Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
Cincin


__ADS_3

Fitri sudah kembali ke rumah dan langsung menuju ke kamar untuk ganti baju dan membersihkan make up.


Dia kembali memikirkan apa yang Ahmad katakan tadi di restoran.


"apa gak salah dia ngelamar gue??kenapa cepet banget sih?" batin Fitri


"nak, udah jangan ngelamun aja. udah gih sana cuci tangan cuci kaki terus tidur." kata Bu Sundari


"nanti dulu buk, Fitri belum shalat isya juga."


"ya udah yuk shalat sama-sama aja di depan sama bapak sekalian."


"oke buk, bentar ya Fitri wudhu dulu."


"iya, ibuk tunggu di depan ya."


Fitri menuju kamar mandi untuk wudhu dan kemudian kembali ke kamar untuk mengambil mukena dan langsung shalat berjamaah di ruang depan bersama ibu dan bapaknya.


setelah selesai menjalani shalat isya berjamaah, Fitri langsung mencurahkan isi hatinya kepada kedua orangtuanya.


"pak, Bu Fitri mau cerita. tolong dengerin ya."


"iya nak, cerita saja nanti kita dengerin."


"buk pak, Fitri bingung. kenapa Ahmad cepet banget ngelamar Fitri ya.?"


"ya mungkin karena dia sudah cukup umur jadi tidak mau main-main." kata Bu Sundari


"sekarang semua keputusan kita serahkan kepada kamu nak. itu pilihan kamu." Pak Sumarno


"ibu tanya sama kamu, kamu cinta gak sama Ahmad?"


"Fitri masih ragu buk, kalo ketemu rasanya deg-degan. tapi kan ibu sama bapak tahu sendiri kita belum dekat. belum mengenal satu sama lain. kita aja baru kenal beberapa hari"


"kan tadi Ahmad bilang ngasih waktu sebulan buat kamu menentukan jawaban." kata pak Sumarno


"iya pak. eh bentar Fitri ambil dulu cincin yang di kasih Ahmad tadi."


Fitri bangun dari duduknya dan mengambil cincin yang dia letakkan di meja rias.


Kemudian kembali dengan kotak cincin di tangannya. dia kembali duduk dan membuka kotak cincin tersebut.


Fitri begitu terpana dengan cincin berlian yang di berikan Ahmad tadi.


"wah, bagus banget ini pak, buk. pasti mahal nih harganya."


" coba ibu lihat nak."


Bu Sundari mengamati cincin tersebut dari dekat dan dia juga begitu terpana pada cincin berlian yang diberikan Ahmad kepada putrinya. "cantik banget nak, ini pasti mahal harganya. bisa puluhan juta." ujar Bu Sundari sambil Membolak-balik cincin.


"eh nak, di dalamnya ada namanya juga lho. nih lihat. ada tulisan Ahmad."

__ADS_1


"eh iya buk, Fitri baru ngeh deh. sini buk Fitri coba siapa tahu muat."


"ingat lho nak, kalo kamu pake berarti kamu Nerima lamaran dia." goda pak Sumarno


"ih bapak apaan sih, orang cuma mau nyoba bentar. nanti di copot lagi."


"kalo gak bisa copot gimana?? kamu mau kan nikah sama dia."


"bentaran aja pak."


Fitri kemudian mengambil cincin dan mencobanya di jari manis pada tangan sebelah kiri.


"eh pak buk, ini pas banget loh buat Fitri cantik lagi cincinnya." kata Fitri sambil mengamati cincin di jari manisnya.


"awas nak, gak bisa lepas." goda pak Sumarno lagi


"ih bapak, ya udah Fitri lepas aja deh, takut gak bisa lepas. malah nanti Fitri jadi nikah sama tuh cowok."


"padahal kamu sebenarnya juga suka kan sama dia, ganteng banget lagi. kalo ibu jadi kamu langsung aja ibu terima lamaran dia."


"aku kan bukan ibu. aku anak ibu


eh tapi, kok bisa pas banget gini ya cincinnya. apa mungkin kebetulan."


"mungkin jodoh nak." kata pak Sumarno.


Padahal sebenarnya pak Sumarno lah yang memberi tahu ukuran cincin di jari Fitri kepada Ahmad saat di rumah sakit kemarin.


siang itu..


"pak, saya jatuh cinta kepada anak bapak. apakah bapak merestuinya??"


"apakah kamu serius nak?? bapak hanya takut kamu main-main. bapak takut anak bapak menjadi korban dan dia kembali mengalami trauma."


"saya serius pak, kalo perlu saya akan melamarnya sekarang juga."


"jangan terburu-buru nak, Fitri masih belum pulih 100% . beri dia waktu. bapak yakin dia juga cinta sama kamu."


" kalo gitu, berapa ukuran jari manis Fitri. biar saya Carikan cincin yang pas untuk dia."


"kamu serius??"


"iya pak saya serius dan tidak pernah main-main. "


"kalo biasanya dia beli cincin ukuran 13"


",oh ya sudah pak, nanti saya coba tanya-tanya dulu."


siangnya dia keluar sebentar ke toko perhiasan langganan orang tuanya dulu. iya dulu semasa ibunya masih tinggal Jakarta, Ahmad sering mengantar sang ibu ke toko perhiasan tersebut. toko itu juga termasuk toko perhiasan dengan kwalitas terbaik di ibu kota.


"mbak, saya mau lihat - lihat cincin boleh??" kata Ahmad kepada pelayan toko perhiasan tersebut

__ADS_1


" oh iya mas, silahkan. tumben ibunya gak ikut mas."


"iya soalnya ibu sekarang tinggal di luar kota sama ayah."


"pantes, udah lama banget, gak ke sini."


"hehehe, iya mbak. oh ya mbak ada gak cincin yang ukuran 13?"


" bentar mas, saya cariin dulu ya. buat istrinya ya."


"bukan , buat calon tunangan saya."


"oh iya, nih mas ada beberapa model buat yang ukuran 13 nih, coba di pilih dulu mana tau ada yang cocok, apa mau pesen dulu. tapi lama jadinya." kata sang pelayan sambil menunjukkan beberapa cincin ukuran 13.


"kalo dalamnya di ukir nama bisa kan mbak."


"bisa mas, dua hari palingan juga udah jadi."


"oke mba, aku pilih yang ini aja deh. bagus berliannya. harganya berapa mba??" menunjukkan cincin yang dipilihnya kepada pelayan


"bentar saya cek dulu ya mas." mengambil cincin dan mengecek harganya. "yang ini harganya 30 juta mas."


"oke, deh ini aku bayar cash mbak." menyerahkan kartu ATM


"siap bos, dua hari lagi ya baru di ambil. nih resitnya dan ini atm-nya. oh ya,di kasih nama apa?? "


"Ahmad."


"siapp."


" ya udah mbak, makasih ya."


" iya mas, sama-sama. besok sering-sering mampir ya sama tunangannya." goda sang pelayan


Ahmad lalu pergi dari toko perhiasan tersebut dan mampir sebentar ke restoran untuk makan siang.


Selesai makan siang dia kembali lagi ke rumah sakit dan menuju ke arah ruangan Fitri di rawat.


"kok bentar banget perginya?? katanya ada urusan." tanya pak Sumarno


"iya pak, urusannya udah selesai. orang cuma meeting sebentar sama client di restoran deket sini." ujar Ahmad berbohong


"yah, udah makan dong. padahal tadi ibu udah beliin makan siang buat kamu di kantin tadi." kata Bu Sundari


"iya buk, maaf saya ngga tau. ya udah gak papa nanti saya makan kok Bu." kata Ahmad


Bersambung....


jangan lupa vote..


like...

__ADS_1


coment....


dan follow me ya...


__ADS_2