
Setelah kedua orangtua Fitri masuk. mereka langsung melihat keadaan Fitri. Bu Sundari yang melihat keadaan Fitri langsung bersandar di bahu sang suami sambil sesekali terisak..
"pak, anak kita."
"sudahlah Bu, Fitri sudah tidur biarkan dia istirahat, kita juga harus istirahat. Sudah larut malam. besok pagi kita akan ngobrol dengan Fitri."
Ahmad yang mendengarkan pembicaraan kedua orang paruh baya itu menyimpulkan bahwa mereka adalah orang tua dari Fitri.
Saat mereka berbalik badan dan ingin duduk di sofa, Pak Sumarno menghampiri.
"terima kasih banyak ya, kamu udah mau nungguin anak saya di rumah sakit."
"iya pak, Bu sama-sama.. gak Papa kok kan sesama temen saling membantu."
"tapi kamu ngga ngapa-ngapain anak saya kan selama kamu menunggu di sini."tanya Bu Sundari penuh selidik
"saya berani bersumpah tidak pernah melakukan sesuatu ke anak bapak dan ibu." jawab Ahmad sopan
"ya sudah, sekarang kamu pulang saja. biar saya dan istri saya yang menjaga anak kami disini."
"tapi pak, Bu di ruangan tidak ada tempat tidur, hanya ada sofa. kasian jika bapak dan ibu harus tidur sambil duduk "
"siapa bilang, tuh kami bawa tikar dari rumah." kata Bu Sundari sambil menunjuk gulungan benda yang ada di dekat pintu.
"ya sudah, bapak dan ibu selamat istirahat, saya permisi dulu." kata Ahmad
Ahmad keluar dari ruangan itu, dan membiarkan kedua orang tua Fitri menjaganya. dia memilih pergi ke rumah singgah menghampiri dua sahabat sehidup sematinya.
Ceklek....
Rio dan Andri yang ada di dalam ruangan terkejut.
"ngapain Lo kesini??." tanya Rio
"emang gak boleh gitu kalo gue kesini?? terus kalian belum tidur ngapain aja dari tadi"
"heh, Lo ya gue tanya malah balik nanya." ujar Rio ketus..
"gue pengen tidur di sini bareng kalian."
"terus siapa nanti yang jagain Fitri disana?." tanya Andri
"bapak sama ibunya. barusan mereka Dateng ke sini buat njengukin anak mereka." kata Ahmad
"oh gitu, ceritanya mereka ngusir Lo kali." Andri
"bukan kaya gitu, gue juga sadar dirilah . gue siapa. mereka kan mau jagain anaknya." Ahmad
__ADS_1
"dari pada kalian pada ribut mending kita tidur, besok kan harus kerja."Rio menengahi
Ketiganya lalu tertidur pulas. mereka terbuai dalam mimpi indah masing-masing. Hingga pagi menjelang.
* ruang perawatan
jam menunjukkan pukul 6 saat sepasang mata baru saja terbuka. Senyum sepasang suami istri menghiasi wajah mereka.
"sudah bangun nak." ucap Sumarno sambil membelai kepala Fitri
"ibu, bapak??kapan kalian datang? kok Fitri gak tahu." kata Fitri lirih
"iya nak kami ada disini.kami datang kesini tengah malam nak, saat kamu sudah tidur." jawab Sumarno
"kenapa kamu gak ngabarin kita sih nak kalo kamu kecelakaan." timpal Sundari
"sudahlah Bu, jangan menyalahkan anak kita, anak kita sudah membaik dan kita juga sudah disini." kata Sumarno
"maafkan aku karena tidak memberi kabar kepada ibu dan bapak.aku tidak mau kalian khawatir." ujar Fitri
"sudahlah yang penting sekarang kamu sudah mendingan, gimana?? apa masih ada yang sakit??" tanya Sumarno
"iya pak, punggung Fitri sakit karena kelamaan tiduran." celoteh Fitri
"ya sudah ayo duduk," kata Sundari
"ya siapa lagi kalo bukan sahabat kamu itu." jawab Sundari
"oh Vina ya Bu."
Akhirnya mereka bertiga saling melepas rindu dengan mengobrol santai sambil sesekali Fitri merangkul bapak dan ibunya. Sungguh keluarga yang harmonis dan bahagia.
Obrolan mereka harus terhenti karena ada suara ketukan pintu dari luar...
tok..tok..tok...
"ya silahkan masuk." kata Bu Sundari
Dan ternyata yang datang adalah suster yang membawa sarapan dan obat untuk pasien.
"maaf pak, bu ini sarapan untuk nona Fitri dan ini obat yang harus di minum nanti setelah makan." kata suster menjelaskan
"baik sus, terimakasih." kata mereka bersamaan
"iya sama-sama. kalo begitu saya permisi dulu ya pak, Bu." kata suster
Suster pun berlalu meninggalkan ruangan sambil mendorong rak yang digunakan untuk mengantar makanan tadi.
__ADS_1
Bu Sundari langsung mengambil makanan yang diletakkan suster di nakas samping brangkar Fitri. dia menyuapi anaknya dengan telaten meskipun awalnya sang anak bersikukuh tak mau di suapi.
"sudahlah sayang, ayo nurut sama ibu. biar ibu yang suapi kamu." kata Bu Sundari.
"iya deh Bu, Fitri nurut dari pada nanti kualat." kata Fitri
Akhirnya Fitri makan dengan lahap. sehingga makanan yang disediakan rumah sakit habis tak bersisa.
Dia sebenarnya rindu pada kedua orangtuanya, sudah lama tidak bertemu. Dan kesempatan ini dia gunakan untuk bermanja-manja dengan mereka.
"Nak, siapa laki-laki yang semalam menjaga mu di ruangan ini?" tanya Pak Sumarno
"oh, itu temen Fitri pak."
"yakin cuma temen ??, kayaknya dia perhatian banget sama kamu. apa jangan-jangan dia pacar kamu ya." goda Bu Sundari
"ih ibu, apaan sih. orang bukan kok. dia cuma temen Fitri sama Vina Bu."
"tapi setahu ibu, kamu jarang berteman sama laki-laki deh. Apalagi menurut ibu dia juga ganteng lho." kata Bu Sundari sambil senyum-senyum
" iya. sih, dia itu kemarin yang nolongin Fitri pak, Bu. dia juga yang bayar seluruh biaya rumah sakit ini. termasuk biaya ruang VIP ini dia yang tanggung."kata Fitri menjelaskan
"apa jangan-jangan dia yang nabrak kamu ya nak." tanya Bu Sundari
"bukan Bu, soalnya kemarin pas kejadian Fitri kan habis jalan bareng sama dia, Vina dan Rio temen dia satu lagi."
"siapa nama laki-laki itu nak?" tanya pak Sumarno
"namanya Ahmad pak. udah ah jangan bahas dia lagi." kata Fitri
Saat mereka sedang membahas topik obrolan yang lain, tiba-tiba Vina masuk dan membawa bungkusan makanan dan minuman.
"selamat pagi om, Tante. apa kabar?? maaf ya tadi malem Vina udah tidur jadi gak bisa nyambut kedatangan om sama Tante." ucap Vina sambil menyalami kedua orang tua Fitri
Ya mereka sangat akrab, karena dulu mereka teman satu kampus tapi beda jurusan. persamaan nasib sebagai anak rantau yang jauh dari orang tua lah yang membuat mereka akhirnya bersahabat. Dulu Vina semasa kuliah sering di ajak menginap di rumah Fitri dan begitu juga sebaliknya.
Jadi mereka menganggap Vina seperti anak sendiri.
"iya gak papa Vin. makasih ya udah ngabarin kami tentang keadaan Fitri. Kalo ngga kami gak akan tau kejadiannya seperti ini." kata pak Sumarno
"iya, eh ini om Tante Vina habis dari kantin bawa sarapan buat kalian. jangan lupa di makan ya. Vina mau pamit berangkat kerja dulu. ketemu lagi nanti." ucap Vina sambil menyalami kedua orang tua Fitri...
Bersambung.....
Jangan lupa vote...like...dan coment ya...ππ
maaf kalo ceritanya menurut kalian kurang menarik... jangan bosen-bosen buat baca ya... βΊοΈβΊοΈπ
__ADS_1