
Vania merasa
gelisah dan tidak tenang karena Bastian masih belum bisa melupakan mantan istrinya.
Sedangkan Vania ingin memiliki Bastian seutuhnya, oleh karena itu dia ingin
segera meresmikan hubungan mereka. Hari itu dia pergi ke rumah Bastian sambil
membawakan makanan kesukaan dia yaitu steak. Setibanya dirumah Bastian ternyata
dia sedang berenang.
“Astaga dia
benar-benar terlihat sangat tampan ketika berenang, kibasan rambutnya membuatku
ingin memiliki dia sepenuhnya.” Kata Vania.
“Bastian ayo
kita makan dulu, aku membawakanmu steak.” Teriak Vania.
“Tunggu
sebentar.” Kata Bastian.
Akhirnya Vania
pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan, dia melihat ponsel milik Bastian
sedang tergeletak di sofa, karena penasaran Vania pun mengambilnya. Dia sangat
terkejut melihat latar belakang ponsel Bastian. ternyata Bastian memasang foto
dia bersama mantan istrinya. Tentu saja Vania sangat kesal akhirnya dia
menghampiri Bastian.
“Apa ini?” Tanya
Vania sambil menunjukkan ponsel milik Bastian.
“Sejak kapan
kamu jadi suka membuka ponselku? Bella saja dulu selalu meminta ijin sebelum
membuka ponselku, aku tidak suka jika kamu asal membuka ponselku karena
ponselku adalah privasiku.” Kata Bastian.
“Kenapa kamu
masih menggunakan foto itu sebagai latar belakang ponselmu? Aku sangat tidak
menyukainya, kamu bilang telah melupakannya dan memilihku tapi apa buktinya.”
Kata Vania.
“Aku dan dia
baru berpisah dalam hitungan bulan mana mungkin bisa dengan mudah melupakan
dia.” Kata Bastian.
“Ingat ya dia
itu bahkan telah membuangmu, dia memilih model itu daripada kamu, memangnya
kamu tidak ada rasa kesal dengannya?” Tanya Vania.
“Itu bukan
kesalahan dia, memang aku laki-laki yang bodoh dan tidak bisa mengerti dia jadi
pantas saja jika dia membuangku begitu saja. Sudahlah aku capek mendengar semua
ucapanmu yang selalu sama. Jelas-jelas saat ini aku memilihmu kan, lagipula
untuk apa mempermasalahkan latar belakang ponselku, aku memang tidak sempat
untuk mengubahnya.” Kata Bastian.
“Tidak sempat?
Jangan banyak alasan deh, pasti kamu sengaja memasang foto itu agar selalu
mengingatnya. Kamu ternyata belum bisa melupakannya, aku kecewa denganmu.” Kata
Vania.
“Apa sih mau
kamu sebenarnya?” Tanya Bastian.
“Aku ingin
__ADS_1
hubungan kita secepatnya diresmikan.” Kata Vania.
“Apa maksudmu?”
Tanya Bastian.
“Aku ingin kita
secepatnya bertunangan lalu menikah. Aku tidak bisa seperti ini terus bersamamu,
bukan saatnya aku berpacaran karena aku ingin berhubungan yang serius.” Kata
Vania.
“Ok baiklah, aku
akan menuruti kemauanmu agar kamu puas. Kita bertunangan saja dulu, tapi kalau
menikah tidak bisa secepat itu.” Kata Bastian.
“Terima kasih
sayang, aku benar-benar sangat mencintaimu.” Kata Vania sambil memeluk Bastian
dari belakang.
“Lepaskan, aku
lapar dan ingin makan.” Kata Bastian.
“Baiklah, aku
akan menyiapkan makanan untukmu. Aku membuat steak kesukaan kamu hari ini.”
Kata Vania.
“Iya terima
kasih.” Kata Bastian.
“Oh iya aku
sudah memilih gaun untuk pesta pertunangan kita nanti, coba lihat gaun ini.
Bagaimana menurutmu?” Tanya Vania sambil menunjukkan gaun pilihannya.
“Terserah kamu
mau memilih yang mana, pilihlah yang kamu inginkan.” Kata Bastian.
yang memilihkan untukku. Bagaimana kalau kita pergi ke tempatnya langsung saja?
Kamu mau kan?” Tanya Vania.
“Iya.” Jawab
Bastian.
“Yes, kapan kita
perginya? Bagaimana kalau nanti kita ke tempatnya?” Tanya Vania.
“Iya.” Jawab
Bastian.
“Ok, pokoknya
aku akan memakai apapun pilihan kamu.” Kata Vania.
“Aku mau
bersiap-siap dulu.” Kata Bastian.
“Loh makanannya
kan belum habis.” Kata Vania.
“Aku sudah
kenyang. Aku mau ganti baju dulu.” Kata Bastian.
“Makanan tidak
enak seperti itu, bahkan jauh lebih enak masakan buatan Bella. Astaga kenapa
aku masih mengingatnya sih. Sepertinya aku harus mengganti latar belakang
ponselku.” Gerutu Bastian.
**
Bastian dan Vania pergi ke toko untuk membeli gaun yang akan dikenakan saat
pertunangan mereka. Setibanya disana, Vania sangat antusias sedangkan Bastian
__ADS_1
terlihat biasa saja.
“Sayang, mana yang lebih bagus? Yang warna putih atau hitam? Atau bagaimana
jika aku menggunakan gaun berwarna merah saja?” Tanya Vania.
“Terserah kamu karena kamu yang akan memakainya.” Kata Bastian.
“Kenapa sih kamu sepertinya tidak semangat begitu.” Gerutu Vania.
“Belum tentu pilihanku sesuai dengan keinginanmu, bahkan aku tidak yakin
kamu akan menyukai pilihanku.” Kata Bastian.
“Aku akan memakai apapun pilihanmu kok sayang, cepat pilihkan untukku.” Kata
Vania.
“Pakai saja yang warna pink.” Kata Bastian.
“Kenapa tidak warna putih saja? Sepertinya warna putih terlihat bagus atau
bagaimana jika berwarna hitam agar terlihat lebih mewah dan glamour.” Kata Vania.
“Jangan memakai warna putih atau hitam.” Kata Bastian.
“Memangnya kenapa?” Tanya Vania.
“Bukankah tadi kamu bilang akan memakai apapun pilihanku? Bagaimana sih
aneh banget.” Gerutu Bastian.
“Tentu saja kamu tidak ingin aku memakai gaun berwarna putih atau hitam
karena itu warna kesukaan Bella, dasar menyebalkan.” Gerutu Vania.
Akhirnya Vania membeli gaun pilihan Bastian yaitu berwarna pink.
“Tunggu didalam mobil saja, aku mau bayar dulu.” Kata Bastian.
“Baiklah, jangan terlalu lama ya.” Kata Vania.
Ketika Bastian membayar, dia melihat gaun yang sangat elegan berwarna
hitam.
“Bagus sekali gaunnya, apakah sudah ada pemiliknya?” Tanya Bastian.
“Sudah tuan.” Kata spg tersebut.
“Siapa pemiliknya?” Tanya Bastian.
“Nona Bella, model dan pemain film itu loh.” Kata spg tersebut.
“Maaf, bukankah anda mantan suami nona Bella ya? Wah kenapa bisa kebetulan
begini sama-sama datang ke toko kami. Baru saja tadi dia datang dan membeli
gaun ini namun ada yang perlu dipermak karena gaun ini sedikit terlalu besar.” Kata
spg tersebut.
“Oh begitu ya, untuk acara apa dia memesan gaun ini?” Tanya Bastian.
“Sepertinya dikenakan di acara tertentu, bahkan dia juga memesan setelan
jas di toko kami.” Kata spg tersebut.
“Untuk siapa memangnya? Apakah dia datang sendiri?” Tanya Bastian semakin
penasaran.
“Dia datang bersama calon suaminya, kalau tidak salah dia juga artis tapi
saya lupa namanya.” Kata spg tersebut.
“Apakah dia Jordi Samuel?” Tanya Bastian.
“Ah iya benar sekali, padahal saya berharap nona Bella bisa kembali lagi
dengan mantan suaminya. Astaga kenapa saya jadi bicara seperti itu, maafkan
saya tuan. Ini barang milik tuan, terima kasih banyak.” Kata spg tersebut.
Bastian merasa sedih dan kecewa karena mantan istrinya akan menikah lagi.
“Kenapa dia bisa secepat itu akan menikah? Bahkan dia akan menikah dengan
si Jordi. Bukankah mereka terpaut usia yang cukup jauh ya, setauku Jordi lima
atau enam tahun di atas Bella tapi namanya juga seorang artis tetap saja
terlihat muda. Tidak tidak aku jauh lebih tampan darinya. Apakah Bella nanti akan
mengundangku ya.” Tanya Bastian dalam hati.
__ADS_1