Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
BAB 5


__ADS_3

Setelah jam Istirahat selesai Cantika pun kembali ke kelas dengan berpamitan kepada Charlie, Di hati kecil Charlie ingin rasanya dia meminang Cantika secepatnya...


karena ingin menjadikan Cantika teman hidupnya.


Di kelas Danendra memandang sinis Cantika,


Namun Cantika cuek dan beralih pandang ke arah papan tulis, setelah satu jam pelajaran berlalu Cantika masih tidak fokus belajar karena masih takut dengan perkataan Danendra, sampai jam pelajaran berakhirpun Cantika juga tidak konsentrasi, setelah bell pulang sekolah, tangan Cantika di pegang Danendra, Danendra nekad ingin kerumah Cantika untuk bertemu dengan Bundo, tetspi Cantika tidak mau, bahkan Cantika mrngatakan kepada Danendra agar menjauhi dirinya dan menegaskan bahwa Chalie adalah lelaki pilihannya, bukan karena perjodohan atau apapun.(author bikin tegas biar cantika tidak di sepelekan lagi, KasihanπŸ™)


Dengan segera Cantika keluar kelas dan berlari keluar sekolah, dengan tetesan airmata, Dari kejauhan Charlie sudah menunggu Cantika, melihat Cantika berlari, Charlie ingin sekali mengejar, tetapi dia memutuakan untuk menyusul ke rumah Cantika.


Sampai Rumah, Cantika langsung pergi kekamar, sambil berurai airmata, dia tidak bisa menahan gejolak hatinya, hatinya berkata harus memperjuangkan orang yang dia cinta (Charlie) tetapi teman kecilnya yang selama ini jadi sahabatnya menentang hubungannya.

__ADS_1


Tak lama datanglah Danendra, lalu selang beberapa menit Charlie juga datang, Bundo pun ikut bingung (ada apa ini dengan Cantika)


Bundo menyiapkan minum untuk mereka berdua, dan memanggil Cantika, tetapi Cantika tak kunjung keluar, Charlie memutuskan untuk mengirim pesan singkat untuk Cantika bahwa dirinya ada di rumah.


Tak lama Cantika pun menemui mereka berdua, Di ruangtamu rumah yang sederhana, di kondisi yang sedang tak menentu, Cantika memilih sebagai pendengar apa yang di sampaikan oleh Charlie dan Danendra,


*Pertama Danendra angkat bicara kepada Bundo (dengan mengeluarkan amplop berisi uang beberapa bendel) " ini adalah bantuan ikhlas dari Danendra Bundo, untuk melunasi Hutang kepada Pak Rivano, Danendra ingin membantu Bundo, tanpa harus mengorbankan Cantika karena disini Cantika sudah Danendra anggap Adik sendiri "


Belum sempat Charlie menjelaskan apapun, Cantika sudah menunduk dan menutup mulut dengan tangan sambil berurai airmata, Bundo hanya bisa terdiam, dan memeluk sang anak tercinta.


Sontak saja Cantika bersuara sambil menghapus airmatanya Kepada Charlie " Maafkan aku, mungkin sebaiknya kita BREAK untuk memutuskan kedepannya bagaimana "

__ADS_1


DUARRRR (bagai petir di siang bolong)


Charlie yang mendengar keputusan dari Cantika hanya bisa terdiam, niat hati ingin menjelaskan bagaimana Screenshot tersebut tetapi tidak mungkin karena terlalu Kompleks, dengan mengambil nafas panjang Charlie berkata " Baiklah jika itu mau Cantika, Bundo saya pamit dulu, Assalamualaikum (sambil mencium tangan Bundo lalu pergi.


Melihat kepergian Charlie, Bundo kawatir dengan sang Anak, karena Bundo tahu Cantika sangat mencintai Charlie.


Danendra pun ikut berpamitan karena sudah menjelaskan semuanya, Cantika pun hanya terdiam, dan memilih balik ke kamar, Di kamar dia menangis sejadi-jadinya, Bundo yang mendengar pun ikut merasa sedih.


Kini Cantika tak lagi ceria, hatinya sakit dan merasa bodoh karena dia tak mengetahui sosok Charlie.


Bersambung guys...πŸ™πŸ™πŸ™πŸ’™πŸ’™πŸ’™

__ADS_1


__ADS_2