Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
Foto Prawedding


__ADS_3

Bastian dan


Bella melakukan pengambilan foto pra wedding dengan mesranya. Bella awalnya


tersipu malu dan canggung namun Bastian meyakinkannya agar lebih percaya diri.


“Kamu sangat


cantik, kamu pasti bisa melakukannya dengan baik.” Bisik Bastian.


“Aku sering


melakukan sesi foto dengan percaya diri tapi entah kenapa sekarang aku sangat


gugup dan canggung.” Kata Bella.


“Mungkin karena


moment nya berbeda sayang.” Kata Bastian.


“Sepertinya


begitu, setelah ini kita pengambilan foto secara outdoor juga.” Kata Bastian.


“Apa? Aku kira


hanya foto disini saja.” Kata Bella.


“Ini foto dengan


moment special jadi aku ingin yang special juga, sudahlah turuti saja


kemauanku.” Kata Bastian.


“Iya sayang.”


Kata Bella.




“Bagus sekali


foto kita.” Kata Bella.


“Tentu saja,


kamu cantik sekali.” Kata Bastian.


“Kamu juga


sangat tampan, gagah sekali, I love you.” Bisik Bella.


“Kita ganti baju


dulu, setelah ini kita ke tempat pengambilan foto selanjutnya.” Kata Bastian.


“Ok, tunggu


sebentar. Sepertinya aku akan lama.” Kata Bella.


“Nanti aku


tunggu di lobby ya.” Kata Bastian.


**


Mereka segera

__ADS_1


menuju ke lokasi pengambilan foto selanjutnya.


“Kita foto disini?


Kita mau naik kuda memangnya?” Tanya Bella.


“Sudah ayo ikut


aku.” Ajak Bastian.


Mereka segera


berganti pakaian, dan setelah itu segera melakukan pengambilan foto, kali ini


mereka berfoto dengan menunggangi kuda.


“Naiklah


terlebih dahulu.” Kata Bastian.


“Tapi aku


takut.” Kata Bella.


“Tidak apa-apa,


nanti aku akan memegangimu kok. Ayo aku bantu naik.” Kata Bastian.


Setelah itu


mereka segera melakukan pengambilan foto berkali-kali.


 




selesai juga.” Kata Bella.


“Capek ya?”


Tanya Bastian.


“Lumayan, karena


aku harus pakai sepatu hak tinggi tadi, sangat melelahkan.” Kata Bella.


“Sini aku


pijitin telapak kakimu.” Kata Bastian.


“Jangan, jangan


disini malu dilihat banyak orang.” Kata Bella.


“Malu kenapa


sih? Mereka kan hanya fotografer dan staff nya. Yauda dimobil saja kalau


begitu. Ayo sekalian pulang juga kan.” Kata Bastian.


Didalam mobil,


Bastian memijit telapak kaki Bella yang kelelahan karena seharian memakai


sepatu hak tinggi.


“Pelan-pelan

__ADS_1


dong, jangan terlalu keras kalau memijat.” Kata Bella.


“Iya iya,


cerewet banget.” Kata Bastian.


“Oh ya setelah


ini kita jadi ke rumah orang tua kamu?” Tanya Bella.


“Kalau kamu


kelelahan, besok pagi saja.” Kata Bastian.


“Memangnya tidak


apa-apa?” Tanya Bella.


“Tidak apa-apa


kok, bagaimana apa kakimu sudah agak mendingan?” tanya Bastian.


“Lumayan, sudah


cukup sayang. Ayo kita pulang saja.” Kata Bella.


“Kalau begitu kita pulang sekarang ya?” Tanya Bastian.


“Aku dirumah sendirian.” Kata Bella.


“Vania sama ART kamu kemana memangnya?” Tanya Bastian.


“Vania menginap dirumah temannya sedangkan ART ku sedang pulang kampung


karena ada kerabatnya yang sakit.” Kata Bella.


“Wah kesempatan bagus nih, lebih baik aku menginap saja dirumahnya haha.” Kata


Bastian dalam hati.


“Kalau begitu aku menginap dirumahmu saja ya, aku khawatir kalau kamu


sendirian.” Kata Bastian.


“Kalau gitu kamu bisa tidur di kamar tamu ya.” Kata Bella.


“Enak saja dikamar tamu, tentu saja dikamar utama dong.” Kata Bastian.


“Kamar tamu berarti dikamarku dong, nggak mau bisa-bisa nanti kamu khilaf


lagi terus kamu macam-macam sama aku.” Kata Bella agak khawatir dan takut.


“Justru aku yang khawatir. Khawatir kamu yang akan khilaf jika melihatku.” Goda


Bastian.


“Enak saja, tidak mungkin.” Kata Bella.


“Jadi gimana boleh tidak aku menginap dirumahmu?” Tanya Bastian.


“Iya boleh tapi tidurlah di kamar tamu.” Kata Bella.


“Dasar kamu ini tega sekali ya denganku.” Kata Bastian.


 


 


 

__ADS_1


Info :


Jangan lupa like nya ya readers agar author makin semangat nih buat update, thank u.


__ADS_2