Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
Bagian 39


__ADS_3

Bella dan Bastian benar-benar


terbawa suasana. Mereka masih melanjutkan ciuman mereka.


“Apa yang aku lakukan? Kenapa aku


justru terbawa suasana seperti ini. Aku tidak mengenalnya bahkan tidak


mencintainya tapi sepertinya aku mengenal aroma tubuhnya. Tidak tidak aku harus


menolaknya dan menjauhinya tapi kenapa aku semakin terhanyut oh tidak tidak.”


Teriak Bella dalam hati. Hampir satu jam mereka benar-benar terbawa suasana,


bahkan wajah Bella benar-benar tidak karuan lagi akibat ulah Bastian.


“Oh oh oh aku benar-benar


mencintainya, apakah dia sudah mengingatku? Atau apakah dia mulai menyukaiku?


Aku penasaran bagaimana perasaan dia, tapi dia memejamkan matanya dan sama


sekali tidak melakukan penolakan sama sekali. Memang benar ciumanku ini ciuman


maut hahahaha.” Kata Bastian dalam hati.


Tiba-tiba Bella mendorong


Bastian, namun Bastian justru menarik Bella hingga mereka terjatuh diatas sofa


ruang tamu.


“Apa yang kamu lakukan kepadaku?”


Tanya Bella.


“Entahlah, lagipula kamu juga


sangat menikmatinya.” Kata Bastian.


“Sial, kenapa dia justru malah berkata


seperti itu. Aduh seharusnya aku tidak menutup mataku dan menolaknya dari awal,


aku sangat malu.” Kata Bella dalam hati.


“Lepaskan aku.” Kata Bella.


“Aku tidak ingin melepaskanmu


sampai kapanpun.” Kata Bastian.


“Cepat lepaskan aku.” Kata Bella,


Bastian benar-benar memeluk Bella dengan sangat erat.


“Bagaimana perasaanmu kepadaku? Apakah


ingatanmu sudah kembali seperti semula?” Tanya Bastian.


Bastian justru sangat nakal, dia


benar-benar tidak dapat menahan dirinya, kali ini Bastian justru meraba bagian


belakang Bella.


“Apa yang kamu lakukan? Cepat lepaskan


aku, jangan berani menyentuhku tanpa seizinku.” Kata Bella.


“Jadi kamu tidak memakai bra ya.”


Bisik Bastian.

__ADS_1


Betapa malunya Bella, akhirnya


dia membenturkan kepalanya ke kepala Bastian lalu berlari masuk kedalam kamar. Bastian


pun mengejarnya kedalam kamar.


“Keluar kamu dari sini atau aku


akan menutup pintunya, aku tidak peduli meskipun tanganmu terjepit.” Kata Bella.


“Silahkan jika kamu ingin


melukaiku, apa kamu yakin bisa menyepitkan tanganku?” Tanya Bastian.


“Dasar cab*l, aku benar-benar


takut denganmu.” Kata Bella.


“Aku hanya ingin mengambil bajuku


yang tertinggal didalam kamarmu, cepat buka pintunya.” Kata Bastian. Akhirnya


Bella membuka pintunya.


“Cepat ambil bajumu lalu keluar


dari kamarku.” Kata Bella. Kemudian Bastian segera mengambil baju miliknya,


lalu dia kembali memeluk Bella dari belakang.


“Ah lepaskan aku.” Kata Bella.


“Diamlah atau aku akan


menidurimu.” Bisik Bastian.


“Apa maumu?” Tanya Bella.


“Apa yang kamu rasakan tadi? Apakah


Bastian.


Tiba-tiba orang tua Bella datang


dan mereka sangat kaget melihat Bastian dan Bella saling berpelukan.


“Astaga, kalian sedang apa? Kalian


tidur bersama?” Tanya ibu Bella.


“Hei hei ada apa ini? Cepat jaga


jarak, kalian berdua bahkan belum ada ikatan pernikahan. Kalau begini lebih


baik kalian berdua segera menikah.” Kata ayah Bella.


“Tidak mau, aku bahkan tidak


mengenalnya apalagi mengingatnya.” Kata Bella.


“Pakai bajumu dengan benar, ibu


tunggu di ruang tamu.” Kata ibu Bella.


“Baik, tunggu sebentar.” Kata Bella.


**


Diruang tamu.


“Hari ini juga kalian harus


menikah.” Kata ayah Bella.

__ADS_1


“Saya siap menikahinya saat ini


juga pak.” Kata Bastian.


“Bagus jika kamu memang siap,


setelah itu kalian berdua bebas mau melakukan apapun yang kalian inginkan.” Kata


ayah Bella.


“Apa kata orang jika tau mereka


tinggal satu rumah padahal belum ada ikatan pernikahan.” Kata ibu Bella.


“Tidak bu, aku tidak mau menikah


dengannya. Aku bahkan belum pulih.” Kata Bella.


“Tapi kalian berdua benar-benar


seperti pasangan suami istri bermesraan di siang bolong begini. Pokoknya ayah


ingin kalian berdua menikah sekarang juga.” Kata ayah Bella.


“Tapi ini sangat mendadak, aku


tidak bisa.” Kata Bella.


“Sudahlah jangan membantah apa


kata ayah kamu, Bastian saja siap menikahimu.” Kata ibu Bella.


“Itu karena dia sangat cab.” Kata


Bella, lalu Bastian membungkam mulut Bella.


“Saya akan menikahinya secepatnya


pak bu.” Kata Bastian.


“Saya tidak perlu pesta mewah,


kalau bisa besok nikahi anak saya. Orang tuamu tidak keberatan kan?” Tanya ayah


Bella.


“Mereka sama sekali tidak


keberatan kok pak bu, mengingat kondisi Bella yang saat ini masih proses


penyembuhan akibat penyakit yang diderita.” Kata Bastian.


“Ibu sangat lega mendengarnya,


ibu membawakanmu makanan. Besok kalian berdua harus menikah, ibu tidak mau tau.”


Kata ibu Bella.


“Tapi bu aku tidak bisa.” Kata Bella.


“Saat ini kamu mungkin sulit


memahami keinginan ayah dan ibu, tapi suatu saat pasti kamu akan berterima


kasih kepada ayah dan ibu.” Kata ayah Bella.


“Beri aku waktu satu bulan untuk


berpikir.” Kata Bella.


“Ayah ingin besok kalian menikah.”


Kata ayah Bella.

__ADS_1


Akhirnya Bella menerima keputusan


tersebut.


__ADS_2