
Ibunya Jordi memanggil Bella.
“Jordi semakin kritis, cepatlah
temui dia.” Kata ibunya Jordi.
Kemudian Bella bergegas
menghampiri Jordi.
“Jordi apa yang terjadi? Ada apa
denganmu? Kamu kenapa?” Tanya Bella.
Tiba-tiba Jordi menghembuskan
nafasnya yang terakhir.
“Jordi.” Teriak ibunya Jordi
sambil menangis.
Tiba-tiba ibunya Jordi menampar
dan menjambak Bella.
“Aaaaa kenapa tante melakukan ini
padaku? Lepaskan saya tante.” Kata Bella.
Kemudian Bastian datang dan
menolong Bella.
“Ini semua gara-gara kamu,
seharusnya aku melarang Jordi untuk mendekatimu karena sejak awal aku memang
tidak menyukaimu.” Kata ibunya Jordi.
“Jadi tante menyalahkan saya atas
kepergian Jordi?” Tanya Bella.
“Kemarin malam dia pergi
menemuimu tapi dia melihatmu dengan laki-laki lain, bahkan laki-laki itu masuk
kedalam apartemenmu. Laki-laki itu adalah mantan suamimu sendiri, karena kesal
Jordi kembali pulang dalam keadaan mabuk lalu dia mengalami kecelakaan. Ini
semua karena ulahmu, pergi kamu dari sini.” Usir ibunya Jordi. Bella pun lemas
mendengar cerita ibunya Jordi.
“Ini semua salahku.” Kata Bella
__ADS_1
sambil menangis di lantai.
“Jangan salahkan dirimu, kamu
tidak salah. Ini semua sudah kehendak Tuhan. Bangunlah dan antarkan dia ke
peristirahatan dia yang terakhir. Bangunlah, aku akan mengantarmu.” Kata
Bastian.
**
Di pemakaman Jordi, Bella
menangis dan menyesal.
“Untuk apa kamu datang kesini?
Puas kamu melihat dia pergi? Sekarang kamu bisa bersenang-senang, dari awal
memang kamu sepertinya tidak tulus dengan anakku.” Teriak ibunya Jordi sambil
terus menjambak-jambak rambut Bella namun Bella hanya diam saja menerima
perlakuan ibunya Jordi.
“Maafkan saya.” Kata Bella lirih.
“Sampai kapanpun saya tidak akan pernah
memaafkanmu, pergi kamu dari sini.” Kata ibunya Jordi sambil mendorong Bella.
“Bangunlah, ayo kita pulang.”
Kata Bastian.
“Kenapa dia pergi karena aku,
seandainya kemarin kamu tidak mengantarku dan tidak masuk kedalam apartemenku
dan tidak melakukan kesalahan itu pasti ini semua tidak akan terjadi. Aku benci
denganmu.” Kata Bella sambil menangis dan memukul lengan Bastian.
“Maafkan aku, ayo kita kembali
pulang. Bangunlah, aku akan mengantarmu pulang.” Kata Bastian.
“Lepaskan aku, aku bisa pulang
sendiri. Tolong biarkan aku sendiri.” Kata Bella.
“Kondisimu tidak stabil, sudahlah
aku akan mengantarmu pulang.” Kata Bastian.
Akhirnya Bastian mengantar Bella
__ADS_1
kembali pulang ke apartemennya, dan didepan apartemen dia banyak reporter.
“Bagaimana ini?” Tanya Bella.
“Suruh manajermu untuk mengatasi
hal ini.” Kata Bastian.
“Manajerku mengirim pesan
kepadaku agar sementara menginap dulu di tempat lain atau menginap di hotel.
Manajerku akan memberikan klarifikasi kepada mereka. Antarkan aku ke hotel saja
kalau begitu.” Kata Bella.
“Tinggallah sementara dirumahku
dan untuk sementara lebih baik nonaktifkan saja ponselmu.” Kata Bastian.
“Disaat seperti ini, aku hanya
ingin sendiri dan menenangkan diriku.” Kata Bella.
“Baiklah, kalau begitu
menginaplah di hotel saja.” Kata Bastian.
**
Setibanya dihotel.
“Istirahatlah, aku akan
memesankan makan untukmu.” Kata Bastian.
“Aku tidak ingin makan, aku mau
tidur saja.” Kata Bella.
“Badanmu panas, tidurlah aku akan
mengompresmu dan membelikan obat untukmu.” Kata Bastian.
“Aku tidak apa-apa, pergilah.”
Kata Bella.
“Kamu harus sehat dan harus kuat
menghadapi ini. Aku hanya ingin merawatmu.” Kata Bastian.
“Manajerku nanti bisa datang
merawatmu, aku bisa meminta ibuku juga untuk datang kesini.” Kata Bella.
“Keluargamu akan sedih jika
__ADS_1
mengetahui kondisimu seperti ini, aku mohon biarkan aku yang merawatmu.” Kata
Bastian, Bella pun mengangguk.