
Bella dan Bastian benar-benar
terbawa suasana. Mereka masih melanjutkan ciuman mereka.
“Apa yang aku lakukan? Kenapa aku
justru terbawa suasana seperti ini. Aku tidak mengenalnya bahkan tidak
mencintainya tapi sepertinya aku mengenal aroma tubuhnya. Tidak tidak aku harus
menolaknya dan menjauhinya tapi kenapa aku semakin terhanyut oh tidak tidak.”
Teriak Bella dalam hati. Hampir satu jam mereka benar-benar terbawa suasana,
bahkan wajah Bella benar-benar tidak karuan lagi akibat ulah Bastian.
“Oh oh oh aku benar-benar
mencintainya, apakah dia sudah mengingatku? Atau apakah dia mulai menyukaiku?
Aku penasaran bagaimana perasaan dia, tapi dia memejamkan matanya dan sama
sekali tidak melakukan penolakan sama sekali. Memang benar ciumanku ini ciuman
maut hahahaha.” Kata Bastian dalam hati.
Tiba-tiba Bella mendorong
Bastian, namun Bastian justru menarik Bella hingga mereka terjatuh diatas sofa
ruang tamu.
“Apa yang kamu lakukan kepadaku?”
Tanya Bella.
“Entahlah, lagipula kamu juga
sangat menikmatinya.” Kata Bastian.
“Sial, kenapa dia justru malah berkata
seperti itu. Aduh seharusnya aku tidak menutup mataku dan menolaknya dari awal,
aku sangat malu.” Kata Bella dalam hati.
“Lepaskan aku.” Kata Bella.
“Aku tidak ingin melepaskanmu
sampai kapanpun.” Kata Bastian.
“Cepat lepaskan aku.” Kata Bella,
Bastian benar-benar memeluk Bella dengan sangat erat.
“Bagaimana perasaanmu kepadaku? Apakah
ingatanmu sudah kembali seperti semula?” Tanya Bastian.
Bastian justru sangat nakal, dia
benar-benar tidak dapat menahan dirinya, kali ini Bastian justru meraba bagian
belakang Bella.
“Apa yang kamu lakukan? Cepat lepaskan
aku, jangan berani menyentuhku tanpa seizinku.” Kata Bella.
“Jadi kamu tidak memakai bra ya.”
Bisik Bastian.
__ADS_1
Betapa malunya Bella, akhirnya
dia membenturkan kepalanya ke kepala Bastian lalu berlari masuk kedalam kamar. Bastian
pun mengejarnya kedalam kamar.
“Keluar kamu dari sini atau aku
akan menutup pintunya, aku tidak peduli meskipun tanganmu terjepit.” Kata Bella.
“Silahkan jika kamu ingin
melukaiku, apa kamu yakin bisa menyepitkan tanganku?” Tanya Bastian.
“Dasar cab*l, aku benar-benar
takut denganmu.” Kata Bella.
“Aku hanya ingin mengambil bajuku
yang tertinggal didalam kamarmu, cepat buka pintunya.” Kata Bastian. Akhirnya
Bella membuka pintunya.
“Cepat ambil bajumu lalu keluar
dari kamarku.” Kata Bella. Kemudian Bastian segera mengambil baju miliknya,
lalu dia kembali memeluk Bella dari belakang.
“Ah lepaskan aku.” Kata Bella.
“Diamlah atau aku akan
menidurimu.” Bisik Bastian.
“Apa maumu?” Tanya Bella.
“Apa yang kamu rasakan tadi? Apakah
Bastian.
Tiba-tiba orang tua Bella datang
dan mereka sangat kaget melihat Bastian dan Bella saling berpelukan.
“Astaga, kalian sedang apa? Kalian
tidur bersama?” Tanya ibu Bella.
“Hei hei ada apa ini? Cepat jaga
jarak, kalian berdua bahkan belum ada ikatan pernikahan. Kalau begini lebih
baik kalian berdua segera menikah.” Kata ayah Bella.
“Tidak mau, aku bahkan tidak
mengenalnya apalagi mengingatnya.” Kata Bella.
“Pakai bajumu dengan benar, ibu
tunggu di ruang tamu.” Kata ibu Bella.
“Baik, tunggu sebentar.” Kata Bella.
**
Diruang tamu.
“Hari ini juga kalian harus
menikah.” Kata ayah Bella.
__ADS_1
“Saya siap menikahinya saat ini
juga pak.” Kata Bastian.
“Bagus jika kamu memang siap,
setelah itu kalian berdua bebas mau melakukan apapun yang kalian inginkan.” Kata
ayah Bella.
“Apa kata orang jika tau mereka
tinggal satu rumah padahal belum ada ikatan pernikahan.” Kata ibu Bella.
“Tidak bu, aku tidak mau menikah
dengannya. Aku bahkan belum pulih.” Kata Bella.
“Tapi kalian berdua benar-benar
seperti pasangan suami istri bermesraan di siang bolong begini. Pokoknya ayah
ingin kalian berdua menikah sekarang juga.” Kata ayah Bella.
“Tapi ini sangat mendadak, aku
tidak bisa.” Kata Bella.
“Sudahlah jangan membantah apa
kata ayah kamu, Bastian saja siap menikahimu.” Kata ibu Bella.
“Itu karena dia sangat cab.” Kata
Bella, lalu Bastian membungkam mulut Bella.
“Saya akan menikahinya secepatnya
pak bu.” Kata Bastian.
“Saya tidak perlu pesta mewah,
kalau bisa besok nikahi anak saya. Orang tuamu tidak keberatan kan?” Tanya ayah
Bella.
“Mereka sama sekali tidak
keberatan kok pak bu, mengingat kondisi Bella yang saat ini masih proses
penyembuhan akibat penyakit yang diderita.” Kata Bastian.
“Ibu sangat lega mendengarnya,
ibu membawakanmu makanan. Besok kalian berdua harus menikah, ibu tidak mau tau.”
Kata ibu Bella.
“Tapi bu aku tidak bisa.” Kata Bella.
“Saat ini kamu mungkin sulit
memahami keinginan ayah dan ibu, tapi suatu saat pasti kamu akan berterima
kasih kepada ayah dan ibu.” Kata ayah Bella.
“Beri aku waktu satu bulan untuk
berpikir.” Kata Bella.
“Ayah ingin besok kalian menikah.”
Kata ayah Bella.
__ADS_1
Akhirnya Bella menerima keputusan
tersebut.