Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
Bagian 40


__ADS_3

Hari pernikahan Bella dan Bastian. Bella tampak kesal dengan keputusan kedua orang tuanya ditambah lagi dengan kondisi dia yang belum juga bisa mengingat Bastian.


“Akhirnya kalian berdua menikah juga, dengan begini ayah dan ibu tidak lagi khawatir denganmu karena ada suamimu yang akan menjagamu. Tolong jaga Bella dengan baik, jika kamu melakukan kesalahan sedikitpun kepada putriku, saat itu juga aku akan membunuhmu.” Ancam ayah Bella.


“Hehehe hal itu tidak akan pernah terjadi, Bella adalah anugerah dalam hidup saya.” Kata Bastian.


“Setelah ini kalian akan tinggal dimana? Apakah dirumah Bastian atau dimana?” Tanya ibu Bella.


“Lebih baik kalian tinggal dulu saja di apartemen Bella, karena setelah kecelakaan itu sepertinya Bella sangat nyaman tinggal di apartemen dia, jangan sampai dengan mereka berdua pindah ke rumah Bastian akan membebani Bella terutama kondisi psikis Bella.” Kata ibu Bastian.


“Setuju, lebih baik kalian berdua tinggal saja dulu di apartemen, lagipula apartemen Bella sangat mewah.” Kata ayah Bastian.


“Baiklah, untuk sementara aku dan Bella akan tinggal di apartemen.” Kata Bastian sambil merangkul Bella, namun Bella menolaknya.


“Aku lelah, aku ingin kembali pulang.” Kata Bella.


“Lagipula acara juga sudah selesai, sekarang Bella adalah tanggung jawabmu penuh.” Kata ayah Bella.


“Cepat pulanglah sekarang kalau begitu, selamat bersenang-senang meskipun dulu kalian pasti sering melakukannya.” Kata ibu Bella sambil tersenyum.


“Ayah, Ibu, Mama dan Papa kami berdua pamit pulang dulu. Terima kasih semuanya.” Kata Bella.


**


Bella dan Bastian menuju ke apartemen. Didalam mobil.


“Aku telah membeli perabot rumah tangga lengkap yang akan memudahkan pekerjaan rumah tangga. Oh iya kamu juga tidak perlu mengurus urusan rumah tangga, aku bisa memanggil pembantu kok untuk mengerjakan semuanya. Lebih baik kita fokus saja dengan kita berdua dan juga kesehatan serta kesembuhan kamu.” Kata Bastian, namun Bella hanya diam saja dengan tatapan kosong karena sebenarnya dia belum siap dengan pernikahan tersebut, dan dia juga tidak menyukai apalagi mencintai Bastian.


“Kamu sedang memikirkan apa?” Tanya Bastian sambil menggenggam tangan istrtinya.


“Lepaskan aku, fokus saja menyetir.” Kata Bella. Lalu Bastian memberhentikan mobilnya.


“Kenapa berhenti?” Tanya Bella.


“Apa yang sedang kamu pikirkan sayang?” Tanya Bastian.


“Aku tidak menginginkan pernikahan ini, aku bahkan tidak menyukaimu apalagi mencintaimu bagaimana aku bisa menganggapmu sebagai suamiku.” Kata Bella.


“Kamu hanya butuh waktu, waktu yang akan menjawab semuanya. Aku tidak akan memaksamu, tapi aku akan menjagamu dan merawatmu sampai kamu sembuh, tidak tapi sampai nafas terakhirku.” Kata Bastian dengan tulus.


“Cepat menyetirlah, aku ingin segera sampai apartemen.” Kata Bella.


**

__ADS_1


Setibanya di apartemen.


“Kenapa banyak sekali barang-barang disini?” Tanya Bella.


“Aku membeli banyak perabot rumah dan aku juga mengambil semua barang milikku.” Kata Bastian, lalu dia pergi masuk kedalam kamar utama atau kamar Bella.


“Stop, kenapa kamu masuk kedalam kamarku? Kamarmu kan disebelah sana.” Kata Bella.


“Hei kamu lupa ya, kita kan pasangan suami istri saat ini.” Kata Bastian.


“Bukankah tadi kamu bilang tidak akan memaksaku? Aku tidak ingin kita tidur dalam satu kamar, aku ingin tidur di kamar terpisah seperti sebelumnya.” Kata Bella.


“Tapi itu beda cerita sayang, mana ada suami istri tidur di kamar terpisah.” Kata Bastian.


“Keluar dari kamarku.” Kata Bella.


“Aku tidak akan menyentuhmu kok tanpa ijin darimu.” Kata Bastian.


“Aku tidak percaya denganmu, saat itu saja kamu menarik piyama ku, nanti apalagi yang akan terjadi? Aku tidak bisa membayangkan tidur satu ranjang denganmu. Cepat keluar dari kamarku.” Kata Bella.


“Ayolah, aku janji tidak akan menyentuhmu dan menjaga jarak denganmu. Apa kata orang tua kita jika kita tidur terpisah sayang.” Kata Bastian.


“Aku yakin mereka bisa mengerti keadaanku.” Kata Bella.


“Aku mohon sayang.” Kata Bastian.


“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa kepalaku sakit sekali.” Teriak Bella.


“Kamu kenapa sayang? Apa yang sakit?” Tanya Bastian khawatir.


“Kepalaku sakit seperti terkena benturan.” Kata Bella.


Bastian pun menggendong Bella dan menidurkannya di ranjang.


“Aku ambil obatnya dulu ya, tunggu sebentar.” Kata Bastian.


“Aaaaah sakit, cepat ambilkan obatku. Aku tidak tahan lagi.” Kata Bella.


Tidak lama kemudian Bastian kembali sambil membawa obat.


“Minumlah obatmu.” Kata Bastian. Kemudian Bella meminum obatnya.


“Aku akan menelfon dokter untuk datang kesini.” Kata Bastian.

__ADS_1


“Tidak usah, besok saja. Aku tidur sajar, pasti besok sembuh.” Kata Bella.


“Kamu sebelumnya juga pernah seperti ini kan? Sudahlah aku akan menelfon dokter saja untuk memeriksamu.” Kata Bastian.


Tidak lama kemudian dokter datang dan segera memeriksa kondisi Bella.


“Bagaimana kondisi istri saya?” Tanya Bastian.


“Tidak apa-apa, saya sarankan agar pasien tidak terlalu banyak pikiran dan tidak memaksa untuk mengembalikan semua ingatannya. Dia harus selalu dalam keadaan bahagia dan selalu berpikir positif agar tidak stres berlebihan.” Kata dokter.


“Baik dokter, terima kasih banyak.” Kata Bastian. Kemudian dokter tersebut kembali pulang dan Bastian menghampiri Bella di kamar.


“Keluarlah, aku ingin tidur.” Kata Bella.


“Aku akan tidur disampingmu, bagaimana jika tiba-tiba kambuh lagi?” Kata Bastian.


“Aku baik-baik saja kok, lagipula aku bisa memanggilmu.” Kata Bella.


“Akan lebih cepat jika aku ada disampingmu.” Kata Bastian.


“Kalau begitu tidurlah dibawah dan jangan satu ranjang denganku.” Kata Bella.


“Kamu tega sekali menyuruhku tidur di lantai, bahkan selama hidupku aku tidak pernah tidur di lantai.” Kata Bastian.


“Aku lebih takut jika kamu tidur disampingku.” Kata Bella.


“Lagipula kita kan pasangan suami istri, meskipun nantinya kita melakukannya juga tidak jadi masalah kan.” Kata Bastian.


“Kamu benar-benar sangat menyebalkan.” Gerutu Bella. Lalu dia segera tidur sambil menutupi wajahnya dengan selimut. Bastian pun sangat bersemangat karena tidur disamping Bella. Dia bahkan sangat jail terhadap istrinya. Dia menarik selimutnya agar Bella mendekat. Bahkan Bastian sengaja membisikkan sesuatu kepada istrinya untuk memancing perhatian istrinya.


“Sayang, kamu sudah tidur ya? Kamu tidak akan melayaniku sebagai suamimu ya? Padahal dulu kamu selalu bergairah dan semangat saat melakukannya, kamu melayaniku dengan sangat puas tapi sekarang jadi seperti ini. Haruskah aku berceirta bagaimana permainanmu saat itu? Kamu bahkan menciumku terlebuh dahulu, memelukku dengan sangat mesra, ah satu hal lagi kamu sangat pandai dalam berbagai posisi.” Kata Bastian.


“Cukup cukup cukup, haruskah kamu mengatakan hal itu kepadaku.” Kata Bella sangat kesal.


“Memangnya salah jika aku mengatakan hal yang sebenarnya?” Tanya Bastian.


“Apa sih mau kamu sebenarnya?” Tanya Bella.


“Tentu saja bercinta denganmu, kita kan sekarang pasangan suami istri sayang. Aku menikahimu selain merawat dan menjagamu juga ingin bercinta denganmu lah.” Kata Bastian sambil memandang tajam ke arah Bella.



“Apa yang kamu lakukan? Jangan lakukan itu.” Kata Bella.

__ADS_1


“Aku tidak kuat menahannya sayang, apalagi kamu memakai pakaian super tipis seperti ini.” Kata Bastian sambil mendekati Bella.


“Jangan berani macam-macam padaku.” Kata Bella.


__ADS_2