
“Silahkan kak Bastian turun di
hotel ini, aku sudah pesankan kamar untuk kak Bastian. Ingat kalian tidak boleh
tinggal bersama.” Kata Vania.
“Kamu kejam sekali Van. Aku masih
ingin bersamanya.” Kata Bastian.
“Sudahlah cepat turun, nanti aku
telfon setelah aku sampai rumah.” Kata Bella.
“Hmmm baiklah, hati-hati
dijalan.” Kata Bastian.
Lalu Vania dan Bella pergi ke
rumah Bella.
“Kemana pacarmu?” Tanya Bella.
“Aku putus dengannya, dia
selingkuh sama rekan kerjanya. Aku puas sekali setelah putus darinya. Aku sudah
lama curiga dengannya ternyata dugaanku benar juga.” Kata Vania.
“Aku juga tidak suka kamu pacaran
dengannya, dia sering sekali menyusahkanmu dan sering juga mengancammu. Lelaki
seperti itu tidak pantas untukmu.” Kata Bella.
“Kalau begitu carikan aku pacar
dong haha.” Goda Vania.
“Wah aku tidak bakat dalam hal
seperti itu, nikmati saja waktu luangmu, have fun and enjoy your day. Bukannya
teman-teman lelakimu sangat banyak Van?” Tanya Bella.
“Iya sih tapi belum ada yang
cocok sepertinya.” Kata Vania.
“Yauda jangan terburu-buru mencari
penggantinya Van.” Kata Bella.
“Kamu bisa bicara seperti itu
karena kamu saat ini sudah ada kak Bastian.” Kata Vania.
“Jangan bicara seperti itu dong
Van. Ini aku belikan sesuatu untukmu biar nggak sedih lagi.” Kata Bella.
__ADS_1
“Waw ini tas parfum mahal. Kamu
beli disana?” Tanya Vania.
“Iya, khusus dan special untukmu
Van. Semoga kamu suka dengan aromanya.” Kata Bella.
“Sangat suka sekali Bell, terima
kasih banyak ya, kamu tau banget seperti apa seleraku.” Kata Vania sambil
memeluk Bella.
“Hei perhatikan depan.” Kata
Bella.
“Hehe tenang saja aku sudah pro
dalam menyetir mobil kok.” Kata Vania.
Setibanya dirumah Bella.
“Masuklah, biar barangmu aku yang
bawakan.” Kata Vania.
“Tidak apa-apa aku bantu.
Sepertinya kamu kesusahan ya, apa aku cari asisten saja untuk membantu
keperluanku?” Tanya Bella.
kok. Aku khawatir kalau orang baru bekerja denganmu lalu dia hanya
memanfaatkanmu saja. Lebih baik jangan. Aku bisa kok, kalau pun aku tidak bisa
pasti aku akan meminta bantuan orang lain tapi kalau kamu mau mencari orang
baru aku tidak setuju.” Kata Vania.
“Yauda kalau begitu. Aku pasti
akan menaikkan gajimu haha.” Kata Bella.
“Waaah berarti aku harus
sering-sering memujimu dan perhatian kepadamu ya agar gajiku selalu naik.” Goda
Vania.
“Hahaha bisa saja kamu ini Van,
wah aku rindu sekali dengan rumahku. Selama aku disana, berarti kamu tinggal
sendiri dong di rumah ini?” Tanya Bella.
“Iya lah. Oh ya kamu tau tidak
kemarin kak Dio menelfonku.” Kata Vania.
__ADS_1
“Untuk apa dia menelfonmu? Apakah
dia menanyakanku?” Tanya Bella.
“Iya benar dia menanyakanmu, dia
hanya menanyakan kabarmu saja tapi sepertinya dia ingin bertemu denganmu. Lalu
aku bilang kalau kamu sedang ke Amerika untuk menemui kak Bastian.” Kata Vania.
“Lalu dia jawab apa setelah kamu
bilang seperti itu?” Tanya Bella sambil membuka semua isi kopernya.
“Dia ingin bertemu denganmu untuk
meminta maaf katanya.” Kata Vania.
“Apa? Meminta maaf? Memangnya
selama ini kemana saja kenapa baru sekarang meminta maaf.” Kata Bella kesal.
“Temui saja dia, nanti aku akan
mengawasimu. Tenang saja kak Dio akan menikah kok.” Kata Vania.
“Tidak, aku takut Van nanti dia
macam-macam lagi denganku.” Kata Bella.
“Tapi sepertinya dia
sungguh-sungguh kok Bel, tidak apa-apa aku akan menunggu dan mengawasimu kok.”
Kata Vania.
“Kalau kak Bastian tau bagaimana?
Pasti dia akan marah padaku.” Kata Bella.
“Jangan sampai kak Bastian tau.
Bagaimana?” Tanya Vania.
“Baiklah boleh deh, tapi awasi
aku ya.” Kata Bella.
“Tentu saja, aku kan manajer
sekaligus asistenmu haha.” Kata Vania.
“Dan sekaligus sahabatku, oh ya
katanya ada reuni akbar di kampus? Jadi tidak acara itu?” Tanya Bella.
“Iya jadi, kamu sudah aku
daftarkan untuk ikut.” Kata Vania.
“Daftarkan kak Bastian juga ya
__ADS_1
Van.” Kata Bella.
“Ok.” Kata Vania.