
Bastian mengantar Vania pulang.
“Terima kasih ya sayang, aku pulang dulu. Hati-hati dijalan ya.” Kata
Vania.
Lalu Bastian kembali pulang ke rumahnya, namun selama diperjalanan dia
teringat kembali dengan mantan istrinya. Tiba-tiba Bella menelfon Bastian.
“Bisakah kita bertemu sekarang? Ada yang ingin aku katakan padamu. Kamu dimana
sekarang? Aku akan menemuimu.” Kata Bella.
“Mari bertemu dirumah saja.” Kata Bastian. Lalu Bastian segera menancap gas
dengan sangat cepat. Setibanya dirumah, dia segera mengganti bajunya serapi
mungkin dan memakai parfum pemberian mantan istrinya dulu.
Tiba-tiba Bella datang.
“Ternyata pasword rumahmu masih tetap sama.” Kata Bella.
“Aku tidak sempat menggantinya, silahkan duduk. Jangan merasa canggung
lagipula kamu pernah tingga disini.” Kata Bastian.
“Jadi dia masih memakai parfum pilihanku dulu, benarkah dia masih tidak
bisa melupakanku?” Tanya Bella dalam hati.
“Ada apa tiba-tiba menelfonku?” Tanya Bastian.
“Aku mau memberikan undangan ini untukmu. Aku akan segera bertunangan
dengan Jordi. Aku tidak perlu bercerita tentang dia pasti kamu sudah tau siapa
dia.” Kata Bella.
“Apa? Jadi dia akan bertunangan dengan si Jordi sialan. Aku harus
menunjukkan padanya bahwa aku baik-baik saja, secepat itukah dia melupakanku? Bukankah
baru tiga bulan kita resmi berpisah, dia benar-benar bukan Bella yang seperti
dulu.” Kata Bastian dalam hati.
“Oh selamat, jadi kamu terlibat cinta lokasi dengannya?” Tanya Bastian.
“Mungkin karena aku dan dia sering bertemu setelah pemotretan dan aku
dengannya juga bekerja di brand yang sama. Memangnya kamu keberatan? Tidak kan?”
Tanya Bella.
“Tentu saja tidak, lagipula aku juga akan segera memutuskan untuk
bertunangan dengan Vania. Aku harap kamu bisa datang.” Kata Bastian.
“Apa? Apa sih kelebihan si Vania sampai dia lebih memilih Vania
dibandingkan aku? Memangnya tidak ada wanita lain. Kenapa harus Vania? Vania kan
sahabatku dan dia juga dulu pernah bekerja denganku. Benar-benar menyebalkan.” Kata
Bella dalam hati.
__ADS_1
“Aku mau numpang ke kamar kecil sebentar.” Kata Bella.
“Iya.” Jawab Bastian.
Tiba-tiba Bella berteriak dari dalam toilet.
Aaaaaaaaaaaa
“Hei hei ada apa? Apa yang terjadi? Kamu tidak apa-apa kan?” Tanya Bastian.
Lalu Bella keluar dari toilet sambil menutupi dadanya. Bastian pun tertawa
melihat Bella yang basah kuyup.
“Kenapa kamu jadi basah kuyup seperti itu sih?” Tanya Bastian sambil
menahan tawa.
“Aku salah menekan kran shower dan aku terpeleset jadinya basah kuyup
seperti ini. Aku kembali pulang dulu ya.” Kata Bella.
“Tunggu sebentar, gantilah bajumu nanti bisa masuk angin loh.” Kata
Bastian.
“Tidak perlu, lagipula aku tidak membawa baju ganti.” Kata Bella.
“Pakai saja baju milikku, tunggu sebentar aku akan mengambilkannya.” Kata Bastian.
“Tidak perlu, apa kata orang jika aku memakai baju mantan suami.” Kata Bella.
“Kamu bisa masuk angin jika pulang basah kuyup seperti itu. Tunggu bukankah
masih ada bajumu yang tersisa di rumah ini?” Tanya Bastian.
“Sepertinya aku sudah membawa semua baju milikku jadi tidak ada yang
“Sepertinya masih ada, baju pengantinmu saat pernikahan kita masih
tersimpan didalam box.” Kata Bastian.
“Lalu kamu mau menyuruhku untuk memakainya? Tidak mungkin.” Kata Bella.
“Kamu kan tidak mau memakai baju milikku.” Kata Bastian.
“Astaga kenapa jadi seperti ini sih, baiklah aku akan memakai baju milikmu.
Itu jauh lebih baik daripada aku memakai gaun pengantin.” Gerutu Bella.
Akhirnya Bella memakai baju milik Bastian. Bastian pun tersenyum karena
kegirangan.
“Aku pulang dulu.” Kata Bella.
“Tidak usah mengembalikan bajuku agar tidak ada alasan bagi kita untuk
saling bertemu.” Kata Bastian.
“Iya, terima kasih. Aku pulang dulu.” Kata Bella.
Tiba-tiba Jordi menelfon Bella.
“Hallo, ada apa?” Tanya Bella.
“Kamu dimana? Aku dideoan apartemenmu tapi sepertinya kamu tidak ada
__ADS_1
dirumah.” Kata Jordi.
“Aku memang sedang berada diluar, ada apa memangnya?” Tanya Bella.
“Aku ingin memberikan sesuatu untukmu.” Kata Jordi.
“Tunggu sebentar, aku akan segera pulang kok.” Kata Bella.
“Kamu dimana? Aku akan menyusulmu.” Kata Jordi.
“Apa? Kamu mau menyusulku? Eh jangan jangan tidak perlu repot-repot. Tunggulah
sebentar, aku akan segera tiba.” Kata Bella lalu menutup telfonnya.
“Aku aku aku pulang dulu.” Kata Bella terlihat bingung dan terburu-buru.
“Biar aku antar saja. Kamu pasti akan nyasar lagi jika menyetir dalam
keadaan bingung dan terburu-buru. Dulu saja kamu nyasar ke pantai gara-gara
bingung dan terburu-buru.” Kata Bastian.
“Tidak perlu, aku tidak mau berhutang budi kepadamu. Aku bisa sendiri.” Kata
Bella.
“Sudahlah jangan menolak daripada kamu nyasar, memangnya kekasihmu tidak
tau tentang dirimu. Apa sih yang dia tau tentangmu.” Gerutu Bastian. Dan akhirnya
Bastian mengantar Bella pulang. Bastian sangat senang bisa mengantar Bella pulang.
Saat dia masuk kedalam mobil ternyata Vania
datang, Vania memanggil Bastian namun Bastian tidak mendengarnya dan pergi
mengantar Bella pulang.
Vania sangat kesal dan terlihat sangat sedih.
**
Setibanya didepan apartemen Bella.
“Lalu bagaimana dengan pulangmu?” Tanya Bella.
“Jangan khawatirkan aku, cepat masuklah diluar dingin. Aku bisa pulang naik
taksi.” Kata Bastian.
“Pakailah jaketku karena udara sangat dingin. Kamu meminjamkan baju milikmu
dan aku meminjamkan jaket untukmu jadi kita impas.” Kata Bella sambil
memberikan jaketnya untuk Bastian.
“Terima kasih, aku balik dulu.” Kata Bastian.
“Hati-hati dijalan.” Kata Bella.
“Iya.” Kata Bastian sambil terus memandangi Bella sampai masuk kedalam
apartemennya.
“Ingin sekali aku menggenggam tangannya dan memeluknya tapi lupakanlah, dia
__ADS_1
akan menjadi milik orang lain.” Kata Bastian dalam hati.