
Bella menyelamatkan Bastian dan
membawanya ke tepi kolam renang.
“Bangunlah, jangan bercanda.” Kata
Bella sambil terus menangis sambil memberikan nafas bantuan untuk Bastian. Tidak
lama kemudian Bastian pun sadar.
“Bercandamu tidak lucu.” Kata Bella
sambil memukul Bastian.
“Ternyata kamu masih peduli
padaku.” Kata Bastian sambil tersenyum.
“Aku pergi dulu.” Kata Bella,
namun Bastian menarik tangan Bella.
“Tega sekali kamu meninggalkanku,
bantu aku dan bawa aku kedalam kamar.” Kata Bastian.
“Kamu bisa berjalan sendiri kan?”
Tanya Bella.
“Tidak bisa, bantu aku.” Kata
Bastian. Akhirnya Bella membantu Bastian.
“Kenapa kamu menyelamatkanku?” Tanya
Bastian. Namun Bella hanya diam saja.
“Lihat aku, kenapa kamu
menyelamatkanku? Kamu khawatir kan padaku?” Tanya Bastian.
“Aku sedang tidak ingin bicara
denganmu.” Kata Bella.
Setibanya didepan kamar Bastian. Bella
segera pergi namun Bastian menarik tangan Bella.
“Mau kemana?” Tanya Bastian.
“Aku tidak ingin ribut dengan
istrimu, masuklah dan biar istrimu yang merawatmu.” Kata Bella.
“Vania sedang pergi, masuklah.” Kata
Bastian.
“Kamu gila ya? Aku tidak mau.” Kata
Bella.
__ADS_1
Bastian segera membuka pintu
kamarnya dan Vania tepat dibalik pintu.
“Bukankah kamu sedang pergi?”
Tanya Bastian kepada Vania.
“Jangan salah paham, ini tidak
seperti yang kamu lihat jadi jangan berpikir negatif.” Kata Bella. Tanpa berkata
apapun Vania menampar Bella.
Plak
“Ini untukmu karena menggoda
suamiku.” Kata Vania.
Plak
“Ini peringatan untukmu untuk
menjauhi suamiku.” Kata Vania.
Plak
“Kamu bukan lagi sahabatku dan
aku akan berpura-pura tidak mengenalmu.” Kata Vania.
“Apa yang kamu lakukan padanya?”
“Sebaiknya jaga suamimu dengan
baik. Apakah kamu telah memberikan kasih sayang pada suamimu? Aku ragu
sepertinya kamu tidak memberikan kepuasan pada suamimu sehingga suamimu
memintaku untuk memberikan kasih sayang padanya.” Bisik Bella kepada Vania.
“Dasar kurang ajar.” Kata Vania
sambil menampar Bella, beruntung Bella menghindarinya.
“Bastian sangat murka dengan
wanita kasar dan pemarah sepertimu.” Bisik Bella, kemudian Bella pergi
meninggalkan mereka berdua.
Bastian puas melihat keberanian
Bella mengatakan seperti itu pada Vania.
“Minggir.” Kata Bastian.
“Aku tidak suka jika kamu
menemuinya kembali.” Kata Vania.
“Aku juga tidak suka jika kamu
__ADS_1
kasar padanya.” Kata Bastian.
“Jadi kamu lebih membela dia
dibandingkan istrimu sendiri?” Tanya Vania.
“Tentu saja aku jauh lebih
membela dia, kamu bahkan tidak bisa menjaga sikapmu.” Kata Bastian.
“Lalu kenapa kalian berdua basah
semua? Apa yang kalian lakukan?” Tanya Vania.
“Percuma aku menjelaskan karena
kamu juga tidak akan pernah percaya.” Kata Bastian.
**
Vania merasa bersalah pada
suaminya, sehingga dia meminta maaf pada suaminya.
“Maafkan aku.” Kata Vania.
“Jangan minta maaf padaku tapi
minta maaflah pada Bella.” Kata Bastian.
“Apa? Aku tidak bersalah, justru
dia yang bersalah padaku karena menggodamu.” Kata Vania.
“Aku akan memaafkanmu jika Bella
memaafkanmu.” Kata Bastian.
“Apa kamu bilang? Sampai kapanpun
aku tidak akan pernah meminta maaf terlebih dahulu padanya.” Kata Vania.
“Aku juga tidak akan pernah
memaafkanmu sampai kamu mau meminta maaf padanya.” Kata Bastian.
“Kamu benar-benar kejam mas, kamu
tega sekali padaku.” Kata Vania.
Namun Bastian tidak menjawab
sepatah katapun.
“Lebih baik kita kembali pulang
ke rumah saja mas, percuma kita menginap disini kalau tidak melakukan apapun.” Kata
Vania.
Akhirnya mereka berdua memutuskan
untuk kembali pulang ke rumah. Mereka tinggal dirumah Bastian.
__ADS_1