Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
Season 2 Episode 15


__ADS_3

Bastian mengantar Vania pulang.


“Terima kasih ya sayang, aku pulang dulu. Hati-hati dijalan ya.” Kata


Vania.


Lalu Bastian kembali pulang ke rumahnya, namun selama diperjalanan dia


teringat kembali dengan mantan istrinya. Tiba-tiba Bella menelfon Bastian.


“Bisakah kita bertemu sekarang? Ada yang ingin aku katakan padamu. Kamu dimana


sekarang? Aku akan menemuimu.” Kata Bella.


“Mari bertemu dirumah saja.” Kata Bastian. Lalu Bastian segera menancap gas


dengan sangat cepat. Setibanya dirumah, dia segera mengganti bajunya serapi


mungkin dan memakai parfum pemberian mantan istrinya dulu.


Tiba-tiba Bella datang.


“Ternyata pasword rumahmu masih tetap sama.” Kata Bella.


“Aku tidak sempat menggantinya, silahkan duduk. Jangan merasa canggung


lagipula kamu pernah tingga disini.” Kata Bastian.



“Jadi dia masih memakai parfum pilihanku dulu, benarkah dia masih tidak


bisa melupakanku?” Tanya Bella dalam hati.


“Ada apa tiba-tiba menelfonku?” Tanya Bastian.


“Aku mau memberikan undangan ini untukmu. Aku akan segera bertunangan


dengan Jordi. Aku tidak perlu bercerita tentang dia pasti kamu sudah tau siapa


dia.” Kata Bella.


“Apa? Jadi dia akan bertunangan dengan si Jordi sialan. Aku harus


menunjukkan padanya bahwa aku baik-baik saja, secepat itukah dia melupakanku? Bukankah


baru tiga bulan kita resmi berpisah, dia benar-benar bukan Bella yang seperti


dulu.” Kata Bastian dalam hati.


“Oh selamat, jadi kamu terlibat cinta lokasi dengannya?” Tanya Bastian.


“Mungkin karena aku dan dia sering bertemu setelah pemotretan dan aku


dengannya juga bekerja di brand yang sama. Memangnya kamu keberatan? Tidak kan?”


Tanya Bella.


“Tentu saja tidak, lagipula aku juga akan segera memutuskan untuk


bertunangan dengan Vania. Aku harap kamu bisa datang.” Kata Bastian.


“Apa? Apa sih kelebihan si Vania sampai dia lebih memilih Vania


dibandingkan aku? Memangnya tidak ada wanita lain. Kenapa harus Vania? Vania kan


sahabatku dan dia juga dulu pernah bekerja denganku. Benar-benar menyebalkan.” Kata


Bella dalam hati.

__ADS_1


“Aku mau numpang ke kamar kecil sebentar.” Kata Bella.


“Iya.” Jawab Bastian.


Tiba-tiba Bella berteriak dari dalam toilet.


Aaaaaaaaaaaa


“Hei hei ada apa? Apa yang terjadi? Kamu tidak apa-apa kan?” Tanya Bastian.


Lalu Bella keluar dari toilet sambil menutupi dadanya. Bastian pun tertawa


melihat Bella yang basah kuyup.


“Kenapa kamu jadi basah kuyup seperti itu sih?” Tanya Bastian sambil


menahan tawa.


“Aku salah menekan kran shower dan aku terpeleset jadinya basah kuyup


seperti ini. Aku kembali pulang dulu ya.” Kata Bella.


“Tunggu sebentar, gantilah bajumu nanti bisa masuk angin loh.” Kata


Bastian.


“Tidak perlu, lagipula aku tidak membawa baju ganti.” Kata Bella.


“Pakai saja baju milikku, tunggu sebentar aku akan mengambilkannya.” Kata Bastian.


“Tidak perlu, apa kata orang jika aku memakai baju mantan suami.” Kata Bella.


“Kamu bisa masuk angin jika pulang basah kuyup seperti itu. Tunggu bukankah


masih ada bajumu yang tersisa di rumah ini?” Tanya Bastian.


“Sepertinya aku sudah membawa semua baju milikku jadi tidak ada yang


“Sepertinya masih ada, baju pengantinmu saat pernikahan kita masih


tersimpan didalam box.” Kata Bastian.


“Lalu kamu mau menyuruhku untuk memakainya? Tidak mungkin.” Kata Bella.


“Kamu kan tidak mau memakai baju milikku.” Kata Bastian.


“Astaga kenapa jadi seperti ini sih, baiklah aku akan memakai baju milikmu.


Itu jauh lebih baik daripada aku memakai gaun pengantin.” Gerutu Bella.


Akhirnya Bella memakai baju milik Bastian. Bastian pun tersenyum karena


kegirangan.



“Aku pulang dulu.” Kata Bella.


“Tidak usah mengembalikan bajuku agar tidak ada alasan bagi kita untuk


saling bertemu.” Kata Bastian.


“Iya, terima kasih. Aku pulang dulu.” Kata Bella.


Tiba-tiba Jordi menelfon Bella.


“Hallo, ada apa?” Tanya Bella.


“Kamu dimana? Aku dideoan apartemenmu tapi sepertinya kamu tidak ada

__ADS_1


dirumah.” Kata Jordi.


“Aku memang sedang berada diluar, ada apa memangnya?” Tanya Bella.


“Aku ingin memberikan sesuatu untukmu.” Kata Jordi.


“Tunggu sebentar, aku akan segera pulang kok.” Kata Bella.


“Kamu dimana? Aku akan menyusulmu.” Kata Jordi.


“Apa? Kamu mau menyusulku? Eh jangan jangan tidak perlu repot-repot. Tunggulah


sebentar, aku akan segera tiba.” Kata Bella lalu menutup telfonnya.


“Aku aku aku pulang dulu.” Kata Bella terlihat bingung dan terburu-buru.


“Biar aku antar saja. Kamu pasti akan nyasar lagi jika menyetir dalam


keadaan bingung dan terburu-buru. Dulu saja kamu nyasar ke pantai gara-gara


bingung dan terburu-buru.” Kata Bastian.


“Tidak perlu, aku tidak mau berhutang budi kepadamu. Aku bisa sendiri.” Kata


Bella.


“Sudahlah jangan menolak daripada kamu nyasar, memangnya kekasihmu tidak


tau tentang dirimu. Apa sih yang dia tau tentangmu.” Gerutu Bastian. Dan akhirnya


Bastian mengantar Bella pulang. Bastian sangat senang bisa mengantar Bella pulang.



Saat dia masuk kedalam mobil ternyata Vania


datang, Vania memanggil Bastian namun Bastian tidak mendengarnya dan pergi


mengantar Bella pulang.


Vania sangat kesal dan terlihat sangat sedih.



**


Setibanya didepan apartemen Bella.


“Lalu bagaimana dengan pulangmu?” Tanya Bella.


“Jangan khawatirkan aku, cepat masuklah diluar dingin. Aku bisa pulang naik


taksi.” Kata Bastian.


“Pakailah jaketku karena udara sangat dingin. Kamu meminjamkan baju milikmu


dan aku meminjamkan jaket untukmu jadi kita impas.” Kata Bella sambil


memberikan jaketnya untuk Bastian.


“Terima kasih, aku balik dulu.” Kata Bastian.


“Hati-hati dijalan.” Kata Bella.


“Iya.” Kata Bastian sambil terus memandangi Bella sampai masuk kedalam


apartemennya.


“Ingin sekali aku menggenggam tangannya dan memeluknya tapi lupakanlah, dia

__ADS_1


akan menjadi milik orang lain.” Kata Bastian dalam hati.


__ADS_2