belanja


__ADS_3

Ahmad akhirnya melajukan mobilnya ke sebuah supermarket besar di dekat komplek perkantoran tersebut. dari pada harus melihat sang pujaan hati ngambek. lebih baik menurutinya.


Fitri masih saja dalam mode ngambek saat mobil sudah memasuki area parkir supermarket.


"sudah sampe, kamu gak mau turun ??


Fitri hanya diam saja tanpa membalas pertanyaan Ahmad. dia ingin membuka seat belt tapi susah payah tak bisa di buka.


"sini, bisa gak?? biar aku bantuin." tawar Ahmad


"gak usah, aku bisa sendiri kok." kata Fitri


karena sudah lima menit berlalu Fitri masih belum bisa membuka seatbeltnya.


"yakin??? mau sampe kapan, sini gak papa aku bukain."


"kamu sengaja kan, di buat susah nih bukanya biar kamu bisa nyuri-nyuri kesempatan deket sama aku."


"eh enak aja kamu bilang, ya udah deh gak jadi bantuin. yang mau di bantuin sukanya negative thinking terus sama orang. biarin aja mau sampe kapan bisa buka sendiri."


" ya udah .cepet bukain."


"ya jangan marah-marah dong. nanti kalo masih marah-marah gak aku bukain."


"iya deh maaf, Ahmad Nur Hakim plisss boleh minta tolong bukain seat belt nya?? " kata Fitri dengan suara manis


"nah kalo kaya gitu aku mau bukain." senyum Ahmad


Entah mengapa saat melihat senyum Ahmad ada gejolak lain di dalam hatinya..


"duh gantengnya." batin Fitri


sesaat kemudian Ahmad membantu membuka seatbelt dan mata mereka beradu. jarak antar keduanya tak lebih dari 5 cm. deru nafas keduanya pun terdengar jelas, bahkan detak jantung mereka terdengar sangat keras membuat dua-duanya dilanda kegugupan.


Kalo saja Fitri sudah jadi istrinya, pasti dia tak akan segan-segan mencium bibir ranum itu. bibir itu yang selalu menampakkan senyum manisnya. menjadi candu bagi Ahmad.


"duh, sadar woy. belum halal." batin Ahmad


ceklek...


sepersekian detik akhirnya mereka tersadar saat seatbelt sudah bisa dibuka."


buru-buru Fitri melempar pandangan ke arah lain. dia merasa gugup bertatapan dengan Ahmad dengan jarak yang sedekat itu.


Ahmad lalu berdehem untuk menghilangkan kegugupan yang melanda hatinya.


"ehem... udah bisa di buka tuh. yuk keluar."


Fitri pun keluar dari mobil dengan pipi merah merona karena malu. dia berjalan dengan cepat tanpa memperdulikan Ahmad yang memanggilnya.


"woy, tungguin cepet amat jalannya." kata Ahmad sambil setengah berlari mengejar Fitri.


Fitri yang di panggil pun bersikap acuh, seolah tak mendengar teriakan Ahmad. Fitri langsung mengambil troli dan membawanya masuk ke dalam supermarket tersebut.


tiba-tiba Fitri dikejutkan dengan suara lembut Ahmad di sampingnya.


"jalannya kok jalannya cepet banget sih Fit, kaya dikejar hantu aja."

__ADS_1


"gapapa kok, takut sayurannya habis."


"ya udah yuk, jalan. tempat sayuran di sebelah mana??"


"kesana. sambil menunjuk ke arah depan."


mereka berjalan beriringan seperti sepasang suami-istri membuat orang lain iri ketika melihatnya. yang satu tampan yang satu cantik dan manis.


Setelah sampai di stan sayuran, Fitri memilih aneka macam sayuran untuk persediaan selama seminggu kedepan.


"kamu biasa belanja di sini??" tanya Ahmad


"enggak, jarang-jarang kok."


"oh, emang biasanya belanja di mana??"


"biasanya sih di pasar pagi dekat rumah kontrakan."


"kok sekarang belanja disini??"


"iya kan kamu tahu sendiri, beberapa hari ini aku masak banyak buat bekal sama sarapan kamu juga kan. jadi persediaan sayuran aku habis. kalo nunggu ke pasar pagi harus hari Minggu. lama."


"eh iya juga ya, maaf ya jadi ngerepotin kamu. tapi kan aku gak minta di masakin kok. apalagi di bawain bekal ke kantor."


"udah gak papa, anggep aja sebagai tanda terima kasih karena kamu kemarin dah nungguin aku di rumah sakit."


"oke deh.. aku malah yang harus ngucapin terima kasih sama kamu."


"buat apa??"


"buat makanan yang kamu masak dan buat kedekatan kita selama ini."


Fitri hanya membalas sekenanya karena jujur, dia sangat gugup untuk kesekian kalinya. ketika membahas kedekatan mereka.


Fitri pun langsung memasukkan sayuran ke dalam trolinya.


Kangkung, bayam, wortel, brokoli, kembang kol, buncis, sawi, cabe, timun, tomat, kacang panjang, paprika, dan bumbu dapur lainnya.


setelahnya dia pergi ke stan aneka ikan air tawar dan ikan laut segar. dia membeli cumi, udang, kepiting, kerang, ikan tongkol, lele, bawal, gurame. masing-masing satu kilogram.dia juga membeli daging ayam dan daging sapi.


Ahmad dibuat heran dengan banyaknya belanjaan Fitri yang ada di troli.


"dah penuh nih trolinya, sekarang mau kemana lagi??"


"yuk kesana, aku mau beli buah-buahan."


"oke,"


Ahmad mendorong troli dan menuju ke stan buah.


Fitri memilih aneka macam buah. setelah puas berkeliling dan di rasa cukup, Fitri kemudian mengajak Ahmad pergi ke kasir. karena tak terasa hari pun sudah beranjak sore.


"total semuanya 400 ribu mbak."


"oke, tunggu bentar"


saat semua barang belanjaan sudah masuk kantong belanjaan dan Fitri ingin membayar, Ahmad langsung mengeluarkan kartu atm-nya.

__ADS_1


"udah mbak, pake ini aja." mengacungkan kartu ATM ke kasir


"baik pak."


"eh, kok kamu yang bayar sih. kan belanjaan aku."


"gak papa, kan aku juga yang bakal ikut makan."


"ya udah deh, makasih ya. udah di bayarin."


"iya sama-sama. ya udah yuk pulang keburu sore. ini juga udah jam 5 sore. nanti kamu gak sempet masak."


Mereka berdua pun meninggalkan supermarket menuju area parkir mobil. memasukkan barang belanjaan ke dalam bagasi dan setelah itu langsung pergi menuju tempat tinggal Fitri.


" kamu beli seafood buat masak apa sih??"


"ya buat di masak dong"


"tapi kok kayaknya banyak banget."


"iya nih, nanti malem aku mau bikin tomyam seafood."


"terus masak sendiri makan sendiri gitu???


"haha, enggak dong.. aku masakin si Vina itu. nanti malem sepulang lembur dia nginep di rumah. dia request mau di masakin tomyam seafood."


"oh gitu. boleh ikut makan malem ngga??"


"ayok lah, boleh tapi ajak temen kamu juga satu ya. takutnya orang berpikiran negatif kalo ada tamu laki-laki ke rumahku malem-malem . cuma sendirian lagi."


"oke siap.. nanti aku ajak Rio deh."


"oke, nanti jam 7 malam ya dateng ke rumah ku. kamu mau request di masakin apa??"


"gak usah lah takut kamu repot. lagian kamu kan masak sendiri gak ada yang bantuin."


"gak papa, aku kan cheff pro" kata Fitri menyombongkan diri


"ya udah deh, kalo kamu maksa. tadi seingatku kamu beli ikan gurame kan."


"heem,"


"bikin gurame saus asam manis aja, biar gak ribet. bisa kan"


"bisa dong. itu mah kecil."


"oke,"


Mereka berbincang-bincang hingga tak terasa sudah sampai di depan Kontrakan. keduanya turun dan menenteng belanjaan masuk ke dalam rumah.


"ya udah aku pulang dulu ya. sampe ketemu nanti malem. bye"


"oke. bye"....


bersambung....


jangan lupa vote..like...dan coment ya

__ADS_1


...


biar semangat update tiap hari..☺️☺️


__ADS_2