Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
Season 2 Episode 14


__ADS_3

Vania merasa


gelisah dan tidak tenang karena Bastian masih belum bisa melupakan mantan istrinya.


Sedangkan Vania ingin memiliki Bastian seutuhnya, oleh karena itu dia ingin


segera meresmikan hubungan mereka. Hari itu dia pergi ke rumah Bastian sambil


membawakan makanan kesukaan dia yaitu steak. Setibanya dirumah Bastian ternyata


dia sedang berenang.


“Astaga dia


benar-benar terlihat sangat tampan ketika berenang, kibasan rambutnya membuatku


ingin memiliki dia sepenuhnya.” Kata Vania.


“Bastian ayo


kita makan dulu, aku membawakanmu steak.” Teriak Vania.


“Tunggu


sebentar.” Kata Bastian.


Akhirnya Vania


pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan, dia melihat ponsel milik Bastian


sedang tergeletak di sofa, karena penasaran Vania pun mengambilnya. Dia sangat


terkejut melihat latar belakang ponsel Bastian. ternyata Bastian memasang foto


dia bersama mantan istrinya. Tentu saja Vania sangat kesal akhirnya dia


menghampiri Bastian.


“Apa ini?” Tanya


Vania sambil menunjukkan ponsel milik Bastian.


“Sejak kapan


kamu jadi suka membuka ponselku? Bella saja dulu selalu meminta ijin sebelum


membuka ponselku, aku tidak suka jika kamu asal membuka ponselku karena


ponselku adalah privasiku.” Kata Bastian.


“Kenapa kamu


masih menggunakan foto itu sebagai latar belakang ponselmu? Aku sangat tidak


menyukainya, kamu bilang telah melupakannya dan memilihku tapi apa buktinya.”


Kata Vania.


“Aku dan dia


baru berpisah dalam hitungan bulan mana mungkin bisa dengan mudah melupakan


dia.” Kata Bastian.


“Ingat ya dia


itu bahkan telah membuangmu, dia memilih model itu daripada kamu, memangnya


kamu tidak ada rasa kesal dengannya?” Tanya Vania.


“Itu bukan


kesalahan dia, memang aku laki-laki yang bodoh dan tidak bisa mengerti dia jadi


pantas saja jika dia membuangku begitu saja. Sudahlah aku capek mendengar semua


ucapanmu yang selalu sama. Jelas-jelas saat ini aku memilihmu kan, lagipula


untuk apa mempermasalahkan latar belakang ponselku, aku memang tidak sempat


untuk mengubahnya.” Kata Bastian.


“Tidak sempat?


Jangan banyak alasan deh, pasti kamu sengaja memasang foto itu agar selalu


mengingatnya. Kamu ternyata belum bisa melupakannya, aku kecewa denganmu.” Kata


Vania.


“Apa sih mau


kamu sebenarnya?” Tanya Bastian.


“Aku ingin

__ADS_1


hubungan kita secepatnya diresmikan.” Kata Vania.


“Apa maksudmu?”


Tanya Bastian.


“Aku ingin kita


secepatnya bertunangan lalu menikah. Aku tidak bisa seperti ini terus bersamamu,


bukan saatnya aku berpacaran karena aku ingin berhubungan yang serius.” Kata


Vania.


“Ok baiklah, aku


akan menuruti kemauanmu agar kamu puas. Kita bertunangan saja dulu, tapi kalau


menikah tidak bisa secepat itu.” Kata Bastian.


“Terima kasih


sayang, aku benar-benar sangat mencintaimu.” Kata Vania sambil memeluk Bastian


dari belakang.


“Lepaskan, aku


lapar dan ingin makan.” Kata Bastian.


“Baiklah, aku


akan menyiapkan makanan untukmu. Aku membuat steak kesukaan kamu hari ini.”


Kata Vania.


“Iya terima


kasih.” Kata Bastian.


“Oh iya aku


sudah memilih gaun untuk pesta pertunangan kita nanti, coba lihat gaun ini.


Bagaimana menurutmu?” Tanya Vania sambil menunjukkan gaun pilihannya.


“Terserah kamu


mau memilih yang mana, pilihlah yang kamu inginkan.” Kata Bastian.


yang memilihkan untukku. Bagaimana kalau kita pergi ke tempatnya langsung saja?


Kamu mau kan?” Tanya Vania.


“Iya.” Jawab


Bastian.


“Yes, kapan kita


perginya? Bagaimana kalau nanti kita ke tempatnya?” Tanya Vania.


“Iya.” Jawab


Bastian.


“Ok, pokoknya


aku akan memakai apapun pilihan kamu.” Kata Vania.


“Aku mau


bersiap-siap dulu.” Kata Bastian.


“Loh makanannya


kan belum habis.” Kata Vania.


“Aku sudah


kenyang. Aku mau ganti baju dulu.” Kata Bastian.


“Makanan tidak


enak seperti itu, bahkan jauh lebih enak masakan buatan Bella. Astaga kenapa


aku masih mengingatnya sih. Sepertinya aku harus mengganti latar belakang


ponselku.” Gerutu Bastian.


**


Bastian dan Vania pergi ke toko untuk membeli gaun yang akan dikenakan saat


pertunangan mereka. Setibanya disana, Vania sangat antusias sedangkan Bastian

__ADS_1


terlihat biasa saja.


“Sayang, mana yang lebih bagus? Yang warna putih atau hitam? Atau bagaimana


jika aku menggunakan gaun berwarna merah saja?” Tanya Vania.


“Terserah kamu karena kamu yang akan memakainya.” Kata Bastian.


“Kenapa sih kamu sepertinya tidak semangat begitu.” Gerutu Vania.


“Belum tentu pilihanku sesuai dengan keinginanmu, bahkan aku tidak yakin


kamu akan menyukai pilihanku.” Kata Bastian.


“Aku akan memakai apapun pilihanmu kok sayang, cepat pilihkan untukku.” Kata


Vania.


“Pakai saja yang warna pink.” Kata Bastian.


“Kenapa tidak warna putih saja? Sepertinya warna putih terlihat bagus atau


bagaimana jika berwarna hitam agar terlihat lebih mewah dan glamour.” Kata Vania.


“Jangan memakai warna putih atau hitam.” Kata Bastian.


“Memangnya kenapa?” Tanya Vania.


“Bukankah tadi kamu bilang akan memakai apapun pilihanku? Bagaimana sih


aneh banget.” Gerutu Bastian.


“Tentu saja kamu tidak ingin aku memakai gaun berwarna putih atau hitam


karena itu warna kesukaan Bella, dasar menyebalkan.” Gerutu Vania.


Akhirnya Vania membeli gaun pilihan Bastian yaitu berwarna pink.


“Tunggu didalam mobil saja, aku mau bayar dulu.” Kata Bastian.


“Baiklah, jangan terlalu lama ya.” Kata Vania.


Ketika Bastian membayar, dia melihat gaun yang sangat elegan berwarna


hitam.


“Bagus sekali gaunnya, apakah sudah ada pemiliknya?” Tanya Bastian.


“Sudah tuan.” Kata spg tersebut.


“Siapa pemiliknya?” Tanya Bastian.


“Nona Bella, model dan pemain film itu loh.” Kata spg tersebut.


“Maaf, bukankah anda mantan suami nona Bella ya? Wah kenapa bisa kebetulan


begini sama-sama datang ke toko kami. Baru saja tadi dia datang dan membeli


gaun ini namun ada yang perlu dipermak karena gaun ini sedikit terlalu besar.” Kata


spg tersebut.


“Oh begitu ya, untuk acara apa dia memesan gaun ini?” Tanya Bastian.


“Sepertinya dikenakan di acara tertentu, bahkan dia juga memesan setelan


jas di toko kami.” Kata spg tersebut.


“Untuk siapa memangnya? Apakah dia datang sendiri?” Tanya Bastian semakin


penasaran.


“Dia datang bersama calon suaminya, kalau tidak salah dia juga artis tapi


saya lupa namanya.” Kata spg tersebut.


“Apakah dia Jordi Samuel?” Tanya Bastian.


“Ah iya benar sekali, padahal saya berharap nona Bella bisa kembali lagi


dengan mantan suaminya. Astaga kenapa saya jadi bicara seperti itu, maafkan


saya tuan. Ini barang milik tuan, terima kasih banyak.” Kata spg tersebut.


Bastian merasa sedih dan kecewa karena mantan istrinya akan menikah lagi.


“Kenapa dia bisa secepat itu akan menikah? Bahkan dia akan menikah dengan


si Jordi. Bukankah mereka terpaut usia yang cukup jauh ya, setauku Jordi lima


atau enam tahun di atas Bella tapi namanya juga seorang artis tetap saja


terlihat muda. Tidak tidak aku jauh lebih tampan darinya. Apakah Bella nanti akan


mengundangku ya.” Tanya Bastian dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2