Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
Ibu Bastian melabrak Bella


__ADS_3

Bella tidak bisa tidur karena


memikirkan hubungannya dengan Bastian.


“Kenapa? Sedang memikirkan apa?”


Tanya Bastian. Bastian duduk di sofa sedangkan Bella tidur di ranjangnya.


“Aku hanya tidak bisa tidur saja.


Kalau kamu sudah mengantuk, tidurlah lebih dulu.” Kata Bella.


“Aku sedang menyelesaikan


pekerjaanku, tidurlah.” Kata Bastian.


Lalu Bella bangun dan


mengambilkan minum untuk Bastian.


“Meskipun banyak kerjaan jangan


lupa banyak minum air putih.” Kata Bella sambil memberikan segelas air putih


untuk Bastian.


“Wah terima kasih sayang.” Kata


Bastian.


“Kerjaan apa sih memangnya?”


Tanya Bella.


“Aku sedang memeriksa laporan


keuangan.” Kata Bastian.


“Sudah malam, lanjutkan besok


saja, tubuhmu lelah dan harus istirahat.” Kata Bella sambil mengambilkan bantal


dan selimut untuk Bastian.


“Tidak apa-apa, kamu tidurlah


dulu, masih banyak yang harus aku kerjakan.” Kata Bastian.


“Aku tidak mau punya suami yang


penyakitan nantinya. Cepat tidur sekarang juga.” Kata Bella tegas.


“Iya iya aku tidur sekarang kok.”


Kata Bastian.


“Pakai selimutnya daripada


kedinginan.” Kata Bella.


“Iya sayang terima kasih.” Kata


Bastian.


“Selamat malam. Semoga mimpi


indah.” Kata Bella. Lalu Bastian menarik tangan Bella lalu mencium keningnya.


**


Keesokan harinya.

__ADS_1


Carly menuju bandara untuk


menjemput keluarganya dan orang tua Bastian.


“Loh kok kamu sendiri? Bastian


kemana?” Tanya ibu Bastian.


“Dia sedang sibuk tante.” Kata


Carly.


“Loh bagaimana sih, padahal tante


sudah bilang untuk pergi denganmu. Apakah wanita itu belum pulang juga?” Tanya


ibu Bastian.


“Belum tante, bahkan dia tinggal


bersebelahan dengan kamar Bastian. Dia sungguh menyebalkan, bagaimana jika


nanti dia mengacaukan acara nanti tante? Aku pasti sedih sekali dan sangat


kecewa.” Kata Carly.


“Tenang saja, biar tante yang


mengurusnya. Sekarang kamu temani orang tuamu saja ya. Tante sekarang akan


menuju ke apartemen Bastian. Nanti kita bertemu lagi saat makan malam ya.” Kata


ibu Bastian.


Kemudian ibu dan ayah Bastian


pergi menuju apartemen Bastian. Namun ayah Bastian tidak ikut karena kelelahan


Bastian. Setibanya didepan kamar Bastian. Ibu Bastian membunyikan bel dan yang


membuka pintu kamar Bastian adalah Bella.


“Iya, dengan siapa?” Tanya Bella,


lalu Bella diam terpaku karena kaget melihat ibu Bastian.


“Tan tante?” Kata Bella.


“Dasar wanita murahan


bisa-bisanya kamu menginap berdua dengan anakku. Wanita miskin murahan bisanya


menggoda orang kaya saja, apa yang kamu lakukan disini? Dasar wanita tidak


punya harga diri.” Kata ibu Bastian, ibu Bastian menampar Bella namun berhasil


ditahan oleh Bella sendiri.


“Saya bukanlah wanita seperti itu


tante, saya juga heran kenapa anak tante anak kebanggaan tante bisa jatuh cinta


dengan wanita miskin seperti saya. Dulu tante bisa menghina saya seenaknya tapi


sekarang tante tidak bisa menghina saya seenaknya. Tante harus bisa menerima


bahwa anak tante hanya memilih saya sebagai pendamping hidupnya bahkan jika


tante mengancam Bastian atau mengambil semua harta Bastian, kami akan tetap


memperjuangkan cinta kita.” Kata Bella dengan berani dan percaya diri.

__ADS_1


“Dasar wanita tidak tau malu,


dimana Bastian dimana anakku? Pasti kamu sudah meracuni otaknya. Ingat ya


anakku Bastian sudah aku jodohkan dengan wanita yang lebih cantik dan lebih


kaya dari padamu. Dia jauh lebih terhormat dan berkelas dari pada kamu.” Kata


ibu Bastian.


“Silahkan tante merayu Bastian


dengan sekuat tenaga, tapi saya yakin dia tetap akan memilih saya. Sampai kapan


tante akan mengatur Bastian? Dulu bahkan tante mencoba mencelakai saya kan?


Tapi saya hanya bisa diam saja tapi sekarang saya tidak akan tinggal diam jika


tante ingin mencelakai saya atau memisahkan saya dengan Bastian.” Ancam Bella.


“Kau sekarang berani sekali ya


dan semakin kurang ajar, tidak punya sopan santun.” Kata ibu Bastian sambil


mendorong Bella hingga jatuh dan terbentur dinding.


“Auuuuuuuww.” Kata Bella merintih


kesakitan.


Tiba-tiba Bastian menghampiri


mereka dan kaget dengan apa yang dilakukan oleh ibunya terhadap Bella.


“Apa yang mami lakukan?” Bentak


Bastian, lalu dia segera menolong Bella.


“Harusnya mami yang bertanya


padamu? Apa yang kamu lakukan disini dengan wanita kurang ajar ini, dia tidak


pantas untukmu dan keluarga. Dia pasti berusaha merayumu, lihat saja dia


memilih tinggal satu kamar denganmu, wanita murahan.” Kata ibu Bastian.


“Jaga ucapan mami, memang apa


salahnya Bastian mencintai Bella? Mami bisa lihat sekarang dia bisa sukses


seperti ini. Dulu mami menghinanya tapi sekarang dia sudah berhasil karirnya


sudah sukses, dia ini wanita hebat, mandiri dan pekerja keras serta penyayang.


Tidak seperti Carly yang hanya memanfaatkan kekayaan orang tuanya saja, justru


dia yang tidak pantas untukku. Sampai kapanpun aku tidak akan pernah setuju


dengan perjodohan dan pertunangan yang mami rencanakan.” Kata Bastian.


“Lalu apakah kamu mau membuat


mami dan papi malu? Keluarga Carly sudah tiba disini lalu kau menolak


pertunangan ini dan kau merusak acara ini, keluarga dia telah banyak membantu


bisnis papi kamu, ingat itu baik-baik ya.” Kata ibu Bastian. Kemudian ibu


Bastian segera pergi.


“Mami yang merencanakan semua

__ADS_1


mami juga harus siap menanggung akibatnya.” Teriak Bastian.


__ADS_2