
Keesokan paginya, Bella terbangun
terlebih dahulu dan dia sangat kaget.
“Apa yang terjadi padaku? Kenapa
piyama dan bra ku terlepas?” Tanya Bella. Kemudian dia menoleh ke samping dan
Bastian masih tertidur tanpa memakai baju atasan dan hanya memakai celana
pendek saja.
“Kenapa dia tidur disampingku?
Apa jangan-jangan dia meniduriku semalam? Tidak tidak tidak mungkin.” Kata
Bella. Lalu dia membangunkan Bastian dengan memukul bantal ke wajahnya.
“Cepat bangun.” Bentak Bella
sambil menutupi dirinya menggunakan selimut.
“Hoam jam berapa sekarang?” Tanya
Bastian sambil mata masih terpejam. Bella yang kesal pun menendang Bastian
hingga terjatuh ke lantai.
“Aduh kepalaku sakit.” Kata
Bastian.
“Sakit? Kenapa kamu bisa tidur
disampingku? Apa yang kamu lakukan padaku semalam?” Bentak Bella.
“Entahlah aku juga tidak
mengingatnya. Memang semalam aku tidur disampingmu karena kamu sepertinya
ketakutan, aku bahkan memberi batas dengan guling lalu setelah itu aku tertidur
dan aku tidak ingat.” Kata Bastian. Bella pun sangat kesal dan menangis.
“Hei hei hei jangan menangis, aku
tidak melakukan apa-apa kepadamu.” Kata Bastian.
“Lalu kenapa piyama dan bra ku
terlepas, kamu pasti yang melakukannya kan.” Kata Bella sambil menangis terus.
“Aku tidak melakukannya.” Kata
Bastian.
“Tapi kamu bilang bahwa kamu
tidak ingat apapun.” Kata Bella.
“Hanya bagian atasmu saja kan
yang terlepas?” Tanya Bastian memastikan, bukannya dijawab namun Bella justru
semakin marah dan kesal dan melempari Bastian dengan bantal dan guling.
“Stop stop stop jangan
melempariku dengan bantal guling, lebih baik kita cek kamera cctv saja apa yang
terjadi semalam.” Kata Bastian.
“Baiklah siapa takut, sekarang
keluarlah dari kamarku.” Kata Bella.
“Baiklah, aku tunggu di ruang
tamu, lalu kita lihat kamera cctv agar kamu tidak menyalahkanku terus.” Kata
__ADS_1
Bastian.
**
Bella dan Bastian memutar rekaman
kamera cctv dan melihatnya bersama.
Flashback malam sebelumnya.
“Aku tidak bisa tidur.” Kata Bastian.
Kemudian dia menghampiri Bella dan tidur disampingnya sambil mengamati Bella
sambil tersenyum. Tidak lama kemudian Bastian tertidur. Bastian jika tidur
tidak bisa diam dan selalu banyak tingkah. Tiba-tiba dia menendang guling
pembatas dirinya dan Bella lalu dia melepas baju atasannya dan menarik selimut
Bella. Tak lama kemudian dia memeluk Bella dengan erat karena menganggapnya
seperti guling. Bella pun demikian, dia juga menganggap bahwa Bastian hanyalah
guling, dia pun juga memeluk erat Bastian bahkan tanpa sengaja bibir Bella
menempel tepat di bibir Bastian, Bastian akhirnya mencium bibir Bella dengan
ciuman maut dan ********** hingga habis karena kebetulan Bastian sedang
bermimpi bertemu Bella sehingga dia terbawa mimpi tersebut.
Mereka benar-benar seperti
dimabuk cinta, Bastian memeluk erat Bella dan menarik piyama serta bra Bella
lalu mencium d*d* Bella, dan mereka tetap saling berpelukan hingga keesokan
paginya.
**
tidak bisa berkata-kata kembali setelah melihat rekaman cctv. Bella dan Bastian
hanya menunduk dan saling membelakangi.
“Panas sekali apartemenmu.” Kata Bastian
mengalihkan pembicaraan.
“AC selalu nyala bahkan suhunya
15 derajat.” Kata Bella.
“Benarkah.” Kata Bastian.
“Aku sangat canggung dengan
situasi ini dan membuatku kesal. Jika saja kamu tidak tidur disampingku pasti
kita tidak akan secanggung ini.” Kata Bella.
“Semua ini berawal dari
ketakutanmu terhadap suara petir dan menyuruhku tidur di sofa kamarmu. Laki-laki
mana yang bisa menahan godaan dalam situasi seperti itu.” Kata Bastian.
“Aku tidak menyuruhmu untuk tidur
sampai keesokan paginya, harusnya kamu segera keluar kamar jika aku sudah
tertidur.” Gerutu Bella.
“Apa? Kamu lupa semalam kamu
bilang bahwa jaga aku sampai besok pagi lalu kamu langsung tertidur. Dasar menyebalkan.”
Gerutu Bastian.
__ADS_1
“Jadi kamu menyalahkanku? Pergi saja
dari rumahku kalau begitu, lagipula aku bisa menjaga diri sendiri kok.” Kata Bella.
“Ayah dan ibumu ingin aku
menjagamu begitu juga denganku. Seandainya kamu tidak lupa denganku pasti kamu
yang akan terus menempel dan menggodaku.” Kata Bastian.
“Apa kamu bilang? Aku yang
menggodamu? Kamu tidak salah bicara? Mana mungkin aku yang menggodamu, justru
kamu yang akan menggodaku. Kamu bahkan menarik piyamaku dan menciumku dulu.”
Kata Bella.
“Tapi kamu memulai duluan, kamu
yang menempelkan bibirmu tepat di bibirku.” Kata Bastian.
“Seharusnya kamu peka lalu bangun
bukannya malah mencari kesempatan seperti itu.” Kata Bella.
“Wah wah wah haruskah aku
mengungkapkan semuanya bagaimana aksimu di atas ranjang saat bersamaku dulu?”
Kata Bastian.
“Cukup aku tidak butuh
penjelasanmu, pergi dari rumahku sekarang juga.” Kata Bella.
“Aku akan pergi setelah ingatanmu
kembali semua, bahkan orang tuamu dan kamu juga telah menyetujuinya.” Kata Bastian.
“Aku saat ini memang tidak bisa
membuktikan apakah kamu tulus padaku atau hanya ingin mempermainkanku karena
aku kehilangan ingatanku. Tapi dari rekaman cctv semalam cukup membuktikan
bahwa kamu sangat cab*l.” Kata Bella.
“Apa? Aku cab*l? Wah wah kamu
semakin keterlaluan ya.” Kata Bastian.
Kemudian Bastian menatap Bella
dengan tatapan tajam. Bella yang ketakutan pun mundur menjauhi Bastian namun
dia justru terhalang oleh tembok sehingga dia tidak bisa berkutik. Bastian pun
semakin memojokkan Bella sehingga Bella tidak bisa berkutik.
“Apa yang kamu lakukan padaku?”
Tanya Bella.
“Aku akan membuktikan apakah aku
benar-benar cab*l seperti ucapanmu.” Kata Bastian.
“Lepaskan aku, jangan mendekat.” Kata
Bella.
“Maafkan aku karena aku cab*l.” Kata
Bastian. Kemudian Bastian mencium mesra Bella, Bella yang terbawa suasana pun
menutup matanya dan menikmatinya. Bastian benar-benar menjelajahi Bella mulai
dari mencium bibir, leher hingga d*d* Bella namun Bella tidak ada penolakan
__ADS_1
apapun. Mereka benar-benar terbawa suasana.