Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
Kedatangan Orang Tua


__ADS_3

Sudah tiga hari Fitri di rawat di rumah sakit tersebut. Vina dan para sahabat laki-laki barunya masih setia menemani.


Kini kondisi Fitri semakin membaik dan luka di kepalanya sudah tidak separah kemarin sehingga dokter sudah bisa membuka perban yang melilit kepalanya.


Luka lecet di anggota tubuhnya pun mulai mengering. betapa senangnya hati Fitri. sebentar lagi dia bisa pulang di rumah. karena menurutnya di rawat di rumah sakit itu tidak enak, membosankan.


Padahal setiap pagi hari dan sore hari Ahmad selalu membawanya keluar rumah sakit. Mereka selalu pergi ke taman di dalam rumah sakit tersebut. Untuk mengusir jenuh.


Ya, Ahmad lah yang setia menunggu Fitri, bahkan dia rela mengambil cuti selama seminggu penuh untuk menemani Fitri.


Vina juga menjaga Fitri, tapi setelah pulang bekerja. Dari pukul 3 sore hingga pukul 9 malam dia yang menemani Fitri.saat Vina pulang kerja dan menjaga Fitri, Ahmad langsung pergi ke rumah singgah untuk istirahat dan tidur karena malamnya dia lah yang menjaga Fitri.


Kedua sahabat Ahmad memang selalu menemani, bahkan selama ini mereka rela tidur di rumah singgah. Meninggalkan kasur yang empuk di rumah.


\=\=\=\=


Andri sudah menceritakan tentang penemuannya di mall kepada Vina dan kedua sahabatnya. Betapa ketiganya terkejut mengetahui bahwa rekaman cctv tidak ada.


Sehingga mereka tidak cukup bukti untuk melaporkan ke polisi.


"kita selidiki semuanya nanti, kita belum tahu dia mengincar siapa? salah satu dari kita atau siapa." ujar Ahmad


"iya bener juga, biar pelan-pelan kita ungkap siapa pelakunya." kata Rio.


 \=\=\=


Di dalam ruangan perawatan Fitri sudah beraktivitas normal, tidak menggunakan selang infus lagi. Dia juga bisa ke kamar mandi sendiri. hanya saja kondisinya belum pulih 100 % sehingga masih di rawat empat hari lagi.


Vina yang melihat Fitri sedang di kamar mandi langsung menghubungi kedua orangtua Fitri secara diam-diam. takut Fitri marah.


Di sebrang sana mengangkat telpon.


"Halo, ada apa Vin? Tumben nelpon Tante." jawab Sundari


"halo Tante, iya nih..Tante sama om apa kabar disana??."


"Tante sama om baik-baik aja disini. kamu sendiri apa kabar? oh iya Fitri kenapa susah di hubungi ya.?"


" syukurlah kalau begitu, Vina juga baik-baik aja kok disini. iya Tan emang beberapa hari ini ada masalah sedikit. jadi hapenya gak aktif."


"kenapa sebenarnya dengan Fitri, kok Tante beberapa hari ini merasa sangat khawatir dengan kondisi Fitri."

__ADS_1


"gini Tan, sebenarnya Vina nelpon Tante mau ngasih kabar. tapi Tante jangan kaget ya."


"iya ngomong aja."


"sebenarnya Fitri kecelakaan Tan, tapi keadaan nya udah membaik kok."


Sundari yang mendengar kondisi anaknya langsung terduduk lemas dan menangis..


"Tante tenang aja, Fitri gak papa kok cuma lecet2 di kaki sama tangannya." kata Vina menenangkan.


"ya udah sekarang Fitri dirawat dimana, Tante sama om akan segera kesana" kata Pak Sumarno yang mendengar percakapan mereka dan langsung meraih hape ditangan Sundari.


"sekarang Fitri di rawat di Rumah Sakit Harapan Kita, ruang VIP mawar nomor 1 om." kata Vina menjelaskan."


"oke, om akan segera kesana. ya sudah ya. om akan menenangkan Tante dulu."


"baik ,om. Vina tutup telponnya ya."


terdengar bunyi suara Tut...Tut...Tut...


pertanda telepon di seberang sana di matikan..


"bu, ibu jangan panik gini dong. ibu tenang kan pikiran, bapak yakin kok Fitri pasti baik-baik saja. percaya deh sama bapak." bujuk Sumarno


"iya Bu, sabar. kita siap-siap dulu, jangan tergesa-gesa, nanti malah kita yang kenapa-napa di jalan. bapak mau servis dulu mobil bapak ya. nanti malam kita baru berangkat."


"iya pak,."


Akhirnya tangis Sundari reda. dia mulai berfikir jernih, dan mulai berbenah. Menyiapkan kebutuhan yang akan mereka bawa ke ibu kota.


Sedangkan sang suami mulai memanaskan mobil dan bersiap-siap untuk pergi ke bengkel.


Ya memang orang tua Fitri memiliki mobil. Sebuah mobil kijang keluaran tahun 2000 an. Cukup kuno jika di bandingkan dengan mobil terkini. Tapi karena pak Sumarno merawatnya dengan baik jadi mobilnya tetap bagus dan terawat, setiap sebulan sekali pasti di service.


Dan karena mobil mereka akan di bawa jarak jauh, maka terlebih dahulu mobilnya diservis untuk memastikan kendaraan bisa di bawa pergi tanpa terkendala sesuatu agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.


Karena mereka mengendarai mobil tanpa melewati jalan tol. maka waktu yang diperlukan untuk berkendara sampai ibu kota sekitar 5 jam lebih 30 menit.


Bu Sundari sudah menyiapkan semuanya termasuk membawa bekal makanan. tinggal menunggu suaminya pulang dari bengkel.


Jam menunjukkan pukul 5 sore saat pak Sumarno pulang dari bengkel.

__ADS_1


Mereka akan berangkat sehabis magrib. sehingga tengah malam mereka baru akan sampai di ibu kota.


"Bu, kita berangkat habis magrib ya, biar bapak istirahat dulu sebentar." kata Sumarno


"iya pak, gak papa. nanti kalo bapak kecapean malah kenapa-napa di jalan." balas Sundari


Setelah cukup beristirahat dan makan malam, akhirnya mereka berangkat menuju ibu kota. Perjalanan hingga ke ibu kota terbilang lancar karena mereka memilih pergi malam hari. bisa dibayangkan jika mereka pergi siang hari maka jalanan akan macet parah..


Tak terasa 5 jam lebih mereka duduk di dalam mobil, hingga akhirnya mereka sampai di tujuan. Rumah Sakit Harapan Kita sudah ada di depan mata.


Mereka masuk ke dalam area rumah sakit dan memarkirkan mobilnya. Lalu keluar menuju dalam rumah sakit, dan bertanya dimana letak ruangan VIP mawar nomor 1 kepada petugas yang berjaga.


Setelah mengetahui letak ruangan tersebut, mereka berjalan menuju lorong..


Saat di depan kamar, mengetuk pintu pelan. dan tiba-tiba...


Ceklek....


Kedua orang tua Fitri nampak terkejut melihat ada seorang pria tampan membuka pintu..


"Siapa kamu??". tanya pak Sumarno penuh selidik


yang di tanya pun langsung tergagap tak bisa menjawab karena bingung melihat dua orang paruh baya datang ke kamar tersebut.


"sa...sa...ya... te...te..man Fitri pak." ujar Ahmad.


"lalu kenapa kamu ada di sini, dimana Vina?". tanya Bu Sundari


"Vina ada di rumah singgah, di belakang rumah sakit ini pak Bu."jawab Ahmad sambil menunduk..


"ya sudah Bu, ayo kita masuk dulu. mau sampai kapan kamu berdiri di depan pintu."usir pak Sumarno pada Ahmad.


Ahmad yang merasa tersindir langsung bergeser ke samping.


Akhirnya mereka masuk ke dalam ruangan perawatan Fitri. Fitri tertidur setelah tadi mengkonsumsi obat terlebih dahulu... jadi ketika mereka datang, Fitri masih tertidur nyenyak...


Bersambung....


jangan lupa vote..


like.. dan coment ya..

__ADS_1


jangan bosen-bosen buat baca cerita ini...


semangat terus....


__ADS_2