
Setelah kepergian mereka di butik tersebut, Ahmad memang sekarang berubah drastis. dia menggunakan berbagai cara untuk semakin membuat Fitri yakin bahwa dia pria yang tepat untuk dijadikan seorang suami.
dia selalu bersikap manis dan romantis pada Fitri membuat Fitri menjadi salah tingkah. apalagi setiap dia ingin keluar ataupun masuk ke mobil, Ahmad selalu membukakan pintu untuknya.
"silahkan tuan putri." kata Ahmad
"ih kamu kenapa gitu sih, jangan terlalu berlebihan, malu kalo dilihatin orang." kata Fitri.
"ya gak papa dong, biarin aja. bilang aja mereka syirik."
"terserah."
Ahmad lalu kembali masuk ke dalam mobilnya. mengendarainya menuju rumah kontrakan Fitri..
"ntar malem jalan yuk." ajak Ahmad.
"mau kemana emangnya?!"
"mau ke mall, temenin aku beli kemeja. mau ya.."
"ah, biasanya juga beli sendiri pake ngajak aku segala."
"plisss.. soalnya besok aku mau meetting sama client, aku pengen tampil beda biar semangatnya juga beda.mau ya." kata Ahmad memohon.
Fitri memang tidak pernah bisa menolak kemauan Ahmad. terlebih lagi Ahmad memang selalu baik padanya.
"apa salahnya kalo aku ikut ke mall. sekalian beli sepatu buat kerja boleh lah." batin Fitri.
setelah lama berfikir, akhirnya Fitri menyetujui ajakan Ahmad untuk pergi ke mall malam itu.
"iya deh aku mau kalo gitu."
"yeeee... makasih ya." kata Ahmad sepontan mencium tangan kanan Fitri sambil mengemudi.
Fitri yang merasa terkejut akhirnya menarik tangannya dari tangan Ahmad.
"ih apa sih kamu. bukan muhrim." kata Fitri sambil memalingkan wajahnya karena entah mengapa jantungnya jadi berdetak lebih kencang seperti biasanya. dan seketika ada semburat warna merah di kedua pipinya.
Ahmad yang tidak menyadari perlakuannya pada Fitri terkejut karena Fitri menarik paksa tangannya.
"eh maaf, aku spontan aja tadi. jangan marah ya. aku gak bermaksud kurang ajar sama kamu."
"iya gapapa. lupakan."
"nanti jangan lupa, aku jemput jam 7 malem harus udah siap. jangan makan malem dulu. biar kita makan malem disana."
"iya bawel."
tak terasa mereka sudah ada di depan kontrakan Fitri, Fitri pun keluar dari dalam mobil dan langsung masuk menuju rumahnya. dia menutup pintu pelan.
"huh, aku dibuat deg-degan setengah mati sama Ahmad tadi. rasanya jantungku mau loncat. Tuhan kuatkan aku." Fitri berbicara sendiri.
__ADS_1
dia kemudian masuk ke kamarnya karena jam masih menunjukkan pukul setengah empat sore.
"masih ada banyak waktu buat sampe jam 7 malem. mendingan aku rebahan dulu deh." kata Fitri
Fitri pun merebahkan badannya sejenak sambil bermain ponsel, tak terasa tiba-tiba dia terlelap.
Fitri bangun ketika adzan Maghrib berkumandang. dia terkejut setengah mati saat melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 6 sore.
dia lalu bangkit dari tidurnya dan langsung terduduk untuk mengumpulkan keseimbangan setelah tertidur.
"waduh, udah jam 6 aja nih. buruan ah mandi habis itu siap-siap." batinnya.
lima menit kemudian, Fitri bangun dan langsung mengambil handuk untuk bersiap-siap mandi. 15 menit berlalu Fitri sudah selesai mandi. memakai daster terlebih dahulu dan tak lupa melaksanakan kewajiban ke pada Tuhan.
selesai shalat dia kembali membuka lemari dan memilih baju yang pas untuk pergi ke mall dengan Ahmad.
Fitri memilih celana jeans dan juga baju hem lengan panjang. dia juga membuat Rambutnya menjadi Curly seperti yang di ajarkan Bu Halimah padanya. tak lupa dia merias wajahnya senatural mungkin. agar tidak terkesan menor.
__
Setelah mengantarkan Fitri pulang, Ahmad menepuk kepalanya pelan.
"aduh kok bisa gue seceroboh itu. bisa-bisanya gue pake nyium tangan dia segala. apa yang ada dipikiran gue saat itu ya.?? semoga aja Fitri beneran gak marah deh sama gue. gue takut kalo dia marah. malah jadi gue yang berabe."
setelah aksi ngoceh sendiri di dalam mobilnya, akhirnya dia sampai rumahnya juga. Ahmad masuk menaiki tangga menuju kamarnya. merebahkan tubuhnya sejenak untuk melepaskan penat.
Hari ini sangat menguras tenaga dan otaknya. bagaimana tidak, hari ini dia meeting dengan 2 client dengan jadwal yang berbeda, setelahnya membuat desain untuk sebuah taman kota yang detail dan lengkap . harus selesai hari itu juga.
Tapi karena Fitri, dia tetap semangat. Fitri lah sumber semangatnya. membeli kemeja kerja ke mall malam ini adalah alasannya untuk berjalan berduaan dengan Fitri.
"cerdas juga ya otak gue, pake ngajak dia buat beli baju dadakan lagi. Haha. tapi alasan yang gue buat juga masuk akal. orang besok aku juga ada meeting sama client.
Puas melepaskan rasa lelahnya, Ahmad langsung mandi dan bersiap-siap sambil menunggu jam setelah tujuh malam tiba. karena jam 7 malam dia sudah harus sampai di rumah Fitri.
Sekarang Ahmad sudah ada di dalam mobil bersama dengan Fitri. mereka pergi menuju Mall di daerah Jakarta Selatan. agak sedikit jauh jika dari tempat Fitri tinggal. karena Ahmad memang selalu membeli baju kerja di salah satu toko di dalam Mall tersebut.
Toko khusus untuk berbagai pakaian kerja laki-laki. mulai dari dasi, kemeja, jas, celana dan lain sebagainya.
mereka berdua sudah masuk di dalam toko tersebut, Ahmad yang memang sudah berlangganan di toko itu langsung di sambut ramah oleh pelayan toko.
"silahkan pak, apa ada yang bisa saya bantu??"
"saya mau cari kemeja lengan panjang mbak. ada pilihan warna apa saja??"
"oh, mari silahkan saya antarkan. ada berbagai banyak warna. silahkan bapak pilih sendiri.'' kata pelayan sambil mengantarkan Ahmad dan Fitri ke rak bagian kemeja .
"bapak mau warna yang mana??".
"sebentar mbak, saya pilih dulu." Ahmad masih melihat-lihat berbagai warna kemeja yang tersedia. dia bingung, lalu meminta persetujuan Fitri.
"Fitri, menurut kamu bagusnya warna apa??."
__ADS_1
"ya terserah kamu dong, kamu mau warna apa??."
"ya kan aku ngajak kamu buat bantu pilihin warna. soalnya aku bingung kalo suruh milih sendirian."
"ya udah, saranku kamu beli baju yang warnanya gak ada di lemari kamu."
"emm,..bentar aku ingat-ingat aku belum punya kemeja warna apa ya??."
"inget-inget yang bener sebelum milih."
"iya tuan putri." Ahmad berfikir sejenak.
"oh ya, aku baru ingat, yang belum punya itu baju warna maroon, sama navy, terus coklat, abu-abu, biru laut."
"ya udah beli aja semuanya. ada kan mbak stok warnanya." kata Fitri kepada pelayan toko.
"ada dong mba, yang gak ada itu warna coklat."
"ambilin warna yang tadi dia sebut mbak, maroon, navy, biru laut. kalo yang warna abu-abu sama coklat mendingan gak usah aja deh." kata Fitri.
"aku setuju,." ucap Ahmad.
"ada lagi yang lainnya pak??" tanya pelayan.
"em, kaos boleh deh mbak,."
"mari saya antarkan ketempat dasi dan kaos."
"ini pak, kaosnya ada berbagai pilihan warna dan model, bapak mau yang model apa.??"
"yang biasa aja mbak."
"ini kaosnya."
"oke, saya pilih warna abu-abu sama hitam."
"siap pak, apa ada lagi??".
"gak ada mbak,."
"silahkan bapak menyelesaikan pembayaran di kasir."
"oke."
Ahmad lalu berjalan menuju kasir untuk membayar baju yang dia beli. karena Fitri merasa lapar, jadi dia hanya menunggu di kursi yang tersedia. dari pada menghabiskan energi untuk mengikuti Ahmad belanja."
setelah selesai, Ahmad langsung mengajak Fitri keluar toko tadi.
"yuk, mau kemana lagi??."
"makan dong, aku udah laper banget nih."
__ADS_1
"oke."
bersambung....