Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
Bagian 45


__ADS_3

Bastian tidur terlebih dahulu sedangkan Bella asyik menikmati minumannya. Tiba-tiba dia meneteskan air matanya.


“Tuhan tolong aku, aku benar-benar tidak tau harus berbuat apa lagi kepadanya, aku benar-benar tidak ingat dengannya. Aku justru semakin kesal melihatnya tapi dia benar-benar menyukaiku bahkan dia saat ini menjadi suamiku, aku bahkan tidak pernah melayaninya dengan baik karena aku sama sekali tidak memiliki perasaan terhadapnya. Tolong aku bantu kembalikan semua ingatanku tentang dia, aku tidak ingin menyakitinya namun saat ini aku juga tidak menyukainya.” Kata Bella sambil meneteskan air matanya.


Setelah beberapa jam dia menangis semalaman akhirnya dia tidur tepat disamping suaminya namun dia memberikan pembatas guling antara dirinya dan suaminya. Tiba-tiba dia bermimpi buruk yaitu dia sedang dikejar-kejar oleh sosok yang menyeramkan, dia pun seketika berteriak meminta tolong.


“Jangan, tolong pergi dari sini. Aku tidak ingin melihatmu, tolong aku siapapun tolong aku.” Teriak Bella sambil menendang-nendang selimut dan guling di sebelahnya, akhirnya Bastian pun terbangun dan mencoba untuk menenangkan istrinya.


“Hei ada apa? Tenang, ada aku disini.” Kata Bastian. Akhirnya Bella pun terbangun dan langsung memeluk suaminya sambil menangis.


“Apa yang terjadi? Apakah kamu sedang bermimpi buruk?” Tanya Bastian sambil memberikan air minum kepada istrinya.


“Minumlah dulu agar jauh lebih tenang.” Kata Bastian, Bella pun akhirnya meminumnya sampai habis.


“Apa yang terjadi? Kamu mimpi apa memangnya?” Tanya Bastian.


“Aku mimpi buruk, aku sedang dikejar-kejar oleh sosok yang sangat menyeramkan, dia berusaha mengambil orang-orang terdekatku kemudian dia juga mengincarku, aku sangat ketakutan.” Kata Bella sambil menangis histeris.


“Tidak apa-apa, itu hanya mimpi. Semua akan baik-baik saja kok, lagipula ada aku yang akan menjagamu dan selalu disampingmu.” Kata Bastian sambil memeluk Bella.


“Aku sangat ketakutan, dan aku juga kebelet pipis tapi aku takut.” Kata Bella yang membuat Bastian tertawa.


“Yaudah sana pergi ke toilet.” Kata Bastian.


“Tapi aku takut, bagaimana jika sosok itu tiba-tiba muncul.” Kata Bella.


“Astaga, lalu kamu ingin aku mengantarmu masuk kedalam? Aku sih mau-mau saja justru semakin semangat.” Kata Bastian sambil tertawa.

__ADS_1


“Aku serius, ini bukan bercanda.” Kata Bella.


“Cepat masuklah kedalam toilet, aku tunggu disini saja.” Kata Bastian.


“Tunggu aku didepan pintu toilet, aku benar-benar ketakutan.” Kata Bella.


“Astaga, kamu benar-benar ya. Cepat masuklah dulu.” Kata Bastian.


“Cepat antarkan aku.” Kata Bella.


Akhirnya Bastian mengantar Bella ke toilet, Bastian menunggu didepan pintu toilet. Saat Bella masuk kedalam, tiba-tiba Bastian mulai jail kepada Bella. Dia mematikan lampunya sehingga Bella kaget dan berteriak, lalu dia tiba-tiba keluar dari toilet dan menabrak Bastian, beruntung Bastian menangkap Bella sehingga mereka berdua pun saling berpelukan.


“Aaaaaaa aku takut, kamu benar-benar sangat jail padaku.” Kata Bella.


“Hahahahahaha maafkan aku hahaha.” Kata Bastian.


“Maafkan aku sayang.” Kata Bastian sambil terus tertawa.


“Tunggu sebentar, apa yang aku pegang barusan? Halus dan agak basah.” Kata Bastian yang membuat suasana menjadi canggung.


“Cepat nyalakan lampunya.” Kata Bella.


Lalu Bastian menyalakan lampunya, dan ternyata Bastian menyentuh bagian sensitif milik Bella.


“Apa yang kamu sentuh? Lepaskan aku, sepertinya celana dalamku tertinggal didalam.” Kata Bella lalu berusaha melepaskan Bastian namun Bastian justru tidak ingin melepasnya.


“Kalau sudah seperti ini kenapa tidak kita lanjutkan saja.” Bisik Bastian.

__ADS_1


“Jangan bercanda, aku tidak siap. Cepat lepaskan aku.” Kata Bella.


“Sepertinya aku tidak akan melepaskanmu.” Kata Bastian.


“Jangan lakukan itu, aku mohon.” Kata Bella.


“Ayolah, tunggu apa lagi. Saat ini kita adalah pasangan suami istri bahkan kamu belum pernah melayaniku dengan baik.” Kata Bastian.


“Tapi kan aku sedang lupa ingatan.” Kata Bella.


“Tapi kamu ingat bahwa saat ini aku adalah suamimu sayang.” Kata Bastian.


Bastian pun semakin nakal, dia mendorongnya ke dinding dan menatapnya dengan tatapan tajam namun Bella menunduk ketakutan.


“Tatap aku, tatap suamimu.” Kata Bastian.


“Jangan lakukan ini, aku mohon beri aku waktu.” Kata Bella.


“Sampai kapan?” Tanya Bastian.


“Sampai aku mengingat semuanya.” Kata Bella.


Bastian kali ini semakin erat memeluk istrinya dan menciumnya.


“Lepaskan aku.” Kata Bella.


“Yakin? Bukankah kamu juga menginginkannya.” Bisik Bastian.

__ADS_1


__ADS_2