Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
Mabuk


__ADS_3

Ahmad kaget. "bagaimana bisa perempuan tidur memegang tangannya. terlebih lagi menyuruhnya untuk tidak pergi." batinnya.


akhirnya Ahmad duduk di kursi dekat dengan ranjang Salsa sembari menelpon Risa sepupu Salsa.


Ahmad mengenal Risa dengan baik, bahkan mereka juga merupakan rekan kerja di kantor.


Risa mengangkat telponnya yang berdering tengah malam. siapa yang menelponnya malam-malam begini.


Saat melihat nama yang tertera di ponsel, dia bingung. ada apa Ahmad menelponnya tengah malam buta seperti ini. Tak butuh waktu lama, Risa mengangkat telpon tersebut. dia juga penasaran dengan maksud dan tujuan Ahmad menelponnya.


"hallo, ada apa??"


"hallo, Risa cepetan tolongin aku di apartemen Salsa sekarang."


"hah, ngapain kamu disana tengah malam gini?? jangan-jangan kamu ngapa-ngapain sepupu aku ya??" tanya Risa penuh selidik.


"enak aja kalo ngomong. gak mungkin lah."


"terus ngapain kamu disitu??"


"mendingan sekarang kamu ke apartemen Salsa sekarang juga. dia mabuk berat nih. aku barusan nganterin dia ke apartemennya. saat aku mau pulang. dia malah pegang tanganku. katanya jangan pergi gitu. aku kan jadi takut."


"takut apaan?? bukan itu malah jadi kesempatan yang baik buat kamu bisa pegang-pegang punya sepupuku selama dia masih pingsan."


"heh jangan gila kamu ya. jaga omongan kamu. aku bukan cowok kaya gitu. kamu kan tahu aku orangnya gimana."


"iya..iya..tahu.. aku juga cuma bercanda kok. ya udah aku siap-siap dulu buat otw ya."


"oke. jangan lama-lama."


Akhirnya Risa mematikan sambungan telpon dan bersiap-siap menuju apartemen tempat Salsa tinggal.


"kenapa dia bisa mabuk berat kaya gitu ya?? padahal setahuku dia juga gak pernah mabuk. pasti ada yang gak beres ini."


Tak sampai setengah jam Risa sudah sampai di apartemen Salsa. dia segera masuk ke dalam apartemen tersebut.


Ahmad masih ada di sana. dia duduk di sofa ruang tamu. karena Ahmad tidak mau terjadi hal yang tidak diinginkan jika dia terus saja ada di dalam kamar Salsa.


Lelaki mana yang tidak tergoda dengan kemolekan tubuh Salsa, terlebih lagi tadi dia pulang dari club malam hanya menggunakan dress ketat warna merah di atas lutut dan dengan belahan dada yang rendah. menampilkan aura keseksian yang luar biasa.


Risa menanyakan apa yang terjadi sebenarnya dengan sepupunya itu kepada Ahmad.


"sebenernya dia kenapa sih?? kok bisa sampe kaya gini??"


"ya mana aku tahu,"


"terus kamu ketemu dia dimana.?? apa dia mabuk sama kamu??"

__ADS_1


"kan tadi di telpon udah aku jelasin ke kamu. aku tuh liat dia dijalan pas mau pulang. dia sempoyongan gitu di depan club malam itu."


"apa dia sendirian?? atau mungkin ada temennya??"


"aku juga gak tahu, yang aku lihat dia keluar dari sana sendirian. terus aku tolongin deh dari pada nanti dia kecelakaan."


"kamu tahu pacar dia sekarang siapa??"


"ya mana aku tahu pacar dia yang sekarang. setahuku sih dulu dia ninggalin aku dan selingkuh sama cowok yang namanya Rendi."


"Rendi?? Rendi siapa??"


"Rendi Samudra. anak dari pemilik Samudra group. dia CEO di sana??" kata Ahmad menjelaskan.


"hah?? gak salah?? dia kan terkenal playboy dan suka tidur sama sembarang cewek."


"ya mana aku tahu. apa mungkin dia tahu kalau Rendi itu play boy atau mungkin dia habis di putusin Rendi jadi dia mabuk kaya gitu??"


"entahlah."


"ya udah lah aku mau pulang dulu. kamu jagain Salsa ya. gak enak soalnya dah tengah malam gini kok di apartemen perempuan."


"oke deh. aku nungguin dia disini. kamu pulangnya hati-hati ya dah malem soalnya."


"siap bos."


Tak menunggu lama, Rio sudah ada di depan apartemen yang tadi Ahmad share lock.


sampai di dalam mobil, Rio menaruh curiga kepada sahabatnya itu.


"hey bro, habis ngapain Lo sama mantan Lo yang mabuk itu?? pasti habis nyuri-nyuri kesempatan ya.."


"enak aja. gue gak kaya gitu. emangnya elo. yang suka gonta-ganti pacar."


"hehehe. mana tahu kan Lo tergoda sama kemolekan tubuh mantan Lo yang aduhai itu."


"ya kan lo tahu gue kaya gimana. ya sebenarnya gue juga cowok normal kaya kalian pada. gue juga nafsu kalo lihat cewek aduhai apalagi Lo tahu sendiri Salsa body goals banget. gue gak pengen nyakitin mereka. apalagi mainin mereka karena gue juga punya adek perempuan yang harus gue jaga."


"serah deh. males kalo Lo dah ceramah kaya gini."


"eh, gimana mobil gue??"


"ya masih disana lah, kan Lo gak ngasih kuncinya."


"oh iya gue lupa. nih kuncinya, besok pagi sebelum berangkat kerja harus sampe di depan rumah gue ya tuh mobil."


"beres, bisa diatur. yang penting ada imbalannya."

__ADS_1


"gampang kalo itu mah. nanti gue transfer."


"oke beres."


Rio sudah sampai di depan rumah Ahmad. setelah itu dia putar balik untuk memberikan kunci mobil Ahmad kepada temannya. Teman Rio yang akan mengantarkan mobil tersebut ke rumah Ahmad.


___


di apartemen Salsa..


Jam empat pagi Salsa baru siuman. ya karena dia minum banyak tadi malam. kepalanya masih sangat pusing dan penglihatannya agak sedikit kabur.


dengan memegangi kepalanya dia bangkit dari tempat tidur dan akan mengambil minum di nakas tepi tempat tidur.


Tapi di sampingnya ada seseorang yang sedang tertidur, wanita pula. "siapa dia??" batin Salsa.


Salsa langsung berdiri dan melihat wajah dari seseorang yang sedang tertidur itu. ternyata adalah Risa sepupunya.


"sejak kapan dia ada disini?? sedangkan tadi yang mengantarku bukannya Ahmad ya." katanya lirih.


"lalu kemana perginya Ahmad??"


Risa yang sedikit terusik dengan suara yang ditimbulkan Salsa langsung terbangun dari tidurnya.


"kamu udah bangun ca."


"udah, ngapain kamu disini??" tanya Salsa penuh selidik.


"ya nemenin kamu lah."


''tadi bukannya Ahmad ya yang disini. terus kemana dia??" lari menuju ruang tamu mencari keberadaan Ahmad.


"Ahmad udah pulang tadi."


"siapa yang nyuruh dia pulang??"


"ya dia sendiri yang mau pulang. lagian kamu ngapain sih pake acara mabuk segala. ada masalah apa emangnya?? biasanya kamu juga gak kaya gitu."


"ah banyak tanya kamu. dasar kepo. pengen tahu aja urusan orang."


"ya bukan gitu ca, aku kan sepupu kamu. kalo ada masalah mendingan cerita aja sama aku, siapa tahu kalau aku bisa bantu ngasih solusi."


",kamu gak bisa bantu masalah aku yang satu ini."


"emang kenapa?? kamu habis diputusin cowok kamu?? atau apa?? kamu masih pacaran kan sama Rendi??" tanya Risa meyakinkan.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2