Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
Tiket Kereta


__ADS_3

Di dalam kereta api, Aurel sudah duduk manis bersama dengan Anjani. saat itu Anjani memang bercerita pada Aurel bahwa setelah ujian semester dia akan pulang ke kampung halamannya di Cirebon.


sebenarnya Aurel juga tidak berencana untuk pulang, tapi saat itu mamanya telpon bahwa kakak satu-satunya akan melakukan lamaran. jadi dia akhirnya memutuskan untuk pulang. lagian sudah setengah tahun dia tidak pulang ke Bandung karena disibukkan dengan berbagai tugas dan tanggung jawabnya sebagai asisten dosen.


flash back off


"eh Rel, aku mau pulang kampung nih. kamu mau ikut nggak??" tanya Anjani teman satu kelasnya sekaligus sahabat dekatnya karena sama-sama dari Sunda.


"emmm... kayaknya enggak deh. soalnya nih kerjaan jadi asdos lagi banyak banget. besok aja deh lain kali." kata Aurel.


"ya udah deh kalo gitu. aku mau pesen Tiket dulu."


"emang kamu pesen tiketnya dimana??"


"ya di aplikasi. sekarang jaman udah canggih kan. pesen apa aja bisa lewat hape. masa cuma beli tiket aja gak bisa lewat hape."


"iya...iya.. jadi kan kalo gitu gak perlu deh kita capek-capek ke stasiun segala kan. ribet juga jatuhnya."


"heem. emang kamu pulang tanggal berapa?? akhir bulan ini. entah tanggal berapa. sedapatnya tiket."


"kamu naik apa?? naik pesawat??"


"enggak dong. aku biasanya pulang naik kereta. biasalah kalo naik pesawat kan mahal. mending juga naik kereta. sisanya buat beli jajan sama buat beli buku atau modul yang baru. ya kan." kata Anjani.


"bener juga kamu. kapan-kapan aku juga pengen deh naik kereta kalo pas pulang kampung."


"heem. asyik tau kalo naik kereta. kita bisa liat pemandangan di luar jendela. lihat sawah, kali..sama pegunungan. seru banget tahu.''


"ah masak."


"coba aja kalo mau."


"ya udah deh kapan-kapan."


setelah pembicaraan mereka tadi, malamnya tiba-tiba Bu Halimah menelpon.


"hallo, assalamualaikum sayang."


"waalaikumsalam ma. ada apa?? apa ada hal yang penting??."


"iya sayang. ada hal penting yang ingin mama omongin sama kamu."

__ADS_1


"tentang apa ma??" tanya Aurel serius.


"tentang kakak kamu."


"tentang kakak aku?? emangnya mas Ahmad kenapa??" tanya Aurel cemas.


"gak kenapa-napa."


"terus?? tadi katanya tentang mas Ahmad."


"iya tentang kakak kamu. mama mau ngasih kabar gembira.."


"kabar gembira apa ma?? bikin aku kaget aja."


"iya bentar lagi kan awal bulan."


"terus kenapa kalo awal bulan ma?? ngomong aja terus terang gak usah bertele-tele. ini tugas Aurel juga masih banyak ma. numpuk takut dimarahin dosen."


"iya deh. kakak kamu mau ngelamar anak orang sayang."


"terus apa hubungannya sama aku ma??"


"ya kan kamu sebagai adik satu-satunya dan saudara kandung satu-satunya harus datang dong di acara lamaran kakak kamu. masak gak mau dateng di acara saudara sendiri. mana cuma saudara satu-satunya." kata Bu Halimah mulai berceramah ria..


"gak di usahain. pokoknya harus diusahakan. gak boleh gak."


"ya deh. emang lamarannya tanggal berapa?? biar aku jelas kalo pulangnya."


"ya kalo gak tanggal 5 ya mungkin tanggal 6 awal bulan depan. kamu udah selesai ujian semester kan."


"iya ma, udah selesai kok. tapi ya tetep aja kan, aku juga harus ngoreksi ujian adik tingkat aku. kan mama tau sendiri aku asdos."


"iya mama juga tahu kalo itu. kan kamu juga jarang pulang. sekali-kali pulang dong. jenguk orang tua. pokoknya harus pulang ya. kalo gak pulang, mama sama juga gak mau dateng di acara wisuda kamu besok." kata Bu Halimah mengancam.


"eh mama main ngancem - ngancem segala sih. iya deh, besok awal bulan juga pulang kok."


"lagian kamu kaya gitu sih sama Abang sendiri."


"iya deh mah. maafin aku."


"pokoknya kamu harus pulang."

__ADS_1


"iya ma,"


"ya udah kalo gitu mama tutup telponnya ya. awas kalo gak pulang kampung. assalamualaikum."


"waalaikumsalam ma."


setelah Bu Halimah menutup telponnya, Aurel jadi kebingungan. di satu sisi dia ingin pulang menjenguk keluarganya dan juga menghadiri acara lamaran kakaknya tapi disisi lain tugasnya masih banyak.


akhirnya dia langsung memilih untuk pulang ke rumahnya di Bandung. besok dia akan bertanya kepada sahabatnya, Anjani tentang tiket kereta api dan jadwal keberangkatannya.


lelah berfikir, Aurel pun akhirnya tertidur. mengistirahatkan otak dan badannya yang selama ini telah bekerja keras.


keesokan paginya, Aurel menghampiri Anjani di taman kampus. menanyakan apakah dia sudah jadi membeli tiket apa belum.


ternyata Anjani sudah membeli tiket. dan dia juga mengatakan kalo dia harus pulang besok akhir bulan karena kakaknya akan melakukan lamaran dengan gadis pujaan hatinya.


Anjani juga menyarankan kalo Aurel harus segera membeli tiket, supaya tidak kehabisan. karena semenjak ada penjualan tiket secara online sekarang tiket jadi cepat terjual habis.


atas saran Anjani, Aurel pun langsung membeli tiket kereta api secara online melalui aplikasi. kebetulan masih ada banyak tiket kereta eksekutif yang tersedia sehingga Aurel bisa memilih tempat duduk. kebetulan Anjani memilih tempat duduk nomor 7B dan tempat duduk di sisi Aurel masih kosong belum ada yang booking tiket sehingha Aurel memilih membeli tiket nomor 7A supaya bisa duduk di sebelah Anjani.


terlebih lagi karena Aurel baru pertama kali pulang ke Bandung menggunakan kereta api, jadi dia belum begitu paham prosedurnya.


Flash back on.


"Akhirnya aku bisa pulang naik kereta api juga ya Anjani." kata Aurel senang.


"iya dong, sekali-kali kamu juga harus nyoba sensasi naik kereta dong. jangan naik pesawat terus. gak seru. apalagi kalo naik kereta bisa lihat pemandangan di luar jendela kaya gini. kalo naik pesawat kan yang di lihat cuma gumpalan awan. dan juga perjalanan yang terlalu singkat. sehingga kita kurang menikmati perjalanan."


"heem. bener juga ya."


setelah percakapan tadi, Aurel kemudian memandang ke arah luar jendela karena perlahan-lahan kereta sudah mulai bergerak meninggalkan stasiun.


kereta berjalan perlahan namun pasti meninggalkan stasiun Pasar Turi. di kiri kanan rel banyak permukiman penduduk sekitar stasiun. lama kelamaan kereta menjauh. meninggalkan hiruk pikuk kota dan akhirnya melewati area persawahan yang asri. terlebih lagi karena ini masih pagi hari. banyak orang berbondong-bondong pergi ke sawah untuk memetik padi yang sudah mulai menguning.


Aurel begitu terpesona akan keindahan alam yang dia lihat di balik jendela kereta api. burung-burung berkicau, seperti seolah-olah sedang bernyanyi menyambut mentari pagi yang mulai bersinar.


bersambung....


jangan lupa untuk selalu vote, like, coment..dan follow author ya...


salam sayang...tetep stay di novel ini ya...

__ADS_1


maaf ceritanya aku buat muter-muter dan banyak tokoh baru. biar gak langsung tamat...dan ceritanya makin seru....😊😊😊


__ADS_2