
Bastian dan
Bella melakukan pengambilan foto pra wedding dengan mesranya. Bella awalnya
tersipu malu dan canggung namun Bastian meyakinkannya agar lebih percaya diri.
“Kamu sangat
cantik, kamu pasti bisa melakukannya dengan baik.” Bisik Bastian.
“Aku sering
melakukan sesi foto dengan percaya diri tapi entah kenapa sekarang aku sangat
gugup dan canggung.” Kata Bella.
“Mungkin karena
moment nya berbeda sayang.” Kata Bastian.
“Sepertinya
begitu, setelah ini kita pengambilan foto secara outdoor juga.” Kata Bastian.
“Apa? Aku kira
hanya foto disini saja.” Kata Bella.
“Ini foto dengan
moment special jadi aku ingin yang special juga, sudahlah turuti saja
kemauanku.” Kata Bastian.
“Iya sayang.”
Kata Bella.
“Bagus sekali
foto kita.” Kata Bella.
“Tentu saja,
kamu cantik sekali.” Kata Bastian.
“Kamu juga
sangat tampan, gagah sekali, I love you.” Bisik Bella.
“Kita ganti baju
dulu, setelah ini kita ke tempat pengambilan foto selanjutnya.” Kata Bastian.
“Ok, tunggu
sebentar. Sepertinya aku akan lama.” Kata Bella.
“Nanti aku
tunggu di lobby ya.” Kata Bastian.
**
Mereka segera
__ADS_1
menuju ke lokasi pengambilan foto selanjutnya.
“Kita foto disini?
Kita mau naik kuda memangnya?” Tanya Bella.
“Sudah ayo ikut
aku.” Ajak Bastian.
Mereka segera
berganti pakaian, dan setelah itu segera melakukan pengambilan foto, kali ini
mereka berfoto dengan menunggangi kuda.
“Naiklah
terlebih dahulu.” Kata Bastian.
“Tapi aku
takut.” Kata Bella.
“Tidak apa-apa,
nanti aku akan memegangimu kok. Ayo aku bantu naik.” Kata Bastian.
Setelah itu
mereka segera melakukan pengambilan foto berkali-kali.
selesai juga.” Kata Bella.
“Capek ya?”
Tanya Bastian.
“Lumayan, karena
aku harus pakai sepatu hak tinggi tadi, sangat melelahkan.” Kata Bella.
“Sini aku
pijitin telapak kakimu.” Kata Bastian.
“Jangan, jangan
disini malu dilihat banyak orang.” Kata Bella.
“Malu kenapa
sih? Mereka kan hanya fotografer dan staff nya. Yauda dimobil saja kalau
begitu. Ayo sekalian pulang juga kan.” Kata Bastian.
Didalam mobil,
Bastian memijit telapak kaki Bella yang kelelahan karena seharian memakai
sepatu hak tinggi.
“Pelan-pelan
__ADS_1
dong, jangan terlalu keras kalau memijat.” Kata Bella.
“Iya iya,
cerewet banget.” Kata Bastian.
“Oh ya setelah
ini kita jadi ke rumah orang tua kamu?” Tanya Bella.
“Kalau kamu
kelelahan, besok pagi saja.” Kata Bastian.
“Memangnya tidak
apa-apa?” Tanya Bella.
“Tidak apa-apa
kok, bagaimana apa kakimu sudah agak mendingan?” tanya Bastian.
“Lumayan, sudah
cukup sayang. Ayo kita pulang saja.” Kata Bella.
“Kalau begitu kita pulang sekarang ya?” Tanya Bastian.
“Aku dirumah sendirian.” Kata Bella.
“Vania sama ART kamu kemana memangnya?” Tanya Bastian.
“Vania menginap dirumah temannya sedangkan ART ku sedang pulang kampung
karena ada kerabatnya yang sakit.” Kata Bella.
“Wah kesempatan bagus nih, lebih baik aku menginap saja dirumahnya haha.” Kata
Bastian dalam hati.
“Kalau begitu aku menginap dirumahmu saja ya, aku khawatir kalau kamu
sendirian.” Kata Bastian.
“Kalau gitu kamu bisa tidur di kamar tamu ya.” Kata Bella.
“Enak saja dikamar tamu, tentu saja dikamar utama dong.” Kata Bastian.
“Kamar tamu berarti dikamarku dong, nggak mau bisa-bisa nanti kamu khilaf
lagi terus kamu macam-macam sama aku.” Kata Bella agak khawatir dan takut.
“Justru aku yang khawatir. Khawatir kamu yang akan khilaf jika melihatku.” Goda
Bastian.
“Enak saja, tidak mungkin.” Kata Bella.
“Jadi gimana boleh tidak aku menginap dirumahmu?” Tanya Bastian.
“Iya boleh tapi tidurlah di kamar tamu.” Kata Bella.
“Dasar kamu ini tega sekali ya denganku.” Kata Bastian.
__ADS_1
Info :
Jangan lupa like nya ya readers agar author makin semangat nih buat update, thank u.