Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
Bella diundang ibu Bastian


__ADS_3

Malam itu Bastian sedang makan malam dengan ibunya.


“Kenapa mami melihatku seperti itu?” Tanya Bastian.


“Tidak apa-apa, makanlah.” Kata ibu Bastian.


“Apakah aku melakukan kesalahan?” Tanya Bastian.


“Tidak, mami hanya merasa bahwa kamu semakin dewasa bahkan sudah bisa


mengambil keputusan meskipun itu bukanlah keputusan yang mudah untuk dihadapi.


Mami merasa bersalah padamu karena selalu memaksakan kehendak mami.” Kata ibu


Bastian.


“Aku juga merasa bersalah karena menentang permintaan mami dan papi bahkan


membuat mami dan papi malu karena kelakuan Bastian kemarin.” Kata Bastian.


“Lupakanlah, mami akan percayakan semuanya kepadamu dan kekasihmu itu. Jadi


jangan kecewakan mami dan papi lagi.” Kata ibu Bastian.


“Kapan kita terakhir makan berdua seperti ini ya ma?” Tanya Bastian.


“Sudah sangat lama, sepertinya saat kamu masih kecil dulu.” Kata ibu


Bastian.


“Karena mami dan papi sangat sibuk dengan pekerjaan.” Kata Bastian.


“Mami dan papi melakukan itu semua demi perusahaan kita kali, jadi jangan


menyalahkan mami dan papi. Oh ya kemarin apa Alice mengatakan sesuatu padamu?


Mungkin tentang kekecewaannya kepada mami dan papi?” Tanya ibu Bastian.


“Tidak, kemarin suaminya datang menjemput kak Alice ke Amerika.” Kata


Bastian.

__ADS_1


“Benarkah? Berarti hubungannya dengan suaminya baik-baik saja.” Kata ibu


Bastian.


“Sepertinya begitu, karena kak Alice juga tidak menyangka jika suaminya


akan menyusul ke Amerika. Aku sudah selesai makan, aku akan kembali ke


apartemen saja.” Kata Bastian.


“Haruskah kamu ke apartemen? Menginaplah dirumah, ini kan rumah kamu.” Kata


ibu Bastian berusaha menahan Bastian.


“Aku besok harus menghadiri event dengan Bella jadi aku tidak bisa menginap


disini.” Kata Bastian.


“Event apa memangnya?” Tanya ibu Bastian.


“Grand opening makeup store, Bella di undang untuk hadir jadi dia memintaku


untuk menemaninya.” Kata Bastian.


“Jam 10 pagi sampai selesai, tapi sebelumnya Bella memintaku untuk sarapan


bersama, dia memasakkanku makanan katanya.” Kata Bastian.


“Kalau begitu besok ajak dia kesini untuk sarapan bersama.” Kata ibu


Bastian.


“Apa mami bilang? Aku tidak salah dengar? Aku tidak bisa menjamin dia akan


nyaman sarapan bersama dengan mami dan papi, aku takut mami dan papi akan


menyakiti perasaannya. Maaf aku tidak bisa.” Kata Bastian. Kemudian ponsel


Bastian berdering ada panggilan masuk dari Bella, ibu Bastian segera mengambil


ponsel tersebut dan menerima telfon dari Bella.

__ADS_1


“Hallo, ini aku ibunya Bastian. Besok pagi datanglah bersama Bastian untuk


sarapan bersama di rumah saya. Bastian mau datang jika kamu bersedia untuk


datang.” Kata ibu Bastian.


“Ba ba baik saya akan usahakan untuk untuk da datang.” Jawab Bella dengan


gugup.


“Ok, terima kasih banyak ya.” Kata ibu Bastian. Lalu ibu Bastian menutup


telfon Bella.


“Mami, apa yang mami lakukan?” Tanya Bastian.


“Kamu dengar kan tadi bahwa Bella besok bisa datang jadi tidak ada alasan


kamu tidak bisa sarapan bersama. Mami akan antarkan kamu pulang.” Kata ibu


Bastian.


“Tidak perlu, memangnya aku anak kecil. Aku bisa pulang sendiri.” Kata


Bastian.


“Ok tapi besok mami mohon datanglah untuk sarapan bersama.” Kata ibu


Bastian.


“Memangnya ada apa? Apa yang ingin mami dan papi rencanakan padaku dan


Bella?” Tanya Bastian penuh curiga.


“Memangnya seorang ibu salah jika ingin makan bersama anaknya? Memangnya


mami salah jika ingin bersikap baik pada kekasihmu itu? Mami heran denganmu,


tadi menyuruh mami dan papi untuk bersikap baik pada Bella tapi giliran mami


ingin dekat dengannya kamu malah curiga pada mami. Pokoknya besok datanglah

__ADS_1


untuk sarapan bersama.” Kata ibu Bastian.


“Akan aku usahakan, aku pulang dulu.” Kata Bastian.


__ADS_2