
Malam itu Bastian sedang makan malam dengan ibunya.
“Kenapa mami melihatku seperti itu?” Tanya Bastian.
“Tidak apa-apa, makanlah.” Kata ibu Bastian.
“Apakah aku melakukan kesalahan?” Tanya Bastian.
“Tidak, mami hanya merasa bahwa kamu semakin dewasa bahkan sudah bisa
mengambil keputusan meskipun itu bukanlah keputusan yang mudah untuk dihadapi.
Mami merasa bersalah padamu karena selalu memaksakan kehendak mami.” Kata ibu
Bastian.
“Aku juga merasa bersalah karena menentang permintaan mami dan papi bahkan
membuat mami dan papi malu karena kelakuan Bastian kemarin.” Kata Bastian.
“Lupakanlah, mami akan percayakan semuanya kepadamu dan kekasihmu itu. Jadi
jangan kecewakan mami dan papi lagi.” Kata ibu Bastian.
“Kapan kita terakhir makan berdua seperti ini ya ma?” Tanya Bastian.
“Sudah sangat lama, sepertinya saat kamu masih kecil dulu.” Kata ibu
Bastian.
“Karena mami dan papi sangat sibuk dengan pekerjaan.” Kata Bastian.
“Mami dan papi melakukan itu semua demi perusahaan kita kali, jadi jangan
menyalahkan mami dan papi. Oh ya kemarin apa Alice mengatakan sesuatu padamu?
Mungkin tentang kekecewaannya kepada mami dan papi?” Tanya ibu Bastian.
“Tidak, kemarin suaminya datang menjemput kak Alice ke Amerika.” Kata
Bastian.
__ADS_1
“Benarkah? Berarti hubungannya dengan suaminya baik-baik saja.” Kata ibu
Bastian.
“Sepertinya begitu, karena kak Alice juga tidak menyangka jika suaminya
akan menyusul ke Amerika. Aku sudah selesai makan, aku akan kembali ke
apartemen saja.” Kata Bastian.
“Haruskah kamu ke apartemen? Menginaplah dirumah, ini kan rumah kamu.” Kata
ibu Bastian berusaha menahan Bastian.
“Aku besok harus menghadiri event dengan Bella jadi aku tidak bisa menginap
disini.” Kata Bastian.
“Event apa memangnya?” Tanya ibu Bastian.
“Grand opening makeup store, Bella di undang untuk hadir jadi dia memintaku
untuk menemaninya.” Kata Bastian.
“Jam 10 pagi sampai selesai, tapi sebelumnya Bella memintaku untuk sarapan
bersama, dia memasakkanku makanan katanya.” Kata Bastian.
“Kalau begitu besok ajak dia kesini untuk sarapan bersama.” Kata ibu
Bastian.
“Apa mami bilang? Aku tidak salah dengar? Aku tidak bisa menjamin dia akan
nyaman sarapan bersama dengan mami dan papi, aku takut mami dan papi akan
menyakiti perasaannya. Maaf aku tidak bisa.” Kata Bastian. Kemudian ponsel
Bastian berdering ada panggilan masuk dari Bella, ibu Bastian segera mengambil
ponsel tersebut dan menerima telfon dari Bella.
__ADS_1
“Hallo, ini aku ibunya Bastian. Besok pagi datanglah bersama Bastian untuk
sarapan bersama di rumah saya. Bastian mau datang jika kamu bersedia untuk
datang.” Kata ibu Bastian.
“Ba ba baik saya akan usahakan untuk untuk da datang.” Jawab Bella dengan
gugup.
“Ok, terima kasih banyak ya.” Kata ibu Bastian. Lalu ibu Bastian menutup
telfon Bella.
“Mami, apa yang mami lakukan?” Tanya Bastian.
“Kamu dengar kan tadi bahwa Bella besok bisa datang jadi tidak ada alasan
kamu tidak bisa sarapan bersama. Mami akan antarkan kamu pulang.” Kata ibu
Bastian.
“Tidak perlu, memangnya aku anak kecil. Aku bisa pulang sendiri.” Kata
Bastian.
“Ok tapi besok mami mohon datanglah untuk sarapan bersama.” Kata ibu
Bastian.
“Memangnya ada apa? Apa yang ingin mami dan papi rencanakan padaku dan
Bella?” Tanya Bastian penuh curiga.
“Memangnya seorang ibu salah jika ingin makan bersama anaknya? Memangnya
mami salah jika ingin bersikap baik pada kekasihmu itu? Mami heran denganmu,
tadi menyuruh mami dan papi untuk bersikap baik pada Bella tapi giliran mami
ingin dekat dengannya kamu malah curiga pada mami. Pokoknya besok datanglah
__ADS_1
untuk sarapan bersama.” Kata ibu Bastian.
“Akan aku usahakan, aku pulang dulu.” Kata Bastian.