Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
Bagian 38


__ADS_3

Keesokan paginya, Bella terbangun


terlebih dahulu dan dia sangat kaget.


“Apa yang terjadi padaku? Kenapa


piyama dan bra ku terlepas?” Tanya Bella. Kemudian dia menoleh ke samping dan


Bastian masih tertidur tanpa memakai baju atasan dan hanya memakai celana


pendek saja.


“Kenapa dia tidur disampingku?


Apa jangan-jangan dia meniduriku semalam? Tidak tidak tidak mungkin.” Kata


Bella. Lalu dia membangunkan Bastian dengan memukul bantal ke wajahnya.


“Cepat bangun.” Bentak Bella


sambil menutupi dirinya menggunakan selimut.


“Hoam jam berapa sekarang?” Tanya


Bastian sambil mata masih terpejam. Bella yang kesal pun menendang Bastian


hingga terjatuh ke lantai.


“Aduh kepalaku sakit.” Kata


Bastian.


“Sakit? Kenapa kamu bisa tidur


disampingku? Apa yang kamu lakukan padaku semalam?” Bentak Bella.


“Entahlah aku juga tidak


mengingatnya. Memang semalam aku tidur disampingmu karena kamu sepertinya


ketakutan, aku bahkan memberi batas dengan guling lalu setelah itu aku tertidur


dan aku tidak ingat.” Kata Bastian. Bella pun sangat kesal dan menangis.


“Hei hei hei jangan menangis, aku


tidak melakukan apa-apa kepadamu.” Kata Bastian.


“Lalu kenapa piyama dan bra ku


terlepas, kamu pasti yang melakukannya kan.” Kata Bella sambil menangis terus.


“Aku tidak melakukannya.” Kata


Bastian.


“Tapi kamu bilang bahwa kamu


tidak ingat apapun.” Kata Bella.


“Hanya bagian atasmu saja kan


yang terlepas?” Tanya Bastian memastikan, bukannya dijawab namun Bella justru


semakin marah dan kesal dan melempari Bastian dengan bantal dan guling.


“Stop stop stop jangan


melempariku dengan bantal guling, lebih baik kita cek kamera cctv saja apa yang


terjadi semalam.” Kata Bastian.


“Baiklah siapa takut, sekarang


keluarlah dari kamarku.” Kata Bella.


“Baiklah, aku tunggu di ruang


tamu, lalu kita lihat kamera cctv agar kamu tidak menyalahkanku terus.” Kata

__ADS_1


Bastian.


**


Bella dan Bastian memutar rekaman


kamera cctv dan melihatnya bersama.


Flashback malam sebelumnya.


“Aku tidak bisa tidur.” Kata Bastian.


Kemudian dia menghampiri Bella dan tidur disampingnya sambil mengamati Bella


sambil tersenyum. Tidak lama kemudian Bastian tertidur. Bastian jika tidur


tidak bisa diam dan selalu banyak tingkah. Tiba-tiba dia menendang guling


pembatas dirinya dan Bella lalu dia melepas baju atasannya dan menarik selimut


Bella. Tak lama kemudian dia memeluk Bella dengan erat karena menganggapnya


seperti guling. Bella pun demikian, dia juga menganggap bahwa Bastian hanyalah


guling, dia pun juga memeluk erat Bastian bahkan tanpa sengaja bibir Bella


menempel tepat di bibir Bastian, Bastian akhirnya mencium bibir Bella dengan


ciuman maut dan ********** hingga habis karena kebetulan Bastian sedang


bermimpi bertemu Bella sehingga dia terbawa mimpi tersebut.


Mereka benar-benar seperti


dimabuk cinta, Bastian memeluk erat Bella dan menarik piyama serta bra Bella


lalu mencium d*d* Bella, dan mereka tetap saling berpelukan hingga keesokan


paginya.


**


tidak bisa berkata-kata kembali setelah melihat rekaman cctv. Bella dan Bastian


hanya menunduk dan saling membelakangi.


“Panas sekali apartemenmu.” Kata Bastian


mengalihkan pembicaraan.


“AC selalu nyala bahkan suhunya


15 derajat.” Kata Bella.


“Benarkah.” Kata Bastian.


“Aku sangat canggung dengan


situasi ini dan membuatku kesal. Jika saja kamu tidak tidur disampingku pasti


kita tidak akan secanggung ini.” Kata Bella.


“Semua ini berawal dari


ketakutanmu terhadap suara petir dan menyuruhku tidur di sofa kamarmu. Laki-laki


mana yang bisa menahan godaan dalam situasi seperti itu.” Kata Bastian.


“Aku tidak menyuruhmu untuk tidur


sampai keesokan paginya, harusnya kamu segera keluar kamar jika aku sudah


tertidur.” Gerutu Bella.


“Apa? Kamu lupa semalam kamu


bilang bahwa jaga aku sampai besok pagi lalu kamu langsung tertidur. Dasar menyebalkan.”


Gerutu Bastian.

__ADS_1


“Jadi kamu menyalahkanku? Pergi saja


dari rumahku kalau begitu, lagipula aku bisa menjaga diri sendiri kok.” Kata Bella.


“Ayah dan ibumu ingin aku


menjagamu begitu juga denganku. Seandainya kamu tidak lupa denganku pasti kamu


yang akan terus menempel dan menggodaku.” Kata Bastian.


“Apa kamu bilang? Aku yang


menggodamu? Kamu tidak salah bicara? Mana mungkin aku yang menggodamu, justru


kamu yang akan menggodaku. Kamu bahkan menarik piyamaku dan menciumku dulu.”


Kata Bella.


“Tapi kamu memulai duluan, kamu


yang menempelkan bibirmu tepat di bibirku.” Kata Bastian.


“Seharusnya kamu peka lalu bangun


bukannya malah mencari kesempatan seperti itu.” Kata Bella.


“Wah wah wah haruskah aku


mengungkapkan semuanya bagaimana aksimu di atas ranjang saat bersamaku dulu?”


Kata Bastian.


“Cukup aku tidak butuh


penjelasanmu, pergi dari rumahku sekarang juga.” Kata Bella.


“Aku akan pergi setelah ingatanmu


kembali semua, bahkan orang tuamu dan kamu juga telah menyetujuinya.” Kata Bastian.


“Aku saat ini memang tidak bisa


membuktikan apakah kamu tulus padaku atau hanya ingin mempermainkanku karena


aku kehilangan ingatanku. Tapi dari rekaman cctv semalam cukup membuktikan


bahwa kamu sangat cab*l.” Kata Bella.


“Apa? Aku cab*l? Wah wah kamu


semakin keterlaluan ya.” Kata Bastian.


Kemudian Bastian menatap Bella


dengan tatapan tajam. Bella yang ketakutan pun mundur menjauhi Bastian namun


dia justru terhalang oleh tembok sehingga dia tidak bisa berkutik. Bastian pun


semakin memojokkan Bella sehingga Bella tidak bisa berkutik.


“Apa yang kamu lakukan padaku?”


Tanya Bella.


“Aku akan membuktikan apakah aku


benar-benar cab*l seperti ucapanmu.” Kata Bastian.


“Lepaskan aku, jangan mendekat.” Kata


Bella.


“Maafkan aku karena aku cab*l.” Kata


Bastian. Kemudian Bastian mencium mesra Bella, Bella yang terbawa suasana pun


menutup matanya dan menikmatinya. Bastian benar-benar menjelajahi Bella mulai


dari mencium bibir, leher hingga d*d* Bella namun Bella tidak ada penolakan

__ADS_1


apapun. Mereka benar-benar terbawa suasana.


__ADS_2