
"alah bullshit Lo, gue tahu Lo itu buaya darat yang biasa tidur dengan cewek mana aja."
"ya itu ambisi gue buat bisa nidurin banyak cewek. kalo nikah kan cuma bisa tidur sama satu cewek."
"susah deh ngomong sama orang gak waras. mendingan gue pulang deh. oh ya pastiin setelah dia sadar, dia. harus sarapan dulu sebelum minum obat."
"beres."
"inget, jangan di apa-apain lagi cewek Lo. masih sakit."
"iya gue juga tahu."
Akhirnya dokter Revan kembali ke tempat tinggalnya meninggalkan Rendi yang masih setia menemani Salsa.
"maafin gue sa, gue gak bermaksud membuat Lo jadi kaya gini."
Tak berapa lama kemudian, Salsa bangun, agak sedikit nyeri di kepalanya karena memar bekas benturan dengan lantai di kamar mandi. dia membuka mata. dan terkejut ternyata Rendi masih ada disini.
"ngapain Lo disini?? apa lo mau merkosa gue lagi??"
"gak sayang, gue nungguin lo. tadi lo pingsan."
"terus apa peduli Lo?? bukannya itu kesempatan bagus buat Lo."
"udahlah sayang, sekarang kamu makan dulu buburnya dan minum obatnya. tadi ada dokter Revan yang bantu periksa keadaan kamu."
"gak , aku gak laper."
"sudahlah nurut aja."
"gak mau, aku tahu kamu pasti merencanakan sesuatu padaku kan."
Salsa masih tidak percaya dengan apa yang Rendi katakan. Karena dia tahu, Rendi pasti merencanakan sesuatu yang lain.
Tapi setelah Rendi membujuknya dengan berbagai macam cara dari a sampai z akhirnya Salsa mau makan juga. dan juga mau minum obat.
__ADS_1
Hari ini mereka berdua tidak masuk kantor. Salsa izin cuti karena masih sakit. Dia menelepon bos-nya untuk meminta izin tidak masuk Kantor dan surat dokter menyusul keesokan harinya. sedangkan Rendi sudah pasti menemani Salsa di apartemen tersebut padahal Salsa sudah berulang kali menyuruh dia pulang, tapi Rendi tetap tak mau pulang. Rendi ingin memastikan kondisi Salsa benar-benar baik, agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan seperti tadi pagi.
Setelah kondisi Salsa agak membaik. dia mengeluarkan semua barang pemberian dari Rendi. dia ingin mengembalikan semu barang-barang tersebut. dari pada Rendi selalu mengancamnya. membuat jiwanya tak tenang.
Rendi dibuat bingung dengan tingkah Salsa. kenapa Salsa mengeluarkan barang-barang dari dalam lemari. dia juga lupa kalau barang-barang yang Salsa keluarkan ternyata adalah semua barang pemberian darinya.
Salsa menyusun semua barang-barang tersebut dan memasukkannya ke dalam beberapa paper bag ukuran jumbo.
"nih, ambil semua barang-barang yang pernah Lo kasih ke gue."
"gue gak mau semua ini. lagi pula semua ini punya Lo. gue udah kasih ini semua buat Lo."
"Gue gak butuh semua ini. Lo masih gak inget?? gara-gara semua barang-barang sialan ini, Lo jadi terus ngancem gue. Lo bahkan ngajak gue ke club malam yang sama sekali gue belum pernah datengin seumur hidup gue. dan Lo nyuruh gue buat minum alkohol. jika gue gak mau Lo bakal ambil semua barang-barang yang pernah Lo kasih ke gue. bahkan Lo perkosa gue pas gue mabuk. silahkan pergi sekarang dan jangan pernah muncul lagi di hadapan gue. mulai sekarang kita putus."
"maafin gue. gue gak bermaksud kaya gitu ke elo. gue saat itu juga sedikit mabuk. gue hanya mentingin nafsu gue semata. gak mentingin elo. karena gue dengan mudahnya bisa nidurin cewek mana aja. tapi hanya elo yang gak bisa gue rayu dengan berbagai macam cara"
"gue gak butuh maaf dari lo. gue juga bukan cewek murahan yang dengan gampangnya nyerahin tubuh gue ke cowok mana aja. tapi kali Lo udah ambil harga diri gue. Lo udah renggut keperawanan gue. gue udah gak suci lagi. gue cewek hina sekarang. puas Lo buat gue kaya gini???." tanya Salsa sambil menangis.
"ini ambil barang-barang lo dan beri ini kepada masing-masing wanita yang pernah lo tiduri.''
"apa lo tahu semua itu??."
"maafin gue. gue hanya ingin berpetualang mencari yang terbaik."
"hahaha.. berpetualang??! berpetualang macam apa yang lo lakukan?? menyebarkan bibit penyakit?? dasar penjahat kelamin."
"sa, maafin gue. gue gak bermaksud nyakitin Lo. Lo tahu kan kalo gue gak percaya dengan pernikahan. pernikahan bagi gue itu membosankan. hanya terikat dengan satu wanita saja. sedangkan gue gak bisa kaya gitu.''
"dasar cowok gila. Lo pergi sekarang juga. atau gue lapor polisi."
"iya gue pergi sekarang. jangan marah lagi ya."
Rendi pun pergi meninggalkan sang kekasih yang sekarang sudah menjadi mantan kekasihnya.
Semenjak kejadian itu, Salsa jadi sering murung dan tidak fokus bekerja. kinerjanya menurun.
__ADS_1
Rendi?? jangan tanya. dia masih saja terus berpetualang mencari wanita lain setelah putus dari Salsa.
Salsa merasakan bebannya semakin berat. sehingga dia juga sekarang sering pergi ke club malam. tapi berbeda dengan tempat yang sering di datangi Rendi.
salsa sering pulang malam dalam keadaan mabuk berat. hingga suatu hari Ahmad melihat Salsa yang tengah sempoyongan keluar dari club malam. Ahmad membantu Salsa untuk masuk ke dalam mobilnya. Dia meninggalkan mobilnya di club tersebut dan menitipkan kuncinya pada Rio sahabatnya.
Ahmad merebut kunci yang di pegang Salsa dan mulai mengendarai mobil tersebut menuju apartemennya. tidak mungkin kan jika wanita mabuk mengendarai mobil seorang diri. nanti bisa-bisa terjadi kecelakaan.
"untuk apa kamu mengantarku??" tanya Salsa yang setengah sadar.
"biarkan aku sendiri saja. aku bisa sendiri." merebut kemudi.
"sudahlah kamu mabuk. biarkan aku antarkan kamu sampai ke apartemen."
"tidak..tidak mau. aku bisa sendiri. aku tidak mau diperkosa lagi."
"apa??? kamu pernah diperkosa?? siapa yang memperkosamu..?" tanya Ahmad serius.
"lupakan.. sekarang pergilah. aku bisa pulang sendiri."
"jangan ngeyel. nurut saja apa kataku."
Salsa akhirnya menurut saja apa yang Ahmad katakan. karena kepalanya memang sangat pusing sekali sehingga dia pasrah akan dibawa kemana.
Ahmad membawa Salsa ke apartemennya. dia menuntun Salsa memasuki lift menuju apartemen tempat Salsa tinggal di lantai 10.
dengan susah payah menuntunnya menuju kamar Salsa. Ahmad melihat apartemen Salsa yang sangat berantakan dengan berbagai macam barang berserakan dimana-mana.
"tidak biasanya dia seperti ini. dia biasanya sangat rapi dan perfeksionis. pasti ada apa-apa dengan dia. dia juga tidak pernah pergi ke club malam." batin Ahmad.
Ahmad menidurkan Salsa di kamarnya. saat akan keluar kamar, tiba-tiba Salsa memang erat tangannya dan berkata.
"jangan pergi." dengan mata yang terpejam.
bersambung...
__ADS_1
jangan lupa untuk selalu vote...like...coment...dan follow author ya...
maaf, update gak tentu soalnya sibuk banget akhir-akhir ini...